
Setelah Tiga Hari berikutnya, Argus kembali pergi ke Guild sendirian. Ia tak membawa Lisa ataupun yang lainnya.
Di sana Argus melihat banyak Petualang yang sedang mengerumuni papan Quest. Berbeda dengan beberapa hari sebelumnya yang bahkan tak ada satupun yang mendekati papan itu.
Argus tak ikut melihat informasi di papan guild itu, Argus kali ini berjalan menuju Cesilia yang sekarang sedang bebas tak melayani petualang lainnya.
"Hallo Cesil.. Apakah ada masalah di sana..? " Tanya Argus
"Oh Argus.. Mereka berkerumun untuk melihat Quest baru, ini berkaitan dengan masalah Rumah Monster.. " Kata Cesilia
"Beberapa hari sebelumnya setelah mendapat keputusan pusat, kami mengerahkan upaya maksimal untuk menemukan rumah Monster.. "
"Walaupun harganya cukup tinggi dengan banyak orang yang akhirnya terluka, namun ini membuahkan hasil.
Kami berhasil mengetahui di mana letaknya.. "
"Jadi apakah Guild memasang Quest untuk penaklukan Sarang Monster itu..? " Tanya Argus
"Benar, namun yang jadi masalah adalah..
Sepertinya ada monster kuat yang tinggal di sekeliling Rumah Monster itu, namun itu tidak diketahui jenisnya.. " Ucap Cesilia.
"Lantas bagaimana kalian mengetahui ada monster jika tidak tau dengan pasti..? " Tanya Argus.
"Itu karena saat melakukan penyelidikan itu awalnya orang yang mencari Rumah Monster berhasil menemukan Rumah Monster diantara pegunungan berbatu di sebelah Barat daya.. Mereka berhasil mengalahkan beberapa Monster di sekitarnya. "
"Dan rumah Monster itu sendiri hanya berisi Slime, Monster Rank E, namun salah satu orang yang menyelidiki di bukit batu atau mungkin gunung batu yang mereka rasa sedikit aneh di dekat rumah Monster menghilang setelah menyelidikinya.
Kemudian salah satu yang bisa menggunakan sihir pemanggilan memanggil monster jenis burung dan memintanya terbang dan melaporkan hal ini,
Mereka memutuskan menyelidiki di sekitar gunung Batu itu Namun setelah itu tak ada kabar lagi dari mereka semua.."
"Jadi pada dasarnya belum di ketahui dengan pasti Monster apa yang ada di sana..? " Tanya Argus.
"Ya, namun berdasarkan ciri-ciri yang di berikan oleh mereka dalam laporan sebelum benar-benar menghilang. Kami menduga ini adalah Monster Kura-kura Adamantium Atau lebih tepatnya Adamantoise, Monster Rank S.. " Ucap Cesilia
"Adamantoise yang sering disebut Land Turtle(Kura-kura darat), adalah kura-kura yang besar.
Cangkangnya mendukung pertahanan dirinya. Namanya merupakan gambaran sebenarnya, dalam kata adamant dan tortoise (kura-kura), yaitu komposisi material dari cangkangnya berupa logam terkuat Adamantium. "
"Adamantoise sendiri adalah Monster Rank S, dan jika memang benar itu dia. Maka setelah lama tinggal di dekat Rumah Monster. Kami tak bisa mengukur Rank nya lagi sekarang.. " Ucap Cesilia
"Jadi.. Apakah sudah ada yang mengambil alih Quest ini..? " Tanya Argus
"Belum... Hal ini karena di perlukan Party Rank S untuk menangani hal ini. Party sebelumnya yang menghilang adalah party Rank A.
Dan di sini tidak ada party Rank S, hanya di ibu kota yang ada Rank S party.. " Ucap Cesilia
"Oh benar..!! Aku hampir lupa, Argus bisakah kau memberikan kartu Guild milikmu sebentar.. "
"Ya tentu.. " Kemudian Argus memberikan Kartu miliknya, setelah mendapatkan Kartu Guild milik Argus. Cesil langsung berbalik dan masuk kedalam ruangan di belakang resepsionis.
