Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
77


__ADS_3

"Baiklah.. Aku mengerti.. " Ucap Argus.


Kemudian Argus mulai masuk dan menyusuri lorong yang di bicarakan pustakawan itu, dan di dalam sana Argus juga melihat Rune yang di maksudkan.


Argus melihat Rune itu adalah Rune jebakan sederhana. Atau bisa di bilang itu adalah Rune jebakan yang di kebiri..


Argus tak melanjutkan memperhatikan Rune itu, ia masuk ke ruang itu dan melihat hanya ada satu buah meja dengan beberapa gulungan dan beberapa buku di atasnya.


Tak ada tak atau lemari buku apapun di sana, hanya ada satu meja dan satu kursi..


Argus kemudian duduk di sana dan melihat catatan di sana, dan memperhatikan bahwa itu sebagian banyak adalah catatan asli yang belum diterjemahkan.


Kemudian ia mulai membaca di sana, dan bisa di bilang semua catatan di perpustakaan ini berasal dari sini. Ini adalah catatan asli yang belum di terjemahkan dari semua catatan sihir di ruang atas.


Namun dari sini Argus akhirnya bisa melihat beberapa sihir yang lebih lengkap dari catatan yang diterjemahkan di ruang atas.


Dan di salah satu catatan itu, ia melihat hal yang membuatnya sangat tertarik. Itu adalah pemanggilan spirit elemental atau Roh Elemental.


Namun itu hanya untuk dua roh saja, yaitu Salamander untuk element Api dan Undine untuk element Air.


Tapi Argus cukup tertarik dengan sihir elemental spirit ini.. Terutama untuk salamander itu, Argus penasaran apakah api miliknya bisa memanggangnya atau tidak..


Dan di sana Argus juga membaca sebuah sihir yang bernama Segel perjanjian. Sepertinya ini adalah asal dari segel perbudakan itu, dan segel budak sepertinya adalah versi cacat dari segel perjanjian..


Jika segel perjanjian akan aktif apabila ke-dua belah pihak memiliki kesepakatan dan akan hilang begitu kesepakatan itu tercapai, serta menghukum siapapun yang melanggarnya. Maka segel budak adalah versi cacat dimana hanya akan mengikat satu pihak saja.


Dan membuat pihak yang memiliki segel menuruti apapun perintah pihak lainnya. Dari sini bisa di lihat benar-benar bahwa segel budak adalah versi cacat, atau mungkin versi yang di kembangkan untuk hal semacam ini.


Lalu Argus juga membaca catatan riwayat pengembangan sihir, dimana banyak penelitian yang di lakukan berdasarkan catatan di sini.


Penelitian itu sendiri bermaksud untuk menyempurnakan hasil terjemahan dari catatan yang tak lengkap ini.


Dan benar saja, ternyata di sana juga di jelaskan sejarah penggunaan segel budak. Hal itu berawal dari percobaan yang gagal dari segel perjanjian.


Lalu saat orang-orang itu melihat hasilnya, mereka menerapkan segel itu untuk para tahanan dan di kenal sebagai segel penjara.


Namun penyebaran informasi penggunaan segel itu sendiri terlalu longgar, jadi mulai banyak orang yang memanfaatkan segel tersebut untuk memperbudak orang lainnya.


Dan akhirnya sampai sekarang segel ini lebih di kenal sebagai segel budak. .


Selain itu Argus juga membaca catatan yang isinya cukup menarik. Ini tentang alkimia..


Di catatan itu sebenarnya ada yang berisi tentang Humoculus atau manusia buatan juga, namun di sini tak seperti cara pembuatan Hawa. Itu masih kasar dan belum sebaik teknik yang di dapat dari reruntuhan sebelumnya.


Ini hanya teknik untuk membuat penampilan Golem lebih manusiawi, namun menurut Argus itu masih dalam kategori Golem sebenarnya belum masuk sebagai Humoculus.


Selain semua itu, hal lain yang menarik bagi Argus di sana hanya catatan tentang pemanggilan Monster saja.. Dan tak ada hal lain yang menarik.


Jadi Argus memutuskan untuk istirahat sejenak di sana.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di tempat lainnya..


