Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
101


__ADS_3

"Sekarang waktunya membereskan mereka. . " Ucap Argus


"Tunggu.. Apakah anda ingin membunuh para warga di sana..?? " Tanya Olivia.


"Ya.. Kau akan tau apakah mereka warga biasa atau bukan setelah ini.. " Ucap Argus.


"Dan kau akan melihat wajah mereka yang sesungguhnya.. "


Setelah mengatakan itu Argus kemudian membuat beberapa tangan bayangan dan langsung mengikat beberapa orang, setelah itu ia membawanya ke tempat Olivia dan Lisa berada..


"Katakan siapa kalian dan apa tujuan kalian..?? " Tanya Argus.


"Apa maksud anda..?? Kami tak tau apa-apa..?? " Ucap salah satu orang itu.


"Benar..!! Lepaskan kami..! " Ucap yang lainnya.


"Anda tidak bisa menangkap kami hanya karena kami tak mau pergi dari sini.. " Ucap orang satunya lagi.


"Aku akan bertanya sekali lagi, siapa kalian dan apa tujuan kalian..?? " Ucap Argus.


"Jika kalian tak menjawab, maka kalian akan mati dengan menyedihkan..


Kau katakan segera.."


"Aku tak tau.. Aku benar-benar tak tau apa maksud anda.. " Ucap orang itu.


"Kalau begitu kau bisa mati.. " Ucap Argus.


Lalu ia mengangkat orang itu dan kemudian melemparkan orang itu ke arah hutan dengan sangat cepat.


*Boommm...!! "


Sampai terdengar bunyi keras seperti sebuah ledakan di dalam hutan. Hidup dan matinya Argus tak perduli lagi.


"Selanjutnya kamu..!! " Ucap Argus ke arah yang lainnya.


"Anda tidak bisa melakukan itu..!! " Ucap salah satu orang itu lagi.


"Kami benar-benar tak tau apa yang anda maksud.. Tolong jangan bunuh saya.."


"Itu bukan jawaban yang aku inginkan.. " Ucap Argus.


Lalu ia melakukan hal yang sama dengan orang itu juga seperti orang sebelumnya.


*Boommm..!!


"Anda keterlaluan.. Kami hanya warga biasa di Baisi.. " Ucap yang lainnya lagi.


"Nona.. Tolong minta teman anda melepaskan kami.. "


"Itu.. " Olivia tak tega melihat itu. Namun ia juga ragu untuk menghentikan Argus, pasalnya.. Biasanya Argus selalu melakukan sesuatu dengan perhitungannya sendiri.


Dan Argus bukan tipe pembunuh berdarah dingin terhadap sembarangan orang yang tidak bersalah.


"Oliv, lebih baik kau diam dan lihat saja.. Terkadang apa yang kau lihat tak semuanya sama dengan imajinasi mu.. " Ucap Argus.


"Dan jika menurutmu aku salah, maka ini mungkin kau tak cocok berpergian bersama kami lagi.. "


"Aku.. " Ucap Olivia. Ia tak tau harus mengatakan apa saat ini.


Argus tak memperdulikan dilema yang di alami Olivia, ia mengalihkan pandangannya lagi ke orang itu.


"Kesempatan terakhir.. " Ucap Argus sambil bersiap melemparkan orang itu.


"Aku tidak tau.. Aku tidak tau apa maksud anda.. Nona tolong aku.. Tolong aku.. Aku tak ingin mati, aku masih memiliki anak dan istri yang menunggu ku di rumah.. "Ucap orang itu.


Argus tak memperdulikan perkataan orang itu, ia langsung melemparkan orang itu ke arah hutan yang sama dengan dua lainnya.


" Sekarang tinggal giliran mu.. " Ucap Argus ke arah orang terakhir yang sedari tadi diam saja.


"Kau akan berkata atau ingin menyusul mereka ke neraka..?? "


"Oh sebagai tambahan.. Marquez dan yang lainnya saat ini sudah mendahului tiga orang tadi, jadi takan ada yang akan menolong kalian.. " Ucap Argus.


Mendengar perkataan itu bukan hanya orang itu, tetapi Olivia juga terkejut. Pasalnya, berdasarkan perkataan Argus barusan itu berarti Argus juga sudah membunuh Marquez dan beberapa orang lainnya..


Olivia ingin mengatakan sesuatu kepada Argus, tapi tiba-tiba ia di dahului oleh orang satunya yang tersisa di sana.


"Aku akan berkata.. Aku akan berkata.. Tolong jangan bunuh aku.. " Ucap orang itu buru-buru. Ucapan orang itu juga mengejutkan Olivia.


Dari sini ia akhirnya tau bahwa kemungkinan mereka adalah orang yang benar-benar sama seperti dugaan Argus. Mereka bukan warga biasa di Baisi.


"Katakan.. Aku akan mempertimbangkan apakah akan membunuhmu atau tidak.. " Ucap Argus.

