Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
55


__ADS_3

Keesokan paginya di tempat kediaman mantan Marquez banyak orang yang masih berkumpul. Salah satunya memakai pakaian baju Zirah.


Orang itu melihat kehancuran tempat itu, tempat yang sebelumnya adalah rumah mewah saat ini benar-benar terlihat seperti sebuah kawah besar.


"Apakah masih belum di temukan..? " Tanya orang itu.


"Maaf Tuan Count, tapi tak ada apapun yang tersisa di sini.. Baik tubuh Marquez dan Viscount tak bisa di temukan lagi. Bahkan tak ada satupun barang yang masih utuh, semuanya musnah tak tersisa.. " Ucap salah satu prajurit.


"Apakah para prajurit yang menjalankan misi dari Marquez juga belum ada kabarnya sampai sekarang..? " Tanya orang itu yang ternyata Count wilayah Isak.


"Lapor Tuan, mereka masih belum kembali.. Dan saat kami mengecek ke tempat di mana seharusnya mereka menjalankan permintaan itu, ternyata mereka sama sekali tidak pernah ke sana..


Dan bahkan tak pernah ada masalah yang di sebutkan dalam Quest milik Marquez itu. " Ucap prajurit itu


"Baiklah, kamu bisa pergi.. " Kata sang Count itu.


"Permintaan palsu.. Hilangnya para prajurit berjumlah lebih dari tiga puluh dengan level empat puluh.. Dan kemudian baik Marquez dan Viscount terbunuh bersamaan dalam tragedi Batu yang jatuh dari langit..?? " Gumam Count


"Bukankah ini terlalu tepat waktunya..? Semuanya terjadi secara bersamaan.. "


"Sepertinya ada sesuatu di balik semua ini.. Aku harus menyelidiki semuanya dengan lebih teliti.. "


"Kamu kesini..!! " Ucap Count.


"Ya Tuan.. " Ucap salah satu prajurit itu.


"Selidik semua yang di lakukan Marquez dan Viscount dalam beberapa hari sebelumnya..


Laporan apapun, atau kegiatan apapun yang di lakukan oleh keduanya.. Cari semuanya, tanya semua yang berkaitan atau melihat mereka dalam dua hari terakhir.. " Ucap Count


"Oh benar, cari tau juga kegiatan Marquez dan viscount lewat para pelayan yang masih selamat.. Jika ada yang menolak bekerjasama, masukan dia kedalam tahanan atas namaku.. "


"Mengerti Tuan.. " Ucap prajurit itu, setelah itu ia langsung pergi dari sana.


"Aku yakin ada sesuatu di balik semua ini.. Dan dari kebiasaan kedua orang itu, pasti ini berikatan dengan Uang.. " Gumam count.


"Jadi apakah ada hal yang mungkin bisa menarik perhatian Marquez dan Viscount itu akhir-akhir ini..? "


Setelah berfikir beberapa saat, Tiba-tiba Count ingat sesuatu. Sesuatu yang menggegerkan semua orang di kota Isak.


"Benar..!! Adamantoise..!! " Teriak Count tiba-tiba.


"Sepertinya aku harus bertanya kepada Williams soal ini, mungkin dari sana aku bisa mendapatkan titik terang.. "


.


.


.


Sementara itu setelah istirahat, Argus dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka. Ini adalah hari kedua Argus melakukan perjalanan ini, dan masih ada sekitar dua atau tiga hari lagi untuk sampai di tujuan.


Sebelumnya saat membicarakan masalah mana yang ada di alam, Argus teringat akan energi lainnya. Yaitu energi kehidupan atau Life-Force..


Atau di dunia ini dan dalam Game lebih terkenal dengan istilah HP atau Health Point, Status yang menunjukkan jumlah satuan kesehatan karakter game atau individu di dunia ini..


Jika Mp atau Mana Point adalah status yang menunjukkan jumlah mana, dimana dalam kasus terburuk jika Mana individu habis akan mengakibatkan tidak sadarkan diri.


Dan jika HP turun tajam apa lagi habis artinya individu itu akan mati.


Setiap individu akan selalu mengutamakan MP karena ini adalah point yang bisa di gunakan untuk bertahan atau menyerang. Sedangkan HP di sini hanya untuk tolak ukur kehidupan individu saja, tak pernah ada yang mencoba memanfaatkan HP untuk tujuan pertanahan diri atau menyerang.


Di sini saat Argus beristirahat, ia mencoba menggerakkan HP atau yang argus anggap sebagai Life-Force..


Pertama Argus duduk bersila sendirian di bawah pohon agar bisa menjaga ketenangan. Kemudian ia mulai memejamkan matanya.


Argus pertama mulai mencoba merasakan Energi kehidupan di dalam dirinya sendiri. Namun ternyata itu tak semudah yang ia bayangkan. Apa yang bisa Argus rasakan kali hanyalah Mana yang ada di dalam dirinya..


Argus terus mencoba mencari Life-Force di dalam dirinya. Tak terasa berjam-jam telah berlalu dari saat awal Argus mulai duduk bersila.


