Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
72


__ADS_3

"Nama yang bagus.. Ayo ikut bersama paman, paman akan mengajak Hawa kecil berkeliling dan memberikan banyak manisan.. " Ucap Roland.


"Benarkah..?? Ayah.. Ayah.. Hawa ingin ikut bersama paman ini.. " Ucap Hawa.


"Apakah tidak merepotkan..? " Tanya Argus.


Karena bagaimana pun Roland adalah seorang pangeran, jadi Argus merasa tak enak.


"Tak masalah.. Aku sudah lama ingin menggendong anak kecil.." Ucap Roland


"Ayo ikut sekarang.. "


Kemudian Roland mengambil Hawa dan membawanya pergi dari sana


"Lisa.. Kau ikut juga, jangan biarkan Hawa membuat masalah untuk pangeran... " Ucap Argus


"Emm.. Mengerti master. " Ucap Lisa.


Kemudian ia berlari mengejar Roland dan Hawa yang sudah pergi.


"Jadi, apakah Hawa anak mu..? Maksudnya anak kandung mu..? " Tanya Ratu Silvia.


"Dia anak ku, tapi juga bukan..


Karena sebenarnya dia adalah titipan orang lain yang sudah meninggal, dan aku sudah menganggapnya sebagai anak ku sendiri.. " Ucap Argus.


"Apa kau mendengar itu, Sepertinya kamu masih memiliki kesempatan Oliv.. " Ucap Ratu Silvia.


"Ibu.. " Olivia memerah saat mendengar kata-kata sang Ratu.


Namun ia merasa lega saat mendengar bahwa Hawa sebenarnya bukan anak kandung Argus, Artinya Argus masih belum menikah.


"Mari kembali ke bisnis untuk sekarang.. " Ucap Raja Rodrike


"Kamu memiliki dua buah hadiah sekarang.


Status Baron, dan sebuah permintaan.. "


"Jadi, apa yang kamu minta..? Selama itu masih bisa aku penuhi dan tidak bertentangan dengan kepercayaan ku. Maka aku akan mengabulkannya. "


"Baiklah, untuk posisi Baron aku sama sekali tidak membutuhkannya. Jadi aku hanya akan mengambil hadiah ke dua. Permintaan.. " Ucap Argus


"Dan untuk permintaan ku adalah, aku ingin bisa mengakses semua buku sihir yang ada di Kerajaan.. "


"Sebelumnya aku pernah meminta akses ke perpustakaan, namun setelah aku mendengar dari Lisa bahwa perpustakaan juga memiliki area penting di mana tak sembarangan orang bisa masuk.


Jadi di sini aku ingin mendapatkan akses itu.. "


Semua orang di sana saling memandang dan hanya Sebastian yang tersenyum. Karena ia sudah paham tentang sifat Argus.


"Apa kamu yakin..?? Kamu bisa meminta hal lainnya jika mau.. Kekayaan lebih banyak, status lebih tinggi atau hal lainnya seperti Anak ku Olivia mungkin..? " Tanya Raja Rodrike


"Tidak, aku bahkan sudah memutuskan hal ini sebelum aku mengambil Quest ini.. " Ucap Argus tetap tak mengubah permintaannya.


"Apa kau sudah memikirkan matang-matang..? Dengan status Baron akan mempermudahkan mu melakukan berbagai hal nantinya. " Ucap Ratu Silvia


"Aku sudah memikirkannya. Lagi pula, aku memiliki keinginan untuk menjelajahi seluruh penjuru dunia ini untuk mencari tahu berbagai pengetahuan dan rahasia dunia ini.. " Ucap Argus.


"Dan alasan mengapa aku menginginkan tanah, terutama tanah yang tenang adalah.. Agar aku bisa membangun tempat yang nantinya aku bisa sebut sebagai Rumah..


Tempat dimana aku bisa pulang. "


"Tapi jika.. " Ucap Ratu Silvia namun kata-katanya di hentikan oleh Raja.

__ADS_1


"Tak perlu memaksakannya lagi, ia telah membuat keputusan sendiri saat ini. Jadi kita harus menghormati keputusannya juga. " Ucap Raja Rodrike.


"Terimakasih atas pengertiannya.. " Ucap Argus


"Sama-sama, aku akan mengabulkan permintaan mu untuk akses ke semua lokasi di dalam perpustakaan Kerajaan..


Kau bisa langsung datang ke sana dan hanya perlu menyebutkan namamu saja, takan ada yang melarang mu untuk membaca apapun di sana. " Ucap Raja Rodrike.


