Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
36


__ADS_3

Setelah selesai mengumpulkan semua catatan yang ada di dalam Ruangan itu, argus kemudian melanjutkan ke lantai dua.


Di dalam ruangan itu terdapat tangga melingkar yang menuju lantai selanjutnya, jadi Argus dan Lisa naik ke atas.


Di lantai dua kali ini bukan ruang tertutup seperti lantai satu, melainkan sebuah dataran berbatu yang menantikan mereka.


Ini hampir sama seperti yang ada di luar Tower sihir, hanya bukan padang rumput di sini. Melainkan tanah berbatu dan beberapa batu besar yang terlihat memenuhi ruangan lantai dua kali ini.


Sedangkan langit-langit lantai dua juga sama seperti luar ruangan, yaitu pemandangan langit cerah tak berawan. Hanya saja kali ini tak terasa seperti di luar, dimana suhu ruangan di sini tak terasa alami..


"Apakah ini juga sama menggunakan teknologi seperti di luar master..? " Tanya Lisa.


"Ya kurang lebih. Yang lebih penting lagi saat ini adalah.. Golem seperti apa yang akan kita hadapi.. " Ucap Argus.


"Namun mengingat medan saat ini, ada kemungkinan ini akan menjadi Golem Batu.. "


"Peringatan Penyusup terdeteksi..!!


"Peringatan Penyusup terdeteksi..!!


"Peringatan Penyusup terdeteksi..!!


"Peringatan Penyusup terdeteksi..!!


Suara peringatan berulang-ulang yang sama kembali terdengar saat itu. Setelah itu hal yang sama juga mulai terjadi lagi, dimana banyak lingkaran Rune Sihir mulai muncul di depan mereka..


Namun kali ini ada dua Rune sihir yang cukup besar terlihat di sana. Dan apa yang muncul dari Lingkaran sihir itu adalah Golem batu lava dengan bentuk binatang.


Ada dua jenis golem yang keluar, yang besar berukuran lebih dari lima belas meter adalah bentuk Gorila. Dengan tubuh Batu dan celah-celah nya adalah lava yang terlihat mengalir mengelilingi tubuhnya.


Sementara yang kecil hanya berukuran tinggi hanya Satu meter adalah seperti bentuk binatang Lalat Batu dengan celah-celah nya lah juga sama saja terdapat Lava yang mengelilinginya.


"Bukankah peningkatan Level golem ini antara lantai satu dan dua terlalu tinggi..? " Ucap Lisa saat melihat dua Golem Gorila batu yang sangat besar itu.


"Mungkin saja, jika sebelumnya para Golem kayu itu adalah Rank C, maka ini adalah Rank A.. " Ucap Argus


"Apa kamu pikir bisa menangani Golem kecil-kecil itu..? "


"Ehh.. ? Aku akan mencobanya.. Walaupun bentuknya agak.. " Ucap Lisa sambil mengamati Golem Lalat itu.


"Aku serahkan para Golem kecil itu kepada mu, aku akan mengurus dua yang besar itu dulu.. " Ucap Argus


"Ingat, cari letak Core mereka untuk mengakhiri ini.. " Tak lupa Argus mengingatkan Lisa untuk mencari Core nya.


"Aku akan mengingat nya.. " Ucap Lisa.


"Jangan khawatir, aku akan memberikan Rune pelindung untukmu.. " Kata Argus.


Kemudian Argus mulai membuat Rune pelindung, dan itu berukuran kecil yang hanya menutupi seluruh tubuh Lisa.


Karena Argus menduga bahwa para Golem kecil itu kemungkinan besar bisa menyerang jarak jauh.


Jadi Argus menambahkan pelindung untuk Lisa agar lebih terjamin keselamatannya.


Kali ini jumlah keseluruhan Golem hanya ada Tiga Puluh dua, dimana Tiga puluh untuk yang kecil dan Dua yang besar.


"Dalam hitungan ke tiga, mulailah menyerang..!! " Ucap Argus.


Lisa mengangguk sebagai jawaban.


Kemudian Argus menyiapkan Rune sihir di tangannya dan mulai bersiap.


