
Pada malam hari, Roland dan Wilona menepati kamar di lantai bawah masing-masing..
Karena lantai atas sudah di tempati oleh Argus, Hawa, Lisa dan Olivia, walaupun pada malamnya mereka akan selalu menyelinap ke kamar Argus. Tapi mereka sudah memilih kamar sendiri.
Jadi yang tersisa adalah kamar lantai bawah untuk yang lainnya. Mereka makan bersama dengan makanan yang telah di sediakan oleh Alfred..
Dan saat Roland melihat Argus meminum Kopi, ia penasaran dan ikut mencobanya. Hasilnya ia juga tertarik dan meminta lebih, namun Roland tak suka kopi pahit jadi ia menambahkan gula ke dalamnya..
Setelah mereka berbincang malam, Argus memutuskan untuk tidur. Dan seperti biasa saat terbangun di malam hari ia melihat dua orang tambahan di sampingnya yang sudah menggunakan kedua tangannya untuk bantalan..
Argus yang ingin bangun akhirnya memutuskan untuk kembali tidur.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Pada pagi harinya.
Karena Argus tak bisa membawa Hawa ke dalam Sub ruang miliknya, Argus melatih Hawa di hutan dekat Kabin miliknya.
Hawa menggunakan Krambit miliknya untuk mencoba menyerang Argus, sedangkan Argus hanya menggunakan penguatan tubuh dengan Mana di telapak tangannya untuk menangis serangan Hawa..
"Hawa.. Jangan hanya fokus pada tangan.! Gunakan juga kakimu untuk menyerang.. " Ucap Argus..
"Emm.. " Angguk Hawa, ia terus menyerang menggunakan tinju yang terdapat krambit di tangannya dan sesekali ia akan mulai menendang juga.
Hawa juga menggunakan gerakan Monkey Step miliknya yang membuat tubuh kecil Hawa terlihat hampir seperti menghilang setiap saatnya.
Dan kemampuan Iron Skin membuat tubuhnya sangat keras, sehingga pukulan Hawa yang meleset dan mengenai tanah atau batu akan langsung membuat lubang di sana..
Pertunjukan latihan itu cukup membuat kaget Roland dan Wilona, pasalnya umur Hawa masih lah sangat muda namun ia sudah bisa melakukan berbagai gerakan yang sulit.
Reflek dan akselerasi yang Hawa tunjukkan tak kalah dengan orang dewasa lainnya yang telah berlatih selama bertahun-tahun..
"Apakah dia benar-benar masih anak kecil..?? " Ucap Putri Wilona saat melihat Hawa.
"Ya.. Dia masih berumur Lima atau enam tahun kalau tidak salah.. " Ucap Pangeran Roland.
"Gerakannya sangat bagus.. Aku ingin tau apakah Argus bisa mengajariku teknik Tombak.. "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di pihak Bagas.
"Baiklah.. Mari berhenti di sini.. Kita akan melanjutkan perjalanan lagi.. " Ucap Argus.
"Emm.. Lainkali mari lakukan lagi Ayah.. " Ucap Hawa.
"Tak masalah.. Mari kita makan dulu.." Ucap Argus.
"Lisa.. Persiapkan semuanya, setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan dan tergetnya kita harus sampai di perbatasan pada sore harinya.. "Ucap Argus ke Lisa.
" Emm.. Baik master.. "Jawab Lisa.
Setelah itu mereka mulai makan bersama.. Dan setelah itu Argus kembali memasukkan Kabin itu dan melanjutkan perjalanan mereka lagi..
Saat memasuki daerah pusat Hutan, beberapa Monster besar menghalangi jalan mereka.. Argus terpaksa membersihkan sendiri agar perjalanan mereka jauh lebih cepat..
Ia akan membunuh setiap Monster hanya dengan sekali serangan saja.. Dan Argus akan langsung menyimpan mayat Monster itu ke dalam penyimpanan miliknya..
Setelah melaju cukup jauh tiba-tiba Argus terpaksa berhenti karena ada batu besar yang seperti bukit menghadang arah kesadaran miliknya..
"Roland, Oliv.. Apakah di sini seharusnya ada bukit Batu..?? Sepertinya dalam peta yang aku lihat tak ada hal seperti ini sebelumnya.. " Tanya Argus.
"Setau ku juga tidak ada, bagaimana menurut mu kak... " Ucap Olivia.
"Tidak.. Aku juga tak pernah tau ada bukit Batu di sini, walaupun aku belum pernah lewat sini.. Namun aku yakin tak ada hal semacam ini di peta dan laporan prajurit.. " Ucap Roland.
"Ayah.. Itu bukan Batu.. " Ucap Hawa.
"Hah..?? Mungkinkah ini.. " Gumam Argus.
__ADS_1
Lalu ia menggunakan mata wawasan dan melihat Bukit Batu itu.
"Behemoth...?? " Ucap Argus.
Ya Monster di depannya saat ini adalah Behemoth yang sedang tertidur..
