
"Oh benar.. Masih ada satu barang lagi..
Tunggu sebentar di sini, aku akan mengambilnya.. " Ucap Tuan Mitchell.
"Seorang Magus kah..?? " Gumam Argus
.
.
Setelah menunggu beberapa saat, Tuan Mitchell akhirnya kembali membawa sebuah kotak kecil berukuran 20X30 cm dengan tinggi sekitar 20cm juga.
"Apa yang anda bawa..? " Tanya Argus yang penasaran saat melihat Kotak itu.
"Ini salah satu hal yang telah kami simpan bersama dengan Jubah itu..
Namun juga berbeda dengan jubah tersebut, karena ini bukan tak ada yang bisa memegang atau memakainya. Namun tak ada yang mengerti cara penggunaan nya.. " Kata Tuan Mitchell
Kemudian dia membuka kunci kotak itu dan memperlihatkan sebuah buku di dalamnya, atau lebih tepatnya sebuah buku sihir Grimoire.
Itu adalah Grimoire tanpa tulisan apapun di sampulnya. Dengan warna Hitam yang kusam seperti termakan waktu. Namun tak ada tanda-tanda kerusakan di sana.
"Ini.. Grimoire..?? " Ucap Argus.
"Benar Sekali.. Ini memang Grimoire, namun.. " Kata Tuan Mitchell sambil mengeluarkan Grimoire itu lalu membuka isinya. Sampai akhir dari buku itu tak ada tulisan sama sekali di dalamnya.
"Tak ada tulisan sama sekali di dalamnya..
Dan berbagai cara sudah kami coba lakukan, entah menulis isinya atau mencari tau isinya dengan Alkimia atau yang lainnya..
Bahkan kami juga mencoba menggunakan sihir sambil memegang Grimoire ini. Tapi semua itu juga percuma, Tak ada reaksi apapun yang terjadi. . "
"Dan alasan kenapa kami percaya ini Grimoire adalah karena kami pernah mencoba memusnahkan buku ini, entah dengan di bakar atau menggunakan sihir lainnya untuk menghancurkan buku ini. Tapi itu juga percuma, Buku ini tetap utuh tanpa Tanda-tanda kerusakan apapun.. "
Kemudian Tuan Mitchell memberikan buku itu kepada Argus.
"Silahkan.. Mungkin ini juga ditakdirkan untuk anda.. " Ucap Tuan Mitchell
Kemudian Argus mengambil buku dari tangan Tuan Mitchell. Dan suatu keajaiban terjadi begitu buku tersebut bersentuhan dengan tangan Argus.
Tiba-tiba buku itu mulai bereaksi dan berubah.
Sampulnya yang awalnya kosong dan kusam tiba-tiba mulai berubah menjadi seperti sebuah buku baru.
Dan di sampul juga mulai muncul sebuh gambar di bagian tengah-tengah sampul Grimoire itu. Gambar itu adalah gambar lingkungan dengan separuh putih dan separuhnya lagi hitam. Dengan gambar bunga berwarna emas sebagai dasarnya.
Konsep gambar ini mungkin tak di ketahui oleh kebanyakan orang di Dunia ini, namun bagi Argus yang merupakan pelintas tau bahwa itu adalah gambar dari Simbol Yin Yang ☯️ diatas gambar Teratai berwarna emas.
"Sepertinya itu semua memang ditakdirkan untuk anda.. " Ucap Tuan Mitchell
"Ini.. " Argus juga cukup bingung dengan apa yang terjadi.
Dan ternyata perubahan tak sampai di sana saja, saat Argus membuka Grimoire itu ternyata sudah ada tulisan di dalamnya. Itu semua ternyata rune sihir baru.
"Sepertinya isi Grimoire ini tetap saja kosong..
Tapi setidaknya sampulnya telah berubah.. " Ucap Tuan Mitchell
"Apakah anda tidak dapat melihat isi Grimoire ini..? " Tanya Argus. Karena ia bisa melihat isinya tapi dari perkataan Tuan Mitchell tadi, sepertinya ia tak dapat melihatnya.
