
Di ruang di dalam istana.
"Sayang apakah kita melupakan sesuatu..?? " Tanya Ratu Silvia.
"Ha..?? Melupakan apa..? " Tanya Raja Rodrike.
"Entah.. Aku hanya merasa kita melupakan sesuatu sebelumnya.. " Ucap Ratu Silvia.
"Sepertinya itu bukan hal penting, jika tidak kita pasti akan mengingatnya.. " Ucap Raja Rodrike..
"Ya aku pikir itu benar.. " Ucap Ratu Silvia.
Pada saat itu Sebastian memasuki ruangan itu..
"Saudara ku.. Apa kau yakin membiarkan Roland dan putri Wilona mengikuti Argus....??" tanya Sebastian.
"Roland..? Wilona..?? " Gumam Raja Rodrike.
"Oh benar.. Kita melupakan hal ini sebelumnya dan tak mengatakan kepada Argus.. "
"Apakah maksudnya kalian melupakan hal penting ini..?? " Tanya Sebastian.
Raja Rodrike dan ratu Silvia hanya tersenyum, Sebastian yang melihat itu hanya menghela nafasnya..
"Kalian ini.. Apa kalian lupa masalah Wilona itu..?? Dan kau tak mengatakan hal ini..?? " Ucap Sebastian.
"Lupakan.. Toh kita semua sudah tau sifatnya.. Dan jika ada masalah nantinya aku yakin Ratu Evi juga menyadari hal ini.. "Ucap Raja Rodrike.
" Ya semoga saja dia tak membuat masalah.. "Ucap Sebastian.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Di tempat lainnya..
"Hah..?? Maksudnya..?? " Tanya Argus yang tak paham.
"Tunggu jangan bilang kalau. .. "
"Ya kau benar... Aku dengar kau akan pergi ke kerajaan Raika bukan setelah ke pulau naga..?? Kalau begitu aku akan ikut degan kalian.. " Ucap Roland.
"Begini... Sebenarnya kak Roland masih memiliki tugas yang belum selesai di kerajaan Raika, karena sebelumnya ia pulang terlebih dahulu saat ayah dalam kesulitan.. " Ucap Olivia.
"Dan kali ini ia harus kembali ke kerajaan Raika sekali lagi, namun karena kondisi saat ini masih kacau seperti yang kita tau. "
"Jadi kak Roland memaksa akan ikut dengan kita.. Dan itu juga sudah di setujui oleh ayah dan yang lainnya..
Apakah Ayah tak mengatakan hal itu..?? " Tanya Olivia..
"Tidak.. Mereka tak mengatakan hal ini.. " Ucap Argus.
"Tapi lupakan saja.. Toh kita satu arah juga.. "
"Oh benar.. Sebenarnya ada satu lagi.. " Ucap Olivia..
"Apa..?? " Tanya Argus.
"Ada orang lain yang akan ikut juga selain aku.. " Ucap Roland.
"Itu dia.. "
Lalu Argus melihat siapa yang datang saat itu, ternyata itu adalah orang yang ia kenal.. Itu Adalah Putri Wilona.
"Dia ingin ikut bersama kita..?? "Tanya Argus.
" Ya.. Karena tak ada yang bisa mengawalnya saat ini, jadi terpaksa dia harus ikut bersama kita.. "Ucap Roland.
" Walaupun kedatangannya ke illia secara ilegal, namun bagaimana pun juga ia sudah sampai di Kerajaan.. Jadi mau tak mau kita harus mengawalnya.. "
"Namun seperti yang sebelumnya di katakan, saat ini kondisi tak memungkinkan untuk mengirim pengawal pergi. Jadi kau tau lah apa yang terjadi selanjutnya.. "
"Aku paham.. " Ucap Argus.
Lalu ia melihat ke arah Wilona.
"Dengar.. Aku aku tak ingin ada masalah, jadi jika kau ingin ikut dengan kami. Aku harap kau bisa bersikap dengan baik.. " Ucap Argus.
"Atau aku takkan menjamin keselamatan mu.. "
__ADS_1
"Apa kau tak dengar perkataan Pangeran..?? Dan apa ini cara mu berbicara dengan seorang Bangsawan..?? " Ucap Wilona.
"Kau sudah di berikan tugas mengantarkan ku, jadi kau lah yang harus bersikap baik dengan ku.. "
"Dengar Gadis kecil.. " Ucap Argus sambil mendekati Wilona.
"Di dunia ini tak ada yang bisa memaksaku.. Aku melakukan semua permintaan atas dasar kemauanku sendiri.. "
"Dan satu hal yang jelas.. Kasta dan derajat bangsawan tak ada di mata ku..
Jika aku suka, aku akan membantu atau baik pada orang lain.. Dan jika aku tak suka, aku tak segan membunuh siapapun..
Bahkan bangsawan sekalipun.. " Ucap Argus..
