Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
56


__ADS_3

Setelah di kira cukup dalam memperbaiki tanah di sana, Argus kemudian kembali ke arah Lisa dan lainnya. Setelah sarapan dengan makanan yang di buat Alfred, Argus terfikir sesuatu dan kemudian ia mengeluarkan daging yang selama ini ingin ia coba.


Itu adalah daging dari Typhon. Namun Argus tak mengeluarkan secara utuh. Melainkan hanya sebagian saja, karena Argus sudah membongkar nya di dalam penyimpanan jadi ia bisa mengeluarkan sedikit demi sedikit.


Walaupun hanya bagian kecil dari keseluruhan daging itu, namun ukurannya sendiri sudah melebihi ukuran Hydra yang di temui dalam perjalanan sebelumnya.


Dan saat Argus mengeluarkan nya, Hawa langsung ketakutan. Pasalnya ia melihat jumlah mana yang terkandung di dalamnya hampir sama dengan Argus saat melepaskan semua mana miliknya..


Terlebih lagi ini dari tubuh mayat monster yang Notabennya memiliki aura yang kejam. Jadi mana yang keluar juga memiliki tekanan yang mengerikan.


Bahkan semut milik Argus pun langsung menjauh ketika daging itu di keluarkan.


"Master.. Daging apa ini..? Kenapa rasanya seperti melihat monster hidup ketika dekat dengan daging itu.. " Tanya Lisa yang saat ini juga menjauh.


"Apakah ini sebegitu mengerikan..? " Tanya Argus.


"Aku tidak tau.. Hanya saja ini seperti aku saat ini sedang berdiri di depan monster yang hidup yang siap memangsa ku. Yang kekuatannya bisa membunuhku kapan pun.. " Ucap Lisa


"Emm.. Daging itu mengerikan... " Ucap Hawa


"Itu memiliki mana yang sama seperti ayah, berwarna merah darah.. Dan juga sangat banyak.. "


Argus merasa bingung karena dia sama sekali tidak merasakan apa yang Lisa dan Hawa rasakan, bahkan saat menghadapi Typhon sekalipun ia tak merasakan tekanan apapun.


Apa yang di rasakan saat itu sama saja dengan menghadapi golem biasa. Tanpa ada rasa tertekan atau ketakutan apapun.


"Ini daging dari monster yang ada di dalam reruntuhan itu sebelum.. Tepat di lantai terakhir yang ku hadapi.. " Ucap Argus


"Jadi lantai terakhir itu berisi makhluk ini dan bukan golem..? " Tanya Lisa.


"Sebenarnya itu Golem.. Atau lebih tepatnya Makhluk yang bernama Typhon yang di rubah atau di kutuk menjadi Golem..


Dan karena aku bisa mengalahkannya, maka Makhluk ini berhasil bebas dari kutukan dan berubah menjadi jadi mayat monster lagi.. "


Ini adalah penjelasan satu-satunya yang bisa di pikirkan Argus saat ini, karena tak mungkin jika dia mengatakan bahwa ini adalah ciptaan Dewa dan mengatakan tentang kejadian 500 tahun lalu.


"Rupanya seperti itu.. Aku yakin orang yang bisa mengubah makhluk ini adalah orang yang sangat kuat.. " Kata Lisa.


Argus hanya tersenyum mendengar itu, tentu saja kuat. Karena orang itu adalah dewa sendiri.


Dan kemudian untuk berjaga-jaga Argus membuat penghalang di sekelilingnya dan daging itu. Kemudian karena para semut tak bisa membantunya untuk memanggang daging itu, akhirnya Argus menggunakan sihir miliknya sendiri untuk memanggang daging itu.


Argus membuat rune sihir sederhana yang ia buat agar bisa memanggang daging itu. Dan butuh waktu sekitar satu jam untuk benar-benar membuat daging itu dirasa matang..


Argus lantas mulai memakan daging itu, entah karena masih lapar atau kenapa. Hanya butuh beberapa menit saja untuk menghabiskan setengah dari daging yang berukuran sangat besar itu tanpa Argus sadari.


Dan akhirnya Argus mendapatkan sebuah pemberitahuan yang telah lama tak pernah ia dengar yang sudah Argus nantikan..


{Ding. Anda mendapatkan kemampuan Shapeshifting..}


"Shapeshifting.. ?? Kemampuan apa pula ini..? " Gumam Argus.


"Kenapa bukan Fire-Breath yang di miliki Typhon sebelumnya..? "


Ya karena sebenarnya apa yang Argus inginkan adalah kemampuan Fire-Breath atau nafas api yang di miliki Typhon, karena dengan itu Argus tak perlu membuat Rune sihir lagi dan bisa langsung menyemburkan api dari mulutnya dan bisa memanggang daging jauh lebih mudah..


Karena belum juga mendapat kemampuan yang di inginkan Argus akhirnya memakan semua daging yang tersisa. Namun sampai daging terakhir ia masih tak mendapatkan kemampuan lainnya.