Namun semakin Argus mencoba mencari dan merasakan Life-Force itu, semakin Argus merasakan perputaran Mana di dalam tubuhnya semakin banyak dan cepat..


Lalu Argus mencoba merasakan Mana itu dan melihat bahwa mana di dalam tubuh akan bersirkulasi menyusuri seluruh bagian tubuh Argus.


Kemudian ia mencoba membuat Mana itu mulai melambat dan sakin lambat.


Lalu Argus membuat Mana di dalam tubuhnya benar-benar berhenti bersirkulasi. Lalu Argus memperhatikan di bagian perutnya, di sana semua mana berawal dan membentuk sebuah pusaran mana.


Argus mencoba menyerap semua mana miliknya kedalam pusaran mana itu, dan setelah itu Argus benar-benar merasakan bahwa tubuhnya menjadi jauh lebih ringan dan rileks.


Dan Argus kembali merasakan Life-Force miliknya lagi. Walaupun jauh lebih tenang dari sebelumnya, Argus akhirnya masih gagal merasakannya.


Setelah merasakan bahwa kali ini gagal merasakan Life-Force, argus memutuskan untuk berhenti dan beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkannya nanti.


Namun alangkah terkejutnya saat Argus membuka matanya, pasalnya tempat yang awalnya Argus gunakan untuk melakukan latihan adalah di bawah pepohonan tak jauh masuk kedalam hutan.


Banyak pepohonan rindang di sekelilingnya, rerumputan subur dan banyak binatang kecil berkeliaran di sana. Namun saat ini benar-benar berubah drastis.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di sini..??!! "


Argus saat ini duduk di atas batu dimana sekelilingnya adalah tanah tandus. Dan selain apa yang Argus saat ini duduki dalam radius 10 meter darinya saat ini adalah sebuah parit melingkar.


Dimana tak ada kehidupan lagi yang bisa di lihat dari radius seratus meter berpusat dari Argus. Di luar jarak seratus meter dari Argus dapat di lihat banyak pohon yang tumbang seperti tertiup angin yang kencang.


Argus sangat yakin jika ia tak berpindah tempat, jadi kemungkinan terbesar adalah ada sesuatu yang terjadi saat Argus bermeditasi sebelumnya.


Argus kemudian terbang ke atas untuk melihat dimana Lisa dan lainnya, dan Argus melihat kereta kuda beserta Lisa dan lainnya berada sekitar lima ratus meter di depan. Argus langsung terbang ke arah itu.


Dan kemudian mendarat di samping kereta, di sana Lisa Hawa dan Alfred sedang duduk beristirahat.


"Master/Ayah..!! " Kata Lisa dan Hawa bersamaan.


Sedangkan Alfred yang melihat Argus datang hanya menundukkan kepalanya kemudian pergi dan mulai menyiapkan makanan.


"Apa yang terjadi saat aku di sana sebelumnya..?? " Tanya Argus sambil menggendong Hawa.


"Tadi ada ledakan keras bom...!! Lalu wuusss angin kencang keluar dari ayah.. Lalu Bomm ledakan terus keluar dari ayah..!! "


"Semuanya hancur.. Dan paman Alfred membawa kami menjauh dari sana dan menyarankan kami menunggu di sini.. " Ucap Hawa mencoba menjelaskan apa yang terjadi..


Argus yang mendengar itu sedikit bingung, lalu melihat kearah Lisa untuk menunggu penjelasan yang lebih detail darinya.


"Ya sebenarnya saat Master mulai duduk di bawah pohon sebelumnya.. Semuanya berjalan normal dan tak ada yang terjadi.. " Ucap Lisa


"Lalu sekitar setengah jam kemudian tiba-tiba Master mengeluarkan mana yang sangat besar dari tubuh master..


Sampai-sampai terjadi ledakan energi, Mana master bahkan bisa di lihat dengan mata telanjang.. Itu adalah hal yang sangat jarang terjadi. "


"Biasanya mana orang hanya akan terlihat saat menggunakan sihir tertentu saja, namun mana milik master sedikit aneh.. " Ucap Lisa


"Aneh bagaimana..? " Tanya Argus


"Itu merah.. Merah terang yang terbang ke langit... Bomm..!! " Ucap Hawa.


"Ya sebenarnya karena warna Mana milik master itu adalah Merah darah..


Aku belum pernah mendengar atau melihat mana yang seperti itu, bahkan untuk yang memiliki kedekatan terhadap api saja hanya merah biasa bahkan cenderung agar orenge. Tapi milik master merah darah dan lebih gelap lagi.. " Ucap Lisa


"Dan di saat Mana Merah darah itu keluar, semua hal yang bersentuhan dengannya akan mulai layu dan berubah menjadi abu.. Itu seperti memiliki sifat korosif terhadap semuanya.. "


"Awalnya hanya muncul di sekeliling master saja, namun kemudian mulai meluas.. Dan setiap saat akan terjadi ledakan energi dari master, yang akan menghancurkan semuanya di sekeliling Master.. " Kata Lisa.


