Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
34


__ADS_3

"Tunggu..!! Ular kepala Delapan..? Apakah Hydra..? " Tanya Mia


"Bukan.. Ini Bukan Hydra, tetapi ular berkepala delapan Yamata-no-Orochi. Ia memiliki... " Lagi dan lagi Mia menghentikan Argus


"Yamata-no-Orochi..? Monster apa itu..? " Tanya Mia.


"Nona.. Bisakah kau membiarkan Master ku menjelaskan semuanya terlebih dahulu sampai selesai, kemudian kau menanyakan pertanyaan..? " Ucap Lisa yang sudah tak sabar dari tadi mendengar Mia yang terus saja menyela kata-kata Argus.


"Ehh...?? " Mia sedikit malu.


"Ya benar sekali Mia, bisakah kau berhenti bertanya dulu dan biarkan Argus menyelesaikan penjelasannya dulu.." Ucap Bell.


"Baiklah.. " Ucap Mia.


"Akan aku lanjutkan, Yamata-no-Orochi (Ular berkepala Delapan) mereka lebih mirip Ular daripada Naga.


Lalu mereka memiliki Delapan kepala dan delapan Ekor tak seperti Hydra yang memiliki banyak kepala namun hanya ada satu Ekor,


Serta mereka tak memiliki sayap, Jadi ini bukan Hydra.. "


"Ular Yamata-no-Oroch ini juga tidak memiliki Skill regenerasi hanya memiliki skill penyembuhan.. Yamata-no-Orochi ini memiliki skill Sihir Api. Sihir Air. Sihir Angin, Sihir tanah. Sihir Petir. Sihir Es. Sihir Booster penambahan kekuatan dan Sihir penyembuhan di masing-masing kepalanya."


"Panjang Monster ini ± 30 meter dengan Diameter sekitar 2 meter.


Kurang lebih seperti itu karakteristik dari ular Yamata-no-Oroch ini.. " Ucap Argus


"Sepertinya ini adalah masalah serius, jika memang seperti yang kamu katakan. Maka ini mungkin Monster tipe baru Rank S atau bahkan lebih tinggi... " Ucap Bell


"Terimakasih untuk informasinya, kami akan melaporkan hal ini dan kemudian meminta Guild pusat untuk melakukan penaklukan segera.. "


"Itu tidak perlu, aku rasa kalian cukup melaporkan data Monster ini saja. Karena seperti yang aku katakan bahwa aku telah menyelesaikan nya juga.. " Ucap Argus


"Apakah maksud kata-kata mu adalah kalian tak hanya menyelesaikan penyelidikan masalah ini, kalian juga menyelesaikan atau menaklukkan Monster ini..? " Tanya Mia


"Yah benar sekali.. " Ucap Argus


Mendengar itu Bell memeriksa Quest penaklukan dan mencocokkan dengan Kartu Argus menggunakan alat yang biasanya untuk mengecek itu.


Itu mirip dengan kristal yang di gunakan untuk mengklarifikasi terselesaikan nya Quest ke Kartu Guild. Namun ini di gunakan untuk melihat nama Monster yang telah di taklukkan..


Dan hasilnya menunjukkan banyaknya penaklukan yang telah Argus lakukan dan di sana memang tertera nama kedua Monster itu.


Jadi memang benar bahwa Argus yang membunuh mereka.


Bell menarik nafas dan mengingat bahwa Poin penaklukan Argus memang sangat menumpuk dan tak cocok untuk Rank B petualang, itu lebih cocok untuk Rank A petualang yang akan segera Naik Rank S.


Namun mungkin karena jumlah Quest yang di selesaikan Argus belum mencukupi jadi ia mungkin belum bisa Naik Rank.


"Apakah Anda membawa bukti penaklukan ular itu..? " Tanya Bell setelah mengetahui hal itu.


"Ya aku membawanya, namun saat ini hanya ada separuh. Karena kami membaginya dengan Baron sebelumnya.. " Ucap Argus.


