
"Apakah ia takut padaku..? aku bahkan lebih menakutkan dari Monster..? " Ucap Argus sambil menggaruk kepalanya.
Apa yang Argus tak tau adalah semakin tinggi kekuatan Monster, maka mereka akan semakin peka terhadap Mana..
Karena itulah Monster besar biasanya akan mencari tempat tinggal di dekat Rumah Monster yang memiliki sumber Mana melimpah.
Dan apa yang dilihat para Monster dari Argus saat ini adalah mana yang berlimpah dan terus meluap. Jika di ibaratkan Api, maka Argus seperti sebuah matahari yang bersinar terang..
Para Monster dengan insting bertahan hidup mereka akan mencoba menjauhi orang yang memiliki kekuatan mengerikan seperti itu.
"Lupakan.. Mari akhir saja ini segera.. " Gumam Argus
"Aku merasa kasian melihatmu seperti ini..
Kalo begitu..
Tidurlah - Sleep..!! "
Argus membuat Monster itu tertidur karena ingin membunuhnya tanpa memberikan rasa sakit.
Pasalnya melihat musuh yang bahkan ketakutan saat melihatnya membuat Argus merasa tak enak.
Tubuh besar dari Adamantoise itu yang awalnya masih terus bergetar mulai tenang sedikit demi sedikit. Dan matanya mulai menutup.
Kemudian tubuh besarnya itu mulai roboh dan jatuh ke tanah, karena Rantai Mana milik Argus saat ini sudah ia hilangkan.
Argus kemudian mendarat di atas kepala Adamantoise itu.
"Cara tercepat membunuh makhluk raksasa adalah bagian otaknya bukan..
Sekuat apapun jika otaknya di serang ia akan tetap mati.. Kalo begitu.. "
Argus mulai mengeluarkan Katana miliknya, kemudian membuat Rune sihir lainnya.. Kali ini adalah sihir berbasis petir.
Argus menyelimuti katana miliknya dengan petir hitam tebal. Kemudian ia menusukan katana itu tepat di bagian mata Adamantoise itu.
Dan saat katana itu menusuknya, petir hitam yang seperti pilar dari langit itu langsung masuk dan mulai menyambar ke sel-sel dan mulai mengenai otaknya.
Mata Adamantoise yang satunya sempat terbuka sesaat sampai akhir langsung menutup lagi.
Dan beberapa saat kemudian Argus memperhatikan bahwa Adamantoise itu sudah tak ada tanda kehidupan lagi. Jadi Argus menghentikan sihirnya.
{Ding. Anda naik Level}
{Ding. Anda naik Level}
{Ding. Anda naik Level}
.
.
{Ding. Anda naik Level}
Argus mendapatkan 15 level dari membunuh kura-kura ini, Argus tak terlalu memperhatikan hal ini dan kemudian Setelah itu Argus mulai memasukkan tubuh Adamantoise ke dalam penyimpanan miliknya, dan kemudian ia meninggalkan tempat itu.
Sementara itu di kota ada banyak kegemparan yang terjadi, terutama laporan dari para petualang dan orang yang lewat dekat area Argus berburu sebelumnya.
.
.Beberapa saat sebelumnya saat Argus mulai melakukan penaklukan itu. .
.
.
Beberapa petualang Rank A dan B saat ini menjalankan Quest pembasmian Monster di dekat Kota.
Mereka awalnya menjalankan Quest ini dengan Normal dan berjalan lancar saja.
Namun tiba-tiba terjadi gempa bumi dan suhu tiba-tiba naik dengan drastis..
"Apa yang terjadi..? Apakah ada gempa..? " Ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
Namun Sebelum yang lainnya sempat menjawab, orang lainnya tiba-tiba berteriak.
"Apa itu..??!! " Teriak salah satu petualang sambil menunjuk ke suatu arah.
Sementara itu yang lainnya mulai mengikuti arah yang di tunjukkan oleh orang tersebut..
Apa yang mereka lihat adalah sebuah api besar bagaikan menara menjulang ke langit..
Api itu tidak berwarna seperti yang mereka kenal, karena warnanya adalah putih. Dan walaupun jaraknya sangat jauh, namun mereka masih bisa merasakan hawa panas dari tempat mereka berada.
"Apakah telah muncul dewa iblis..? " Ucap yang lainnya sambil gemetar ketakutan.
Untungnya Fenomena menara api yang menjulang sampai langit itu tak berjalan lama, hanya beberapa detik saja dan tak muncul kembali.
Namun setelah itu terjadi gempa bumi yang di iringi dengan Raungan Monster yang sangat keras dari arah Api sebelumnya muncul.
Banyak binatang buas dan Monster lari ketakutan saat mendengar itu, para petualang pun memilih bersembunyi karena banyak Monster berlari ke arah mereka..
"Sial. Apakah itu Monster yang di rumor kan guild sebelumnya yang tinggal di dekat Rumah Monster..? " Ucap salah satu petualang itu.