"Karena masalah imbalan sudah beres, jadi bisakah kita membicarakan hal lainnya..? "


"Silakan.. Aku akan menjawab jika itu memang bisa aku katakan.. " Ucap Argus


"Ya sebenarnya kau tak perlu terlalu serius kali ini.. " Ucap Raja Rodrike


"Karena kali ini aku berbicara bukan atas dasar seorang Raja, melainkan lelaki tua saja.


Atau bisa di bilang sebagai seorang Ayah.. "


Argus yang mendengar itu merasa ada yang salah kali ini. Jika masih sebagai Raja, maka itu pasti pertanyaan atau permintaan Formal. Namun di sini ia mengatakan sebagai orang tua.


Maka ada kemungkinan ini mungkin adalah sesuatu yang menyulitkan dalam arti hal yang membuat Argus merasa tak enak baik menerima atau menolaknya.


Dan benar saja apa yang di katakan selanjutnya membuat Argus pusing bagaimana menanggapinya.


"Hanya ada satu permintaan dariku..


Yaitu tolong bawa Olivia bersamamu untuk berpetualang.. " Ucap Raja Rodrike.


Argus benar-benar tak tau bagaimana ia harus menjawab permintaan ini, pasalnya membawa seseorang yang tak terlalu ia kenal saja membuat Argus ragu-ragu untuk menerima permintaan itu.


Tapi kali ini adalah permintaan membawa seorang putri. Putri suatu Kerajaan.


"Tak perlu buru-buru menjawab permintaan ini.. Kau bisa memikirkannya terlebih dahulu.. "Ucap Raja Rodrike.


" Namun aku benar-benar memintamu untuk mempertimbangkan permintaan ku ini.


"Jika bukan karena Sebastian yang mengatakan bahwa anak ini memiliki perasaan terhadap mu, aku takan tau hak ini.


Ini adalah pertama kalinya ia memiliki perasaan terhadap lawan jenisnya, biasanya ia akan menghindari siapapun yang mencoba mendekatinya.. Bahkan hanya Saya, Sebas dan Roland lah laki-laki yang bisa dekat dengannya.."


"Dan juga karena anak ini tak pernah meninggalkan istana ini, satu-satunya waktu ia pergi keluar adalah saat aku masih pingsan.. "


"Ia menyelinap keluar bersama dengan Sebastian.. Namun saat aku sadar saat itu, aku pun akhirnya tau bahwa aku telah terlalu protektif padanya..


Dan saat aku melihatmu secara langsung, aku benar-benar membuat keputusan agar bisa membiarkan ia pergi bersamamu.. " Ucap Raja Rodrike


"Jadi tolong pertimbangan masalah ini baik-baik..


Apapun yang akan terjadi di luar sana, aku takan menyalahkan mu. Namun aku berharap nantinya kau bisa menjaganya juga.."


"Ayah.. " Gumam Olivia.


"Aku mengerti, namun ada beberapa hal yang perlu aku bicarakan terlebih dahulu terhadap kalian. Jika kalian terutama Olivia tak keberatan, maka aku juga takan keberatan membawa Olivia.. " Ucap Argus.


"Silahkan katakan.. " Ucap Raja Rodrike


"Emm.. Pertama setelah aku pergi dari sini, aku takan tau kapan bisa kembali lagi. Jadi ada kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum aku bisa kembali.. " Ucap Argus


"Jadi jika Olivia ingin ikut bersama kami, ia harus bisa menahan rasa kangen dengan kalian. "


"Bagaimana Oliv..? Ini adalah kesempatan satu-satunya agar kau bisa keluar melihat dunia ini seperti keinginan mu.. " Ucap Ratu Silvia


"Ibu akan mendukung semua keputusan mu.. "

__ADS_1


Setelah menundukkan kepalanya dan berfikir beberapa saat, akhirnya ia membuat keputusan.


"Aku akan mencobanya.. Jika memang aku nantinya tidak bisa melakukan hal ini, aku siap untuk ditinggalkan di jalan.. " Ucap Olivia.


"Lalu kedua, perjalanan ku biasanya bukan perjalanan yang mudah, dan jujur saja aku suka mencari rute yang tak seharusnya di lalui hanya demi melihat apakah ada yang menarik di sana.. " Ucap Argus


"Jadi, aku ingin ia bisa menjaga dirinya sendiri juga..


