Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
28


__ADS_3

"Jadi seperti ini Master..


Dulu Kota Gabo itu mirip dengan Kota Baisi kerjaan Illia ini saat ini. " Ucap Lisa


Kemudian Lisa menjelaskan bahwa karena banyak di temukan Dungeon, baik Dungeon tertutup atau Dungeon terbuka di kota Gabo.


Itu menjadikan Kota Gabo terkenal sebagai Kota Dwarf atau Kota Pandai besi..


Ini karena banyaknya sumberdaya yang di hasilkan di daerah itu, baik Core Monster dari Monster Dungeon. Atau Matrial Langka seperti Adamantite, Mithril, Orichalcum dan Besi Hitam.


.


...#Note disini Thor setting Adamantite sebagai jenis Besi terkeras namun tidak konduktor terhadap Mana...


...Mithril Logam di bawah Adamantite dalam kekerasan,namun lebih bagus dalam menyalurkan Mana...


...Untuk Orichalcum adalah Logam yang dianggap perpaduan Adamantite dan Mithril, karena lebih keras dari Mithril walaupun masih di bawah Adamantite dan cukup baik menghantarkan Mana walaupun tak sebagus Mithril.. ...


...Sedangkan Besi Hitam di sini Thor setting sebagai Bahan yang dianggap tiruan versi Rendah Adamantite, karena lebih keras dari Baja dan mudah di jumpai/tidak selangka Adamantite. ...


.


Namun karena saking banyaknya Dungeon dan eksploitasi yang berlebihan di kota Gabo, hal ini menyebabkan menurunnya kualitas tanah di sekitar Kota Gabo.


Seperti yang pernah di jelaskan bahwa dengan adanya Dungeon berarti area sekitar akan mulai Tandus sedikit demi sedikit.


Dan jika terdapat banyak Dungeon di satu tempat yang berdekatan, maka penurunan kualitas Tanah juga akan meningkat.


Hal ini Core Dungeon yang terus-menerus di taklukkan dan di tambang materialnya akan menyerap mana lingkungan sekitar lebih cepat..


Hal inilah yang terjadi di kota Gabo, di sana penurunan itu terjadi dengan sangat menghawatirkan. Sampai pada akhirnya Kota Gabo benar-benar menjadi Kota Gurun karena hilangnya tanaman di sana yang diakibatkan oleh penurunan kualitas tanah yang ekstrim.


Dan karena hilangnya sumber pangan di seluruh kota, hal ini mengakibatkan penduduk setempat mulai mengungsi dan meningalkan Kota Gabo.


Dan karena semakin sedikitnya penduduk dan petualang yang biasanya bertugas membasmi Monster yang keluar dari Rumah Monster.


Bangsawan dan Raja Kerajaan Raika sepakat untuk menyegel seluruh Rumah Monster yang di ketahui di sana. Hal ini agar mencegah para Monster keluar terus menerus dan mencegah banyaknya Monster yang mungkin akan berevolusi menjadi Monster yang lebih kuat.


Apa lagi Kota Gabo atau sekarang yang di kenal sebagai Kota Gurun Gabo adalah Kota terdekat dengan Hutan Kuro yang belum dijelajahi sama seperti Hutan Orasis.


Jadi untuk mencegah bencana yang lebih besar, kerajaan Raika memutuskan hal yang cukup sulit untuk mereka. Yaitu mengosongkan seluruh kota Gabo.


"Jadi apakah kota Baisi akan mengikuti cerita Kota Gabo pada akhirnya..? " Tanya Argus.


"Tidak juga, hal ini karena di Kota Baisi tak memiliki Dungeon sebanyak Kota Gabo...