Saat ini Lisa Hawa dan Oliv sedang jalan-jalan di sekitar Zona perdagangan.


Mereka membeli banyak barang dan makanan ringan,dan saat Mereka berjalan-jalan. Mereka melihat ada teater atau pertunjukan dan memutuskan untuk melihatnya bersama.


Namun baru beberapa saat pertunjukan di mulai, Hawa sudah tertidur di pangkuan Olivia karena kekenyangan.

__ADS_1


Mereka berdua tak langsung pergi dari sana tapi mengobrol bersama.


"Lisa, apakah tak masalah jika setiap saat kalian menghabiskan banyak uang..? " Tanya Oliv yang penasaran.


Pasalnya walaupun ia adalah putri kerajaan, ia sebenarnya belum pernah membeli sesuatu sendiri selama hidupnya.


Karena itulah ia sangat bersemangat saat ia bisa ikut berjalan-jalan dengan Lisa dan bisa membeli apa yang ia inginkan di jalan.


Dan saat melihat Lisa dan Hawa membelanjakan banyak uang setiap saat, ia cukup penasaran. Pasalnya Lisa awalnya adalah Budak, namun ia memegang banyak uang milik Argus.


Walaupun Oliv tak pernah berbelanja keluar, ia masih tau bahwa apa yang telah di habiskan mereka cukup banyak. Jadi ia penasaran saat ini.


"Tak masalah, selain Hawa. Aku dan Alfred di berikan banyak uang oleh Master. Dan itu bukan uang untuk di simpan melainkan untuk belanja kami sendiri, terutama untuk apapun yang Hawa inginkan.. " Ucap Lisa.


"Master menganggap uang hanya sebatas angka saat ini dan tak pernah memperhatikan berapa pengeluaran kami selama ini.. "


Saat mendengar itu, Oliv akhirnya ingat bahwa jumlah uang yang didapatkan sebelumnya oleh Argus adalah angka astronomis.


Namun saat Oliv mengingat lagi, itu adalah beberapa hari yang lalu. Tapi Lisa mengatakan pengeluaran mereka selama ini.


Jadi bisa di simpulkan bahwa bahkan sebelum mendapatkan uang dari lelang, Argus sudah menjadi orang yang sangat kaya.


"Apakah ada masalah..? " Tanya Lisa saat melihat Oliv berfikir sendiri.


"Oh tidak.. Aku hanya penasaran, apakah para petualangan sangat kaya..? " Ucap Olivia.


"Jika itu petualang lainnya, aku tak tau..


Tapi jika itu master ia cukup kaya, karena entah mengapa Master selalu saja menjumlahkan Monster Rank tinggi.. " Ucap Lisa.


"Awal aku ikut bersama master kami bertemu dengan Monster Laba-laba Gretara, padahal awalnya kami hanya akan mencari Laba-laba Alfa. "


"Lalu kami juga bertemu dengan Bloody Eagle Grigora saat dalam perjalanan kami selanjutnya. Lalu kami juga bertemu dengan Ular kepala delapan, itu mirip dengan Hydra. Namun Master mengatakan itu adalah Yamata-No-Orochi. " Kata Lisa.


"Lalu master juga mendapat banyak material dari Golem penjaga Tower sihir di dalam reruntuhan. Golem di sana adalah golem yang mungkin membutuhkan kekuatan seluruh kerajaan atau bahkan bantuan banyak kerajaan untuk menaklukannya.. "


"Karena setiap lantai memiliki golem yang berbeda dengan bahan yang berbeda-beda juga, selain itu kekuatan tiap golem benar-benar menakutkan.. "


"Ada juga Monster Adamantoise yang memiliki ketinggian lebih dari gunung yang master kalahkan seorang diri..


Dan dari sana juga master mendapat banyak pendapatan lainnya.. " Kata Lisa


"Dalam perjalanannya kami ke sini juga bertemu dengan Hydra.. Namun Master hanya menjual sebagian dari material yang ia dapatkan.


"Lalu.. Bolehlah aku bertanya.. Kenapa kau bisa menyukai Master..? Apakah karena kau ingin berpergian bersama kami saja...? " Tanya Lisa.


