Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
60


__ADS_3

"Death Worms..!!


Begitu Mitchell dan Renda keluar mereka berteriak melihat Monster yang saat ini di hadapi oleh Argus dan Lisa.


Death Worms adalah Monster jenis cacing yang suka tinggal di pegunungan berbatu. Mereka adalah Rank B monster dan Mereka suka memakan biji logam, terutama Logam berharga seperti besi hitam, adamantium dan mithril.


Karena itulah mereka memiliki Eksoskeleton atau lapisan kulit luar yang cukup keras, dan biasanya bahkan tidak akan bisa di gores dengan pedang.


Terlebih lagi selain ukurannya yang besar mereka juga seringkali saat mencari mangsa mereka lebih suka dengan bergerombol, Inilah yang membuat banyak orang takut dengan Death Worms. Biasanya jika ada satu Death Worms, pasti akan ada yang lainnya di sekitar situ dan jumlahnya sendiri bisa mencapai sepuluh ekor.


Selain itu, Mereka juga memiliki kemampuan untuk menyelam di dalam tanah bagaikan di dalam Air. Ini yang membuat mereka sangat susah untuk di taklukkan.


Sudah Banyak karavan dan pejalan kaki yang menjadi mangsanya. Namun biasanya mereka jarang muncul di jalan ini, dan lebih sering muncul di area atas tebing. Itu juga yang membuat perjalanan selain jalan ini sangat berbahaya.


Prosentase untuk bertemu Death Worms di jalan ini bisa di bilang satu banding sepuluh, jadi kasus kali ini benar-benar di luar dugaan Mitchell dan Renda.


Saat Mitchell dan Renda melihat gaya bertarung Argus dan Lisa, mereka mengira Lisa adalah Archer dan Argus adalah tipe warior atau figter.


Namun sesaat kemudian mereka mulai meragukan akan hal itu. Pasalnya mereka melihat Argus juga menggunakan sihir Bumi untuk mengeluarkan banyak Death Worms.


Terlebih lagi saat melihat Argus juga menggunakan pedang untuk memotong para Death Worms, itu benar-benar membuat keduanya tak tau apa jenis job yang dimiliki Argus saat ini.


Kekuatan fisik yang melebihi job warior, sihir yang mirip Mage, dan kemampuan berpedang seperti seorang ahli pedang..?


Ini benar-benar menjungkirbalikkan akal sehat mereka tentang Job seseorang. Belum pernah ada seseorang yang mampu menggunakan kemampuan selain kemampuan unik Job masing-masing.


.


.


. __________\=Skip\=_________


Sementara itu di sisi Argus dan Lisa.


Serangan panah Lisa tidak mampu menggores para Death Worms itu. Melihat hal itu Argus berniat mencoba menghancurkan Cangkang luar mereka dengan tinjunya lalu membiarkan Lisa mengakhiri mereka dengan panah miliknya.


"Lisa, aku akan mencoba menghancurkan cangkang luar mereka. Dan cobalah incar bagian yang aku serang nanti.. " Ucap Argus


"Emm.. Aku paham master.. " Jawab Lisa


Namun apa yang tak Argus duga adalah satu pukulan langsung menghancurkan para death Worms itu.


"Sial.. Aku masih belum bisa mengendalikan kekuatan ku dengan benar.. " Gumam Argus


Lalu melihat masih adanya cacing yang keluar dari tanah membuat Argus tidak sabar. Ia kemudian menggunakan sihir bumi untuk membuat guncangan atau gempa agar para cacing itu keluar.


Dan hasilnya para cacing mulai keluar dari tanah sesaat setelah Argus menggunakan sihir miliknya. Tak ingin menunda lagi, Argus mengeluarkan katana miliknya dan mulai memotong para cacing itu.


Serangan Argus bagaikan orang yang menari diantara Death Worms, indah namun juga mematikan.


Setiap tebasan akan ada satu cacing yang terpotong menjadi dua bagian. Serangan Argus terlihat sangat mudah, namun bagi orang lain itu adalah hal yang mustahil.


Untuk sekedar melukai Death Worms saja butuh banyak usaha, apa lagi untuk langsung memotong mereka seperti itu.


Terlebih lagi menghancurkan cangkang luar dari Death Worms itu dengan tangan kosong seperti yang Argus lakukan. Itu seperti hal mustahil.


Pasalnya kekerasan dari Eksoskeleton Death Worms sendiri sama dengan kekerasan Besi Hitam. Logam tiruan dari Adamantium. Jadi itu sangat mustahil untuk melakukan den


Tak butuh waktu lama bagi Argus untuk membunuh semua Death Worms yang muncul di sana. Ada total sebelas death Worms yang menyerang mereka dan semuanya saat ini sudah terbunuh semuanya.


.

__ADS_1


.


. __________\=Skip\=_________


Sementara itu, Mitchell yang melihat semua Death Worms itu telah mati oleh Argus pun hanya bisa menghela nafas lega.