Saat ini yang tercatat hanya ada sekitar sebelas Dungeon tertutup dimana Empat sudah di taklukkan dan Tujuh masih belum dapat di taklukkan, dan juga terdapat sembilan Rumah Monster di kota Baisi. "


"Dan juga telah di tetapkan aturan bahwa hanya di perbolehkan Lima Dungeon terbuka yang di gunakan untuk di tambang. Sisanya akan di biarkan tersegel agar Core inti tidak menyerap mana lingkungan sekitar itu yang pada akhirnya akan mempercepat penurunan kualitas Tanah di sana. "


"Jadi ada Empat Rumah Monster yang saat ini di segel agar tidak di gunakan, dan Tujuh Dungeon tertutup yang masih dalam tahap penaklukan yang juga di larang untuk menambang matrial di dalamnya.. "


"Walaupun Rumah Monster hanya akan mempengaruhi Monster sekitar secara aktif dan tidak terhadap lingkungan seperti Dungeon tertutup, tetapi jika di lakukan penambangan Matrial maka Pengaruhnya akan lebih buruk daripada Dungeon tertutup.. " Ucap Secilia


"Lalu setau saya di Kota Taito terdapat Dua Dungeon tertutup bukan..? Lantas berapa banyak Rumah Monster yang ada di sana..? " Tanya Argus.


"Untuk ibukota, sepertinya memang hanya Dua yang tercatat.. Tidak seharusnya saat ini ada Tiga.. " Kata Secilia


"Dua yang tercatat adalah Dungeon yang telah selesai di taklukkan.


Sementara satu lagi adalah Dungeon yang masih dalam tahap penaklukan sampai saat ini..


Ini termasuk Rahasia Kerajaan, jadi aku mohon jangan sebar luaskan masalah ini ok..!" Ucap Secilia palang agar tak di dengar oleh orang sekitar.


"Ya kami paham.. Lantas berapa banyak yang ada di kota Isak ini..? "


"Seperti yang Tertcatat, di sini hanya ada satu Dungeon tertutup. Dan belum ada kasus di temukan Dungeon terbuka atau Rumah Monster.. " Ucap Secilia


"Karena itulah, masalah yang baru-baru ini terjadi mungkin akan serius karena melibatkan Rumah Monster.. "


"Jika Rumah Monster tak di temukan segera, ada kemungkinan akan terdapat banyak Varian Monster atau bahkan Monster dengan berbagai Ras yang lebih tinggi muncul di sekitar kota.. " Kata Secilia


"Sepertinya akan ada banyak masalah kedepannya.. Ya walaupun itu tak ada kaitannya denganku.. " Gumam Argus.

__ADS_1


"Benar, sepertinya aku tak membaca masalah Segel apapun di perpustakaan Kota. Jadi apa kamu tau dimana aku bisa membacanya..? "


"Sepertinya itu karena tingkat kepentingan informasi nya bukan..? " Ucap Lisa


"Yap.. Itu memang Benar apa yang kamu katakan Lisa.


Untuk segel, ini memang termasuk dalam kategori informasi rahasia. Dan jika kamu ingin mengaksesnya kamu hanya bisa dengan dua cara.


Pertama itu adalah warisan keluarga, kedua adalah kamu harus terlebih dahulu menaikan Rank milikmu menjadi Rank A atau S terlebih dahulu. Baru setelah itu kamu bisa melihatnya di perpustakaan Kota Taito. . " Jawab Secilia


"Sepertinya aku memang harus segera menaikan Rank ku.. " Gumam Argus


"Baiklah, kalo begitu apakah Quest ku akan tetap di hargai sama dengan yang ada di informasi Quest..? "


"Tidak, untuk hal ini kami akan menaikan Hadiahnya..


Seperti untuk Beruang Pembunuh ini misalnya, dalam Quest hanya ada satu dan karena yang kalian temui ada Tiga, maka hadiahnya juga akan bertambah. Dan lagi penaklukan tidak menawarkan hadiah untuk mayat nya, jadi karena kalian juga membawa kembali mayatnya maka Guild juga akan membeli mereka semua.. "


"Lalu kami juga akan menghargai Laba-laba Gretara ini sesuai dengan Ranknya. Yakin Monster Rank S, dan kami juga akan membayar untuk Matrial ini.. (Cangkang Laba-laba itu maksudnya) " Ucap Secilia.