__ADS_1


"Kami berasal dari organisasi Tabut Cahaya..


Tujuan kami adalah membuat kekacauan di sini dan menunda sebanyak-banyaknya orang agar tetap tinggal agar mereka bisa di korbankan.. " Ucap orang itu.


"Dan.. Dan.. Dan organisasi kami juga yang membuat semua Dungeon di Baisi pecah, serta yang membuat gelombang pasang monster terjadi.. "


"Tapi aku tak tau apa tujuan semua ini dan siapa saja orang dalam anggota ini yang memiliki status tinggi selain tuan Marquez... " Ucap orang itu.


"Lalu bagaimana kalian membuat Dungeon pecah..?? Dan gelombang monster ini..?? Bagaimana cara menghentikan gelombang pasang monster ini..?? " Tanya Lisa.


"Aku tak tau.. Aku hanya anggota kelas rendah.. " Ucap orang itu.


"Pengetahuan ku hanya terbatas pada pengetahuan umum saja.. "


"Baiklah itu cukup untuk sekarang.. " Ucap Argus.


"Lalu jika kau bisa menunjukkan siapa anggota lainnya yang masih ada di Baisi, aku akan membiarkan mu hidup.. "


"Aku akan mengatakannya.. Tapi tolong tepati janji anda.. " Ucap orang itu.


"Tak masalah, aku akan menepati janji ku.. Kamu akan tetap hidup, namun aku akan mengirim mu ke penjara kerajaan.. " Ucap Argus.


"Emm.. Hampir setengah orang yang tersisa di Baisi adalah anggota Tabut cahaya.. Itu karena Marquez menjanjikan akan membawa kami pergi, kami belum tau jika Marquez sudah tiada.. " Ucap orang itu.


"Lalu yang lainnya..?? " Tanya Lisa.


"Mereka hanya warga biasa, namun mereka memutuskan tinggal karena memiliki tujuan lain sendiri.. Mereka ingin mengambil semua barang berharga yang di tinggalkan warga lainnya.. " Ucap orang itu.


"Dan sebagian besar dari mereka adalah orang dengan catatan kriminal.. "


"Emm.. Aku mengerti.. " Ucap Argus.


Lalu ia berbalik dan melihat ke arah Olivia.


"Jadi.. Bagaimana menurutmu sekarang Oliv..?? Apakah mereka pantas mati atau tidak setelah mendengar perkataan orang ini..?? "


"Ya.. Mereka pantas mati, tapi biasakah kamu membiarkan beberapa orang untuk hidup..?? Aku perlu membawa mereka ke kerajaan agar di interogasi lagi.. "Ucap Olivia.


" Tak masalah.. Namun akan aku katakan mungkin itu sia-sia, seperti yang orang ini katakan sebelumnya.. "Ucap Argus.


" Mereka hanya anggota kelas rendah yang tak tau banyak informasi.. "


"Emm.. Aku paham.. Aku hanya membutuhkan Tiga orang untuk itu.. Karena jika hanya satu mungkin kami takan bisa memastikan hal ini.. " Ucap Olivia.


"Namun sebelum itu.. "


Argus kemudian maju mendekati orang itu, orang itu langsung ketakutan saat melihat Argus mendekat.


"Apa yang akan anda lakukan..?? Anda sudah janji akan membiarkan aku hidup. " Ucap orang itu.


Argus tak mendengar perkataan orang itu, lalu tiba-tiba Argus menusuk ke arah jantung orang itu dengan dua Jarinya..


"Argus..!! " Teriak Olivia.


Kemudian Argus menariknya lagi. Dan melihat ke arah jari-jarinya saat ini.


"Oliv cepat sembuhkan dia.. Atau dia akan mati.. " Ucap Argus.


Olivia yang terkejut kembali sadar dan kemudian langsung menyembuhkan orang itu, setelah beberapa saat orang itu kembali sembuh.


"Apa yang anda lakukan. .?? Anda sudah berjanji sebelumnya.. Kenapa anda melakukan itu..?? " Tanya orang itu.


"Aku berusaha menyelamatkan hidupmu.." Ucap Argus.


"Dari benda ini.. "


Argus menunjukkan dua jarinya yang saat ini ada sebuah serangga di antara dua jari yang Argus gunakan untuk menusuk orang itu.


"Ini adalah cacing Gu.. Hal ini di gunakan oleh organisasi milikmu untuk mengontrol hidup dan mati anggota kelas rendah seperti kalian.. " Ucap Argus.


"Serangga ini akan meledakkan jantung kalian jika kalian di nilai membahayakan organisasi..


Jadi aku perlu mengeluarkan benda ini.. "


Lalu Argus meremas serangga kecil itu sampai mati sebelum melemparkannya ke tanah. Lalu Argus kemudian mengikat dua orang lainnya yang kemudian ia bawa ke sana juga.