"Bahamut..?!! " Teriak semuanya yang ada di sana.
"Apakah maksud mu bukit ini adalah Bahamut..?? " Tanya Roland..
"Tidak.. Ini adalah Behemoth bukan Bahamut.. " Ucap Argus.
"Apa bedanya..?? Dan darimana kau tau..?? Jangan-jangan kau hanya mengada-ada saja.. " Ucap Putri Wilona.
"Aku memiliki mata yang bisa melihat segalanya.. Jadi aku tau apa yang ada di depan kita.. " Ucap Argus.
"Ini jelas adalah Behemoth.. Monster raksasa perpaduan antara Gorila dan mammoth.. Bukan Bahamut sang Naga Legenda.. "
"Seberapa kuat Monster ini..?? " Tanya Roland.
"Jika di bandingkan maka ini mungkin akan setingkat dengan Andamantoise.. " Ucap Argus.
"Sial.. Mari kita memutar sebelum makhluk ini bangun.. " Ucap Roland.
"Aku setuju kali ini dengannya.. " Ucap Wilona.
"Tak perlu.. Ini kesempatan bagus menguji ketahanan senjata baruku.. " Ucap Argus sambil mengeluarkan Katana miliknya.
"Hai..!! Apa yang ingin kamu lakukan..?? Apa kau ingin kita semua mati..?? " Ucap putri Wilona.
"Tenang saja.. Master bisa mengurus hal itu.. " Ucap Lisa.
"Tapi apakah kita tidak berlalu dekat..?? " Ucap Roland.
"Tak perlu khawatir, Master sebelumnya mengatakan bahwa perjalanan kita kali ini target adalah memasuki perbatasan sebelum malam.. " Ucap Lisa.
"Jadi ia pasti akan menyelesaikan Monster itu dengan cepat.. "
"Aku tau Argus kuat, namun pertarungan dengan monster seperti itu.. Apa tak masalah dia melakukan sendirian..?? " Tanya Roland.
"Itu tak masalah.. Kalian akan tau nanti, benar bukan Hawa.. " Ucap Lisa.
"Kau anak kecil..
Jika itu monster lemah, lalu monster seperti apa yang kuat..?? " Tanya Wilona setengah mengejek.
"Typhon..!! Jika itu Monster Typhon maka itu cukup kuat.. " Ucap Hawa.
"Typhon..?? Monster jenis apa itu..?? " Tanya Roland. Namun ia melihat wajah semuanya mengatakan tak ada yang tau.
"Itu monster kuat dengan mana yang mengerikan.. " Ucap Hawa.
Sementara itu Setelah Argus keluar dari mobilnya tanpa memperdulikan kekhawatiran orang lainnya di mobil.
"Jangan mengecewakan ku Kuro.. " Gumam Argus.
Kemudian Argus mengeluarkan Kuro dari sarung pedangnya. Lalu tiba-tiba pedang itu mulai di selimuti petir dan mulai terlihat menjadi putih..
"lightning blade..!! "Ucap Argus lalu ia membuat gerakan menusuk di mana itu langsung membuat lubang di tubuh Behemoth itu.
" Ggreooooowww....!!! " Sang Behemoth itu terlihat mulai Bangkit.
Tanah di sana mulai bergetar dan apa yang awalnya terlihat seperti bukit itu mulai bertambah tinggi dengan kaki besar yang mulai terlihat menopang nya..
Lalu Monster dengan ukuran tak jauh berbeda dengan Andamantoise itu terlihat mulai berbalik melihat arah serangan itu..
Sosok Behemoth menyerupai chalicotherium yang sudah punah dengan gading besar melengkung yang menyerupai mamut, berjalan dengan buku jari dengan cara yang mengingatkan pada gorila.
Dia ditutupi bulu coklat, dengan kepalanya menyerupai mamut dengan telinga kecil dan belalai pendek seperti tapir.
Di bagian punggung Behemoth terlihat seperti bukit batu yang membuatnya dapat berkamuflase dengan lingkungan saat ia tertidur..
Behemoth nampak bersiap untuk menyerang Argus dengan gading miliknya. Di sisi Argus ia mulai menyiapkan serangan selanjutnya..
Dimana Katana yang awalnya berwarna hitam itu saat ini mulai di selimuti lapisan merah kehitaman. Dan akhirnya warnanya berubah menjadi merah tua saat ini..
Argus Kemudian ia mengambil posisi mengangkat katana ke atas kepalanya, kemudian Argus mengerahkan sihir gravitasi pada kakinya agar bisa berdiri lebih stabil dan kokoh.
__ADS_1
Setelah itu ia mulai meningkatkan jumlah mana ke sihir cahaya di pedang itu.
"Bersiaplah..!! Full attack..!!!
Hhaaaaaaa yaaaa....!!!! " Teriak Argus.
Kemudian Argus mulai mengarahkan pedangnya untuk memotong secara Vertikal ke depan..