"Tapi bukankah jarak rumah Monster sangat jauh dan butuh dua hari perjalanan sampai sana..? Bagaimana bisa terdengar sampai sini..? " Tanya lainnya
"Apa kau lihat api tadi dan raungan itu berasal dari arah yang sama dengan Rumah Monster itu berada.." Kata orang sebelumnya.
"Ya.. Arahnya memang sama, jadi apakah Monster itu mulai mengamuk..? " Tanya yang lainnya.
"Itu.. " Sebelumnya orang itu menjawab, tiba-tiba terjadi getaran gempa yang jauh lebih kuat dan semakin lama semakin terasa kuat.
"Siall.. Apakah ini perasaan ku saja atau gunung batu itu memang semakin besar..? "
Orang lain pun mulai memperhatikan Gunung Batu di sana mulai terlihat tumbuh tinggi, dan raungan Monster mulai terdengar semakin keras..
Namun tiba-tiba mereka melihat gunung itu sepertinya bergerak ke arah mereka..
"Sialan itu Monster..!! Kita harus memperingatkan Guild dan Kota segera..!! "
Lantas setelah itu mereka memilih untuk lari menuju kota, namun tiba-tiba saat mereka berlari. Gempa yang ternyata di sebabkan oleh Monster yang menyerupai gunung itu berhenti.
Dan saat salah satu dari mereka penasaran dan melihat ke arah belakang, orang itu langsung melongo. Pasalnya ia melihat banyak Rantai yang keluar dari udara mengikat Monster Gunung itu.
Bahkan terlihat awan di langit pun ikut tersebar karena serangan Monster itu, namun anehnya Rantai yang mengikatnya itu sama sekali tidak rusak atau berkurang. Namun masih tetap sama.
Terlihat Monster itu mulai memberontak dan mulai menyerang ke segala Arah, namun beberapa saat kemudian serangannya tiba-tiba berhenti dan saat mereka perhatikan lagi. Ternyata Monster itu sudah tidak bergerak lagi, dan terlihat sosok yang melayang diatas Kepala Monster itu.
Namun karena jarak yang terlalu jauh, sosok itu hanya seperti titik melayang dan tak bisa di identifikasi apakah orang atau bukan.
Terlihat sosok itu sepertinya nyang menghentikan Monster raksasa itu, dan kemudian Monster itu tiba-tiba jatuh dan semua rantai yang mengikatnya menghilang.
Tak berselang lama tiba-tiba petir hitam tebal jatuh dari langit dan sepertinya menghantam tempat Monster itu berada.
Dan setelah petir itu menghilang, tiba-tiba Monster yang sangat besar itu menghilang begitu saja yang membuat semua petualang yang melihat itu kebingungan.
Kemudian mereka memutuskan melaporkan hal ini kepada pihak Guild, tak hanya mereka. Tapi juga banyak lainnya yang menyaksikan kejadian itu ikut melapor.
Mereka semua hampir berpendapat sama bahwa mungkin ada dewa iblis yang kembali turun..
Dan menghukum bawahannya.
Guild langsung menanggapi hal ini dengan mengirim petualang yang memiliki kemampuan penjinakan dan pemanggilan untuk melihat dan memastikan hal tersebut.
Pasalnya mereka tak mengetahui tentang penaklukan yang di lakukan Argus, dan walaupun pihak Guild yang sebelumnya sudah tau Argus berniat mengambil Quest ini pun tak menduga jika Argus akan melakukan penaklukan secepat ini.
Alasannya adalah karena ini baru beberapa jam setelah Argus mengambil Quest.
Yang ke-dua adalah karena jarak Lokasi Quest ini sendiri seharusnya menempuh waktu dua Hari. Walaupun Argus sebelumnya telah mengatakan tentang sihir ruang, namun mereka masih belum mengaitkan hal itu.
Dan yang ke tiga adalah efek dari serangan yang Argus buat dan Adamantoise itu mampu terlihat dari jarak yang sangat jauh, terutama karena ukuran Adamantoise itu sendiri yang sangat tinggi hingga baik tubuh diam atau bergerak dapat di lihat dari kejauhan. Sementara sosok Argus sangat kecil dan tak ada yang bisa menjamin siapa yang menaklukkan Monster itu saat itu.
Jadi pihak Guild tak berfikir bahwa hal ini di lakukan oleh Argus. Dan lagi walaupun ciri-ciri Monster itu sama, namun catatan mereka hanya mengetahui bahwa Adamantoise itu paling besar hanya berukuran 1000 meter. Dan yang ini spertinya berukuran dua kali lipat dari yang di ketahui.
Sementara itu saat ini Argus sudah kembali ke penginapan tempat ia menginap.
"Apakah penaklukkan nya sudah selesai master..? " Tanya Lisa yang saat ini masih duduk sedangkan Hawa tengah tidur di pangkuannya.
__ADS_1
"Ya, semuanya sudah beres. Namun ada sedikit masalah sekarang.. " Ucap Argus.
