Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
74


__ADS_3

Setelah mereka sampai di tempat makan. Mereka mulai memesan makanan yang masing-masing suka. Tentu saja Argus akan memilih hidangan Daging dan Hawa juga sama, ia mengikuti kebiasaan Argus.


"Pelayan, Aku akan memesan semua yang berbahan daging di sini.. " Ucap Argus.


"Hawa juga.. Hawa juga..!! " Teriak Hawa..


"Pisahkan dan buatkan juga yang tidak terlalu pedas setiap porsinya.. " Ucap Argus


"Kalian ini sudah berapa kali aku bilang.. Jangan hanya memakan daging, dan Master.. Bukankah sudah aku bilang jangan seperti itu di depan Hawa.. " Ucap Lisa.


"Hawa harus makan sayuran juga biar cepat besar dan kuat ok.. "


"Pelayan, tolong buatkan juga beberapa hidangan yang berisi sayuran yang tak terlalu pedas.. " Ucap Lisa.


Sedangkan Lisa lebih memilih makanan bervariatif, ia menyukai semuanya namun lebih ke arah yang seimbang.


"Oliv, apa yang kau pesan..? " Tanya Lisa


"Aku akan memesan hidangan yang sama saja.." Ucap Olivia


Lalu untuk Oliv ia terlihat memilih hal yang sama, walaupun di sini saat pesanan tiba dan mulai makan terlihat jelas sepertinya ia masih menjaga porsi makannya..


Mungkin ini karena kebiasaannya untuk menjaga berat badannya di lingkungan istana. Ya Argus tak terlalu bermasalah dengan ini.


Di sini Argus bisa melihat Oliv tak buru-buru mendekati Hawa, Justru ia mendekati Lisa terlebih dahulu.


Argus berfikir apakah ini seperti sedang mendekati ibu mertua ? ?


Namun apa yang tak Argus tau adalah apa yang Oliv pikirkan saat ini adalah ia sedang mendekati Lisa bagaikan mendekati istri pertama.


Karena walaupun Lisa adalah budak Argus, namun dari arah sudut pandang Oliv sendiri. Perlakuan Argus bukan seperti budak pada umumnya melainkan seperti pada keluarga atau bahkan istrinya..


Setelah selesai makan, Argus membawa semuanya untuk mencari Rumah untuk di sewa. Karena ia merasa kurang nyaman jika tinggal di penginapan terlalu lama.


Dan akhirnya Argus menemukan satu yang di rasa cocok, rumah itu tak terlalu besar dan tak terlalu kecil juga. Namun bersih dan lingkungan juga terlihat bagus.


Setelah itu Argus membiarkan semuanya pergi berjalan-jalan sendiri dengan Alfred sebagai pengawal mereka.


Sementara Argus sendiri pergi sendirian ke arah lainnya, ia akan menghabiskan waktunya di perpustakaan mulai sekarang.


Di sini terlihat jelas pendekatan Olivia saat makan bersama dengan Lisa terbukti berhasil, mereka terlihat lebih akrab saat jalan bersama.


Argus tak terlalu memperdulikan hal itu dan hanya menginstruksikan Alfred agar melindungi mereka dengan benar dan tak perlu menahan diri apapun yang terjadi jika ada yang membahayakan mereka.


.


.


. __________\=Skip\=_________


Di dalam perpustakaan Kerajaan.


"Haihh.. Sepertinya hari ini benar-benar sepi dan hanya ada pembaca di lantai satu saja yang datang.. " Ucap seseorang yang menjaga perpustakaan itu.


"Hemm.. Surat apa ini.. " Orang itu tiba-tiba melihat surat pemberitahuan di mejanya.


Ia kemudian membacanya dan melihat itu adalah pemberitahuan untuk membiarkan seseorang yang akan datang ke sini hari ini dan seterusnya agar dapat memasuki area manapun dan melakukan apapun.


"Sialan. Ini surat pemberitahuan dari Kerajaan kenapa tak ada yang memberitahu ku.. "


Argus Okinawa..? Aku belum pernah mendengar namanya di sekitar sini, tapi di sini tak tertulis alasannya.. " Gumam orang itu.


"Lupakan, untung aku melihatnya jika tidak mungkin akan terjadi masalah. Aku harus memberi peringatan dan hukuman untuk orang yang berjaga sebelumnya karena tak memberitahu hal penting seperti ini.. "

__ADS_1


Sementara itu Argus mulai pergi menuju perpustakaan Kerajaan dimana itu terletak di dekat istana atau di dalam Zona merah.