"Isinya.. Aku sama sekali tak melihat isi buku ini.. Apakah Anda bisa melihat isi buku ini..? " Tanya Tuan Mitchell
"Ya.. Di sini terdapat banyak Rune sihir, namun aku belum tau sihir apa itu.. " Kata Argus
"Sepertinya Grimoire ini benar-benar ditakdirkan hanya untuk anda.. " Ucap Tuan Mitchell sambil tersenyum.
Tuan Mitchell mencoba menyentuh Grimoire itu namun ia tiba-tiba merasakan seperti tersengat listrik dari Grimoire itu, sehingga ia menarik kembali tangannya.
"Sepertinya Grimoire itu menolak siapapun, dan hanya anda yang sekarang bisa memakainya.
Kalo begitu, sama seperti jubah itu. Silahkan bawa juga Grimoire itu daripada berdebu di sini.. "
"Apakah anda juga ingin memberikan Grimoire ini kepada ku..? " Tanya Argus
"Ya benar sekali.. " Ucap Tuan Mitchell
Argus berfikir sejenak, lalu ia mengeluarkan sebuah gulung kecil..
"Kalo begitu, tolong Terima ini dariku..
__ADS_1
Ini sebagai ucapan terimakasih dariku.." Ucap Argus
"Tidak perlu, aku ikhlas memberikan itu kepada Anda. Lagipula, anda adalah orang yang ditakdirkan untuk kedua benda itu. .. " Ucap Tuan Mitchell.
"Aku akan menerimanya, namun aku harap Anda juga menerima benda ini..
Ini adalah cetak biru dari Jam yang sebelumnya aku berikan, dengan ini Anda akan lebih cepat dalam memproduksi Jam itu.. " Ucap Argus
"Dan juga ini.. "
Kemudian Argus mengeluarkan sebuah Logam yang sangat besar, yang hampir memenuhi ruangan itu.
"Ini..?? " Kata Tuan Mitchell sangat terkejut melihat benda besar di depannya.
"Ya.. Ini adalah logam Mithril.. " Ucap Argus.
"Ini benar-benar tidak perlu.. Ini adalah hal yang berharga..
Ini lebih dari pendapatan ku selama beberapa tahun.. " Ucap Tuan Mitchell mencoba menolak Mithril pemberian Argus.
"Ini tidak mahal sama sekali jika di bandingkan dengan dua benda ini.. " Ucap Argus.
"Lagipula, aku masih memiliki banyak di dalam penyimpanan milikku. Jadi ini benar-benar tak masalah.. Jika anda tak menerimanya, maka aku juga tak bisa menerima dua benda ini..
Jadi Silahkan anda Terima.. "
"Ini..?? Baiklah aku akan menerimanya.. " Ucap Tuan Mitchell
"Kalo begitu aku akan kembali terlebih dahulu.. " Ucap Argus.
Kemudian ia meninggalkan Tuan Mitchell yang masih disana yang masih melihat ke arah Logam Mithril itu.
Pasalnya, untuk mendapatkan beberapa gram saja dari Logam Mithril itu sudah sangat susah. Dan sekarang Argus mengeluarkan beberapa ratus kilogram logam Mithril dan memberikannya seolah itu bukan apa-apa..
Sekitar 1gram Mithril saja sudah seharga 1 koin emas. Jadi logam Mithril yang beratnya mungkin mencapai hampir Lima ratus kilogram itu sama saja 500.000 koin emas. Atau setara 500 koin platinum.
Tuan Mitchell tak tau harus berkata apa lagi, sebelumnya ia benar-benar hanya ingin memberikan dua benda itu.
Walaupun kedua benda itu sebenarnya sangat berharga, namun itu masih jauh dari 500 koin platinum jika di lelang. Dan alasan ia memberikan benda itu sebenarnya juga karena ia ingin mendapatkan koneksi dan rasa terimakasih dari Argus.
Jadi jika ia mendapat masalah mungkin bisa meminta bantuan dari Argus, namun apa yang di berikan Argus benar-benar di luar dugaannya.
Tuan Mitchell benar-benar tak menduga bahwa ia akan mendapatkan pengembalian lebih dari apa yang ia harapkan.
.
.
Setelah dari gudang dan menerima jubah serta Grimoire itu, Argus kembali ke kamarnya yang sudah di siapkan.
