
"Full attack....!!!! " Ucap Argus.
Teriak Argus sambil mengarahkan pedangnya untuk memotong secara Vertikal ke depan..
Sampai katana Argus mengarah ke bawah, tak ada efek apapun yang terjadi. Namun beberapa saat kemudian, sesuatu seperti ledakan sonic terjadi di sana.
Mulai dari tempat Argus berdiri muncul cahaya terang ke arah depan yang sangat menyilaukan, serangan itu menyisakan celah besar di tanah berpusat dari Argus mengarah ke depannya.
Itu membentuk selokan besar, tak ada satupun Monster atau apapun lagi yang tersisa di lokasi itu.. Banjir monster itu benar-benar lenyap tak tersisa..
Dua orang di belakang Argus hanya bisa melongo melihat hal itu, level kerusakan itu benar-benar di luar pemahaman mereka tentang apa yang bisa di lakukan seseorang..
"Sepertinya sudah beres sekarang.. " Ucap Argus saat melihat hologram di depannya tidak menyisakan monster apapun lagi.
Dari hologram itu bisa di lihat bahwa kerusakan yang terjadi jauh lebih besar dari apa yang terlihat di depan mereka..
"Hei..!! Argus, apa kau.. .. " Ucap Roland.
Namun sebelum ia menyelesaikan perkataannya, itu sudah terpotong oleh Argus.
"Agghhh..!! Sial, aku melupakan sesuatu.. " Ucap Argus.
"Haa.. Akhirnya kau sadar juga.. " Ucap Roland menghela nafas sat mendengar perkataan Argus.
"Aku lupa jika ingin menyimpan daging mereka.. " Tambah Argus.
"Sial..!! Apa hal itu yang kau lupakan..?!! "Teriak Roland.
" Daging..?? Kita sebelumnya membahas agar tidak membuat banyak kehancuran di sini kau ingat..?? "
"Ehh..?? Apa kalian mengatakan hal itu..?? " Tanya Argus.
"Sepertinya kalian hanya mengatakan agar tidak sampai menghancurkan kerajaan ini saja bukan..? "
"Jadi aku tak salah di sini, aku tidak menghancurkan seluruh kerjaan aku juga tidak menghancurkan seluruh Hutan.. Hanya sebagian kecil dari hutan ini saja.. " Ucap Argus.
"Tapi lihat hasilnya sekarang..? Kau tetap menghancurkan hampir separuh Hutan, bahkan gunung di depan juga lenyap sekarang.. "Ucap Dominik.
" Ini hanya hal sepele.. "Ucap Argus.
" Aku akan memperbaiki ini segera..
Sihir Alam- The Living forest..!! "
Setelah itu Argus mulai membuat tanah di sana dan pepohonan mulai muncul kembali dan tumbuh mengisi kekosongan tanah di sana..
Semuanya mulai kembali seperti semula bahkan pepohonan di sana jauh lebih lebat dari sebelumnya..
Hanya butuh beberapa saat untuk semua kembali normal tidak ada sedikitpun bekas kehancuran di sana, setelah itu Argus Menepuk-nepuk tangannya..
"Baiklah.. Semuanya sudah beres, jadi kalian tak perlu komplain lagi bukan..? " Ucap Argus.
"Kau..! Kau baru saja menggunakan sihir alam bukan..?? " Tanya Dominik.
"Ya.. Kenapa..? " Tanya Argus.
"Haihh... Aku benar-benar tak tau lagi harus bilang apa.. " Ucap Dominik.
"Kau sepertinya mengetahui segala hal, sebenarnya kau ini siapa..?? "
"Aku..? Aku Argus, siapa lagi memangnya.. ? " Ucap Argus.
"Ehh..?? Haihh.... Lupakan, kau ini memang aneh.. "Ucap Dominik.
Argus hanya mengangkat bahunya mendengarkan jawaban Dominik.
" Hei, apakah menurutmu tanah di sini seperti ini saja atau aku kembalikan seperti semula..?? "Tanya Argus.
" Tentu saja lebih baik seperti semula, walaupun seperti ini jauh lebih baik melawan monster.. Namun ini juga berbahaya jika ada penyergapan oleh bandit atau yang lainnya.. "Ucap Dominik.
" Kau ada benarnya juga.. "Ucap Argus, lalu ia mengembalikan tanah di sana seperti semula lagi..
Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, namun saat melewati tempat dimana para monster sebelumnya berada sebelum di hancurkan oleh Argus..
Argus melihat sesuatu yang berkilauan di sana dan saat ia mengambilnya, Argus tau itu adalah Core monster.
" Ada apa..? " Tanya Roland.
"Ini core monster.. " Ucap Argus.
"Lalu..?? " Tanya Roland.
"Lalu katamu..?? Apa kau tak paham..?? " Ucap Argus.
"Ini adalah core monster yang jatuh dari monster yang sebelumnya aku hancurkan.. Jika demikian bukankah itu artinya Core ini berasal dari monster Dungeon.. "
"Tunggu... Apakah maksudnya monster yang sebelumnya berasal dari Dungeon yang pecah..?? " Tanya Dominik.