Argus melewati pemeriksaan namun kali ini karena bukan pertama kali Argus ke Zona merah, para prajurit sudah mengenalinya dan tak mempersulit Argus untuk lewat.


Sesampainya di sana Argus melihat Bangunan itu cukup besar, dimana ada tiga lantai.dan saat Argus memasukinya ia tau Dimana lantai satu adalah area buku yang bisa di akses siapapun.


Lalu lantai dua bisa di akses dengan membayar beberapa Koin Silver, dan lantai Tiga Hanya bisa di akses oleh mereka yang memiliki ijin dan harus membayar Satu Koin emas..


Dan ternyata di sini juga ada Lantai bawah, Basement. Dimana terdapat catatan yang lebih penting lagi yang hanya bisa melalui ijin yang lebih tinggi.


Lantai satu adalah lantai yang menyediakan pengetahuan umum dunia ini dan beberapa buku bacaan sederhana untuk anak dan sebagainya..


Lalu di lantai dua ada buku sihir dan berbagai skill lainnya namun masih dalam kisaran awam. Atau hanya sebatas sihir tingkat umum saja.


Di lantai Tiga, terdapat banyak buku sihir dan skill yang lebih tinggi lagi.. Dan di lantai bawah, ada catatan yang lebih penting dan lebih rahasia.


Saat sampai di sana, Argus pergi ke arah penjaga perpustakaan..


"Hallo.. Aku ingin.. " Ucap Argus


"Ohh apakah anda Tuan Argus..?? " Tanya penjaga perpustakaan itu.


"Ia benar.. " Ucap Argus


"Kalo begitu Anda bisa langsung pergi ke mana saja dan silahkan membaca apapun..


Dan jika anda ingin memasuki ruang catatan penting, anda bisa datang ke sini karena pintu masuknya ada di sini..


Namun Anda tak boleh membawa keluar setiap catatan di sini.." Ucap orang itu.


Argus sama sekali tak sempat bertanya tentang apakah ia bisa memasuki area lainnya, dan penjaga di sana sudah membiarkan Argus melakukan apapun yang ia mau.


"Kalo begitu terimakasih, aku akan langsung ke lantai dua sekarang.. " Ucap Argus.


Setelah melihat Argus pergi, orang itu menghela nafasnya..


"Haihh syukurlah ia sudah pergi..


Aku tak tau siapa dia sebenarnya bisa sampai mendapatkan ijin langsung dari Raja untuk semua level.. "


"Bahkan aku tak di perbolehkan menarik biaya untuk ini.. Sepertinya ia bukan bangsawan, lupakan..


Untung saja laporan itu disertai gambar wajahnya, jadi aku tak sampai melakukan hal bodoh.."


"Hai kau.. Itu lantai dua, kau tak bisa naik ke sana tanpa membayar dulu..!! "Kata penjaga perpustakaan saat ia melihat orang lain juga ingin langsung naik ke lantai dua.


" Ehh.. Tadi orang itu bisa langsung naik kenapa aku tak boleh dan harus membayar..? " Tanya orang itu


"Itu sudah peraturan di sini, sedangkan orang itu adalah utusan Raja.. Apa kau mau protes terhadap seorang Utusan dari Raja..?? " Ucap penjaga perpustakaan itu.


"Ehh tidak tidak.. Jadi berapa aku harus membayar..?? " Tanya orang itu


"Lima koin Silver.. " Ucap penjaga perpustakaan itu.


"Sialan.. Apa kau mau memeras ku..? Aku tau hanya Dua Silver saja biasanya.. " Ucap orang itu


"Ini peraturan baru, jika tak punya uang kau tak bisa naik.. " Ucap penjaga perpustakaan itu.


"Br*ngsek..!! Apa kau mengajak berkelahi..!! "


.


.

__ADS_1


. __________\=Skip\=_________


Sementara itu Argus mulai mempelajari semua catatan sihir di lantai dua. Walaupun sebenarnya tak terlalu berguna untuk Argus, namun ia tetap membaca semuanya.


Setelah hampir satu jam, ia selesai membaca semua catatan sihir di lantai dua.. Catatan sihir di sini tak terlalu komplit, hanya ada beberapa element saja yang tercatat lengkap.


Lalu ia naik ke lantai Tiga, catatan di lantai Tiga walaupun tak sebanyak lantai dua dan satu. Namun ini berkaitan dengan sihir tingkat yang lebih tinggi.