Lantas ia mendekati Argus yang saat ini sepertinya masih mengamati para Death Worms itu.


"Maaf, apakah Anda keberatan jika kami membeli material dari monster ini..? " Tanya Mitchell


"Ehh...? Apakah ada bagian yang bisa di manfaatkan dari monster ini..? " Tanya Argus yang penasaran.


Pasalnya apa yang Argus lihat itu hanya monster Cacing, tak ada tulang dan dagingnya pun lembek.. Dan bahkan giginya walaupun banyak itu berukuran kecil-kecil.


"Ya.. Bagian kulit luarnya itu bisa di manfaatkan untuk membuat baju pelindung ringan yang bagus." Ucap Renda


"Itu mirip dengan Armor kulit, lentur nyaman namun lebih keras dan kuat daripada bahan kulit lainnya. "


"Benar, jadi kami berniat mengubahnya menjadi Armor untuk para petualang.. " Ucap Mitchell


"Ya tak masalah sih.. Lagipula benda ini sama sekali tak berguna untuk ku, tak ada daging yang bisa di manfaatkan darinya.. " Ucap Argus sambil melihat daging yang mirip lumpur di depannya itu.


"Terimakasih.. Renda,cepat panggil Nari dan mulai menguliti Death Worms ini.. " Kata Mitchell kepada Renda


"Siap.. " Ucap Renda langsung berlari memanggil Nari dan mulai menyiapkan alat-alat yang di perlukan.


"Tuan Argus, aku benar-benar minta maaf untuk hal ini.. " Tiba-tiba Mitchell meminta maaf kepada Argus untuk hal yang tak Argus ketahui.


"Untuk apa..? Sepertinya tak ada hal yang perlu di maafkan bukan..? " Tanya Argus


"Sebenarnya aku tau alasan para Death Worms itu menyerang kita..


Mereka sebenarnya tertarik dengan bau dari salah satu material yang kami bawa. Yaitu biji mithril.. " Ucap Mitchell.


"Tunggu.. Apakah maksudnya mereka datang kesini karena bisa mencium Mithril yang kalian bawa..? " Tanya Argus


"Benar.. Ini juga alasan kami tak menemukan petualang lain yang mau mengantarkan kami selain petualang yang biasa kami sewa. "


"Mereka semuanya takut dengan resiko Death Worms ini.. Karena bagaimanapun juga ini hanya Quest Rank C untuk pengawalan, jadi resikonya tak sepadan dengan imbalannya..


Jadi kami benar-benar minta maaf karena melibatkan Anda dan keluarga anda" Ucap Mitchell


"Tidak.. Tidak.. Bukan itu maksud ku, aku sama sekali tak mempermasalahkan kau menyembunyikan hal ini dari kami.. Aku hanya tertarik dengan kemampuan Monster ini saja.. " Kata Argus


"Tapi... "


"Tapi kenapa tuan Argus..? " Tanya Mitchell


"Tidak. Lupakan saja.. " Kata Argus


"Apa aku harus memakan daging yang mirip lumpur ini..?? Sial.. Aku sama sekali tak menyukai bentuknya.. " Gumam Argus


Sebenarnya Argus tertarik dengan kemampuan merasakan besi atau logam lainnya dari Monster death Worms ini. Namun mengingat tak ada daging yang bisa di makan, Argus menghilangkan keinginan itu.


Karena daging itu benar-benar membuat Argus jijik, itu mirip lendir (Monster Slime) atau sejenis lumpur.. Argus tak bisa memikirkan cara memasaknya, terlebih lagi ini jenis monster Cacing..


Pada akhirnya Argus menghilang minatnya dari daging monster ini walaupun kemampuannya cukup menarik.


Setelah itu Argus cukup tertarik dengan cara Renda dan Nari mengambil material dari monster itu.


Mereka memulai dari luka monster itu, dan mulai membakar bagian dalam tubuh monster itu. Dan ternyata daging monster itu setelah terkena api akan langsung meleleh seperti air. Itu mengejutkan Argus.

__ADS_1


Walaupun bagian luarnya cukup keras ternyata dagingnya sangat rentan terhadap api. Namun saat ia bertanya kepada Mitchell apakah membakar para Death Worms itu cara terbaik mengalahkan mereka. Ternyata jawaban tidak juga.


Suhu panas memang bisa melelehkan dagingnya, namun itu dalam kasus Death Worms itu sudah mati. Jika itu monster hidup, mereka sama sekali tidak takut akan api.


Karena bagaimana pun juga, terkadang mereka akan menyelam dekat dengan magma saat mencari logam untuk di makan.


Justru mereka akan takut terhadap sihir tipe Air.. Tubuh mereka akan mengeras jika terkena Sinar air, dan itu akan mempermudah mengalahkan para death Worms.


Namun menggunakan sihir air atau suhu rendah itu akan mempengaruhi kualitas kulitnya juga, karena kulit yang terkena air akan menjadi lebih rapuh dan lebih kaku tidak elastis lagi.