"Masalah..? Masalah apa..? " Tanya Lisa lagi.
"Ukuran monster ini terlalu besar, aku tak tau bagaimana mengeluarkannya di sini..
Dan lagi... Huuhhh... " Ucap Argus sambil mengela nafas..
"Dan lagi kenapa..? " Lisa yang melihat raut wajah Argus sedikit kusut semakin penasaran.
"Monster Admantoise ini selain cangkang Admantium seluruh bagian tubuhnya selain mata otak dan organ dalam, semua dagingnya telah berubah menjadi Batu.. " Kata Argus
"Tak ada daging yang bisa di makan dari keseluruhan Monster raksasa ini.. "
"Eee.. Apakah master tidak tau jika semua jenis Admantoise yang pernah di catat memang seperti itu, mereka semua organ miliknya memang akan langsung membatu setelah mereka mati.. " Ucap Lisa.
"Apa..?!! " Argus sangat terkejut mendengar itu, pasalnya ia kira seluruh tubuhnya memang membatu. Ternyata hal ini terjadi saat Monster itu mati saja.
"Jika aku tau ini, aku akan memotong-motongnya saja sebelum benar-benar membunuhnya.. " Ucap Argus pelan.
"Lupakan, lain kali jika kamu mengetahui ada monster serupa. Lebih baik kau jelaskan juga hal seperti iki kepadaku, ini benar-benar mubazir.. Itu adalah daging yang sangat besar.. " Ucap Argus
"Baik master.. " Ucap Lisa sambil tersenyum. Ia memang lupa akan hal ini sebelumnya.
Dan lagi, Lisa berfikir jika Guild mungkin sudah memberitahu Argus jadi Lisa tak memikirkan hal ini...
"Baiklah, aku akan ke Guild lagi dan melaporkan hal ini. Besok pagi kita akan menuju ke kota Taito.." Ucap Argus
"Baiklah Master, aku akan membawa hawa ke kamar dulu.. "
Setelah itu Argus kembali menuju guild petualang, Argus juga melihat bahwa ada pesan dari Guild di kartunya yang mengatakan bahwa untuk menunda dulu penyelidikannya.
Pasalnya, walaupun target sudah jelas Admantoise. Namun karena terjadi sesuatu sepertinya target menghilang.
Argus tak berniat menjelaskan masalah ini lewat kartu guild, jadi argus memutuskan untuk datang lagi dan menjelaskan langsung apa yang terjadi sebenarnya.
Sepanjang jalan Argus mendengar berbgai percakapan orang-orang di sana, dari adanya dewa iblis yang turun.. Ada Naga yang bertarung dengan Admantoise yang membuatnya mengamuk, kiamat dan sebagainya.
Argus yang tau apa yang sebenarnya terjadi hanya tersenyum masam. Argus memang lupa tidak memasang penghalang sebelumnya, jadi efeknya menyebar ke segala arah.
Setelah sampai di dalam Guild petualang, Argus juga menyaksikan berbagai kegaduhan yang sama dengan apa yang ia dengar di sepanjang jalan. Para petualang saat ini sedang melaporkan apa yang ia lihat sebelumnya.
Melihat Ema dan Cesilia yang masih sibuk, Argus memutuskan untuk duduk terlebih dahulu dan memperhatikan sekelilingnya.
Sebagian besar yang melaporkan adalah tentang kegagalan Quest karena monster buruan mereka kabur saat terjadinya fenomena itu. Dan ada pula yang terluka karena kurang beruntung berada di jalur pelarian para monster.
Walaupun jarak mereka jauh dari titik dimana Admantoise itu berada, namun mereka masih merasakan imbasnya. Terutama karena Monster yang lebih lemah saat itu ketakutan dan melarikan diri ke segala, hal ini yang menyebabkan banyaknya kegagalan Quest ini.
Butuh waktu hampir dua jam Argus menunggu sampai Ema tidak lagi melayani petualang untuk Argus maju ke depan.
"Hai Ema.. " Sapa Argus.
"Oh.. Argus.? " Ucap Ema.
"Apakah kamu juga ingin melaporkan sesuatu..? "
"Ya, ini tentang Admantoise itu.. " Ucap Argus
"Haihhh... Ini adalah kesekian kalinya laporan Admantoise dalam dua jam ini, aku sampai bosan.. " Kata Ema sambil menghela nafas.
"Jadi apakah kamu mendapatkan masalah juga..? Coba ceritakan, biar aku catat dan lihat apakah aku bisa membantu.. "
"Ya seperti ini..
Sebenarnya aku telah mengalahkan Admantoise itu dan sepertinya semua kegaduhan ini adalah karena Penaklukan ku untuk Admantoise itu.. " Ucap Argus
"Emm.. Jadi kamu telah mengalahkan Admantoise itu... " Ucap Ema sambil menulis laporan.
Namun setelah beberapa saat tiba-tiba Ema berhenti menulis dan kemudian ia berteriak.
"Apa...!! "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.