"Ada kemungkinan seperti itu.. " Ucap Argus.
"Ini adalah monster terluar dari posisi serangan ku sebelumnya, jika itu monster biasa harusnya tidak hanya core yang tersisa namun ada sisa bagian lain.. "
"Namun di sini hanya core monster tanpa ada material lainnya, dan lagi ini jelas bukan core yang di jatuhkan seseorang.. " Ucap Argus.
"Dan kau bilang tak ada Dungeon di sekitar sini kecuali di desa tujuan kita berikutnya bukan..?? "
__ADS_1
"Apakah mungkin..?? " Ucap Dominik.
Roland melihat kearah Dominik karena ia penasaran, lalu ia berbalik ke arah Bagas yang berbicara.
"Ya.. Kau benar, ada kemungkinan ini seperti yang kau pikirkan.. " Ucap Argus.
"Lalu artinya desa selanjutnya..? " Ucap Dominik.
"Ya.. Itu mungkin saja.. " Ucap Argus.
Roland kembali melihat ke arah Dominik lalu ke arah Argus, namun tak ada satupun hal yang ia mengerti dari percakapan keduanya.
"Sial.. Berhenti berbicara setengah-setengah seperti itu.." Ucap Roland.
"Apa kalian ini tak paham..?? Di sini ada orang bodoh yang tak paham dengan percakapan setengah-setengah kalian..?? "
"Kalau begitu mari kita bergegas..!! " Ucap Dominik. Ia tak memperdulikan keheranan Roland. Lalu di ikuti Argus dan yang lainnya juga..
"Hai..! Jelaskan dulu apa yang kalian berdua ucapkan..!! " Ucap Roland.
"Sial.. Mereka benar-benar menyebalkan.. Hei...!!! Tunggu aku..!! "
Lalu Roland menaiki kuda Troy itu dan mengejar mereka di belakang.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Butuh waktu tiga hari sampai akhirnya Argus dan yang lainnya melihat tujuan mereka selanjutnya karena mereka memutuskan untuk istirahat di malam hari..
Hal ini karena Argus mempertimbangkan para wanita, jadi ia memutuskan walaupun mempercepat perjalanan ia tetap memilih istirahat di malam hari..
Argus dan yang lainnya berhenti di bukit tak jauh dari tujuan mereka. Dari sana mereka bisa melihat lokasi desa yang mereka tuju dengan jelas, namun..
"Sepertinya tebakan kita benar adanya.. " Ucap Argus.
"Ya.. Sialan.. " Ucap Dominik
"Apa yang terjadi di sana..?? " Ucap Olivia.
"Sepertinya desa itu telah hancur karena pecahnya Dungeon.. " Ucap Argus.
Terlihat dari sana ada desa atau lebih tepatnya bekas desa yang saat ini telah rata dengan tanah..
Ada asap mengepul tanda telah terbakar dan hancur bisa di lihat dengan jelas..
"Mungkinkah semua orang di sana telah meninggal..?? " Tanya Lisa.
"Tidak.. Tak ada satupun di sana ayah.. " Ucap Hawa.
"Tapi.. "
"Ada apa..?? " Tanya Argus.
"Ada sesuatu mirip terran dan mirip monster di sana.. " Ucap Hawa.
"Itu mungkin Demi Hujan yang selamat bukan..? " Ucap Ana.
"Bukankah itu mirip keduanya..? "
"Tidak.. Ini berbeda.. " Ucap Hawa.
" Di sana juga banyak monster bersembunyi ayah.. "Ucap Hawa.
"Emm... Ayah paham.." Ucap Argus.
"Seperti ada sesuatu yang lain di sana, jadi kalian harus hati-hati.. "
Mereka mengangguk sebagai tanggapan, lalu mereka mulai melaju kembali ke arah desa di sana..
Saat sampai di sana mereka bisa mencium bau darah di mana-mana, namun tak ada satupun mayat atau anggota tubuh yang terlihat..
Hanya darah dan bekas perkelahian yang tersisa..
"Ini aneh.. Jika itu hanya serangan monster seharusnya masih ada mayat nya kan..?? " Ucap Dominik.
"Ya.. Sepertinya ada hal lainnya yang telah terjadi.. " Ucap Argus.
"Ayah, mereka mendekat.. " Ucap Hawa.
"Kalian bersiap-siap.. Oliv, tetap di tengah-tengah yang lainnya.. " Ucap Argus.
"Emm.. Aku mengerti.. " Ucap Olivia.
"Marlin, lindungi Olivia.. Feniks kau lindungi Ana.. " Ucap Argus.
"Lisa dan Alfred, lindungi Hawa.. "
"Sayang, bagaimana dengan ku..?? " Tanya Levi.
"Kau..?? Lakukan sesukamu saja.. " Ucap Argus.
"Apa..? Kenapa kau memperlakukan ku berbeda dengan yang lainnya..? Apa kau tak percaya pada kemampuan ku..? " Tanya Levi.
__ADS_1
"Ya.. Aku meragukanmu, buktikan kemampuan mu di sini agar aku bisa mengubah cara pandang ku.. " Ucap Argus.