"Itu tak masalah, kami hanya ingin mengambil data Monster baru ini saja.. Namun akan lebih baik jika Kalian menjualnya juga kepada kami.. " Kata Bell..


"Aku minta maaf kalo soal ini kami tak berencana menjual semuanya.. " Ucap Argus.


"Tapi aku bisa menjual material.. "


"Maksudnya..? " Tanya Mia.


"Ya, aku hanya membutuhkan Daging dan tulang Monster ini. Sisa material kami bisa menjualnya.. " Ucap Argus


"Ini tak masalah, tapi bisakah kamu menjual sedikit Daging dan tulangnya juga..? Kami membutuhkan sedikit untuk penelitian kami.


Apakah Monster jenis ini daging dan tulangnya bisa di manfaatkan atau tidak.. " Ucap Bell


"Kalo begitu tak masalah.. " Ucap Argus.


Kemudian Argus membongkar Ular itu menjadi berbagai material sebelum mengeluarkan nya.


Setelah itu ia mengeluarkan berbagai matrial Ular itu, dari sisik, sebagian tulang, Taring. Mata dan bagian dalam lainnya yang bisa di manfaatkan.


Material itu sangat banyak untuk di bilang setengah, jadi itu membuktikan bahwa jika masih hidup ukuran Monster ini memang akan seperti yang di katakan Argus sebelumnya.


Dan lagi tulang yang Argus berikan adalah Tulang tengkorak, jadi sangat jelas ukuran binatang ini dilihat dari ukuran kepalanya.


Setelah itu Argus menunggu sebentar sebelum ia menerima bayaran, ia menerima 750 koin emas. Bell mengatakan bahwa ini khusus di karenakan asal bahan ini adalah Monster yang belum di ketahui.

__ADS_1


Jadi Harga yang di tawarkan Guild cukup tinggi untuk ukuran setengah Monster ini.


Setelah mendengar alasan itu, Argus akhirnya paham. Ini seperti membeli informasi penting, jadi tak ada salahnya memberikan harga tinggi.


Setelah itu Argus menunggu sebentar sebelum orang yang di tugaskan untuk mengantar Argus ke Reruntuhan itu datang ke Guild dan menjemput Argus.


Saat orang itu datang, Argus dan lisa langsung memutuskan untuk berangkat.


Jarak reruntuhan itu tak terlalu jauh, hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan menaiki Kuda yang di sediakan Baron.


Di depan Reruntuhan itu sudah di pasang pagar sederhana dan di jaga oleh beberapa prajurit.


Namun para prajurit itu berada sekitar 10 meter dari tepat pintu itu di temukan, alasannya adalah karena mereka tidak tau apakah ada bahaya dari sana atau tidak.


Jadi para prajurit memilih menjaga jarak aman namun tetap bisa memantau setiap saat ke arah pintu itu.


Argus dan Lisa berjalan mendekati pintu Reruntuhan itu. Dan Argus memperhatikan bahwa di dinding dan pintu itu memang terdapat beberapa ukuran golem dan kendaraan yang Argus duga memang pesawat.


Argus kemudian mengeluarkan bola kristal yang di siapkan Guild dan juga memberikan Anting ke Lisa untuk di pakai.


Setelah itu Argus mengeluarkan beberapa Semut miliknya untuk menjaga Kristal itu, tak lupa Argus memberitahukan hal ini ke para prajurit. Hal ini agar mereka tidak akan mencoba menyerang para semut saat melihat nya.


Kemudian Argus dan Lisa mulai memasuki reruntuhan itu, di sana Argus melihat banyak bekas perangkap yang sudah rusak.


Namun untuk amannya, Argus membuat penghalang energi yang sebelumnya Argus ciptakan.


Ia menutupi dirinya dan juga Lisa, karena Argus hanya membuat satu pelindung. Ia dan Lisa harus berjalan berdekatan.


Dan benar saja, masih banyak perangkap yang aktif, mulai dari serangan sihir api, panah, tombak, duri dan lain sebagainya muncul di sepanjang jalan.