"Namun ini harus di laporkan terlebih dahulu, apakah tak apa untuk menunggu hasilnya besok..? Karena banyak masalah jadi penangan nya sedikit lambat saat ini.. "


"Ya, aku tak terburu-buru juga sih. Jadi tak masalah untuk Kami menunggu nya.. " Ucap Argus


"Kalo begitu Sebelumnya di jelaskan bahwa aku harus mengambil beberapa Quest dahulu sebagai syarat untuk naik Rank A bukan.


Karena aku telah menyelesaikannya, maka apakah aku bisa mengambil Quest kenaikan Rank sekarang..? "


"Ya ini tak masalah, kamu bisa bertemu Ema untuk melihat apakah saat ini ada Quest khusus yang bisa kamu ambil sebagai Quest kenaikan Rank.. " Ucap Secilia


"Jika tidak ada, aku akan menanyakan hal ini kepada Manajer Guild nanti.. "


"Ok aku mengerti, kalau begitu aku akan menemui Ema sekarang.. " Kata Argus, kemudian ia dan Lisa kembali ke meja resepsionis.


Di sana Argus melihat Ema yang sepertinya sedang istirahat karena kelelahan saat ini. Mungkin karena saking banyaknya keluhan dari para petualang mengenai Quest yang mereka ambil.


"Oh Hallo Argus, Lisa.. Ada yang bisa saya bantu..? " Tanya Ema saat melihat kedatangan Argus dan Lisa.


"Quest kenaikan Rank..? Coba aku periksa sebentar.. " Setelah mengatakan itu Ema pergi ke bagian informasi.


Di sana Ema mengecek berbagai Laporan dan Quest yang tersedia.


Setelah beberapa saat Ema kembali lagi.


"Maaf untuk saat ini tak ada Quest khusus kenaikan Rank A yang tersedia. Jadi aku perlu mengkonfirmasi hal ini dengan Manager terlebih dahulu.. " Ucap Ema.


"Tapi saat ini aku terlalu sibuk, jadi kalau kalian tidak keberatan. Maukah kalian menunggu sampai besok..? "


"Baiklah tak masalah, lagi pula Hasil Penaklukan kami juga baru bisa di ambil besok, jadi aku akan melihat lagi sekalian besok.. " Ucap Argus


"Terimakasih atas pengertian nya.. " Kata Ema.


"Lisa, kau kembalilah ke penginapan terlebih dahulu. Aku akan melakukan sesuatu di luar sebentar.. " Ucap Argus


"Apakah perlu aku minta penginapan untuk menyiapkan makanan nanti..? " Tanya Lisa


"Sepertinya itu juga boleh, kalo begitu siapkan makanan di kamar saja. Setelah aku kembali aku akan memakannya.. " Ucap Argus.


"Dan jika kau ingin makan, kamu tak perlu menungguku. Kamu bisa makan terlebih dahulu.. "


"Aku mengerti master.. " Setelah itu Argus berpisah dengan Lisa.


Argus keluar dari bangunan Guild dan berjalan ke lorong yang sepi, setelah memastikan tak ada orang di sana.


Argus mulai membuat Gerbang menuju Lokasi di mana ia mendapat Laba-laba Gretara sebelumnya.


"Ya kalo di sini pasti aman dan tak ada yang akan menggangu ku.. " Ucap Argus melihat bekas sarang Laba-laba Gretara sebelumnya.


Kemudian Argus mulai mengeluarkan berbagai bahan material, dari sisik naga, tulang, dan beberapa besi serta Karet atau Laktec.


Kemudian Argus mulai membentuk berbagai bentuk, setelah beberapa saat semuanya akhirnya selesai terbentuk.


Kemudian Argus mulai membuat Rune prasasti yang Argus tuliskan di atas Core Monster..

__ADS_1


Setelah Coret itu selesai di tuliskan Rune di atasnya, Argus kemudian memasukannya ke dalam salah satu bagian yang Argus Buat sebelumnya..


