
"Apakah Anda tak penasaran dengan imbalan Quest ini..? " Tanya Frank
"Ohh benar, aku melupakan hal itu..
Lalu apa imbalan dari Quest ini.. " Tanya Argus
"Imbalan untuk Quest ini adalah dua hal, pertama adalah sebuah jabatan Baron.."
"Apa jabatan Baron..??! " Ucap Argus
"Benar.. Ini adalah jabatan Baron, apakah Anda semakin tertarik..? " Tanya Frank
"Tertarik..??? Tidak sama sekali tidak..
Untuk apa jabatan Baron..? Lebih baik memberikan sesuatu yang bisa di manfaatkan, uang atau material atau makanan. Itu akan lebih baik.. " Ucap Argus
"Ehh.. Ini Baron.. Maksudnya jika anda mendapatkan seatus Baron, Anda artinya akan mendapatkan suatu wilayah yang bisa anda pimpin sendiri.. " Ucap Frank.
"Haihh.. Aku sama sekali tidak tertarik, bahkan wilayah sekalipun aku tak tertarik lagi. Karena Saat ini saja Kerajaan masih memiliki hutang wilayah untuk Quest ku yang sebelumnya..
Jadi tambahan wilayah lain sama sekali tak berguna.. " Ucap Argus
"Apa..?? Anda masih memiliki hal seperti itu dari Kerajaan..?? " Kata Frank yang terkejut.
Pantas saja Argus tak tertarik lagi, ia saat ini juga sudah memiliki daftar imbalan yang belum ia ambil dari pihak Kerajaan.
Dan imbalan itu sama dengan imbalan Quest ini, jadi untuk apa mendapatkan dua hal yang sama saat ini.
"Haihh.. Aku kira akan mendapatkan material atau hal yang berguna lainnya..
Dan apakah semua orang sangat suka dengan status atau jabatan..? Aku takan tahan jika harus duduk dan mengurus dokumen dan masalah orang lain seharian..
Lebih baik bebas dan bisa membaca berbagai informasi baru dan menjelajahi seluruh Kerajaan.."Gumam Argus.
" Oh benar, apakah menurut anda aku bisa meminta hal lain seperti hak khusus untuk mengakses semua buku dan catatan di Kerajaan..?? " Tanya Argus
"Dalam kasus Anda Itu mungkin saja terjadi. Pasalnya anda sendiri saat ini sudah memiliki imbalan yang sama dengan Quest ini, jadi menurutku itu hal yang mudah untuk di kabulkan.
Terlebih lagi imbalan ke-dua adalah sebuah permintaan..
Anda bisa meminta apapun selama itu masih dalam tahap yang wajar... " Kata Frank
"Jika seperti itu, maka semuanya akan lebih mudah.. Tapi jika demikian bukankah akan ada banyak petualang yang mengambil Quest ini..? " Tanya Argus.
"Ya memang benar, tapi sampai sekarang yang mengambil misi kebanyakan akan kembali terluka atau bahkan banyak yang tak dapat kembali.. " Ucap Frank.
"Sepertinya ini adalah Quest yang cukup berbahaya..
Jadi Apakah aku perlu ke Kerajaan dulu atau aku bisa langsung ke lokasi Quest ini..? " Tanya Argus
"Lebih baik Anda pergi ke Kerajaan dan menemui Tuan Sebastian.. Dan ini adalah Surat rekomendasi yang akan membuatmu bisa bertemu dengannya dan mempermudahkan dirimu melewati pemeriksaan Kerajaan.. " Ucap Frank sambil menyerahkan sebuah surat.
"Baiklah terimakasih.. " Ucap Argus.
"Kalo tak ada yang lain, aku akan pergi dulu sekarang.. "
"Ya.. Silahkan... " Ucap Frank.
"Kalo begitu, permisi.. " Ucap Argus
Setelah itu Argus langsung pergi dari ruangan itu.
Dan setelah melihat Argus pergi, Mira langsung bertanya kepada Frank karena ia sedari tadi sudah sangat penasaran.
"Manajer.. Apakah petualang tadi benar-benar kuat seperti yang Manajer katakan.. " Tanya Mira.
"Sebelum aku menjawab, bisakah kau membawakan ku Air.. " Kata Frank.
"Ehh.. Baiklah tunggu sebentar.. " Setelah itu Mira memberikan Manajer Frank segelas Air yang langsung ia habiskan.
"Haaiihh... Kau tak tau seberapa takut aku sbelumnya..
