Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
124


__ADS_3

"Jadi seperti itu.. " Ucap Levi.


"Tunggu..! Apakah maksudnya Argus berasal dari hutan Orasis..?? " Tanya wilona.


"Tapi bukan kah tempat itu seharusnya tak ada yang menghuni nya..?? "


"Aku tak tau pastinya, namun yang jelas master memang mengatakan ia berasal dari sana.. " Ucap Lisa.


"Ya.. Sebenarnya saat aku pertama melihat Argus juga ia datang dari arah kedalaman hutan.. " Ucap Olivia.


"Jadi kemungkinan ia memang dari sana, karena tak ada yang bisa selamat sejauh ini dari hutan sendirian..


Apalagi saat itu terlihat jelas bahwa Argus sepertinya memang ingin keluar dari sana bukan karena kabur atau sesuatu.. "


"Lalu apakah kalian tau siapa ibu Hawa..?? " Tanya Feniks.


"Sebenarnya Hawa adalah anak angkat yang dititipkan seseorang terhadap Argus.. " Ucap Olivia.


"Ya.. Master berkata bahwa Orang tua Hawa sudah meninggal, dan sejak saat itu Master menganggap Hawa anaknya.. "Ucap Lisa


"Sayang.. Apa kau tau sesuatu tentang ayah..?? " Tanya Levi ke Hawa..


"Emm.. Ayah adalah ayah.. " Ucap Hawa sambil memiringkan kepalanya..


"Sebenarnya Hawa selalu menganggap Master sebagai ayah kandungnya, jadi tak ada informasi yang bisa di dapat jika bertanya kepada Hawa.. " Ucap Lisa.


"Apakah Argus itu titisan Dewa..?? " Tanya Roland tiba-tiba.


"Kenapa kau mengatakan itu..?? " Tanya Wilona.


"Itu karena dia sangat kuat, dan dia sepertinya mengetahui segala hal di dunia ini.


Bahkan sepertinya ia selalu tau sesuatu yang belum pernah ada di dunia ini.. Ia seperti bisa melakukan segala hal dan tak ada yang mustahil dia tak bisa lakukan.." Ucap Roland.


"Itu masuk akal.. Saat pertama saya melihatnya, waktu itu ia juga dengan mudahnya membunuh Raja Naga Merah di Hutan Orasis.. " Ucap Olivia.


"Aku rasa itu tidak mungkin.. " Ucap Lisa.


"Kenapa kau mengatakan itu..?? Apa kau tau sesuatu yang lain..?? " Tanya Wilona yang semakin penasaran.


"Aku tak bisa mengatakan semuanya sekarang, namun yang jelas Master bukanlah titisan Dewa.. " Ucap Lisa.


"Itu Karena dari ucapan master sebelumnya, sepertinya master dan para dewa itu saling kenal.. Dan master menyebutkan mereka seolah orang lain.. Jadi tak mungkin ia titisan Dewa..."


"Apa..?!! " Teriak semuanya bersamaan.


"Tunggu.. Tunggu.. Apakah maksudnya Argus mengenal para dewa..?? Tanya Roland.


" Ya.. Dan sepertinya master bahkan akrab dengan karakteristik mereka semua.. Itu bukan sesuatu yang di dapat dari buku atau mempelajari sesuatu, tetapi lebih seperti mengenal secara langsung.. "Ucap Lisa.


" Tapi maaf, aku sudah berjanji apapun yang terjadi tanpa seijin Master.. Aku tak bisa menceritakan lebih jauh lagi.. "


"Itu.. " Roland tak tau harus mengatakan apa lagi saat itu.


Apa yang ia dengar kali ini benar-benar mengejutkan kepalanya..


"Jadi Putri Wilona, sejujurnya jika memungkinkan jangan membuat Master kesal lagi.. Karena aku masih ingin tinggal di tempat ini dan menjelajahi tempat lainnya.. " Ucap Lisa sambil tersenyum.


Sebenarnya Tujuan Lisa mengatakan itu adalah agar Wilona tak terus membuat Argus kesal dan pada akhirnya Argus mungkin akan benar-benar membunuhnya..


Dan mereka akan menjadi musuh kerajaan Jura nantinya, walaupun Lisa tau selama ia bersama Argus ia akan tetap aman..


Namun Lisa tak ingin menjadi buronan dan tak nyaman jika ingin berpergian lagi..


Namun di telinga yang lainnya di sana, apa yang mereka dengar itu berbeda..


Seolah-olah Lisa mengatakan jika Wilona membuat Argus marah, maka ada kemungkinan Argus bisa memusnahkan dunia ini..


Hal itu membuat semuanya sedikit ketakutan, terutama Wilona.. Wilona sebelumnya selalu saja membuat Argus kesal, kali ini niatannya membuat Argus menderita jika datang ke hutan Jura telah hilang..