Argus juga melihat jejak kaki yang telah di duga Monster, namun Argus berfikir lain.


Menurut Argus itu seharusnya bukan Monster melainkan Golem. Karena reruntuhan ini memiliki gambar Golem di sana.


Dan jika itu Monster, seharusnya mereka juga akan terkena perangkap. Jadi tak mungkin ada Monster yang mendiami Reruntuhan ini.


Setelah menyusuri jalan reruntuhan itu cukup lama, Argus akhirnya menjumpai pintu yang sepertinya mengarah ke suatu Ruangan.


"Jangan terlalu jauh dariku dan Bersiaplah untuk apapun.. Aku akan segera membuka pintu ini.. " Ucap Argus.


Setelah itu Argus membuka pintu itu dan apa yang menantikan di dalam sana adalah sesuatu yang tak pernah Argus dan Lisa duga..


"Apa ini..??!! " Ucap Argus dan Lisa.


.


.


. -----------------


.


.


Setelah memasuki ruangan itu apa yang menanti di luar perkiraan Argus.


Karena di sana terdapat padang rumput yang luas, langit biru dan matahari bersinar terik. Dan sejauh mata memandang, itu adalah padang rumput yang luas dan beberapa pohon di kejauhan.


Sementara itu, hanya ada satu bangunan yang terdapat di sana. Bangunan itu terlihat seperti menara yang berukuran cukup tinggi, Argus memperkirakan tinggi bangunan itu sekitar ±40 meter.


"Master.. Apakah kita ada di luar ruangan saat ini..? " Tanya Lisa.


Argus yang terbangun dari keterkejutan nya karena suara Lisa memgamati sekeliling lagi, dan kemudian melihat ke atas.


" Tidak, aku yakin ini masih di dalam Ruangan Reruntuhan.. " Ucap Argus


Argus menggunakan mata wawasan untuk melihat matahari dan hasilnya sesuai dengan perkiraannya. Itu adalah matahari buatan.


Dengan kata lain, mereka sama sekali tak di pindahkan ke luar ruangan, tetapi masih di dalam ruangan. Sedangkan pemandangan langit itu ternyata menggunakan ilusi cahaya yang seolah-olah memperlihatkan mereka sedang di luar ruangan.


Argus mengagumi pembuatan reruntuhan ini, dalam hal ini saja sudah membuktikan tingginya sihir dan tekhnologi yang ada di reruntuhan ini.


Baik Matahari buatan, sihir ilusi optik, dan Argus juga menduga ada sihir atau tekhnologi lain yang menjaga suhu lingkungan di dalam reruntuhan ini tetap hangat seperti suhu luar ruangan.


"Mari kita menuju bangunan itu.. " Ucap Argus.


Kemudian ia mulai mendekati Bangunan satu-satunya yang ada di sana, sepanjang jalan Argus melihat banyak binatang kecil seperti kelinci dan ayam yang berkeliaran.

__ADS_1


Namun yang menarik perhatian Argus bukan kedua hal itu ataupun Bangunan tinggi itu.


Melainkan tanaman lain yang ada di dekat bangunan itu..


"Ini tanaman Teh..?!! " Teriak Lisa.


Ya apa yang ada di sana adalah Teh, namun bukan teh yang menarik perhatian Argus. Melainkan tanaman merambat yang ada di batang pohon teh di sana.


Argus kemudian mendekati tanaman itu dan mengamatinya, tanaman merambat yang menempel pada teh itu memiliki daun kecil. Namun bentuknya sedikit familiar untuk Argus.


Dan tanaman itu memiliki buah besar yang menempel di sana, kemudian Argus memetik daun dan buah dari tanaman itu dan memperhatikan lebih teliti.


"Master..? Apakah ada yang aneh dengan tanaman Loimos itu..? " Tanya Lisa


"Lisa. Apakah kamu tau tanaman apa ini..? " Tanya Argus.