Sementara itu sisa orang di sana semuanya Argus bunuh dengan memerintahkan para semut untuk mengurus mereka semua.


Sementara itu Argus kembali mengeluarkan dua serangga Gu dari dada dua orang itu juga dan kemudian meminta Olivia menyembuhkan mereka.


Setelah mereka sembuh, Olivia kemudian berjalan ke arah Argus dengan wajah menunduk.


"Maaf.. " Ucap Olivia.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya aku tak mempercayai mu..


Mulai sekarang, apapun yang akan kamu lakukan dan kamu perintahkan.. Aku akan melakukan hal itu tanpa bertanya lagi.. "


"Tak masalah.. Namun yang jelas, jika kamu keberatan dengan semua yang aku lakukan. Kamu bisa kembali kapanpun.. " Ucap Argus.


"Aku juga tau jika apa yang aku lakukan di mata orang lain mungkin terlihat kejam dan menakutkan.. "


"Namun aku adalah tipe orang yang takan membiarkan Bom waktu tetap ada membahayakan ku dan orang terdekat ku.. "


"Jadi jika perlu, aku akan langsung membunuh semua musuhku tanpa ampun.. "


"Emm.. Aku paham.. " Ucap Olivia.


"Mari kita bawa mereka ke kerajaan dulu, lalu setelah itu kita bisa mulai mengurus semua monster di sini.. " Ucap Argus.


Lalu ia mulai membuat Gerbang dan kemudian masuk dan membawa tiga tahanan itu masuk juga..


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sesampainya di kota Taito.


Argus melihat semua warga sudah mulai menetap di sana. Banyak prajurit yang akan terus berpatroli dalam beberapa interval waktu tertentu.


Setelah melihat itu, Argus Olivia dan Lisa bersama tiga orang tahanan itu kemudian berjalan ke arah Sebastian yang masih siaga tak jauh dari sana..


"Oh kalian kembali..?? " Ucap Sebastian saat melihat rombongan Argus datang mendekat.


"Ya.. Kami membawakan beberapa informasi tambah.. " Ucap Argus.


"Informasi..?? Informasi apa..?? " Tanya Sebastian.


"Sebelum aku menjawabnya, lebih baik kita pergi dari sini.. Di sini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan topik ini.. " Ucap Argus


"Kau benar, kalau begitu mari kita ke istana.. " Ucap Sebastian.


"Emm.. Sebelum itu, minta beberapa prajurit membawa tiga orang ini ke kerjaan juga. Dan jangan biarkan mereka kabur.. " Ucap Argus


"Apakah ada sesuatu yang telah di lakukan mereka..?? " Tanya Sebastian.


"Informasi ini berkaitan dengan mereka juga.. Jadi hati-hati.. " Ucap Argus.


"Baik.. Aku mengerti.. Kalian..!! Bawa mereka ke kerajaan.. Jangan biarkan kabur apapun yang terjadi.. " Ucap Sebastian.


"Baik tuan.. " Ucap prajurit di sana, lalu mereka membawa tiga orang itu ke istana.


"Mari pergi juga.. " Ucap Sebastian memimpin Argus dan yang lainnya. Namun tiba-tiba terdengar suara memanggil mereka.


"Tunggu..!! Tuan-tuan Tinggu..!! "Teriak seseorang di sana. Ternyata itu adalah Basil dan dua lainnya..


" Tunggu tuan Argus..!! "Teriak Basil sekali lagi.


" Sebelum anda pergi, bisakah anda mengeluarkan benda itu dulu..?? "


"Benda itu. ?? Oh benar, maaf kan saya melupakan itu.. " Ucap Argus.


"Apakah anda ingin aku mengeluarkan mobil di sini..?? Anda tau.. Itu cukup besar dan bisa menarik perhatian banyak orang.. "


"Ehh.. Itu benar.. Maaf kami terburu-buru, masalahnya kami tak tau bagaimana menghubungi anda. Jadi kami terburu-buru.. " Ucap Basil.


"Tak masalah.. Bagaimana jika di kerajaan..?? Kebetulan kami akan ke istana, aku bisa meminta satu ruang kosong di sana agar kalian gunakan.. " Ucap Argus.


"Istana..?? Apa anda yakin..?? " Tanya Ouga


"Ya.. Bisakah kerajaan menyediakan tempat luas yang kosong namun aman untuk mereka..?? " Tanya Argus.


"Jika itu permintaan mu, aku yakin itu takan menjadi masalah.. " Ucap Sebastian.


"Tapi jika boleh tau tentang apa sebenarnya ini..?? Kalian dari saat di Baisi benar-benar membuatku penasaran.. "


"Anda akan tau saat melihatnya sendiri.. " Ucap Argus.


Setelah itu mereka mulai menaiki kereta yang sudah di siapkan menuju istana bersama tiga tetua Dwarf itu.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2