"Emm.. Baiklah, serahkan padaku.. Aku akan menunjukkan kemampuan ku.. " Ucap Levi.
"Kalian berdua bisa menjaga diri bukan..? " Tanya Argus.
"Hahha.. Tenang saja, aku sangat menikmati hal ini.. " Ucap Roland.
"Aku tak masalah.. " Ucap Dominik.
"Itu bagus.. Karena aku memiliki firasat sepertinya takan punya waktu menjaga kalian nantinya.. "Ucap Argus.
Setelah mengatakan itu tiba-tiba dari segala arah muncul banyak monster besar dan kecil mengelilingi mereka..
Lalu tiba-tiba terdengar suara serak seseorang di ikuti para monster yang sepertinya membuka jalan untuk seseorang atau sesuatu lebih tepatnya..
" Hahahaa... Aku tak menyangka kau akan datang sendiri ke sini, ini benar-benar menghemat waktuku.. "Ucap suara itu.
Lalu mulai lah terlihat sosok humanoid tinggi besar mengunakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya..
Itu adalah jubah hitam panjang tanpa hiasan apapun dan juga tampak sedikit kusam serta banyak noda darah di sana.
" Oh.. Sepertinya kau bersama banyak barang bagus juga.. Ini benar-benar bagus.. "Ucap sosok itu.
" Siapa kau..? " Tanya Argus.
"Untuk seseorang yang akan menjadi makanan ku, akan aku puaskan rasa penasaran mu.. " Ucap Sosok itu.
Lalu ia membuang jubah di tubuhnya dan memperlihatkan sosok humanoid mirip manusia serigala berbulu berwarna silver tinggi besar..
Namun terlihat ia memiliki tiga mata di kepalanya dan ada tanduk di atas jidatnya, serta cakar yang cukup panjang di masing-masing kuku tangannya..
Ia juga memiliki taring yang lebih panjang di mulutnya seperti harimau gigi pedang..
"Kalian bisa memanggilku Beast, salah satu dari anggota Tabut Cahaya.. Kau seharusnya sudah tau tentang kami bukan..? " Ucap Beast.
"Ternyata ini ulah kalian lagi.. " Ucap Argus.
"Hahhaa.. Ternyata memang benar, kau sudah mengetahui keberadaan kami.. " Ucap Beast.
"Tak salah ketua kemasukan mu ke daftar pembunuhan kami.. "
"Dan karena kalian bisa sampai di sini artinya kau memiliki kemampuan yang cukup menarik.. " Ucap Beast.
"Jadi seharusnya daging mu jauh lebih enak dari orang-orang lemah di sini.. "
"Tunggu..!! Apa kau memakan semua orang di sini..? " Tanya Dominik.
"Itu benar.. Tunggu.. " Ucap Beast.
"Kau memiliki bau yang sama dengan bocah dragonewt itu.. Tidak kaulah bocah itu..! "
"Hahhaa... Itu artinya Rock gagal membunuhmu.. " Ucap Beast.
Argus mengerutkan Alisnya saat mendengar itu, namun ia tidak mengatakan apapun..
"Karena kau juga ada di sini, maka aku akan membunuhmu dan memakan mu juga..
Dengan begitu aku yakin ketua akan memberikan ku beberapa hadiah nantinya.. " Ucap Beast.
"Atau paling tidak aku bisa memeras si tua Rock itu nantinya.. Namun untuk sekarang, waktunya mengakhiri hidup kalian.. "
"Anak-anak, bunuh mereka berempat yang laki-laki.. Sedangkan untuk wanita, tangkap mereka.. " Ucap Beast.
Lalu para monster itu seolah mengerti dan mulai berjalan mendekati Argus dan yang lainnya..
"Jadi sekarang apa kalian masih berfikir bisa menangani mereka..?? " Tanya Argus.
"Tak masalah, serahkan saja mereka kepada ku.. " Ucap Roland.
"Emm.. Ini masih dalam ruang lingkup kemampuan ku.. " Ucap Dominik.
"Itu bagus.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu, aku akan langsung mengurus orang itu.. Mari lakukan.. "
Setelah mengatakan itu Argus langsung melesat dengan cepat dan tiba-tiba muncul di depan Beast, Argus langsung memukulnya sementara Beast menangkis dengan menyilang kan kedua tangannya di depan tubuhnya untuk menahan serangan Argus..
Namun walaupun sudah di tahan Beast masih terpental ke arah belakang dengan sangat cepat..
Argus juga ikut mengejar Sosok Beast itu saat ia masih terpental..
Sementara Roland dan Dominik langsung mulai melawan Monster di sana, sementara yang lainnya melawan monster yang mendekati mereka..
Lisa tidak membiarkan Hawa ikut bertempur walaupun ia sangat ingin melawan para monster..
Jadi ia hanya berdiri di sana sambil memeluk Tokki di pelukannya sambil melihat yang lainnya melawan para monster..
Alfred menggunakan kemampuan berpedang nya untuk memotong setiap monster yang mendekati mereka, itu membuat Dominik sangat terkejut dengan kemampuan Alfred.
"Sial.. Bahkan pembantu golem nya sangat kuat.. "
.
.
__ADS_1
. Bersambung