"Ehh.. Bukankah itu hama..? Tanaman ini biasanya ada di pohon Teh yang dianggap sebagai hama karena mereka menyerap nutrisi dari pohon teh dan bisa membuat mereka layu.


Jadi ini dianggap hama oleh kebanyakan orang.. " Jawab Lisa.


"Sial, tak heran tak ada yang mengetahuinya. Ternyata selama ini dianggap sebagai parasit.. Dan juga bentuknya benar-benar berbeda dari yang ku tau.." Ucap Argus


"Apakah ada yang salah dengan dengan Tanaman Loimos ini..? " Tanya Lisa penasaran.


"Haaiihh... " Argus menghela Nafas sejenak.


"Tanaman Hama ini yang bernama Loimos. Ini sebenarnya adalah tanaman Kopi yang aku cari.. "


"Ini tanaman Kopi yang Master cari..? Tapi seperti berbeda dengan apa yang master katakan..? " Ucap Lisa sambil jongkok di depan tanaman Loimos itu dan mengamatinya.


"Ya memang, ini kesalahan ku. Aku tak mengira akan berbeda jauh dengan apa yang aku tau.. " Ucap Argus


"Namun selain bentuk tanaman dan ukuran daunnya. Jika di perhatikan dengan seksama, daun Loimos ini mirip dengan Daun Kopi yang aku jelaskan walaupun ukurannya jauh lebih kecil.. "


"Dan walaupun tak ada bunga di sini, namun buah atau biji Loimos ini yang ukurannya jauh lebih besar memang benar-benar Biji Kopi.. " Ucap Argus.


Karena Argus sudah menggunakan mata wawasan untuk memastikan hal ini, jadi Argus yakin jika ini benar-benar tanaman Kopi.


Nama : tanaman merambat Loimos


Karakteristik :


Tumbuh merambat dengan menghisap nutrisi dari tanaman lain untuk bertahan hidup.


Memiliki biji yang keras dan pahit karena mengandung kafein yang lebih tinggi yang berasal dari tanaman yang ia serap (teh)


Memiliki manfaat dapat membantu meningkatkan metabolisme di tubuh, termasuk dalam pembakaran lemak.


Tak salah lagi tanaman Loimos ini benar-benar tanaman kopi yang Argus inginkan..


Mungkin karena bentuknya serta tumbuhnya tanaman kopi ini dengan menempel pada tanaman Teh yang populer untuk para bangsawan, jadinya banyak yang tak menginginkan Kopi.


Terlebih lagi rasa kopi sendiri sangat pahit, jadi tak ada yang mau memanfaatkan dan mencobanya.


Ini membuat semua orang menganggap tanaman Loimos ini sebagai hama atau parasit..


"Lisa, bantu aku memetik buah pohon Loimos ini yang berwarna merah sempurna. Jika berwarna hijau atau kuning biarkan saja.. " Ucap Argus


"Tidak. Tunggu.. Biarkan para semut saja yang melakukan hal ini, kita masih harus menjelajahi bangunan itu.. "


Awalnya ia ingin memetik biji kopi sendiri, namun ia ingat tujuannya datang kesini, jadi ia memutuskan membiarkan para semut melakukan tugas ini.


Lagipula, jumlah pohon Loimos di sini sangat banyak, jadi takan mungkin mudah untuk Argus dan Lisa melakukan nya sendiri. Jadi para semut adalah pilihan terbaik untuk melakukan tugas mengumpulkan biji Loimos ini.


Tak lupa Argus juga memasukkan pohon Teh dan Loimos ini ke dalam penyimpanan nya. Dan tentunya lebih banyak jumlah Loimos yang Argus ambil. Karena ini dianggap hama atau parasit, maka tak ada salahnya mengambil jumlah banyak bukan..


Setelah itu Argus dan Lisa mulai berjalan menuju bangun di tengah area pohon teh itu.


Bangunan ini tidak cukup besar, diameternya sekitar sepuluh meter. Dan bentuknya silinder ke atas.


"Ini adalah Tower sihir..? "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2