Dan lagi Argus juga melihat apa yang ia cari di sini, Sihir atau Segel perbudakan.


Kemudian Argus mulai mempelajari semuanya di situ, Argus mulai mereplikasi Sihir perbudakan. Dan saat mempelajarinya, ia memahami ini sedikit mirip dengan sihir Summoner atau pemanggilan.


Bedanya pemanggilan juga menggunakan element gelap Ruang, dan perbudakan tidak.


Lalu perbudakan Memberikan perintah mutlak, sedangkan pemanggilan ada perjanjian di dalamnya yang harus di penuhi.


Kemudian Argus juga membandingkan dengan Sihir di dalam Gremoire yang ia miliki dan mencari cara apakah bisa membuat sihir untuk menghapus perbudakan itu.


Argus mulai mencari setiap sihir yang berkaitan dengan segel budak itu, mulai dari Penyegelan, sihir yang berkaitan dengan perjanjian dalam pemanggilan dan juga sihir yang berkaitan dengan jiwa.


Dengan sihir atau segel budak sebagai referensi, akhirnya setelah mempelajari sampai siang hari Argus berhasil membuat satu sihir. Namun ia perlu mencobanya terlebih dahulu apakah ini benar-benar bekerja dengan segel budak atau tidak.


Karena itu ia menggunakan Gerbang untuk muncul di dalam Hutan di jalan menuju Kota.


Di sana Argus kemudian menangkap Monster kecil sebagai kelinci percobaan.


Argus menangkapnya Monster kelinci kecil, lalu ia memasang Segel budak padanya. Setelah itu ia mencoba menggunakan Sihir yang sebelumnya ia buat.


Segel itu berhasil di hilangkan namun efeknya membuat kelinci itu juga meninggal. Melihat itu Argus tau kalau sihirnya belum sepenuhnya benar, lalu ia kembali lagi ke dalam perpustakaan.


Dan melanjutkan meneliti Sihir yang ia buat sebelumnya. Kemudian Argus melihat kesalahan pada rune itu, ternyata terletak pada rune sihir yang berkaitan dengan Jiwa.


Lalu Argus kembali mempelajari Isi Gremoire miliknya, ia membaca keseluruhan isi dari Gremoire itu dan akhirnya ia memahami dengan benar Sihir yang berkaitan dengan Jiwa saat ia membaca pada bagian sihir yang berkaitan dengan pembuatan Undead.


Yaitu menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati untuk menjadi Undead. Dari sana Argus juga mempelajari Sihir Cahaya tingkat tinggi pemurnian.


Setelah itu Argus mulai menggabungkan dengan sihir yang ia buat sebelumnya, dan saat Rune itu muncul Argus bisa merasakan perbedaan dari Rune itu karena Rune itu memiliki Sihir element cahaya kali ini.


Setelah itu Argus kembali ke hutan sebelumnya dan ia mencari monster lainnya. Kali ini ia mendapatkan seekor monster beruang.


Dan setelah meletakkan tanda atau segel budak pada beruang itu, Argus kemudian mencoba Rune sihir barunya.


Setelah itu Argus melihat perbedaan cara kerja dari Rune yang sebelumnya, di sini Segel budak itu terlihat bersinar dan beruang itu juga terlihat kesakitan seperti terbakar pada bagian segel itu di letakan.


Lalu terlihat jelas segel itu mulai menghilang sedikit demi sedikit sampai benar-benar hilang sepenuhnya memerlukan waktu sekitar lima menit.


Argus tak langsung bahagia karena berhasil, ia tetap menunggu dan mengamati apakah ada efek samping pada beruang itu. Namun setelah menunggu berjam-jam tak ada efek samping, ia kemudian melepaskan beruang itu sebagai imbalan membantunya bereksperimen.


Namun Argus tetap membiarkan satu semut mengikutinya agar memastikan benar-benar aman dan tak ada efek samping pada beruang itu setelah di lepaskan.


Karena tujuan Argus akhirnya berhasil dan melihat hari sudah sore, Argus berniat kembali ke perpustakaan lebih dulu lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Namun sebelum itu Argus terfikir sesuatu, ia memiliki ide untuk membuat sesuatu untuk Hawa.


Ia kemudian mengeluarkan kelinci yang mati sebelumnya saat menguji percobaannya, lalu Argus mencoba menggunakan salah satu Rune di dalam Gremoire.


Itu adalah Rune sihir Penciptaan Kehidupan.


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2