Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
91


__ADS_3

"Kita berhenti di sini dan melanjutkan dengan jalan kaki.. " Ucap Argus


"Apakah tempatnya sudah dekat..?? " Tanya Olivia


"Ya.. Selain itu aku tau ada beberapa Petualang yang berjaga tak jauh dari sini, jadi kita perlu berjalan kaki.. " Ucap Argus.


"Emm.. " Angguk Olivia.


Lalu mereka Melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Tak lama mereka sudah bisa mendengar ada perkelahian tak jauh dari mereka.


Dan di sana mereka melihat dua kubu petualang saling menyerang satu sama lainnya.


Sepertinya para petualang itu terpecah menjadi dua kelompok dan mulai saling menyerang satu sama lain untuk memperebutkan sesuatu..


"Kalian terlalu bodoh..!! Untuk apa kita membagikan makanan yang sudah kita dapatkan untuk orang-orang itu..? " Ucap salah satu petualang di sana.


"Kita harus saling berbagi.. Jika tidak mereka akan mati kelaparan, dan kau tak bisa mengambil semua jatah makanan itu..


Itu milik mereka, dan kita hanya mendapatkan tugas untuk mengambilkan saja.. " Ucap petualang yang menjadi lawannya.


"Untuk apa..?? Toh mereka tak mengetahui apa yang kita lakukan, jadi biarkan saj.. Belum tentu kita akan selamat jika kita membagikan makanan ini.. " Ucap orang itu.


"Benar.. Kita bisa mengambil hal ini untuk kita sendiri agar kita bisa selamat.. " Ucap petualang lainnya.


"Tapi itu bukan milik kita..!!! Dan aku juga tau kau telah mengambil banyak barang milik warga yang tertinggal di rumah mereka bukan..?? " Ucap lawannya.


"Lalu kenapa..? Mereka takan tau.. " Ucap orang itu.


"Ya.. Lagipula kita belum tentu akan mendapatkan hadiah nantinya.. " Ucap petualang lainnya lagi.


"Jene.. Lupakan, jangan berbicara dengan mereka lagi. Mereka takan mendengar apa yang kamu katakan, lebih baik kita lawan dan ambil makan itu saja. " Teriak salah satu petualang yang mencoba mengambil makanan kembali.


"Emm.. " Angguk petualang bernama Jane.


Di sisi lain Argus dan yang lainnya saat ini sudah memahami apa yang terjadi dengan mendengar pertengkaran mereka berdua.


Jadi mereka sebelumnya satu kelompok dan mendapatkan tugas untuk mencarikan makanan dan mengambil beberapa barang yang tertinggi di kediaman warga.


Namun ada yang menolak mengembalikan dan memberikan makanan itu untuk mereka, dan menganggap bahwa karena tak tau akan lebih baik mengambil makanan itu untuk mereka sendiri agar bisa bertahan.


"Master.. Mereka sudah kelewatan.. Mereka ingin mengambil makanan para warga untuk diri mereka sendiri.. " Ucap Lisa.


"Aku tau.. " Ucap Argus


"Apakah kita akan menangkap mereka..?? " Tanya Olivia.


"Tidak perlu.. " Ucap Argus.


"Sebenarnya ada monster yang saat ini mendekati mereka, kita hanya perlu menyelamatkan petualang lainnya saja. "


"Gggrrrooowwww...!!! "


Tak lama setelah Argus mengatakan itu tiba-tiba ada raungan monster datang ke arah para petualang itu.


Dan raungan itu menghentikan pertarungan para petualang itu. Lalu mereka melihat sekelompok Monster sudah ada di sekitar mereka sekarang..


"Minotaurus...??!! " Teriak kaget para petualang saat melihat monster tiba-tiba datang ke arah mereka.


"Sial.. Mari tinggalkan tempat ini..!! " Ucap salah satu petualang. Namun saat mereka melihat kearah lawan mereka tiba-tiba mereka sudah tak ada di sana.


"Dimana Jane dan yang lainnya..?? "


"Mereka.. Mereka menghilang.. " Ucap petualang lainnya.


"Apa maksudnya..? Tak mungkin mereka bisa menghilang. " Ucap petualang yang sepertinya pemimpin dari mereka.


"Tapi memang Bener mereka benar-benar menghilang..


Hai kalian katakan sesuatu juga.. " Ucap petualang itu.


"Benar Bos, mereka tiba-tiba menghilang begitu saja.. " Ucap yang lainnya.


"Tadi saat tiba-tiba muncul lingkaran sihir di belakang mereka dan tiba-tiba mereka masuk kedalam dan menghilang.. "


"Sial.. Lupakan mari kita kabur dari sini.. " Ucap Bos mereka itu.


Lalu mereka mencoba kabur dari sana, namun arah mereka lari salah dan malah masuk ke tengah-tengah para Minotaurus itu.


