
Saat memasuki kota. Argus dan yang lainnya bisa melihat kesuraman yang ada di kota itu, mereka tampak lesu dan tak bersemangat menjalankan aktivitas mereka..
"Mari kita cari penginapan terlebih dahulu sebelum mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.. " Ucap Argus
"Emm.. Itu ide yang bagus.. " Ucap Roland.
Sedangkan yang lainnya hanya ikut saja, terutama Wilona yang sejak melihat apa yang bisa Argus perbuat sebelumnya. Ia selalu diam dan mengikuti mereka tanpa banyak bicara lagi..
Setelah itu mereka memilih satu penginapan yang terdapat bar di dalamnya. Mereka sengaja memilih itu walaupun berisik namun di sana adalah tempat paling mudah mendapatkan informasi..
Setelah memesan kamar, para wanita masuk ke kamar mereka sedangkan Argus dan Roland duduk di bar.
Mereka mulai mendengarkan percakapan setiap orang yang makan dan minum di sana, dan dari sana mereka mengerti beberapa hal..
Pertama ada banyak kecelakaan kapal di tengah laut yang di duga di lakukan oleh monster laut.
Ke dua, selain monster laut juga di duga ada beberapa bajak laut yang mengintai di sekitar jalur perairan itu.
Ke-tiga sepertinya marquez saat ini di mania sedang sakit dan yang mengambil alih adalah saudaranya yang seorang Viscount..
Dan ke empat.. Semua kebijakan yang di lakukan di kota pelabuhan ini sepertinya berasal dari ide Viscount itu sendiri..
Dan setelah mendengar semua itu akhirnya Argus dan Roland masuk ke kamar untuk membicarakan lebih lanjut.
"Jadi bagaimana sekarang..?? " Tanya Argus.
"Untuk poin satu dan dua, itu tak dapat di permasalahkan.. Karena baik monster laut atau bajak laut merupakan ancaman yang selalu ada.. " Ucap Roland.
"Jadi aku rasa itu bukan penyebab atau alasan untuk masalah sekarang.. "
"Untuk point ke tiga, jika memang ada masalah dengan kesehatan Marquez, maka seharusnya itu di laporkan ke istana.. Dan kemudian pihak kerajaan akan menunjuk seseorang untuk menggantikan marquez sampai dia bisa mengambil alih lagi.. "
"Namun di sini tak ada laporan seperti itu yang aku tau.. Jadi pasti ada masalah dengan hal ini.. "
"Dan aku rasa ini berkaitan dengan Point ke Empat.. Rumor tentang semua kebijakan kenaikan pajak berkaitan dengan Viscount.. "
"Bisa jadi semua ini adalah ulang Viscount itu, karena tiba-tiba ia yang mengambil alih posisi Marquez sedangkan tak ada kebijakan seperti itu dari Kerajaan..
Dan semua kenaikan dan aturan itu ada setelah ia menggantikan marquez.. "
"Kalau begitu bagaimana jika kita langsung saja ke tempat Marquez dan mengurus semuanya..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Kita tak memiliki bukti kuat tentang itu.. " Ucap Roland.
"Tumben kau berfikir jernih..?? " Ucap Argus.
"Haih.. Aku sudah di beri makan banyak buku oleh orang tua itu, jika aku masih sama saja. Yang ada aku bisa di coret dari daftar keluarga.. " Ucap Roland.
"Kau takut di coret dari daftar keluarga atau kau memiliki tujuan lain melakukan ini..?? " Tanya Argus.
"Tujuan apa..?? " Tanya Roland.
"Ya seperti untuk membuatmu bisa mendapatkan wanita salah satunya.. Aku dengar kau memiliki seseorang yang kau suka di Raika.. " Ucap Argus.
"Mana ada.. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang layak menjadi raja selanjutnya saja.. " Ucap Roland.
"Ya walaupun sebenarnya itu juga alasan lainnya, jadi aku bisa bangga di depan nya nanti.. Heheeee.. "
"Hahaha.. Ok ok.. " Ucap Argus.