Kali ini ia tidur di kamar sendirian, karena Lisa dan Hawa serta Alfred berada di kamar lainnya. Kemudian Argus mulai memperhatikan isi dari Grimoire itu.
Sebenarnya Argus membaca salah satu kalimat di halaman pertama yang Argus buka, karena itu juga akhirnya Argus tertarik dengan Grimoire itu.
Karena Grimoire itu sebenarnya adalah Grimoire yang berkaitan dengan Jiwa. Salah satu yang tertulis di sana adalah kata Self-Reincarnation.
Sihir Reinkarnasi sendiri adalah bentuk Sihir Terlarang yang memungkinkan pengguna untuk menghidupkan kembali jiwa orang mati di dalam tubuh baru. Dan Self-Reincarnation sendiri artinya adalah sihir yang akan membuat sang pengguna bisa hidup kembali.
Selain itu juga masih banyak lagi sihir berbasis Jiwa di dalam Grimoire itu. Ada juga sihir kutukan. Sihir pemanggilan (undead). Penciptaan Kehidupan - dengan memasukkan jiwa ke dalam benda mati. Dan sihir kematian juga ada di dalamnya..
Dan kali ini Argus akhirnya semakin dekat dengan salah satu tujuannya, yaitu untuk menguraikan sihir segel budak.
Argus mulai mempelajari isi dari Grimoire itu. Namun melihat waktu yang sudah larut, akhirnya Argus berhenti dan hanya berhasil mempelajari satu sihir saja.
Itu adalah semacam varian sihir serangan jiwa dan segel. Karena ini adalah kemampuan yang bisa membuat target tersebut mati, selain itu juga membuat target takan bisa di bangkitkan lagi apapun yang terjadi.
Ini mirip dengan menyegel jiwa target tersebut, sehingga ia tak bisa kembali lagi. Dan sihir ini bernama Eternal of death.
Dari sihir ini dan jika di gabungkan dengan sihir miliknya sendiri Hukuman kematian - Death Punishment, Argus berfikir mungkin akan menjadi sihir yang mirip dengan Jurus Segel dewa kematian di anime dan manga N*ruto.
Karena skill Hukuman kematian - Death Punishment milik Argus walaupun terlihat seperti di makan oleh dewa kematian, namun itu hanya mati secara alami dan masih bisa di bangkitkan dengan sihir kebangkitan jika ada yang bisa menggunakannya.
Karena itulah Argus ingin menggabungkan sihir itu dengan skill miliknya agar bisa membuat skill milik Argus jauh lebih berbahaya.
Lalu Argus mulai bereksperimen dan mulai mencoba menggabungkan kedua Skill sihir itu..
Karena ini sihir berbasis jiwa yang pertama kali Argus coba, ia membutuhkan waktu cukup lama..
Dan akhirnya saat jam sudah sampai pada pukul 3pagi, Argus berhasil menggabungkan dua skill sihir itu. Dan membentuk sihir baru yang Argus beri nama * Hukuman Dewa kematian - Eternal Death Seal.*
__ADS_1
Setelah menyelesaikan eksperimennya, Argus melihat bahwa di halaman Grimoire yang sebelumnya terdapat sihir Eternal of death telah berubah juga menjadi Hukuman Dewa kematian - Eternal Death Seal yang baru saja Argus buat.
Sepertinya ada kemungkinan bahwa Grimoire ini hanya akan menyalin apa yang Argus buat mulai sekarang dan tak mencatat sihir lainnya yang telah di miliki.
Argus tak dapat memastikan hal ini, karena ia perlu melakukan eksperimen lainnya untuk hal itu. Dan karena ini sudah hampir pagi hari, Argus akhirnya memutuskan untuk istirahat dan tidur.
.
.
Keesokan harinya Argus dan yang lainnya pamit dari kediaman Tuan Mitchell. Nyonya Ana yang tak rela berpisah dari Hawa memberikan Hawa banyak makanan dan manisan..
Setelah itu Argus membawa mereka ke Zona Hijau Tiga, Karena di sana ada Guild petualang. Argus ingin mencari penginapan yang dekat dengan Guild.
jadi walaupun dikatakan Zona Hijau Satu lebih rapih dan nyaman, Argus tetap memilih Zona Hijau Tiga.