Teriakan mereka dapat di dengar saat satu demi satu dari mereka mati karena serangan Minotaurus itu.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu beberapa saat sebelumnya.


"Aku tau.. " Ucap Argus

__ADS_1


"Apakah kita akan menangkap mereka..?? " Tanya Olivia.


"Tidak perlu.. " Ucap Argus.


"Sebenarnya ada monster yang saat ini mendekati mereka, kita hanya perlu menyelamatkan petualang lainnya saja. "


"Gggrrrooowwww...!!! "


"Lihat.. Mereka sudah datang..


Sekarang saatnya menolong mereka.. " Ucap Argus.


Lalu ia membuat rune sihir gerbang berjumlah Tiga seukuran dua meter masing-masing.


Lalu setelah gerbang terbuka, Argus menggunakan manipulasi bayangan untuk membentuk tangan bayangan dan menarik sesuatu dari Gerbang itu.


Dan apa yang Argus tarik ternyata adalah petualang yang sebelumnya melawan untuk mendapatkan kembali makanan dari petualang lainnya.


"Apa..?? Apa yang terjadi..?? " Ucap salah satu petualang itu.


Lalu ia melihat sekitar dan melihat Argus Lisa dan Olivia di sana.


"Siapa kalian..?? " Ucap petualang itu saat ia mulai waspada.


"Reina. Tenang..!! " Ucap petualang wanita bernama Jane. Lalu ia berjalan mendekati Argus dan yang lainnya.


"Jene Hati-hati, kita tak tau siapa mereka.. " Ucap petualang wanita satunya lagi.


"Tak apa Lex, Rei. Apa kalian tak sadar bahwa mereka sudah menyelamatkan kita..?? " Ucap Jene kepada dua temannya Reina dan Lexy.


Tapi tiba-tiba mereka mendengar jeritan minta tolong dari teman petualang lainnya yang sebelumnya mereka lawan..


"Mereka akhirnya mati juga.. " Ucap Lexy.


"Tunggu bagaimana dengan makanan nya..?? " Tanya Reina.


"Lupakan.. Setidaknya kita selamat sekarang dan kita bisa saja mencari makanan lainnya lagi nanti.. " Ucap Jene.


"Terimakasih sudah menyelamatkan kami.. "


"Tak masalah.." Ucap Argus.


"Jadi apa kalian petualang yang berasal dari salah satu Dungeon tempat persembunyian..? "


"Ya. Kami mendapatkan tugas untuk mengambil makanan dari rumah penduduk yang masih bisa di makan dan beberapa barang mereka.. " Ucap Jene.


"Ya tapi para sialan itu tiba-tiba mengambil semaunya untuk diri mereka sendiri.. " Ucap Lexy.


"Itu tak perlu..


Aku akan memeriksa ke sana untuk melihat apakah makanan itu hancur atau tidak.. Dan aku akan membawanya ke Dungeon nanti.. " Ucap Argus.


"Kalian bisa kembali dulu bersama dengan dua rekan ku.. "


"Tidak perlu itu terlalu berbahaya..!! " Ucap Reina


"Itu hanya beberapa sapi.. Dan mungkin itu bisa menjadi bahan makanan juga.. " Ucap Argus.


"Hah.. ?? Tapi itu adalah kawanan Monster Rank B dan kamu ingin pergi sendirian..? " Tanya Jene


"Itu hanya bukan masalah.. " Ucap Argus.


Lalu Argus berjalan pergi dari sana meninggalkan mereka.


"Maaf apakah kalian takan menghentikan teman kalian..? " Tanya Jene.


"Tidak.. Master akan baik-baik saja. Jadi kalian tak perlu khawatir.. " Ucap Lisa.


"Master..?? " 3X ucap ketiganya.


"Ya. Itu master ku, aku selalu memanggilnya master.. " Ucap Lisa.


"Apakah kalian petualang..? " Tanya Lexy.


"Bukan.. Hanya Argus yang sudah mendaftar. Kami belum.. " Ucap Olivia.


"Argus..? Apakah itu yang tadi..?? " Tanya Reina.


"Ya.. Namanya Argus.. Dia Lisa dan saya Olivia.. " Ucap Olivia memperkenalkan diri.


"Oh maaf tak sopan, saya Jene dia Lexy dan Reina.. " Ucap Jene.


"Lalu.. Rank Apa Argus sekarang..? "


"Master adalah petualang Rank Ss.. " Ucap Lisa.


"Apa..?!! "


.

__ADS_1


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu Telah sampai di lokasi kawanan Minotaurus itu berada.


Argus melihat ada sekitar tiga puluh Minotaurus di sana. Dan semuanya memegang kampak di tangan masing-masing.


"Gggrrrooowwww....!!! " Para kawanan Minotaurus melihat Argus di sana dan langsung mencoba menyerbu Argus.