"1... 2.... 3....! Mulai..! " Teriak Argus di barengi dengan Rune sihir ruang untuk membuat Gerbang menuju bagian Belakang Dua Golem tipe Gorila raksasa itu..


Saat muncul di bekalng Golem itu, Argus langsung mencoba memotong salah satu kakinya dengan Katana miliknya. Hanya satu tebasan Argus berhasil memotong kaki Golem itu.


Namun potongan Batu yang jatuh dari golem itu sebelum benar-benar menyentuh tanah, kerikil dan bebatuan itu mulai terbang dan membentuk kaki yang baru lagi sama seperti semula..


"Ohh apakah ini versi Upgrade dari Golem Kayu sebelumnya..? " Gumam Argus melihat regenerasi dari Golem Batu ini..


Saat Golem itu berhasil memulihkan kakinya, Golem lain menyerang Argus dengan Meninju Argus..


Argus mencoba menahannya dengan Katana miliknya di gunakan untuk menahan pukulan itu di depan tubuhnya.


Dan saat menahan pukulan itu, Argus terdorong mundur sampai beberapa meter..


"Kekuatan yang cukup bagus, namun sepertinya itu mengorbankan kecepatan reaksi dan gerakannya..

__ADS_1


Tapi, ini di imbangi dengan panas yang membuatnya sedikit lebih menyebabkan untuk orang lain.. "


Saat itu Argus juga memperhatikan Lisa dan para golem Lalat itu, memang seperti yang Argus duga. Para Golem kecil itu mempunyai kekuatan serangan jarak jauh.


Mereka menembakkan Batu lava panas dari mulutnya, untung saja sebelumnya Argus memberikan pelindung untuk Lisa. Jadi tak ada luka yang serius yang dialami Lisa.


Dan saat Argus memperhatikan Golem kecil itu, Argus melihat hal yang menarik..


"Hoo ini cukup curang. Meletakkan Core itu di bagian punggung... " Gumam Argus


"Selama para Golem kecil tidak memunggungi musuhnya, maka itu akan sangat aman..


Menarik.. " Ucap Argus sembari terus menahan serangan dari Golem Raksasa itu.


Argus mulai memperhatikan Golem Raksasa yang ia lawan lagi. Namun bagaimana pun ia mengamati Argus tak dapat menemukan Coret Golem satu ini..


Argus mencoba menghancurkan berbagi anggota tubuh Golem itu, tangan, kaki, kepala badannya namun sama saja. Ia tak menemukan letak Core itu.


Namun saat ia mengamati lagi, ia menemukan sesuatu yang Aneh di celah-celah Golem itu.


Diantara Lava yang panas mengelilingi nya itu, Argus melihat sesuatu yang berkilau diantaranya yang ikut mengalir di sana.


"Tunggu.. Apakah Core Golem ini terus bergerak..? Pantas saja di manapun aku memotong golem ini,Aku tak dapat menemukan Core nya. " Ucap Argus


"Ternyata selama ini Core itu akan terus menghindari serangan ku.. "


"Sialan.. Ini hal yang bagus.. Dengan cara ini memang akan memungkinkan Golem ini bisa bertahan dari berbagai serangan..


Benar-benar jenius... " Ucap Argus yang kagum dengan pembuatan Golem ini.


Argus terus mencoba mengenai Core itu, namun saat serangan Argus hampir mengenainya. Core itu akan bergerak lebih cepat atau bahkan mengubah arah lintasannya.


Seolah-olah Core itu memiliki Instingnya sendiri. Tak hanya terus bergerak, tapi juga bisa merasakan bahaya. Ini hampir seperti Core ini adalah golem tinggal sendiri dan bukan bagian dari Golem raksasa ini.


"Jika seperti ini, hanya ada satu cara mengatasi Golem ini.. " Gumam Argus.


Setelah itu Argus mulai membuat Rune sihir di tangannya yang satu, sementara tangan lainnya terus menggunakan Katana untuk menghadang serangan tinju para Golem.


Rune Sihir yang Argus buat kali ini adalah Rune sihir untuk elemen Angin.