Malahan kali ini ia menyesal ikut bersama Argus, jika bisa ia ingin Argus tak pernah pergi ke hutan Jura karena takut Argus akan memusnahkan seluruh hutan..


"Apa yang kalian bicarakan..?? " Tanya Argus tiba-tiba memecah keheningan di sana..


"Master/Argus/Ayah..?!! " Teriak semuanya di sana.


"Ada apa..?? Kenapa kalian seperti melihat Hantu saat melihat ku..?? " Tanya Argus sambil menggaruk kepalanya.


"Tidak.. Tidak ada apa-apa.. " Ucap Levi.

__ADS_1


"Mari makan.. Sepertinya Alfred sudah selesai membuat makanan.. " Ucap Roland.


Ia langsung pergi masuk dari sana di ikuti oleh yang lainnya..


"Apa yang terjadi..?? " Tanya Argus lagi ke Lisa.


"Tak ada.. Kami hanya membicarakan sesuatu sebelumnya.. " Ucap Lisa.


"Mari masuk Master, jangan biarkan yang lainnya menunggu atau menghabiskan makanan nantinya..


Ayo Hawa kita makan.."


Setelah itu Lisa membawa Hawa masuk ke dalam meninggalkan Argus di sana yang masih bingung.


"Apa yang mereka bicarakan sampai-sampai mereka takut melihatku..?? " Gumam Argus.


"Lupakan tak penting..


Hai jangan habiskan makanan nya..!! " Teriak Argus.


Lalu Argus menyusul yang lainnya masuk ke dalam rumah.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Pada malam harinya mereka semuanya beristirahat di kamar masing-masing.


Sementara itu Argus duduk di samping kamar miliknya sambil melihat pemandangan kolam dan menikmati secangkir kopi miliknya..


"Haih.. " Argus menghela nafasnya saat mengingat kembali semua yang terjadi selama ini.


Pada awalnya ia hanya ingin makanan di dunia ini dan membaca banyak buku, namun pada akhirnya ia malah melakukan banyak hal yang menyusahkan..


Apalagi saat ini kelompok nya menjadi jauh lebih banyak.. Awalnya ia hanya ingin berpetualang bersama Lisa, lalu ia mendapatkannya Hawa sebagai anaknya..


Dan sejak itu semakin banyak orang yang mengikutinya.. Dan sampai sekarang ia akhirnya memutuskan sesuatu yang baru untuk hidupnya..


"Lupakan.. Apapun yang terjadi nantinya, aku akan memastikan dunia ini menjadi tempat yang aman untuk keluarga ku.. " Ucap Argus


"Aku akan memusnahkan semua hal yang bisa menjadi ancaman di dunia ini, dan akan ku mulai dengan pulau ini.. Lalu perlahan aku akan mengubah dunia ini juga.. "


"Karena aku tak tau apakah aku bisa kembali ke bumi atau tidak nantinya.. " Ucap Argus.


Lalu ia terus melihat pemandangan malam itu, dan tanpa dia sadari Lisa sudah berdiri di belakangnya..


"Master.. Apa yang Anda lakukan malam-malam di luar sini..?? " Tanya Lisa.


"Lisa.. Apa kau belum tidur..? " Tanya Argus.


"Belum.. Aku tak bisa tidur.. " Ucap Lisa.


"Kalau begitu duduklah di sini bersama ku.. " Ucap Argus.


Lalu Lisa mulai duduk di samping Argus, dan ikut menikmati suasana malam itu.


"Apa kau ingin minum..? " Tanya Argus.


"Tidak perlu.. Tapi terima kasih master.. " Ucap Lisa


"Lisa.. Kau adalah wanita pertama yang mengikuti ku, dan kau bisa saja memilih hidupmu sendiri.. Kenapa kau memilih mengikuti ku..? " Tanya Argus.


"Entahlah.. Yang pasti, saya selalu merasakan kenyamanan setiap kali dekat dengan master.. " Ucap Lisa.


"Pada awalnya mungkin karena rasa terima kasih karena Master telah menolong ku, namun lambat laun terutama setelah Master melepaskan segel perbudakan itu.. Aku sadar jika bukan karena hal itu aku ingin selalu mengikuti Master.. "


"Dan.. Pada akhirnya aku benar-benar tak tau kenapa, namun yang pasti aku tak ingin jauh dari master.. " Ucap Lisa.


"Terimakasih.. " Ucap Argus.


"Tidak.. Aku lah yang seharusnya mengucapkan itu.. " Ucap Lisa.


"Kau mungkin pernah bertanya sebenarnya siapa aku dan darimana aku berasal.. " Ucap Argus sambil melihat langit malam.


"Tempat asal ku sangat lah jauh dari sini, bahkan aku tak tau caranya kemabli..