Setelah itu Argus kemudian menyatukan semuanya menjadi satu buah Artefak berbentuk kendaraan, lebih tepatnya adalah Motor dengan Roda Tiga. Dua bagaian depan dan satu roda belakang..


Argus memilih konsep motor tiga roda karena ia merasa bentuk ini paling stabil jika di kendarai.


Bentuknya seperti Moge Elektrik bukan tipe yang memakai bahan bakar, jadi bentuknya lebih terlihat keren menurut Argus.


namun argus juga membuat bagaian belakang agak lebar dan panjang agar mudah di kendarai berdua atau lebih..


Argus hanya melengkapinya dengan dua prasasti di dalamnya, yang pertama hanya untuk menyuplai bahan bakar, yang kedua untuk memberikan kekuatan pertahanan agar tidak mudah rusak.


Sementara untuk serangannya, Argus sama sekali tak membutuhkan nya. Jadi ia tak memasang prasasti tipe serangan di dalam kendaraan itu.


Sebenarnya Argus pada awalnya ingin membuat pesawat terbang sihir dengan bahan material dari tulang Naga.


Namun mengingat masih jarangnya teknologi di dunia ini, Argus membatalkan niatnya dan akhirnya hanya membuat kendaraan yang kecil.


Jadi Argus memilih Motor daripada Pesawat terbang. Sedangkan untuk mobil, Argus sama sekali belum memikirkan nya.


Setelah menyelesaikan pembuatan Kendaraan itu, Argus kemudian berjalan keluar dari Gua itu dan setelah itu ia memotong beberapa pohon dan membuat Kabin ukuran kecil yang akan Argus simpan sebagai persiapan jika ia harus tidur di hutan lagi.


Karena Argus tak ingin tidur di Luar ruangan lagi, walaupun tak masalah untuk Argus. Tapi tetap saja Argus tak suka melakukan nya.


Setelah semuanya selesai, Argus memutuskan untuk kembali ke penginapan langsung menggunakan Gerbang.


"Master.. Apakah urusan nya sudah selesai..? " Tanya lisa begitu melihat Argus kembali


"Ya, sudah.. " Ucap Argus


Setelah itu Argus berjalan ke arah meja yang saat ini masih penuh dengan makanan.


"Apakah kamu masih belum makan..? "


"Tidak, aku masih kenyang Master.. " Ucap Lisa, karena ia memakan banyak daging sebelumya.


Lisa masih merasa kenyang, tidak seperti Argus. Walaupun sudah menghabiskan banyak Daging sebelumnya.


Ia masih saja kelaparan, seolah-olah daging monster yang tingginya ± 10 meter itu sama sekali tak masuk ke perutnya.


Argus dengan cepat menghabiskan seluruh makanan di depannya, setelah itu Argus memutuskan untuk istirahat dan tidur.


Karena keesokan harinya, Argus berniat mengambil Quest khusus kenaikan Rank yang ia minta sebelumnya.


.


.


.---------------


.


.


Keesokan harinya.


Setelah bangun dan membersihkan diri, Argus dan Lisa kembali ke Resepsionis Guild.


Sesampainya di sana, Ema menyambut mereka saat melihat nya.


"Argus, Lisa.. Aku sudah bertanya tentang masalah Quest kenaikan yang kamu minta.. "


"Dan Manager mengatakan bahwa kamu bisa mengambil Quest ini, sebenarnya ini adalah Quest khusus dan jika di pakai Rank untuk menghitungnya.


Maka ini termasuk Quest Rank A atau bahkan S Rank.. " Ucap Ema.


Setelah itu ia menyerahkan lembaran kertas Quest itu ke Argus, agar Argus bisa membacanya terlebih dahulu.


Argus kemudian mengambil kertas Quest itu dan membaca isinya, itu ternyata adalah Quest Penjelajahan Reruntuhan Kuno yang baru-baru ini di temukan di daerah Daka.


"Quest penjelajahan bukan penaklukan.. " Ucap Argus


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2