"Alfred membawa kami menjauh dari sana saat melihat hal ini, ia takut jika kita tetap di dekat master akan terkena dampaknya.


"Karena saat kami menjauh, Mana master langsung naik ke atas langit membentuk sebuah pilar mana berwarna merah darah..


Dan pilar itu membesar sampai berdiameter sekitar sepuluh meter berpusat dari master, namun pilar mana itu dalam rentan waktu tertentu akan mengeluarkan gelombang mana yang akan menghancurkan semuanya di sekeliling master.. "


"Bahkan binatang atau monster terbang yang melewati Pilar mana terlihat akan langsung menghilang. Bagaikan di pindahkan ke dunia lainnya.. "


"Juga dari pilar itu akan muncul angin yang terus menekan ke segala arah..


Walaupun kami sudah menjauh sampai di sini, kami masih bisa merasakan tekanan yang menakutkan dari arah master. Kami juga melihat banyak Monster baik kecil atau besar juga berlarian menjauhi master.. "


"Namun, sesaat sebelumnya tiba-tiba semua Mana Master menghilang dan bahkan tak bisa di rasakan lagi.. Bahkan Hawa pun tak bisa merasakan kehadiran Mana milik master. "


"Jika bukan karena aku masih bisa melihat master dari kejauhan, kami akan berfikir telah terjadi sesuatu kepada master atau Master menghilang.. "


"Apakah bahkan kemapuan Hawa untuk merasakan mana tak bisa merasakan kehadiran ku..? " Tanya Argus


"Emm.. Hawa tak bisa merasakan Ayah saat itu, Hawa pikir Ayah menghilang.. " Ucap Hawa saat cengkraman tangannya yang memeluk Argus semakin kencang, seperti takut Argus benar-benar menghilang saat ia lepaskan.


"Dan setelah semuanya terlihat tenang, tiba-tiba ada sebuah daya tarik yang kuat yang terjadi.. Itu mirip seperti Master menjadi lubang hitam yang menghisap semua mana.. " Ucap Lisa


"Aku belum pernah melihat ada yang bisa menyerap mana seperti Master.. "


Kemudian Argus melihat Statusnya dan di sana apa yang Argus lihat adalah perubahan pada jumlah mana miliknya.


Saat ini jumlah Mana milik Argus benar-benar berubah dua kali lebih banyak dari sebelumnya..


Dan lagi di kolom Skill pun Argus mendapatkan kemampuan lainnya yang sepertinya itu berkaitan dengan apa yang Argus lakukan sebelumnya.


Nama : Argus Okinawa. (Petualang)


Umur : 17 Ras : Height Human


Job : - Sage (aktif) Lv : 215/999



Overlord (tidak aktif)



Mp : 1.990.000 /1.990.000 (Max∞)

__ADS_1


Hp : 560.000 /560.000 (Max ∞)


Agi : 9000 (max10.000)


Str : 9000 (max10.000)


Vit. : 9000 (max10.000)


Int : 1000 (max 1.000)


Luc : 8 (Max 10 poin)


Skill bawaan. :


~


Overlord Skill :


{ }


Skill :


Fire Ball


.


.


.


.


Dimension Home


Sihir Alam- The Living forest


Mana Manipulation


Infinite Mana Absorption.


Elemen : -Api -Air - Cahaya +(Tanah, Angin, Kegelapan) Alam.


Hewan peliharaan:. 19.789 ekor semut Naga api Rank B.


Nama : Semut Naga api. (Semut pemotong. )


Nama : Semut Naga api. (semut pelumpuh)


Nama : Semut Naga api. (Semut Warrior.)


Nama : Semut Naga Api ( semut Bayangan) .


Keluarga. :


-Nama : Lisa *****


-Nama : Hawa Okinawa


-Nama : Alfred


-


Title/Gelar :


Pesan. ~


Inventori. ~


.


"Mana Manipulation dan Infinite Mana Absorption...?? " Gumam Argus.


"Sepertinya Mana Manipulation adalah apa yang aku lakukan dengan mengendalikan Mana di dalam tubuh.. Dan Infinite Mana Absorption adalah proses penyerapan mana.. "


"Tunggu..!! Bukankah dengan teknik ini aku sama saja dengan menyerap mana di alam..?? " Gumam Argus


"Sepertinya aku harus mencobanya lagi lain kali.. Tapi sepertinya aku harus mencari tempat lainnya untuk bereksperimen lain kali..."


Argus memperhatikan kerusakan yang ia sebabkan sebelumnya dan sedikit tersenyum masam, jika ia melakukan hal seperti ini di kota mungkin ia akan mengalami banyak masalah..


Setelah mengetahui semuanya apa yang terjadi sebelumnya, Argus kemudian kembali ke tempat ia berlatih. Dan kemudian mencoba memulihkan semua keadaan seperti semula.


Argus memperbaiki tanah dengan sihir tanah dan menumbuhkan pepohonan lagi dengan skill dari elemen Alam miliknya.


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2