"Haihh lupakan, sepertinya aku belum beruntung kali ini.. Lain kali aku pasti akan mendapatkan kemampuan itu, karena daging Typhon masih banyak.. " Gumam Argus


"Jika lain kali aku makan, aku akan menghabiskan semuanya sampai aku mendapatkan kemampuan Fire-Breath...! "


"Jadi kemampuan seperti apa yang aku dapatkan sebenarnya..? " Kemudian Argus melihat informasi yang tersedia dari kemampuan yang ia dapatkan sebelumnya.

__ADS_1


"Shapeshifting adalah kemampuan magis yang dimiliki seseorang untuk mengubah usia, ukuran, jenis kelamin, spesies, fitur wajah, dan sebagainya. Bahkan bisa merubah wujud menyerupai benda mati seperti batu, kayu rumah atau lain sebagainya. " Gumam Argus


"Apakah ini kemampuan berubah wujud..?? Bukankah ini kemampuan yang sama dengan kemampuan 72 perubahan wujud..? "


"Tunggu, jika Typhon bisa berubah wujud. Lantas apakah wujud sebelumnya adalah wujud aslinya atau itu perubahan..? "


"Tidak, karena saat ia mati tidak berubah lagi, maka artinya itu wujud aslinya. Namun bukankah Shapeshifting adalah kemampuan Typhon dalam mitologi..? Atau karena di sini ia di rubah menjadi Golem jadi kemampuan lainnya tak berfungsi..?? "


Banyak pertanyaan muncul di kepala Argus saat ini, jika kemungkinan itu benar. Maka Argus akan sangat beruntung karena menjumpai Typhon dalam wujud Golem. Bukan wujud aslinya.


Karena jika itu wujud asli, maka ada kemungkaran kemampuan Typhon takan di batasi oleh Fire-Breath saja.


Kemampuan kebal serangan, kemampuan menyerap serangan. Jika memang benar maka itu pasti akan membuat Argus sangat kesulitan..


"Ya setidaknya itu membuktikan keberuntungan milikku di dunia ini telah lebih baik jika di bandingkan kehidupan sebelumnya.. " Gumam Argus sambil tersenyum.


Melihat hari sudah siang Argus memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka lagi, karena perjalanan mereka masih panjang dan memutuskan untuk melakukan eksperimen lainnya keesokan harinya lagi.


.


. ----------------------------


.


Sementara itu di kota Isak, Count saat ini datang ke gedung Guild petualang dan telah menemui Williams di ruang kerjanya.


"Jadi mari langsung pada intinya saja. Aku datang kesini ingin mengetahui detail tentang Monster Adamantoise itu dan semua yang berkaitan dengan Marquez dan Viscount.. " Ucap Sang Count.


"Apakah laporan Adamantoise belum sampai pada Anda..? Sebelumnya saya telah memberikan semua laporan ke Marquez.. " Ucap Williams


"Jika laporan itu sudah aku baca, aku takan bertanya lagi kepadamu.. Dan lagi, kau juga tau apa yang terjadi kepada Marquez dan Viscount bukan..? " Kata Count


"Emm.. Jika ini kasusnya aku mengerti, jadi seperti ini..


Dan kemudian karena Marquez memberikan wewenang untuk menangani ini sendiri, kami memberikan Quest untuk penyelidikan.. " Williams lantas menceritakan semuanya yang berkaitan dengan Adamantoise itu.


Mulai dari awal pemberitahuan Quest penyelidikan sampai Argus datang dan mengambil Quest itu.


Lalu masalah munculnya Adamantoise yang berukuran dua kali data yang ada di catatan pun ia sampaikan. Dan masalah pertempuran antara Argus dan Adamantoise yang sudah lagi bukan rahasia karena hal itu terlihat oleh banyak orang, Williams pun menyampaikan hal ini.


Williams juga menyampaikan apa yang terjadi saat Argus mengeluarkan Monster Adamantoise itu dan memotong bagian atasnya.


"Jadi maksudnya Monster Raksasa Adamantoise itu di taklukkan oleh satu orang petualang yang masih Rank A..? Apa kau becanda..? " Tanya sang Count yang sedikit tak percaya.


Williams hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan itu.


Walaupun ia tau tak mungkin Williams berbohong namun fakta ini masih sulit di Terima.


Ia juga sudah melihat Monster yang mirip Bukit atau gunung itu di luar Kota, dan kali ini ia mendengar fakta bahwa Monster itu di taklukkan oleh satu orang..?


Ini menjungkirbalikkan pikirannya, Monster yang mungkin membutuhkan kerjasama semua orang di Kerajaan ini telah di kalahkan oleh satu orang saja..


Jika bukan karena ia kenal dengan Williams, ia pasti akan meminta orang lain menyelidiki lagi masalah ini. Namun karena ia kenal betul dengan Williams, ia memutuskan untuk mempercayai hal itu.


"Apakah petualang itu masih ada di sini..? Bisakah kau membuat pertemuan dengannya..? " Tanya Count.