Aku mungkin takan sempat menjaganya selalu di sisiNya. "


"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, itu bukan masalah.. " Ucap Raja Rodrike


"Lagipula walaupun ia tak pernah keluar sebelumnya, ia memiliki kemampuan penyembuhan yang cukup kuat. Dan kemampuan elemen cahayanya sangat kuat, jadi kau tak perlu khawatir.. "


"Baiklah lalu yang terakhir dan yang terpenting.. " Ucap Argus


"Apapun yang akan ia lihat nantinya, aku ingin ia bisa merahasiakan semuanya. Termasuk kepada kalian semua yang ada di ruangan ini.. "


"Karena ada beberapa hal yang aku tak menginginkan orang lain tau, jika tak bisa maka aku takan membawanya..


Dan aku akan berkata jujur, jika memang tidak bisa maka lebih baik katakan sekarang. Karena jika aku tau ada yang memberitahukan apa yang menurutku itu adalah menyangkut keselamatan keluarga ku saat ini, aku takan segan-segan menghilangkan ancaman itu.. " Ucap Argus.


"Apakah maksudnya kau bahkan berani membunuh Olivia atau kami semua yang ada di ruangan ini jika salah satu rahasia yang menurutmu bisa mengancam keluarga mu tersebar..? " Kata Raja Rodrike dengan nada keras dan sedikit mengintimidasi.


"Benar, aku tak perduli siapapun itu. Selama itu menyangkut keluarga ku, bahkan dewa sekalipun aku akan melawannya.. " Ucap Argus dengan tegas. Ia sama sekali tak takut Raja akan marah atau yang lainnya marah..


"Permusuhan terdeteksi.. Memulai program pencegahan..!! " Suara robotik terdengar dari Alfred saat melihat Raja yang tampak marah dan mengancam Argus itu.


Namun Argus melambaikan tangannya dan memberi isyarat agar Alfred membatalkan program yang saat ini sudah mulai berjalan. Setelah beberapa saat Hening di ruangan itu, tawa Raja memecahkan keheningan di sana.


"Hahhahaha.... Menarik.. menarik.. Aku semakin menyukai mu..


Aku akan mengubah permintaan ku kalo begitu, jika sebelumnya aku hanya ingin kau membawa Olivia bersama mu saja. Maka kali ini aku ingin kau menjadikannya salah satu keluarga mu.. " Ucap Raja Rodrike.


"Apa yang Ayah katakan..? " Ucap Olivia


"Ohh.. Apakah kau tak menginginkan hal ini..? " Tanya Raja Rodrike sambil tersenyum.


"Itu.. Itu.. " Olivia bingung harus menjawab apa saat ini. Di satu sisi ia juga menyukai Argus, namun di sisi lain ia belum mengenal betul seperti apa Argus itu.


"Hahaha lihat, tak ada yang perlu di pertanyakan bukan..? " Ucap Raja Rodrike


"Jadi bagaimana Argus..? "


"Hal itu aku tak bisa menjawabnya sekarang, bagaimana pun juga kami bahkan belum saling mengenal dengan baik.. " Ucap Argus


"Tak masalah.. Kau bisa membawanya dan mulai mengenalnya mulai sekarang..


Apapun keputusan mu, aku takan marah. Aku hanya berharap kau bisa membahagiakan Olivia seperti layaknya kau memperlakukan Lisa dan Hawa.. " Ucap Raja Rodrike


"Dari apa yang aku lihat, kau adalah orang yang memiliki cinta terhadap keluarga yang sangat tinggi. Dan aku yakin jika menyerahkan Oliv kepada mu, ia takan menderita sedikitpun.. "


"Dan kau tak usah khawatir jika aku akan memanfaatkan mu setelah menikah atau menjadikan Olivia sebagai keluarga mu, karena disini aku menjanjikan dan bersumpah atas nama istri tercinta ku dan saudara ku ini.. " Kata Raja Rodrike, ia kemudian melepaskan mahkota di kepalanya dan meletakkan di atas meja.


"Aku saat ini menyerahkan Olivia berdasarkan status ku sebagai orang tua biasa, bukan sebagai Raja.. Jadi kau takan memiliki tanggung jawab apapun terhadap kerajaan ini.."


"Walaupun anda mengatakan hal itu. Aku masih belum bisa menikah dengan Olivia, bagaimana pun kami belum saling mengenal.. " Ucap Argus


"Tak masalah, kalian bisa bertunangan saja mulai sekarang.. Bagaimana..? " Ucap Raja Rodrike.


"Itu.. " Argus ragu-ragu untuk menjawab permintaan itu saat ini.


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2