"Tidak juga.. Sebenarnya, aku sudah menyukai Argus dari saat awal kami bertemu. Atau lebih tepatnya saat aku Melihatnya.. " Kata Olivia


"Pada saat itu kami ingin mencari bahan untuk mengobati Ayah ku yang sakit, namun kami bertemu dengan Naga..


Dan kami hampir di musnahkan karenanya.. "


"Itu adalah pertama kalinya aku keluar dari Kerajaan dan pertama kalinya aku merasakan hampir mati.. "


"Lalu aku melihat Tuan Argus menyelamatkan kami dari ujung kematian dengan sihir yang luar biasa..


Dari sanalah aku mulai menyukai Tuan Argus.. " Ucap Olivia.


"Jadi master pernah menyelamatkan Kalian..? Ya tidak heran kau menyukai Master... " Ucap Lisa.


"Lalu bolehkan aku tau bagaimana kamu bertemu Tuan Argus..? " Tanya Olivia.


"Aku hampir sama denganmu, namun sedikit berbeda. Karena pada awalnya aku juga di selamatkan oleh master dalam artian lain.. "Kata Lisa.

__ADS_1


" Aku adalah seorang budak yang master sebelumnya telah meninggal di serang Monster..


Dan saat itu aku pingsan dan tawan oleh para Goblin, namun saat aku sadar kembali aku sudah di selamatkan oleh Master.. "


"Dan dari saat itu aku mengikuti Master, ia memperlakukan ku tak seperti memperlakukan seorang budak. Dan ia juga selalu baik kepadaku.. "


"Karena itulah aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu mengikuti master kemanapun ia pergi.. "


"Walaupun kau sudah bukan lagi seorang Budak..? " Tanya Olivia.


"Ya.. " Ucap Lisa sambil tersenyum.


"Apa kau juga menyukai Argus..? " Tanya Olivia


"Ya.. Sejak awal aku memang sudah menyukai Master, namun master sepertinya tak terlalu berkeinginan untuk menjalin hubungan apapun.. " Ucap Lisa.


"Jika memang seperti itu.. Menurut mu bisakah aku dekat dengan Argus..?" Tanya Olivia


Ia khawatir bahwa apa yang ia lakukan saat ini percuma saja.


"Aku rasa tidak juga.. Jika memang master tak menginginkan kamu bisa ikut dengan kami, maka ia akan menolaknya secara langsung dan bukan memberimu kesempatan seperti ini.. " Ucap Lisa


"Apakah seperti itu.. " Ucap Olivia sambil mengusap rambut Hawa yang sedang tidur di pangkuannya.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Setelah beristirahat untuk beberapa saat sambil menikmati secangkir kopi, Argus kemudian mulai menulis salinan Catatan dari Tower sihir yang ia langsung Terjemahkan.


"Apakah perlu aku berikan beberapa penjelasan lain agar lebih mudah di pahami..? " Gumam Argus.


"Ya baiklah, anggap saja sebagai bonus.. "


Karena ini terjemahan dan juga Argus menambahkan beberapa penjelasan didalamnya, Argus membutuhkan banyak waktu dan banyak kertas untuk mencatatnya.


"Akhirnya selesai juga..


Dengan ini semuanya sudah beres.. " Kata Argus


"Setelah ini, apa yang akan aku lakukan selanjutnya..?? "


"Yang pasti, aku perlu membuat senjata karena katana milikku sudah tak bisa di pakai lagi.


Kemudian aku sepertinya juga perlu membuat identitas lain untuk Lisa.. " Ucap Argus memikirkan apa yang akan ia lakukan.


"Aku mungkin perlu bertanya kepada Olivia atau Sebastian untuk mencari tempat di mana aku bisa membuat senjata.. "


"Selain itu.. Aku masih penasaran darimana Dungeon itu sebenarnya berasal.. " Gumam Argus.


"Aku memang saat ini bisa membuat Dungeon sendiri, namun Dungeon alami yang muncul itu sebenarnya berasal dari mana..? "


"Aku sama sekali tak menemukan catatan apapun tentang ini di sini..


Lupakan, mari pikirkan perlahan.. Sepertinya semuanya sudah selesai di sini, waktunya kembali.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2