"Maaf, namun kemarin setelah mengeluarkan Mayat monster itu ia langsung pergi ke menuju Kota Taito.. Karena sebenarnya ia sudah ingin pergi beberapa hari sebelumnya,namun karena masalah Monster ini belum selesai. Terutama masalah tempat mengeluarkannya, jadi baru kemarin ia pergi.." Ucap Williams


"Ok aku mengerti..


kesampingkan masalah petualang itu dulu untuk sekarang. Jadi kamu mengatakan bahwa Marquez menunda masalah Rumah monster ini cukup lama sampai ia memutuskan memeberikan wewenang ini ke pihak Guild..? " Tanya Count.


"Benar, masalah ini untungnya tidak menimbulkan banyak masalah.. " Ucap Williams

__ADS_1


"Sepertinya sepertinya aku paham sekarang..


Sebelumnya ia telah meminjam pasukan kesatria dariku namun saat ini baik kesatria itu maupun pekerjaan apa yang di berikan tak ada satupun yang jelas.. " Kata Count.


"Sepertinya ini berkaitan dengan petualang itu, Marquez sepertinya menargetkan petualang yang telah menaklukkan Monster ini.. " Ucap Count.


Di sini Count tak terlalu banyak menyembunyikan masalah Marquez karena tau bahwa Williams sendiri sebelumnya berasal dari kemiliteran yang sama dengannya.


Jadi Count menganggap Williams sama saja dengannya.


"Apa..!! Jika ini masalahnya,kemungkinan para prajurit itu...." Teriak Williams..


"Ya, jika memang seperti yang kita pikirkan maka kemungkinan terburuk saat ini adalah.. Para prajurit itu pasti telah musnah. Walaupun mereka adalah prajurit terbaik yang aku miliki, namun kau tak perlu khawatir, aku takan menyalahkan petualang itu.. Karena jika ia bahkan bisa mengalahkan Monster seperti itu, siapa yang bisa menghentikannya..?? " Ucap Count sambil tersenyum masam.


"Justru kita harus bersyukur karena ia sepertinya hanya menargetkan si babi sialan Marquez dan Viscount itu. Dan tak menyalahkan kita.. "


"Jika ia menargetkan seluruh kota, maka kita sekarang takan pernah bisa bertemu seperti ini.. "


"Tunggu... Maksud Anda kematian Marquez dan Viscount itu bukan kejadian yang di sebabkan bencana alam melainkan karena Argus..? " Tanya Williams.


"Argus..?? "


Count saat ini masih belum mengetahui nama petualang yang menaklukkan Adamantoise itu.


"Oh.. Maaf.. Argus adalah petualang yang di maksud sebelumnya.. " Ucap Williams.


"Oh jadi namanya Argus... Ya sepertinya kemunculan batu yang jatuh dari langit entah bagaimana itu adalah sihir Argus.. " Ucap Count.


"Karena kami mendeteksi adanya sisa mana yang di pancarkan dari sisa batu itu.. Jadi walaupun yang lainnya tak mengetahui, namun jelas menurut ku ini adalah efek sihir.."


"Dan karena semua kejadian ini terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan..


Ini terlalu berdekatan untuk di bilang kebetulan.. " Ucap Count.


"Maka kemungkinan terburuk adalah kedua babi sialan itu menargetkan Argus karena jika Argus menghilang. Maka semua yang berkaitan dengan Adamantoise itu akan di tangani oleh mereka.


Jadi pada intinya adalah mereka sebenarnya menginginkan Material yang ada di tubuh monster itu untuk mereka sendiri.. "


"Haihh.. Apakah mereka tak berfikir jernih..? Jika seseorang yang bisa menaklukkan Monster sekalas itu sendirian, maka apakah menurut mereka ia akan kalah karena jumlah lawannya lebih banyak..? " Kata Williams.


"Lupakan, setidaknya kita sudah tau sebab dan akibat dari kejadian ini..


Williams, aku harap kau tak mengatakan apapun tentang semua ini. Biarkan hanya kita berdua saja yang tau... " Ucap count


"Aku tak ingin masalah ini menyebar dan mungkin membuat petualang itu menjadi semakin marah.. "


"Emm.. Aku paham.. " Jawab Williams.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang.. Aku masih harus menulis laporan tentang hilangnya para tentara ku.. " Ucap Count sambil berjalan pergi.


"Argus kah..? Aku harap orang di ibukota tidak akan seperti kedua babi bodoh itu atau kalo tidak..


Mungkin akan ada kejadian seperti ini lagi yang terulang. Dan mungkin saja akan lebih besar.. "" Gumam Count.


"Untuk sekarang, aku harus membuat laporan tentang para prajurit.. Ini benar-benar sakit kepala.. " Gumam Count.


""Sial, bahkan saat kedua orang itu mati masih saja menyusahkan ku.. Kenapa aku selalu harus mengurus urusan kedua babi itu.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2