Tak berselang lama Cesil kembali lagi, ia membawa kartu milik Argus dan membawa barang lainnya.
"Selamat, Anda sudah resmi menjadi Rank A petualang sekarang.. Dan untuk komisinya sendiri pusat memutuskan untuk memberikan Dua koin platinum.. " Ucap Cesilia sambil memberikan koin dan Kartu milik Argus.
Argus tak memperhatikan dua barang itu, ia langsung menyimpannya.
"Kau ini memang aneh.. " Ucap Cesilia
"Jika itu orang lain, pasti akan merasa senang. Apalagi mendapatkan hadiah dua koin Platinum.. "
"Lupakan.. Jadi, apakah kamu akan mengambil alih Quest ini..? " Tanya Cesilia
"Bukankah Quest ini masuk Rank S atau Ss..? " Tanya Argus
"Tidak, Walaupun syaratnya adalah Rank S untuk kekuatan individunya. Namun Guild memutuskan untuk mencantumkan Quest ini sebagai Quest penyelidikan Khusus.. jadi tak ada batasan Rank. " Kata Cesilia
"Tapi sebelum manajer William berharap bahwa kamu bisa mengambil alih Quest ini.. "
"Adamantoise kah...? " Gumam Argus. Setelah berfikir beberapa saat, Argus akhirnya memutuskan untuk mengambil alih Quest ini.
"Apakah ada persyaratan khusus di sini..? " Tanya Argus
"Tak ada, namun Guild berharap bisa membeli material jika memang benar ini adalah monster Adamantoise.. " Ucap Cesilia
"Bagaimanapun, Adamantium adalah logam yang sangat berharga. Jadi Guild dan pusat ingin mendapatkannya juga. "
"Apakah Guild memiliki informasi lebih rinci tentang Adamantoise itu..? " Tanya Argus
__ADS_1
"Tidak ada yang lengkap...
Hanya ada catatan nama dan spesifikasi yang tidak lengkap.. Coba aku ingat-ingat dulu.. " Kata Cesilia
"Selain ukuran yang di gambarkan melebihi gunung, ia juga memiliki cangkang Adamantium jadi ia memiliki pertahanan yang kuat dan daya hidup yang sangat besar.. Ia juga terkenal sangat ganas bila terusik, karena kekuatan pertahanannya itu ia di sebut juga dengan Naga Bumi. "
"Oh benar, jika memang benar itu adalah monster Admantoise maka jika ingin mengalahkannya Satu-satunya bagian yang mudah di serang adalah bagian kepala, terutama matanya. Jadi usahakan jangan sampai membiarkan ia bersembunyi di dalam Tempurungnya.. " Ucap Cesilia
"Karena jika ia masuk, maka takan ada cara lain untuk membuat kepalanya keluar lagi dan akan sangat sulit untuk mengalahkannya saat itu.. .. "
"Jadi sebenarnya ini adalah Quest penaklukan atau penyelidikan saja..? " Tanya Argus.
"Sebenarnya ini termasuk penyelidikan, namun jika kamu ingin menaklukkan Monster ini pun tak masalah.. Ini akan mempermudah kami.. " Ucap Cesilia.
"Baiklah, aku akan mengingatnya.. " Kata Argus.
Kemudian setelah menginformasikan pengambilan Quest itu, Argus kemudian berbalik dan keluar dari Guild.
Di jalan, Argus melepaskan beberapa semut miliknya untuk menuju tempat Quest itu.
Hal ini agar mempercepat Argus sampai dan tak perlu mencarinya lagi.
Argus kembali ke penginapan lagi dimana Lisa saat ini sedang bermain dengan Hawa. Sedangkan Alfred hanya berdiri di kejauhan mengawasi mereka.
"Master/Ayah..! " Ucap Lisa dan Hawa.
Hawa langsung berlari dan memeluk Argus..
Argus hanya mengelus kepala kecil Hawa yang cekikikan.
"Apakah Master mengambil Quest lain..? " Tanya Lisa.