Karena itulah aku selalu ingin mencari semua rahasia dunia ini dan mempelajari semua sihir yang ada.. "

__ADS_1


"Aku terbiasa sendiri dan hidup sederhana karena aku besar dari keluarga yang sederhana, dan di besarkan oleh kakek dan nenekku..


Aku terbiasa sendiri sejak kecil, kesialan selalu menyertai hidupku.. Karena itulah aku selalu ingin mencari kebenaran dunia ini.. "


"Namun pada akhirnya aku mendapatkan jawaban semuanya.. Itu karena beberapa orang yang membuat hal itu terjadi.. Namun ternyata semuanya adalah untuk sesuatu yang lebih besar.. "


"Walaupun aku dulunya menginginkan hidup seperti ini dan sekarang sudah terbiasa hidup di sini, namun entah bagaimana aku selalu merasakan seolah aku bukan dari dunia ini.. "


"Karena aku merasa masih ada beberapa hal yang belum aku selesaikan di tempat tinggal ku sebelumnya.


Namun jika kau menyebut aku berasal dari hutan Orasis itupun tak salah.. Karena sebenarnya itu adalah tempat pertama aku ada di sini.. "


"Apa kau menyesal ikut dengan ku sekarang..? " Tanya Argus tiba-tiba..


"Tidak.. Sudah aku katakan sebelumnya, apapun yang terjadi aku akan selalu ikut bersama master.. " Ucap Lisa.


"Jadi aku takan menyesali apapun yang terjadi.. Siapapun master sebenarnya, darimana asal master sebenarnya..


aku akan tetap selalu mengikuti master kemanapun master pergi.. "


"Semoga kau tak menyesalinya.. " Ucap Argus.


"Tidak akan.. " Ucap Lisa sambil tersenyum.


"Master adalah satu-satunya alasan ku hidup di dunia ini, jadi jiwa dan ragaku akan selalu aku berikan untuk master.. "


Ia kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Argus dan mereka duduk di sana dengan posisi itu sampai Lisa tertidur.


"Jadi.. Apakah kalian juga masih ingin tetap bersama ku mulai sekarang..?? " Tanya Argus.


"Sejak kapan Master tau kami di sini..?? " Tanya Feniks yang tiba-tiba keluar dari pintu samping kamar Argus.


Dan dari sana ada Levi dan Olivia juga ternyata ada di sana..


"Sejak kalian memutuskan mendengarkan percakapan ku.. Aku sudah tau kalian di sana.. " Ucap Argus tanpa melihat ke belakang.


"Jadi.. Apakah sayang ku artinya bukan dari dunia ini..?? " Tanya Levi.


"Kalian bisa mengatakan seperti itu.. Dunia tempat tinggal ku sangatlah jauh.. Terlalu jauh sampai kalian mungkin takan bisa membayangkannya.. " ucap Argus.


"Dewa membawaku ke sini dan membiarkan ku hidup di dunia ini sesuka ku..


Awalnya aku ingin hidup sederhana, makan dan membaca.. Namun dunia ini tak membiarkan ku melakukannya.. "


"Sampai Hawa muncul di hadapan ku.. Aku mengubah tujuan hidupku..


Aku akan menghilangkan semua ancaman yang ada di dunia ini, dan mempelajari semua rahasia yang ada di dunia ini.. " Ucap Argus.


"Jika ada cara.. Aku masih ingin kembali, dan jika tak ada..


Maka aku akan menciptakan dunia yang damai untuk Hawa tumbuh besar.. "


"Aku takan menyesalinya.. " Ucap Levi, lalu ia duduk di samping Argus.


"Emm.. Aku juga.. " Ucap Feniks.


Lalu untuk Olivia, ia hanya tersenyum kemudian duduk di sana juga.


"Terimakasih.. " Ucap Argus.


Argus tak menolaknya untuk tetap dalam posisi itu untuk sementara waktu, setelah beberapa saat kemudian dirasa Lisa dan yang lainnya ternyata sudah tertidur lelap dengan posisi seperti itu.. Argus membawa mereka semua kembali ke tempat tidur masing-masing..


Lalu Argus datang ke kamar Hawa dan melihatnya tertidur lelap di sana sambil tersenyum..


"Kau adalah malaikat yang mengubah hidup ku, walaupun awalnya aku tak menginginkannya.. Namun entah kapan semuanya telah berubah." Ucap Argus sambil mengusap kepala Hawa.


"Terima kasih, akan ayah pastikan kau bisa menjadi apapun yang kau inginkan sayang..


" Emm.. Ayah.? Apakah ayah mau tidur bersama Hawa..?? "Tanya Hawa.


"Ya.. Malam ini ayah akan tidur di samping Hawa.. " Ucap Argus.


Setelah itu ia tidur di samping Hawa, dan Hawa langsung memeluk Argus.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2