Jika aku tak memiliki kemampuan untuk membedakan mana wujud asli setiap orang atau monster yang berubah, aku benar-benar akan berfikir bahwa Argus itu adalah Monster.. " Ucap Frank
"Sungguh... Itu adalah orang terkuat dan pengalaman paling mengerikan yang pernah aku lihat.. Aku hampir pingsan saat terus merasakan mana yang ia miliki dari jarak sedekat ini... " Ucap Frank sambil menutupi wajahnya dengan tubuh yang masih bergetar.
"Dan aku bisa menjamin bahwa jika ia marah dan mencoba menghancurkan Kerajaan ini atau bahkan dunia ini, itu akan sangat mudah untuknya dan takan ada yang akan bisa menghentikan dirinya. "
"Sekarang aku percaya dengan keputusan Tuan Sebastian.. Jika memang itu Argus, aku jamin ia akan dengan mudah menjelajahi Dungeon itu.. "
"Namun.. Aku bertanya-tanya, darimana Tuan Sebastian menemukan Monster seperti dia..
Aku hanya berharap tak ada yang akan membuatnya marah, atau kalo tidak.. "
"Aku tak bisa menjamin apa yang akan terjadi.. Namun mengingat apa yang akan di dapatkan Argus, pasti akan ada pihak yang dibutakan matanya.."
"Jika itu terjadi, aku akan memilih tak terlibat dalam masalah itu. "
.
.
. __________\=Skip\=_________
__ADS_1
Sementara itu Argus kembali ke penginapan yang sebelumnya. Di sana Argus melihat Hawa sedang bermain dengan Alfred, dan Lisa sedang membuat minuman.
"Lisa.. Aku akan keluar sebentar, kau bisa mengajak Hawa untuk jalan-jalan jika mau.. " Kata Argus
"Apakah Master mengambil Quest lagi..? " Tanya Lisa.
"Sebenarnya ini bukan mengambil, karena ini adalah permintaan khusus untuk ku dari Tuan Sebastian.. " Ucap Argus.
"Sebastian..? Maksudnya Duke Sebastian.. ? " Tanya Lisa.
"Ya benar.. " Ucap Argus.
"Kalo begitu, apakah aku atau Alfred perlu menemani Master..? " Tanya Lisa.
"Tidak perlu, ini bukan hal yang sulit..
Kalian bisa pergi jalan-jalan, dan biarkan Alfred menjaga kalian.. " Ucap Argus.
"Dan jika sempat, coba pergi ke kediaman Tuan Michelle untuk bertanya dimana kita bisa membeli Rumah atau tanah..
Dan coba tanyakan berapa Harganya saat ini.. "
"Ayah..!! " Teriak Hawa yang langsung berlari dan memeluk Argus.
"Apakah Ayah akan pergi lagi. .? "
"Ya sayang, Ayah ada urusan sebentar.
Kau bisa pergi jalan-jalan dengan kak Lisa dan paman Alfred ke kediaman Kakek Mitchell dan Nenek Ana lagi.. " Ucap Argus
" Benarkah.. ?? " Tanya Hawa.
"Benar, tapi jangan menerima atau meminta manisan lagi ok..! Nanti gigi mungil Hawa bisa berlubang jika makan banyak manisan.. " Ucap Argus
Manisan di dunia ini sebenarnya lebih mirip permen, namun di sebut Manisan.
"Ehh.. Tidak.. Hawa tidak akan minta Manisan.. " Ucap Hawa, namun suaranya semakin kecil saat ia mengatakan hal itu.
"Haihh..
Lisa, jangan biarkan Hawa memakan terlalu banyak manisan. Dan jika Nyonya Ana memberikan banyak Manisan, sebisa mungkin jangan menerimanya.
Dan jika terpaksa, kau harus membayarnya jangan terlalu sering menerima barang dari orang lain. " Ucap Argus
"Baik master.. " Ucap Lisa.
"Alfred.. Jaga mereka, tak perlu ragu jika ada yang mengganggu Hawa dan Lisa.." Ucap Argus
"Baik master.. Sistem perlindungan diaktifkan..
"Baik akun izinkan, kau juga bisa menggunakan sihir kali ini.. " Ucap Argus
"Izin diterima.. " Ucap Alfred.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Argus mulai berjalan menyusuri jalan di sana dan menuju wilayah zona Biru. Untuk menuju daerah kawasan Zona Merah milik keluarga kerajaan.
Di sana Argus melalui berbagai pemeriksaan saat melewati Zona yang berbeda, dan Argus juga harus di kawal dengan prajurit jika ia ingin memasuki Zona Merah.