"Ya.. Ini penanganan masalah Rumah Monster..
Jadi seperti ini.. " Argus kemudian menceritakan semua informasi tentang masalah itu yang ia dapat dari Guild.
"Jadi master berniat melawan Monster Adamantoise itu..? " Tanya Lisa.
"Secara singkat, Ya.. " Ucap Argus.
"Tapi kali ini aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri, karena ukuran Monster ini terlalu besar. Jadi aku ingin kamu tetap di sini mengawasi Hawa Kecil..
Jika kalian ingin keluar, ajak Alfred juga.."
"Apakah ayah akan pergi lagi..? " Tanya Hawa.
"Ya.. Ada sesuatu yang harus Ayah lakukan, Hawa harus menunggu ayah pulang dan jadi anak baik ok.. " Ucap Argus
"Emm.. Hawa akan jadi anak baik dan menunggu ayah.. " Ucap Hawa.
"Alfred.. Aku akan mengijinkan mu untuk menangani semua yang membahayakan Lisa dan Hawa.. Apa kau paham.. " Ucap Argus
"Di mengerti Master.. " Ucap Alfred, setelah itu mata Alfred berubah merah untuk sesaat.
"Memulai program perlindungan..
Subjek Hawa dan Lisa..
Program di jalankan.. "
Setelah deretan bunyi sistem dari Alfred berhenti, matanya berubah menjadi normal kembali. Argus yang melihat itu mengangguk sebagai tanggapan.
Setelah itu Argus dan Hawa serta Lisa bermain sebentar sampai ia mendapatkan informasi bahwa semut miliknya sudah sampai pada tempat dimana Adamantoise itu berada.
Setelah mengucapkan selamat tinggal, Argus langsung menggunakan sihir Gerbang untuk sampai ke lokasinya secara langsung..
Saat Argus sampai, apa yang ia lihat hanyalah sebuah Bukit Batu yang besar dan tinggi.
Ketinggiannya sendiri mencapai sekitar 2000 meter.
Argus kemudian menggunakan sihir gravitasi untuk terbang ke atas bukit batu itu.
Dan benar saja, jika di lihat dari atas itu memang mirip Kura-kura raksasa. Namun bagian Kepalanya saat ini sepertinya masih di dalam tempurungnya, dan belum menunjukkan kepalanya..
"Bagaimana caranya agar kepalanya mau keluar..? " Gumam Argus. Setelah beberapa saat mengitari Adamantoise itu, Argus tak menemukan cara agar kepalanya bisa keluar.
"Lupakan, jika aku menyerangnya terus. Dia pasti juga akan keluar.. " Gumam Argus.
Kemudian ia terbang di arah depan bagaian tempat kepala Adamantoise itu bersembunyi dan turun di depannya..
Argus berniat menggunakan sihir Api menggunakan Rune sihir kali ini untuk membuat sihir area luas sama seperti saat ia mengalahkan para golem di tower sihir.
__ADS_1
Setelah selesai membuat Rune Sihir, Argus meletakkan Rune itu ke dalam tanah dan mulai menyebar dan meluas mencakup hampir keseluruhan tubuh dari Adamantoise itu..
"Mari mulai..
Lost Magic - Api Suci (api putih), Pilar Api...!! "
Setelah Argus mengatakan itu, dari dalam tanah mulai terlihat adanya cahaya merah yang lambat lain warnanya mulai berubah dengan cepat dan menjadi warna Putih..
Setelah itu suhu di sekitar mulai naik dengan tajam sering berubahnya warna cahaya dari tanah itu. Dan semua bebatuan di atas tanah mulai terlihat meleleh.
Dan pada akhirnya sebuah menara api yang tinggi terbentuk seketika di atas permukaan tanah yang terdapat Rune itu memanggang Adamantoise itu hidup-hidup.
Api berwarna putih dengan Suhu tinggi itu menelan Adamantoise itu di dalamnya.
Apa yang terlihat seperti Bukit batu yang awalnya tenang mulai bergemuruh dan bergetar hebat..