"Jadi.. Bahkan jika ini permintaan kerajaan dan bisa membawa peperangan sekali pun.. Aku tidak perduli.. "
"Kau..!! " Ucap Wilona namun ia tak jadi melanjutkan perkataannya..
Argus tak perduli ia masuk ke dalam mobil miliknya dan duduk di kopilot..
"Jika kau ingin ikut, maka naik sekarang.. " Ucap Argus.
"Kau sangat keras terhadap anak kecil.. " Ucap Roland..
"Tapi aku suka itu.. Jujur aku sudah ingin sekali memukulnya..
Jika bukan karena status ku, aku pasti sudah memukul anak itu.. "
Argus hanya tersenyum dan tak menjawab, setelah Wilona naik dan duduk bersama Lisa dan Olivia di belakang. Argus kemudian melakukan kendalanya..
Tujuan pertama adalah kota pelabuhan Mania. Argus harus ke sana untuk mengambil perahu yang sudah di siapkan sebelumnya oleh Kerajaan sebagai hadiah..
Setelah keluar dari kota, Argus langsung menuju ke jalur Hutan untuk memotong jalur, pasalnya jalur biasa sedikit berkelok untuk menghindari Hutan.
Jadi jalurnya melingkari sisi luar hutan yang membuat waktu perjalanan jauh lebih lama, jadi Argus lebih memilih jalur hutan yang akan secara langsung menuju kota Mania tanpa berputar-putar.
"Apa yang kau lakukan..?? Kenapa kau tak mengikuti arah..?? " Tanya Putri Wilona.
"Aku lebih suka melewati jalan tercepat.. Dan jangan protes jika kau ingin ikut, jika takut aku akan menurunkan mu di sini agar kau bisa kembali ke taito.. " Ucap Argus.
"Aku tidak takut... "
" Dan Aku hanya bertanya saja.. " Ucap Wilona kesal.
"Kau..!! " Ucap Wilona.
"Awas saja saat aku kembali ke hutan, aku akan membuat mu menyesal.. " Gumam Wilona.
Di sebelah Argus, Roland yang melihat Argus menjawab Wilona tanpa ampun dan tanpa perduli status mengacungkan jempolnya..
Sedangkan Olivia dan Lisa hanya tersenyum melihat keduanya.
Mereka tau sebenarnya seberapa tak suka Argus dengan Wilona, namun ia tetap membawanya mungkin karena memikirkan mereka..
Jika tidak ia pasti akan meninggalkan Wilona di sini.. Perjalanan berlanjut sampai sore hari, mereka menemukan beberapa Monster di jalan mereka. Namun Argus tak memperdulikan mereka dan hanya melewati mereka..
Namun Saat dalam perjalanan sudah cukup jauh dari kota dan hampir meninggalkan area pinggiran Hutan, Tiba-tiba mereka di hadang oleh sekelompok serigala..
Argus menghentikan mobilnya di sana dan keluar. Hal itu karena di lihat dari lingkungan itu cukup bagus untuk berkemah dan juga melihat waktu sudah jam setengah enam sore..
Yang lainnya juga keluar dari mobil..
"Apa perlu aku bantu..? " Tanya Roland.
"Tak perlu.. " Ucap Argus.
"Lisa.. Coba kau gunakan kemampuan yang telah kau pelajari sebelumnya, aku ingin melihat seberapa jauh kau memahaminya.. "
"Emm.. Baik master.. " Ucap Lisa.
"Huuhhh.... "
Lisa menghembuskan nafasnya sebelum menggunakan kemampuan miliknya
"Sihir Alam- The Living forest..!!! " Ucap Lisa.
Pohon di sekitar sana mulai terlihat bergetar dan setelah itu akar pepohonan yang ada di sekitar sana mulai bergerak dan kemudian mulai mengikat para serigala itu.
Akar-akar itu mengikat mereka sampai mati namun terlihat ada beberapa yang berhasil kabur dari sana..
Dan dapat di lihat Lisa hanya bisa mengendalikan tujuh pohon saja saat itu.
__ADS_1
"Maaf aku masih belum terbiasa dengan kemampuan ini.. " Ucap Lisa.
"Tak masalah.. Teruslah berlatih.. " Ucap Argus.
"Tidak mungkin..!! Kau.. Kau baru saja menggunakan element alam..?? " Ucap Wilona.
"Ya.. " Ucap Lisa.
"Tidak.. Ini tidak mungkin..! Bagaimana darah campuran seperti mu memiliki kemampuan yang sama dengan Ratu pertama Hutan Jura...!! " Ucap Putri Wilona.
"Putri Wilona.. Bisakah anda menjaga perkataan Anda..? " Ucap Olivia.
"Sebagai wanita anda seharusnya lebih lembut dan bisa berkata-kata lebih sopan, apalagi jika berbicara dengan yang lebih tua dari anda.. "
"Hemm..Aku tau tapi aku tak perduli.. Kau tak perlu mengingatkan ku.. "Ucap Wilona.
Olivia hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar jawabannya.