"Baiklah sekarang Aku akan bertanya.. Kita akan menyelesaikan semua ini dengan caraku atau caramu..?? "
"Mari kita selesaikan dengan caraku dulu, jika tidak berhasil maka gunakan caramu.. " Ucap Roland.
"Aku ingin membuktikan jika aku tak bodoh seperti yang sering di katakan orang tua itu..
Aku hanya malas menggunakan otak ku saja selama ini.. "
"Baiklah.. Jadi bagaimana rencana mu.. ?? " Tanya Argus.
"Biar aku pikir sebentar.. " Ucap Roland. Setelah itu ia memikirkan apa yang akan di lakukan selanjutnya.
"Baiklah aku dapat ide.. Kita akan melakukan seperti ini.. .... "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Keesokannya harinya Di kediaman Marquez..
"Tuan.. Masih banyak penduduk yang belum membayar pajak. Mereka keberatan dengan kenaikan pajak yang terlalu tinggi.. " Ucap seorang melaporkan hasil penarikan pajak kepada seseorang yang sedang duduk sambil memegang gelas anggur di tangannya..
"Katakan.. Jika mereka tak bisa membayar pajak dalam waktu satu minggu, mereka akan di tangkap dan di berikan segel budak.. " Ucap orang yang duduk di kursi di depannya itu.
__ADS_1
Itu adalah laki-laki kurus dan terlihat memakai banyak perhiasan di tubuhnya, bahkan giginya juga ada yang beberapa di lapisi emas..
Ia adalah Viscount di kota ini. Namanya adalah viscount Galak.
"Tapi Tuan.. Jumlahnya terlalu banyak, dan pajak yang Anda tentukan terlalu tinggi.. Apakah anda tidak akan menurunkan sedikit agar mereka bisa membayarnya..?? " Ucap orang yang melaporkan hasil pajak itu.
"Tidak mungkin..!! Ini adalah keputusan dari Kerajaan Untuk menangani masalah yang sedang terjadi. Jadi Jika mereka tak bisa membayarnya, mereka akan menjadi budak..!! Dan itu sudah di putuskan..!! " Teriak Viscount galak itu.
Prajurit yang melaporkan pajak itu meremas tangannya kesal, namun ia tak berani mengatakannya..
"Baik.. " Setelah mengatakan itu ia langsung berbalik meninggalkan ruangan itu..
"Hehh.. Menurunkan pajak..?? Yang benar saja, dasar orang miskin tak berguna.. " Ucap Galak..
Setelah beberapa saat kemudian seseorang kembali mengetuk pintu ruangan itu.
"Ada apa..?? " Tanya Galak.
"Lapor tuan.. Di luar ada seseorang yang ingin mengambil perahu yang di siapkan untuk anggota kerjaan sebelumnya.. " Ucap orang itu.
"Perahu untuk anggota kerjaan..?? " Gumam Viscount.
"Sial.. Apa ia sudah datang..?? Bukankah seharusnya masih ada waktu beberapa hari lagi sampai ia di sini..?? "
"Ehh.. Dimana orang itu..?? " Tanya Viscount Galak.
"Orang itu ada di bawah tuan.. " Ucap orang itu.
"Katakan saja padanya jika Perahu itu mengalami kerusakan, jadi masih di perbaiki sekarang.. " Ucap Viscount.
"Baik tuan. " Ucap orang itu. Lalu ia berbalik dan pergi.
"Kenapa ia datang begitu cepat..?? Sial.. Mereka masih belum kembali, aku harus mengulur waktu satu atau dua hari lagi.. " Ucap Viscount..
Setelah beberapa saat kemudian, orang yang sebelumnya melaporkan itu kembali lagi ke ruangan itu.
"Ada apa lagi..?? " Tanya Viscount.
"Maaf tuan.. Saya sudah mengatakan sesuai perintah anda, namun orang itu mengatakan ingin bertemu anda.. " Ucap orang itu.