Hal ini karena sekarang Zona merah sedang dalam keadaan darurat. Biasanya jika tidak dalam keadaan seperti sekarang, setiap orang hanya akan di periksa saja. Namun sekarang setiap orang harus mendapatkan kawalan satu prajurit untuk memastikan semuanya berjalan aman untuk para keluarga kerajaan.
Setelah sampai di Zona merah, Argus di bawa ke istana dan di sana ia harus kembali menunggu di sebuah ruangan terlebih dahulu.
Dan prajurit sebelumnya yang membawa Argus melaporkan kedatangan Argus kepada Tuan Sebastian yang merupakan kepala prajurit saat ini.
Di Saat menunggu Argus tak menganggur, ia melepaskan banyak semut untuk menelusuri Dungeon dan memetakan seluruh lokasi di dalam Dungeon.
Karena ukurannya yang sangat kecil membuat para semut mudah untuk menyelinap ke dalam Dungeon. Dan dari pengawasan Argus yang ia gunakan dari pertukaran persepsi dengan para semut, Dungeon ini benar-benar seperti labirin.
Itu berbentuk lorong dengan banyak jalan bercabang dan banyak ruangan tertutup yang jika tak beruntung akan menemui ruangan monster atau mungkin menuju jalan buntu.
Namun karena kemampuan semut untuk mencium setiap aroma tubuh mereka yang di tinggalkan, itu mempermudah mereka dalam penjelajahan ini.
Namun sepertinya ukuran labirin ini cukup besar sampai-sampai membutuhkan waktu cukup lama untuk para semut memastikan setiap lokasi. Dan dari sana Argus juga melihat banyak Monster tipe baru dan Monster biasa di dalam labirin.
Seperti Wraith. Monster yang wujudnya mirip dengan Lich. Namun ia tak memiliki kemampuan untuk Mensumon monster lainnya.
Wraith itu terlihat berkeliaran diantar lorong awal di Dungeon itu. Mungkin ini yang menyebabkan Raja sebelumnya teracuni juga.
Selain itu di salah satu ruangan masih ada seekor Zombi Cerberus. Argus juga melihat di salah satu Ruangan di kedalam Dungeon itu ada seekor Undead Zombie Dragon.
Namun sepertinya kelompok dari pangeran tak menjumpainya, karena di sana tak terdapat bekas pertempuran apapun.
Dan kemudian semakin banyak monster lainnya yang Argus lihat, di sana juga Argus melihat ada beberapa bekas pertempuran. Argus kemudian menyuruh para semut untuk menelusuri lebih jauh dan mengikuti bekas pertempuran itu.
Akhirnya setelah beberapa saat kemudian salah satu semut menemukan target. Itu berada di salah satu ruangan aman cukup jauh di dalam Dungeon. Kondisi target saat ini cukup parah, dimana ia mendapatkan banyak luka dan Prajurit yang bersamanya juga hanya tersisa tiga orang saat ini.
Kemungkinan jika ia tak di selamatkan sesegera mungkin, ia akan mati sebentar lagi.
__ADS_1
Sementara itu di luar ruangan semut Argus berjumpa dengan Monster Lich dan skeleton Wyvrin. Karena kerangka itu tak memiliki tangan jadi itu pasti bukan Naga, jadi ia adalah Wyvrin skeleton.
Di sana semut Argus memperhatikan sepertinya mereka sedang bersembunyi dari monster di luar ruangan yang menunggu mereka. Mereka terjebak di ruangan itu tanpa bisa keluar.
Argus kemudian menghapal semua lokasi yang telah di lewati para semut. Setelah itu ia masih menyuruh para semut untuk mengecek seluruh Labirin itu sampai menemukan bagian ujungnya.
Argus memperkirakan bahwa monster yang ada di bagian terdalam Dungeon ini kemungkinan adalah tipe Undead juga. Pasalnya selain hampir seluruh monster yang di temui adalah Undead.
Dan ada kemungkinan Dungeon ini juga mengandung Racun Undead yang bisa mempengaruhi orang yang masuk.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Tak lama setelah itu ketukan di pintu terdengar dan setelah itu masuk seseorang yang sepertinya adalah ajudan dari Raja.
"Apakah Anda Tuan Argus..?? " Tanya orang itu.
"Benar, nama saya Argus.. " Ucap Argus
"Aku adalah Ajudan dari Raja, sekarang anda di tunggu di ruang rapat kerajaan..
Silahkan ikuti aku.. " Ucap orang itu.
Kemudian ia berbalik keluar dari ruangan itu, Argus lantas mengikutinya masuk ke dalam lorong istana.