"Oliv.. Lupakan saja.. Apapun yang kau katakan takan di dengar oleh nya.. "Ucap Roland.
" Kalau semudah itu mengingatkan bocah ini, ibunya bahkan tak bisa membuat bocah ini lebih sopan.. Apalagi kita.. "
"Kau..! Darimana kau mendapatkan kemampuan itu..?? Itu tak seharusnya di miliki oleh mu.. " Ucap Wilona kepada Lisa.
"Tak mungkin orang rendahan seperti mu bisa memiliki kemampuan Ratu pertama..! "
"Apa masalahnya dengan kemampuan alam..?? Itu hanya sekedar kemampuan dari element saja bukan..?? Kenapa kau begitu heboh sih..?? " Tanya Roland.
"Kalian tidak tau apa-apa jadi diam saja..! Kemampuan Alam adalah kemampuan yang hanya bisa di dapatkan oleh keturunan Ratu pertama.. " Ucap Wilona.
"Itu adalah kemampuan yang pernah di gunakan oleh Ratu untuk menciptakan Hutan jura pada ratus tahun lalu..
Dan garis keturunan Ratu pertama seharusnya sudah tak ada lagi sekarang.. "
"Kau gadis kecil.. Jangan berlebihan seperti itu.. Kenapa pula harus keturunan Ratu untuk menggunakan element Alam..?? Lihat ini.. " Ucap Argus.
Lalu tanaman tumbuh di tangan Argus saat ia menunjukannya. Lalu saat Argus meletakkan tangannya di tanah. Beberapa pohon tumbuh di sekeliling mereka, lalu pohon di sekelilingnya nampak mulai bergerak dan menjauh dari mereka.
Dalam radius sepuluh meter dari mereka berdiri, saat ini tak ada pohon yang tumbuh lagi. Semuanya menjauh membentuk pagar melingkar di sekeliling mereka.
"Tidak.. Ini tidak mungkin..!! Siapa sebenarnya kalian..?? Jika itu dia, aku masih paham.. Tapi kau..?? Kau bukan Elf jadi bagaimana kau mendapatkan kemampuan Alam juga..?? " Ucap Wilona.
"Nona kecil.. Aku akan mengatakan ini sekali dan untuk terakhir kalinya.. " Ucap Argus.
"Pertama, sihir Element Alam bukan sihir yang hanya bisa dimiliki oleh kalian para Elf.. Jadi siapapun juga mungkin bisa untuk mendapatkannya.. "
"Kedua.. Aku tak ingin kau mengatakan sesuatu tentang darah campuran lagi.. Apa kau lupa peringatan yang pernah aku berikan..?? "
"Ketiga.. Bersikaplah sopan mulai sekarang kepada siapapun.. Terutama anak ku yang sedang tidur.. Jika tidak, aku takan segan membunuh mu atau memusnahkan semua Elf di dunia ini.. " Ucap Argus. Saat itu ia menghentakkan kakinya ke tanah dan seluruh hutan terlihat hidup dan bergoyang..
Binatang dan monster terlihat melolong dan ketakutan saat itu, pemandangan itu membuat Wilona menciutkan nyalinya sekali lagi..
Dari yang ia lihat, sekala kekuatan Argus ada kemungkinan sama dengan kemampuan Ratu pertama. Dia bisa mempengaruhi seluruh hutan jika ia mau.
Dan itu Artinya jika ia marah dan benar-benar datang ke hutan Jura.maka Hutan yang sebelumnya menjadi tempat perlindungan paling aman para Elf bisa menjadi tempat paling berbahaya untuk mereka..
"Aku.. Aku paham.. " Ucap Wilona.
"Itu Bagus.. " Ucap Argus.
Lalu ia berbalik dan melihat lingkungan itu sudah pas, lalu ia mengeluarkan Kabin besar miliknya..
Argus tidak menggunakan kabin kecil karena jumlah orang saat ini bertambah, jadi kabin kecil yang biasa di gunakan takan cukup untuk mereka..
Dan jika Argus membuat yang baru, maka itu akan menyulitkan karena tak ada apapun di dalamnya nanti..
Jadi untuk sekarang lebih baik menggunakan apa yang sudah ada, dan nantinya ia bisa membuat yang baru yang mudah di gunakan di luar lagi.
"Saudara ku.. Bisakah kau membuatkan ku yakin seperti ini juga..?? Tak perlu yang besar, cukup yang kecil untuk satu atau dua orang saja.. " Ucap Roland yang bersemangat saat melihat kabin itu.
"Ini terlihat sangat nyaman, jika aku punya satu Artinya aku tak perlu khawatir di hukum untuk tidur di luar lagi oleh orang tua bau itu.. "
"Tak masalah.. Aku akan membuatkan satu besok untuk mu.. " Ucap Argus.
"Untuk sekarang mari istirahat dulu.. "
"Yahuuu.. Itu bagus.. " Ucap Roland.
.
.
__ADS_1
. Bersambung