Karena itu juga banyak petualang yang menolak menaklukkan para Death Worms, selain susah di taklukkan material nya juga sangat jarang yang masih bisa di manfaatkan.


Jadi menaklukkan Death Worms sama saja dengan mengambil pekerjaan tanpa bonus tambahan, dan juga jarang ada Quest penaklukan Death Worms karena mereka juga tidak mendapatkan manfaat darinya.


Karena itulah, saat melihat kondisi death Worms yang masih dalam kondisi bagus membuat Mitchell sedikit bersemangat.


Setelah menonton untuk beberapa saat, Argus kemudian kembali ke tenda miliknya. Ya walaupun sebenarnya Argus masuk kedalam Dimension Home miliknya.


Di sana Argus kemudian membuat dua buah jam saku yang akan di berikan kepada Mitchell nantinya. Karena ini adalah kedua kalinya Argus membuat jam, maka tak butuh waktu lama baginya untuk membuat dua buah kali ini.


Namun Argus tak berniat memberikan jam Saku itu segera, dan berniat memberikannya nanti saat sampai di kota Taito.


Karena ia tak ingin membiarkan Orang lain tau kalau dia bisa dengan mudah membuatnya.


Selain dua jam itu, Argus juga membuatkan dua untuk Lisa dan Hawa. Itu adalah model untuk wanita dengan bahan pembuatan menggunakan bahan Mithril.


Dan Argus juga memberikan Rune sederhana agar kedua jam ini hanya akan bisa di pakai Lisa Dan Hawa. Karena Argus tak ingin hadiahnya di curi oleh siapapun.


Jam ini akan langsung hancur jika di pakai orang lain selain mereka.


Setelah selesai membuat jam itu, Argus keluar dan melihat bahwa Mitchell dan lainnya sudah hampir selesai mengurus semua material dari Death Worms.


Argus menunggu sebentar sebelum menyarankan agar memulai lagi perjalanan mereka, namun dalam perjalanan ini Argus mengatakan kepada Mitchell bahan ia akan masuk kedalam gerbong dan memulai pembuatan Jam.


Argus juga mengatakan bahwa ia akan mengusahakan agar bisa selesai secepatnya sebelum sampai di kota.


Argus mengatakan bahwa semua bahan sebenarnya sudah hampir siap dan hanya tinggal menyatukan dan membuat beberapa persiapan lainnya, jadi tidak membutuhkan proses yang rumit dan susah seperti penempaan lagi.


Mitchell mengerti dan menganggap bahwa membuat dua jam itu pasti membutuhkan waktu dan sangat sulit tidak seperti pernyataan argus yang sepertinya sangat mudah, jadi ia tak mengganggu Argus lagi dan membiarkannya masuk kedalam gerbong.


Dan di sini Mitchell juga memilih untuk berjalan di depan gerbong Argus untuk mengawasi agar tidak ada yang mengganggu Argus.


Walaupun Argus sudah mengatakan bahwa itu tidak perlu, namun Mitchell tetap ngotot akan hal ini dan berkata bahwa.


"Setidaknya biarkan kami mengawasi sekeliling, jadi anda bisa fokus dengan pekerjaan anda. Lagipula, hanya ini yang bisa kami lakukan untuk anda.. "


Jadi Argus akhirnya membiarkan Mitchell untuk melakukan apa yang ia inginkan dan tidak melarangnya lagi.


Dan saat hari sudah menjelang malam, Mitchell menyarankan untuk istirahat terlebih dahulu karena ia menganggap perjalanan malam hari terlalu berbahaya.


Mitchell hanya berbicara dengan Alfred karena takut mengganggu Argus. Dan ia juga mendirikan tenda sedikit lebih jauh karena takut menganggu Argus dalam pekerjaannya.


Argus juga tak keluar dari gerbong karena ia harus berpura-pura masih mengerjakan jam untuk Mitchell, dan hanya membiarkan Lisa dan Alfred di luar. Sedangkan ia bermain dengan Hawa di dalam Dimension home miliknya.


Tak lupa Argus juga menyuruh para semut untuk berjaga-jaga di sekeliling dan menyuruh mereka mengamati lingkungan sekitar. Argus cukup penasaran dengan keunikan binatang atau monster di daerah ini dan berharap bisa menjumpai monster yang memiliki kemampuan mirip dengan Death Worms sebelumnya.


Namun hasilnya membuat Argus cukup kecewa, pasalnya yang ada di sekitar sana hanya monster kecil seperti serangga dan kalajengking sejenisnya yang tidak memiliki kemampuan seperti death Worms.


Kebanyakan hanya monster tipe racun yang muncul di daerah tebing ini. Jadi setelah itu Argus hanya memutuskan untuk istirahat bersama yang lainnya malam itu. Dan bersiap untuk perjalanan besok paginya lagi.


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2