"Katakan aku sedang sibuk sekarang.. " Ucap Viscount.
"Saya sudah mengatakan hal itu, namun orang tersebut tetap ingin bertemu anda.. "Ucap orang itu.
" Orang yang merepotkan.. Kalau begitu biarkan dia datang, aku ingin tau apa yang akan ia katakan.. "Ucap Viscount.
" Aku hanya perlu mengatakan seperti sebelumnya, dan jika dia tak percaya.. Biarkan saja.. "Gumam viscount.
" Lagipula.. Siapa dia.. Ia hanya utusan saja bukan.. "
Setelah beberapa saat orang yang sebelumnya datang bersama seorang laki-laki dan dua orang perempuan..
"Silahkan.. Aku akan keluar.. " Ucap orang yang sebelumnya melapor itu.
"Jadi apa kalian yang ingin mengambil kapal..?? " Tanya Viscount.
"Sudah aku katakan kapal itu mengalami kerusakan, jadi pergilah kalian perlu menunggu untuk perbaikan dulu. Aku sedang sibuk sekarang. "
"Sibuk..?? Dengan anggur dan makanan di depanmu..?? " Tanya laki-laki yang baru datang itu.
"Jaga perkataan mu.. Apa kau tak tau dengan siapa kau berbicara..?? " Ucap Viscount itu.
"Dengan siapa memangnya..?? " Ucap laki-laki itu sambil membuka penutup kepalanya untuk memperlihatkan wajahnya.
"Kau..? Kau..?? Anda..?? Pangeran..?! " Teriak Viscount kaget.
"Ya..!! Sekarang katakan dengan siapa memang saya berbicara..?? " Ucap pengeran Roland.
"Maaf kan saya pangeran.. Saya tidak tau itu Anda.. " Ucap viscount itu sambil berlari dan sujud di depan pangeran.
"Kalaupun kau tau lantas kenapa..?? Kau mengatakan kapal itu rusak..?? Itu adalah kapal yang di siapkan kerajaan sebagai hadiah.. Dan itu baru di buat bagaimana bisa rusak..??!! " Teriak pangeran.
Awalnya ia hanya ingin menggunakan alasan ini untuk bertemu dengan Viscount, dan saat sudah bertemu ia akan mencoba mencari tau tentang kenaikan pajak dan semua harga di sini..
Namun saat ia mendengar kapal untuk Argus rusak, ia sangat marah.. Karena ia tau apa arti kapal itu. Argus sudah banyak membantu dan ia hanya ingin kapal saja, itu membuat Roland merasa kerajaan masih berhutang budi padanya..
Namun sekarang ia mendengar telah rusak..?? Bagaimana ia tak marah..
"Itu.. Itu.. " Viscount bingung mau menjawab apa, namun tiba-tiba ada seseorang yang langsung masuk ke ruangan itu..
"Hai Galak.. Ada apa dengan bajak laut itu..?? Bukankah kau mengatakan mereka takan menyerang kami..? Kenapa mereka masih merampok kami..?? " Ucap orang yang baru masuk itu, ia tak memperhatikan kondisi saat itu dan langsung berteriak begitu ia masuk.
Roland dan yang lainnya mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan orang itu.
"Apa maksudnya perkataan mu barusan..??! " Tanya Roland.
__ADS_1
Baru kali ini orang itu melihat siapa yang ada di sana dan memperhatikan keadaan yang sedikit aneh dimana Viscount sepertinya sedang duduk di lantai di depan orang itu.
"Anda..?? Pangeran..?? Maafkan aku pangeran.. " Ucap orang itu.
"Katakan apa maksudnya dengan orang ini bisa mengatur bajak laut itu..?? Katakan yang sebenarnya atau aku akan membunuhmu sekarang..!! " Teriak Roland yang semakin marah.
"Ehh itu. Itu.. Viscount mengatakan bahwa ia bisa mengatur keamanan kami dari bajak laut saat ia menyewakan kapal mewah kepada kami sebelumnya.. " Ucap orang itu.