Kereta Argus akhirnya berhenti di salah satu penginapan yang bernama penginapan Bulan Biru. Penginapan ini ternyata juga penginapan yang didirikan oleh Guild petualang, jadi disini Argus juga bisa mendapatkan informasi tentang Guild petualang di kota Taito.
Dari penginapan itu Argus mengetahui bahwa saat ini sepertinya ada masalah serius di Kerajaan, dan ada Quest Rank S juga yang di posting di Guild.
Sepertinya itu berkaitan dengan keluarga kerajaan lagi. Untuk lebih jelasnya Argus harus melihat sendiri di dalam Guild petualang.
Jadi setelah makan di dalam penginapan, Argus kali ini sendirian pergi ke Guild petualang. Selain ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Argus juga perlu untuk mengambil imbalan dari Guild atas material Adamantoise.
Saat Argus sampai di guild, ternyata saat ini Guild sedang penuh sesak. Ini masih pagi jadi banyak petualang yang datang yang membuat Guild penuh.
"Sepertinya Guild di kota Taito sangat Hidup.. " Gumam Argus melihat itu.
Dan diantara orang di sini kebanyakan saat ini mengerumuni papan Quest. Sedangkan lainnya saat ini ada yang sedang mencari teman untuk membentuk Party demi menaklukkan Quest yang tersedia.
Dari yang Argus lihat, kebanyakan petualang di sini hanya pada level 50 dan yang tertinggi yang terlihat di sini hanya level 67.
Setelah itu Argus memutuskan ikut berdesakan untuk sampai di depan meja resepsionis. Dengan kekuatan fisiknya, tak terlalu sulit bagi Argus untuk menerobos kerumunan.
"Haaihh.. Ini benar-benar penuh sesak.. Ini seperti saat ingin naik kereta saat liburan saja.. " Gumam Argus.
Kemudian ia berjalan ke arah resepsionis.
"Hallo.. Apakah ada yang bisa saya bantu..? " Tanya resepsionis itu.
"Hallo.. Namaku Argus..
Aku ingin tau apakah pembayaran untuk material atas Nama ku sudah sampai.. " Ucap Argus sambil menyerahkan Surat dari Guild kota Isak.
"Dan ini surat pengantar dari Guild kota Isak.. "
"Tolong tunggu Sebentar, saya akan mengeceknya terlebih dahulu.. " Kemudian
Kemudian setelah membaca surat itu, sang resepsionis sedikit terbengong di sana.
"Maaf membuat Anda menunggu..
Untuk pembayaran, silakan anda menunggu di ruangan sebelah.. Nanti akan ada yang membawakan uang itu kepada Anda.. " Ucap sang resepsionis..
"Terimakasih.. " Ucap Argus kemudian ia menuju ruang tepat di samping bagian resepsionis itu.
.
.
Sementara itu, di luar resepsionis yang sebelumnya menyambut Argus saat ini sedang berjalan menuju ruang Manajer untuk melapor tentang kedatangan Argus.
Ia hanya tau dari pemberitahuan bahwa akan ada seorang petualang Rank A yang akan mengambil pembayaran material yang di transfer dari Guild kota Isak.
Dan saat ia melihat isi surat itu, ia membaca bahwa material itu ternyata berasal dari Monster Adamantoise. Monster rank S.
Karena itulah ia sebelumnya terbengong saat membaca surat itu. Pasalnya seorang Rank A petualang mampu mendapatkan Material dari Monster Rank S itu belum pernah terjadi.
Biasanya walaupun ada kasus seperti ini dimana Rank A mendapatkan hadiah dari Monster Rank S itu hanya akan terjadi jika ia membuat party dengan Rank S petualang.
Namun jika demikian, maka yang di tulis dalam laporan bukan nama perorangan. Melainkan nama party tersebut. Dan di sini yang di tuliskan adalah nama Argus Okinawa, berarti Monster Adamantoise itu di taklukkan seorang diri oleh petualang Rank A.
itulah mengapa resepsionis tadi sangat terkejut.
untuk Rank S Monster dan menaklukkan secara solo atau sendirian itu belum pernah terjadi.
.
.
__ADS_1
. Bersambung