"Mari akhiri ini segera.. Aku akan mencoba hal baru" Ucap Argus.


"Dark Aura...!! "


Lalu dari posisi Argus tiba-tiba muncul gelombang hitam yang langsung melewati para Minotaurus itu. Awalnya mereka masih berlari tiba-tiba pergerakan mereka yang terkena Dark Aura mulai melambat dan akhirnya jatuh ke tanah dan mati.


Dark Aura adalah sesuatu Yang Argus buat dari Dark element dan apa yang Argus pelajari dari sihir jiwa.


Dan dari sana Argus menciptakan Aura Gelap. Yang akan langsung Mempengaruhi semua makhluk hidup yang terkena.


Ini sebenarnya mirip dengan Tekan Jiwa Supremasi, namun bedanya Dark Aura tak bisa di kontrol untuk mengenai target yang mana.


Semua yang berdiri di kisaran serangan Dark Aura akan terkena, berbeda dengan Tekan Jiwa Supremasi. Walaupun berdekatan jika Argus ingin, ia bisa memilih mana yang terkena mana yang tidak.


Sedangkan kelemahan skill ini adalah hanya bisa membunuh mereka yang levelnya di bawah Argus. Untuk mereka yang memiliki jiwa lebih kuat maka tidak akan ada efek apapun.


Argus cukup puas dengan skill ciptaannya sendiri. Karena ini adalah percobaan pertama dan ternyata berhasil. Lalu Argus memasukkan semua mayat Minotaurus itu ke dalam penyimpanan miliknya.


Namun saat ia melihat mayat dari para petualang, Argus melihat hal yang janggal, semua dada mereka berlubang seperti meledak dan mereka memiliki tato yang sama di leher mereka.


Itu adalah gambar sebuah buku dengan satu mata di tengah-tengah nya.


"Lupakan. Mungkin ini hanya tanda party mereka saja.. " Ucap Argus.


Kemudian Argus melanjutkan memasukan Mayat Minotaurus lainnya. Setelah itu ia memerintahkan para semut untuk memusnahkan setiap monster yang telah mereka temui.


Setelah itu Argus melihat dimana Lisa dan Olivia berada dengan merasakan melalui Semut yang mengikutinya.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Di tempat lain Lisa dan Olivia saat ini sudah sampai di Dungeon tempat para penduduk bersembunyi.


"Oh Jene kalian sudah sampai..?? "Ucap prajurit yang menjaga di depan pintu Dungeon itu.


" Ya.. Maaf terlambat.. "Ucap Jene.


" Tak masalah.. Selma kalian selamat.. "Ucap prajurit lainnya.


"Selamat datang kembali, Bagaimana misi kalian..?? "Ucap orang lain yang baru saja keluar dari Dungeon.


"Itu.. Kami minta maaf tapi... ... " Ucap Jene kemudian Jene mulai menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya yang membuat penduduk di sana menghela nafas mereka.


"Lupakan.. Selama kalian selamat.. " Ucap orang itu.


"Kalian adalah satu-satunya Petualang yang masih mau menemani kami, jadi kami benar-benar terimakasih.. "


"Anda tak perlu seperti itu tuan Baron.. Bagaimana juga kami gagal dalam misi ini.. " Ucap Reina.


"Tak maslah.. Selama kalian selamat kita bisa berusaha mencari lagi nanti.. Kami sudah terbiasa mengikat perut (berhemat) kita di saat-saat sulit, jadi kami masih bisa menerimanya..." Ucap orang itu yang ternyata seorang Baron.


Karena mereka tipe penduduk yang bisa di bilang hidup sederhana, mereka tak terlalu mempermasalahkan hal itu dan memaklumi Jene dan yang lainnya.


"Oh benar, ini Lisa dan Olivia.. Mereka berasal dari luar kota yang baru saja masuk ke kota kita.. " Ucap Jene.


Jene juga memperkenalkan Lisa dan Olivia kepada mereka.


"Salam kenal Tuan Baron.. " Ucap Olivia.


"Jika boleh brtanya.. Sudah berapa lama kondisi ini terjadi..?? "


"Apakah kondisi kita tak di ketahui oleh orang luar..?? " Tanya Baron.


"Tidak.. Sepertinya utusan dari sini tak selamat dan meninggal di perjalanan karena serangan monster..


Kami menemukan sisa kereta tak jauh dari sini.. " Ucap Olivia.


"Apakah seperti itu..?? " Ucap Baron.


"Haihh.. Sepertinya kita masih harus menunggu lama agar pihak kerajaan melihat kelainan di Baisi.. "


Para penduduk yang mendengar itu menjadi semakin kecewa. Harapan mereka saat ini semkin kecil untuk selamat.


"Apakah dewa ingin memusnahkan kita semua..?? " Gumam Baron.


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2