Setelah beberapa waktu, Bola mana itu sudah mulai mencapai batasnya untuk menahan angin di dalamnya. Kemudian Argus menjaga jarak dari dua Golem itu, setelah itu ia mulai mengambil posisi meninju dengan Bola mana berisi angin terkompresi itu di tangannya.


"Mari kita lihat percobaan ku ini.. " Gumam Argus.


Kemudian ia meremas Bola itu. Dan saat Argus meremasnya, ada efek hisapan yang terjadi di sekeliling Argus.


Selain itu juga sesaat terjadi efek redupnya cahaya di sekeliling, itu bagaikan semua cahaya menghilang dan ikut terhisap ke arah Argus.


Setiap kali Argus meremasnya, setiap kali itu juga hisapan terjadi. Argus terus meremasnya sampai tangannya benar-benar mengepal dan membuat Bola mana itu terkompresi sampai sangat kecil..


"Coba rasakan Angin terkompresi buatan ku ini.. !!


Sihir Angin..! Shock Wave...!!"


Argus membuat gerakan meninju ke arah dua Golem di depannya, Untuk sesaat. Semuanya terasa berhenti, baik udara, suara cahaya. Semuanya benar-benar berhenti sampai sesaat kemudian ledakan sangat keras terdengar dan gelombang kejut yang kuat menyapu ke arah dua Golem raksasa itu..


Gelombang Kejut yang kuat itu membuat dua Golem itu benar-benar seperti terbuat dari tepung yang di tiup angin kuat.


Tak ada bagian yang tersisa dari dua Golem itu dan hanya menyisakan Dua Core yang di jadikan Inti kedua Golem itu, dan sesaat kemudian dua Core itu mulai retak dan hancur...


Tak hanya sampai situ, bahkan para Golem kecil yang saat ini di hadapi Lisa pun ikut tertiup gelombang kejut itu.


Separuh dari golem musnah dan menyisakan Core mereka yang juga mulai retak dan hancur. Sisanya terlempar ke arah dinding samping.


Untungnya Lisa sudah di berikan Sihir pelindung oleh Argus dan juga tidak berada di depan arah serangan Argus barusan. Jika tidak, maka ia mungkin akan mengalami luka yang serius atau bahkan meninggal.


Walaupun demikian, ia masih ikut terlempar bersamaan dengan para Golem itu. Dan pelindung itu pun ikut hancur, sementara Lisa hanya mengalami gangguan pendengaran sesat karena saking kerasnya Shock wave yang Argus keluarkan.


Bahkan dinding bagian belakang Golem itu juga ikut hancur dan terbuka, sampai terlihat bagian luar Tower sihir itu.


Kerusakan akibat serangan Argus bahkan tak sampai situ, bagian dinding Reruntuhan itu juga terlihat hancur dan menyisakan Lubang yang memperlihatkan langit di luar reruntuhan.


"Apakah aku berlebihan..?? " Gumam Argus sambil menggaruk kepalanya.


Setelah itu, Argus membantu Lisa menangani para golem kecil yang tersisa. Karena saat ini pelindung yang Argus buat untuk Lisa sudah hancur karena serangannya sendiri, jadi Argus memutuskan menanganinya sendiri.


Setelah menangani sisa Golem, Argus Membantu menyembuhkan Lisa. Dan setelah itu ia dan Lisa beristirahat sejenak.

__ADS_1


Lisa sangat terkejut sebelumnya dengan Serangan Argus. Selain gelombang kejut itu, suaranya sendiri sangat keras. Itu membuat telinganya sangat sakit.


Apalagi Lisa adalah keturunan Elf yang memiliki pendengaran yang lebih baik dari manusia.


Karena hal ini ia merasakan dampaknya juga, selain itu. Argus tidak membuat pelindung suara untuk Rune sihir pelindung yang ia buat.


Karena jika Argus membuatnya, maka ada kemungkinan orang di dalamnya takan bisa mendengar apapun dari luar pelindung itu.


Jadi Argus tak menambahkannya, ini menjadi salah satu kelemahan pelindung buatan Argus.