Sampai katana Argus mengarah ke bawah, tak ada efek apapun yang terjadi. Namun beberapa saat kemudian, sesuatu seperti ledakan sonic terjadi di sana sama seperti saat ia menggunakan untuk pertama kalinya..
Di ikuti dengan munculnya celah besar di atas awan berpusat dari Argus mengarah ke depannya.
Kali ini Argus mengendalikan serangannya agar tidak menghancurkan daerah sekitar sana, jadi kali ini tak ada selokan besar yang terbentuk.
Sementara itu sosok Behemoth itu terlihat bagian tengah tubuhnya sudah menghilang dan hanya menyisakan bagian samping kiri kanan tubuhnya saja.
Sementara wajah Behemoth itu juga lenyap dan hanya menyisakan kedua Gading yang ada di samping wajahnya itu.
Sebelum sisa Behemoth itu jatuh ke tanah, Argus langsung melesat ke depan dan memasukkannya ke dalam penyimpanan..
"Ini cukup Bagus.. Sepertinya Kuro jauh lebih baik dari Katana sebelumnya.. " Gumam Argus saat ia memperhatikan tak ada yang salah dengan pedang miliknya itu.
Setelah itu ia menyimpan kembali pedangnya dan kemudian kembali masuk ke dalam Mobil.
"Baiklah.. Mari kita lanjutkan perjalanan.. " Ucap Argus.
"Ayah sangat kuat.. Kalian lihat bukan.. " Ucap Hawa
Ia tak memperhatikan wajah tiga orang yang sudah memutih karena melihat apa yang sebelumnya Argus lakukan..
Argus bertingkah seolah-olah ia hanya menyingkirkan batu yang menghalangi jalan saja.. Sedangkan untuk tiga orang lainnya, Olivia, Roland dan Wilona. Mereka masih terkejut dengan kekuatan serangan Argus tersebut.
Setelah itu mobil Argus melaju dengan lancar menyusuri Hutan itu. Mereka tak menemukan monster lainnya kali ini..
Ada kemungkinan itu karena serangan Argus barusan yang membuat para monster lari ketakutan..
Selain itu. Kemungkinan Behemoth sebelumnya adalah penguasa Hutan ini, ia telah membuat banyak monster kecil lainnya ketakutan..
Perjalanan berlangsung lancar jadi Argus menambah kecepatan kendaraan miliknya. Mobil itu terus melaju dengan kencang..
Pada sore harinya mereka sudah melewati bagian pusat Hutan dan di perkirakan takan lama lagi untuk memasuki daerah perbatasan...
Namun Argus merasa sekarang sudah hampir malam ia akhirnya menghentikan kendaraan nya dan memilih beristirahat..
Ia terus melaju tanpa beristirahat sebelumnya dan hanya memakan makanan kering saja untuk semua orang. Jadi ia memutuskan istirahat dan makan makanan yang lebih layak..
Selain karena Wilona yang terus merengek sepanjang jalan sampai Argus beberapa kali ingin menurunkannya di hutan, Argus juga memperhatikan Hawa. Jadi ia memilih tempat yang lumayan luas untuk berhenti..
Di sana ia kembali mengeluarkan Kabin miliknya. Sementara semuanya mulai beristirahat dan menyiapkan makanan, Argus pergi ke tempat pohon besar tumbuh..
Ia menebang beberapa pohon besar dari sana dan membawanya.
Lalu di depan kabin Argus mulai membuat sebuah kabin kecil yang cocok untuk tiga orang..
"Apa yang ingin kau buat..?? " Tanya Roland.
"Kabin kecil.. Bukankah kau mengatakan ingin kabin kecil juga..?? " Ucap Argus sambil terus melanjutkan membuat bagian-bagian kabin itu.
"Oh benarkah..?? Kalau begitu tolong buat ukuran kecil saja, namun kalau bisa itu cocok untuk dua orang setidaknya.. " Ucap Roland.
"Tak masalah.. " Ucap Argus.
Beberapa bagian Argus menggunakan kayu Adam dari golem agar lebih kuat. Setelah hampir malam hari akhir kabin itu selesai.
Itu kabin kecil seukuran kamar tidur namun memiliki dua lantai. Jadi itu cukup nyaman..
"Waoooww... Ini sangat keren dan terlihat Nyaman.. "Ucap Roland saat melihat bagian dalamnya.
Di sana Argus membuat perabotan dari kayu sederhana, karena Argus berfikir mungkin Roland akan mengisinya sendiri nanti. Jadi ia hanya membuat beberapa perabotan seperti kursi dan tempat tidur dari kayu tanpa ada yang lainnya.
Benar saja, Roland mulai mengisinya dengan barang baru yang ia miliki di penyimpanan.. Ia seperti seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru..
"Mari kita makan.. Kau bisa menghiasi kabin ini nanti.. " Ucap Argus.
"Ok.. Malam ini aku akan tidur di sini.. " Ucap Roland.
.
__ADS_1
.
. Bersambung