Dan lambat laun mulai semakin tinggi dan bertambah tinggi, dari sana mulai terlihat kaki di samping bukit itu, dan mulai memperlihatkan bentuk asli dari Monster Adamantoise itu yang sebenarnya.
Saat kepalanya benar-benar keluar, sebuah raungan keras mulai terdengar..
Kepala kura-kura itu terlihat seperti Naga bumi, ia besar dan ganas. Setelah keluar ia langsung memperhatikan Argus yang sekarang sudah ada di udara lagi.
Namun entah mengapa, saat Adamantoise itu memperhatikan Argus. Ia mulai bergetar hebat dan kemudian tanpa basa-basi ia langsung mencoba untuk kabur tanpa mencoba menyerang.
Argus yang sudah bersiap dengan serangan Adamantoise itu hanya bisa terpana melihat itu..
"Apa yang terjadi..?!! " Teriak Argus
"Apakah dia kabur..?? "
Getaran yang di sebabkan oleh Adamantoise itu seperti gempa sekala besar.
Melihat arah Adamantoise itu kabur, Argus sedikit sakit kepala. Pasalnya itu adalah arah yang sama dengan Kota Isak itu berada.
Argus langsung menggunakan sihir terbang untuk mempercepat dan menyalip Adamantoise itu.
Melihat Argus mengejar, Adamantoise itu berlari semakin cepat.
Walaupun ukurannya itu sangat besar, gerakannya sama sekali tak memperlihatkan ukuran tubuhnya.
Ia bergerak dengan sangat cepat dan satu langkah saja sudah menempuh jarak yang cukup jauh jadi kecepatannya lumayan cepat untuk Monster ukuran raksasa seperti itu...
"Sialan.. " Umpat Argus melihat gerakan Adamantoise semakin cepat.
"Mari coba Job baru yang ku dapatkan..
Aktifkan Job Overlord..!! "
Setelah Jobnya berganti menjadi Overlord, Argus memperhatikan semua kekuatannya seperti meningkat pesat.
"Mengikat - Bind..!! " Ucap Argus.
Setelah itu sebuah Rantai terbuat dari Mana muncul dari dalam tanah dan udara sekelilingnya.. Rantai itu mulai mengikat Adamantoise itu, sehingga ia berhenti berlarian.
Adamantoise itu terus berontak dan mencoba untuk membebaskan diri, namun sayangnya ia tak bisa melakukannya.
Melihat itu, akhirnya ia melihat ke arah Argus dan kemudian membuka mulutnya lebar-lebar.
Setelah itu terlihat banyak cahaya mulai berkumpul di sana, melihat itu Argus pun tau bahwa Adamantoise itu akhirnya mencoba menyerang..
Dan saat serangannya siap, Adamantoise itu menyemburkan laser dari mulutnya.
Namun ternyata targetnya bukan Argus melainkan adalah rantai yang mengikatnya itu.
Semua yang di lalui cahaya itu baik bukit, pohon dan Gunung langsung menghilang. Cahaya itu memanjang sampai menembus Awan di langit dan membuat awan itu menyebar memperlihatkan langit biru tanpa awan.
Namun setelah serangannya selesai, ternyata semua Rantai itu masih tetap ada bahkan terlihat tak tergores sedikit pun.
Melihat itu Adamantoise itu semakin meronta dan menembakkan beberapa laser ke berbagai arah.
"Aku harus segera menghentikannya...
Membatulah- Paralyze..!! " Ucap Argus
Setelah itu tiba-tiba Adamantoise itu berhenti bergerak, namun matanya masih terlihat aktif memperhatikan sekeliling. Dan saat melihat Argus tubuhnya yang tak bisa bergerak itu mulai bergetar lagi..
Melihat reaksi Adamantoise itu membuat Argus bingung. Monster yang diyakini Rank S atau Ss itu seperti ketakutan saat melihat Argus.
"Apakah ia takut padaku..? aku bahkan lebih menakutkan dari Monster..? " Ucap Argus sambil menggaruk kepalanya.
.
__ADS_1
.
. Bersambung