Argus mulai memperbaiki pelindung buatannya, dan menambahkan penghalang suara berfrekuensi tinggi.


Jadi selama itu hanya suara biasa akan tetap bisa terdengar. Namun saat itu adalah suara yang keras dan berfrekuensi tinggi, maka itu akan di blokir oleh pelindung itu.


Lisa yang melihat Argus selesai bereksperimen, mendekati Argus dan bertanya sesuatu.


"Master... Serangan apa yang barusan master pakai..? Itu benar-benar memiliki kekuatan penghancur yang kuat dan suaranya sangat keras.. "


"Ehh.. Bagaimana cara menjelaskannya..? " Gumam Argus mendengar pertanyaan Lisa.


"Apa kamu pernah melihat Bom.. ? "


"Bom..? Apakah maksudnya dinamit yang biasanya di pakai untuk membuka lahan di lereng bebatuan..? " Tanya Lisa.


"Ehh..? Mungkin sama... " Ucap Argus karena ia tak mengetahui seperti apa dinamit di dunia ini, apakah sama dengan di Dunia sebelumnya atau tidak.


"Apakah dinamit di sini memiliki efek yang sama..? "


"Selain ledakan yang keras, hampir sama. Karena itu juga ada gelombang kejut nya namun tak sebesar apa yang master buat tadi.. " Ucap Lisa


"Kalo begitu ini hampir sama, karena apa yang aku lakukan adalah Mengompres Angin bertekanan sangat tinggi. Kemudian meledakkannya ke satu arah saja... " Ucap Argus


"Karena tekanan Angin yang sangat kuat dan di kompres sampai sangat kecil, itu menyebabkan tekanan yang kuat dan memiliki efek gelombang kejut yang tinggi.. "


"Namun aku membuatnya hanya mengarah ke satu arah, jadi tekanannya akan lebih tinggi..


Aku tak pandai menjelaskan hal ini, intinya ini hanya karena Gelombang kejut yang di buat dari angin terkompresi dan memiliki suhu yang sangat tinggi sehingga bisa meleburkan apapun menjadi abu tak tersisa.. "


"Apa kamu paham..? " Tanya Argus


"Ehh...? Hehhee akun tidak memahaminya.. " Ucao Lisa sambil tersenyum canggung.


"Bagaimana aku harus menjelaskannya..? Secara gampangnya aku membuat Bom atau Dinamit dari angin yang memiliki suhu tinggi, dan kemudian aku meledakan nya ke satu arah.. " Ucap Argus


"Sepertinya aku mengerti, jadi Master membuat Dinamit namun tidak memiliki efek ledakan ke segala arah. Namun hanya mengarah ke satu arah, jadi memiliki efek yang lebih kuat..? " Ucap Lisa


"Ya ya kurang lebih seperti itu.. " Ucap Argus.


Karena Argus tak terlalu pandai menjelaskan hal ini, jadi Argus hanya mengatakan itu mirip.


"Mari kita periksa bagian dalam ruangan lantai ini.. "


"Ehh.. Master, apakah lubang itu baik-baik saja..? Maksudnya apakah tak perlu menutupnya..? " Tanya Lisa


"Apakah harus di tutup, toh aku tak menerima permintaan untuk menjaga Tower sihir ini..


Yang terpenting adalah isinya bukan..? " Ucap Argus


"Itu memang benar sih, tapi... " Ucap Lisa


"Baiklah, aku akan mencoba memperbaikinya nanti setelah kita selesai menjelajahi semua lantai.. " Ucap Argus


Sebenarnya Argus belum tau cara memperbaiki Tower sihir ini, bagaimana pun Argus belum mempelajari pembuatan Tower sihir.


Saat ini satu-satunya cara yang muncul di kepala Argus adalah dengan menggunakan sihir Waktu..


Namun jika Argus melakukan itu sekarang, maka itu mungkin akan terlihat oleh alat yang di berikan Guild untuk melihat apa yang ada di sini yang saat ini di pakai Lisa sebagai anting itu.


Jadi Argus memutuskan memperbaiki nanti saja.


Setelah itu Argus dan Lisa memasuki ruang tempat catatan itu di simpan.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2