Dari sana Argus juga bisa melihat lapangan latihan para prajurit, lapangan itu cukup luas namun sepertinya hanya sedikit yang berlatih saat ini. Dan kemungkinan yang lainnya sedang di tugaskan menangani masalah-masalah lain.
"Apakah anda penasaran kenapa hanya sedikit prajurit yang berlatih..? " Tiba-tiba Ajudan itu bertanya saat melihat Argus penasaran.
"Ya.. " Kata Argus.
"Sebenarnya mereka hanya rekrutan baru.. Sementara para prajurit lainnya saat ini terutama fokus pada penanganan masalah Dungeon, dan lainnya sedang menjalankan tugasnya masing-masing.. " Ucap Ajudan itu.
"Rupanya seperti itu.. " Ucap Argus.
"Mari kita lanjutkan, tak baik membuat Raja menunggu lama.. " Ucap Ajudan itu.
Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan, dan setelah menyusuri koridor di istana. Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah pintu, dan kemudian sang Ajudan masuk sendirian untuk melaporkan kedatangannya.
"Silakan, Anda bisa masuk sekarang.. " Ucap sang Ajudan kepada Argus.
"Terimakasih.. " Kemudian Argus masuk kedalam Ruangan itu yang ternyata saat ini sudah ada dua orang laki-laki yang sedang duduk di sana.
Salah satunya adalah Sebastian dan satunya lagi adalah seseorang yang memiliki wajah hampir mirip dengan Sebastian namun terlihat lebih Tua.
"Ohh.. Argus, silahkan duduk di sini.. " Ucap Sebastian saat melihat Argus.
Setelah itu Argus hanya mengangguk ke arah keduanya kemudian ia duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Perkenalkan, ini Saudara ku, Rodrike. Dan ia merupakan Raja saat ini di kerajaan Illia.. "
"Salam baginda Raja.. " Ucap Argus mencoba bersikap sopan.
"Aku sudah mendengar banyak tentang mu dari saudara ku ini.. Dan sepertinya apa yang ia katakan benar adanya.. " Ucap Raja Rodrike.
"Aku menyesal bertemu dengan mu dalam keadaan seperti ini, Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan sebenarnya dengan mu.
Namun untuk sekarang Kita akan membicarakan hal itu lain waktu saja, dan sekarang mari bicara ke bisnis utama.. " Ucap Raja Rodrike.
Lalu ia mengangguk ke arah Sebastian. Dan Sebastian yang melihat itu pun paham apa yang di maksudkan.
"Karena kau sudah datang ke sini, Artinya hanya ada dua hal.. Pertama kau ingin mengambil imbalan Quest yang dulu di janjikan.
Dan ke-dua kau sudah mendengar masalah Quest kerajaan dari Frank.. " Ucap Sebastian.
"Ya.. Aku datang untuk keduanya.. " Ucap Argus
"Emm.. Aku mengerti..
Untuk masalah pembayaran, itu mudah.. Kami sudah menyiapkannya untukmu, ada beberapa wilayah tak bertuan saat ini yang bisa kau ambil. Dan kau bisa memilih salah satunya nanti. " Ucap Sebastian
"Yang pertama ada di sebelah Utara Kota Taito..
Yang ketiga ada di tempat yang sebelumnya kau kunjungi, Hutan Orasis.
Dan jika kau menyelesaikan masalah kali ini, kami bahkan bisa memberikan wilayah Isak.. Karena Marquez setempat sebelumnya telah meninggal.. "
"Lalu yang terakhir adalah wilayah terlarang yang berada diantar dua kerajaan.. Itu adalah pulau kecil yang berada di luar wilayah ketiga kerajaan saat ini.. Pulau itu bernama Pulau Naga karena bentuknya yang menyerupai Naga.."
"Sebelumnya pulau itu di jadikan tempat singgah kapal antara dua kerajaan, namun setiap kali kapal yang singgah di sana kebanyakan dari mereka takan bisa kembali..
Mereka selalu saja menghilang, dan kami percaya ada Monster di lautan sekitar pulau itu. Kami sudah mencoba mencari dan menaklukkan Monster di sana, namun yang ada semuanya hilang dan tak ada yang kembali juga.. "
"Jadi ketiga kerajaan memutuskan untuk membuat pulau itu menjadi pulau terlarang..
Namun saya secara pribadi menyarankan agar kamu memilih Kota Isak.." Ucap Sebastian.
"Aku akan memilih Pulau Naga itu.. " Ucap Argus tanpa berfikir lama.
.
__ADS_1
.
. Bersambung