"Namun ternyata saat kami berada di laut Merah merampok kami, dan mengatakan itu urusan Viscount dan mereka masih kekurangan uang jadi mereka merampok kami.. "
"Apa maksudnya ini..!! Katakan yang sebenarnya..!! " Ucap Roland.
"Itu.. Itu.. " Viscount tak bisa berkata-kata kali ini.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di tempat lainnya..
Saat ini Argus, Lisa dan Hawa pergi bersama sedangkan Roland, Olivia dan wilona pergi ke tempat lainnya..
Argus yang mendatangi pelabuhan melihat semuanya nampak tak ada aktivitas seperti bongkar muat atau kapal-kapal yang akan berlayar..
Argus mencoba bertanya di sana, dan hasilnya mereka takut dengan monster laut dan bajak laut..
Dan di katakan orang-orang utusan dari Kerajaan saat ini sedang berlayar mencoba menaklukkan monster itu.
Namun mereka ragu karena penampilan mereka sama sekali tak mencerminkan akan melakukan penaklukan sama sekali..
Lalu pada saat itu tiba-tiba ada kapal datang dari lautan dan menepi di pelabuhan.
"Haih.. Bukan kah itu kapal yang akan melakukan penaklukan..?? Apakah mereka gagal..?? " Ucap nelayan di sana..
"Tentu saja gagal.. Liga saja penampilan mereka..?? Mereka lebih mirip bangsawan yang akan berlibur daripada melakukan penaklukan.. " Tambah orang lain
"Apakah itu kapal yang Anda katakan sebelumnya..?? " Tanya Argus.
"Benar, itu mereka.. " Ucap nelayan itu.
"Master.. Bukan kan logo dan tanda di kapal itu..?? " Ucap Lisa.
"Ya.. Seperti yang kau pikirkan.. " Ucap Argus.
"Lupakan.. Mari kita kembali.. "
"Ayah..!! Apakah kita tidak jadi naik kapal..?? " Tanya Hawa.
"Tidak sekarang.. Kau lihat sayang, kapal kita rusak. Jadi kita perlu memperbaikinya.. " Ucap Argus
Lalu Argus, Hawa dan Lisa pergi dari sana.
"Master.. Apa yang terjadi sebenarnya..??" Tanya Lisa.
"Sepertinya ada masalah dengan viscount itu.. " Ucap Argus.
"Lalu Apakah tak masalah kita tidak pergi bersama pangeran Roland dan yang lainnya..?? " Tanya Lisa.
"Tak masalah.. Lagipula.. Siapa yang akan berani kepadanya..?? " Ucap Argus.
"Lagipula ia punya rencana sendiri.. "
"Tapi sebenarnya apa yang di rencana kan pangeran..?? " Tanya Lisa.
"Rencana..?? Hahahaa.. Lupakan, jangan terlalu berharap dengan otak otot itu..
Rencana yang ia katakan sebenarnya sama sekali bukan rencana, ia hanya akan datang ke kediaman Marquez dan mencoba bertemu degannya.. " Ucap Argus.
"Ia hanya meminjam surat pengambilan kapal dariku dan mencoba bertemu Marquez atau Viscount di sana dengan identitas ku saja.. "
"Setelah itu ia akan menanyakan kenapa ada kebaikan pajak di sini..
Haihhh... Lupakan, ia melakukan hal yang merepotkan.. Jika aku ikut, aku bisa langsung membuatnya berbicara tanpa banyak usaha.. "
"Kenapa pangeran tidak menggunakan namanya saja..?? Bukankah itu lebih mudah..?? " Tanya Lisa.
"Dia berkata tak ingin kehilangan barang bukti.. Tapi kenapa dia harus perduli..?? Selama dia yakin dia bisa menghukumnya secara langsung.. " Ucap Argus.
"Lupakan itu.. Kita ikuti saja mereka.. Kita pasti akan mendapatkan jawabannya nanti disana.. "
.
.
__ADS_1
. Bersambung