
Setelah keluar dari Perpustakaan. Argus tak langsung kembali..
Ia menggunakan gerbang untuk pergi ke Hutan Orasis sekali lagi. Pasalnya di sini adalah satu-satunya tempat dimana Argus bisa merasa bebas bereksperimen.
"Ya tempat ini aku rasa cukup bagus untuk bereksperimen.. " Kata Argus sambil mrngamati sekeliling.
"Baiklah, mari mulai dengan Mana yang kecil.." Ucap Argus. Kemudian ia membuka Gremoire miliknya sekali lagi dan kemudian ia mengangkat tangannya ke depan dan..
"Summon Undead..!! "
Lalu Rune sihir terbentuk di tangan Argus, kemudian Rune itu mulai berubah menjadi seperti sebuah Lingkaran Rune.
Dan di tanah depan Argus juga muncul Rune yang sama seperti yang ada di tangan Argus.
Dan dari Rune di tanah itu mulai muncul sosok Skeleton Soldier berwarna Hitam. Ia memakai baju pelindung dan helm berwarna Hitam juga. Ia juga memakai sarung tangan dan sepatu serta membawa pedang dan tameng besi.
"Ini sedikit tak terduga.. " Ucap Argus sambil mengamati Undead pertama yang ia panggil.
Skeleton Soldier itu cukup unik karena selain tulangnya berwarna Hitam, ia juga memakai perlengkapan yang sepertinya cukup langka.
Karena dari apa yang Argus lihat dengan mata Wawasan miliknya. Skeleton Soldier itu ternyata memakai perlengkapan senjata dari Besi Hitam, dan helm serta baju pelindungnya terbuat dari besi Hitam juga.
Melihat itu Argus cukup tertarik pasalnya ia menggunakan mana terkecil yang ia bisa untuk memanggil Skeleton ini.
Dan yang muncul ternyata Skeleton Soldier. Lalu bagaimana jika ia menambah Output Mana miliknya..?
Lalu kemudian Argus terus mengulangi proses tersebut sambil terus meningkatkan output mana yang ia gunakan.
Dan tak terasa cukup banyak undead yang saat ini muncul di depan Argus.
Dari Skeleton Warior dengan berbagai perlengkapan dan senjata, Death Knight dengan perlengkapan yang berbeda jenis juga. Bahkan ada beberapa Death knight yang memakai senjata sihir..
Lalu ada juga Skeleton Minotaur, Skeleton Elang raksasa, bahkan Skeleton Dragon dengan berbagai ukuran dan berbagai warna tulang juga ada.
Setelah puas bereksperimen memanggil jenis Skeleton, Argus kemudian mulai memanggil jenis undead lainnya. Dari Zombi, Vampir, Lich dan Ghoul dan bahkan ada Dracolich.
Argus kemudian menghilangkan semua Undead panggilannya dan hanya menyisakan Dracolich itu. Dan melihat di bagian dadanya saat ini terlihat sebuah phylactery. Itu adalah item untuk menyegel jiwa Lich.
Selama benda itu masih utuh, maka Jenis Lich akan abadi. Walaupun tubuhnya di hancurkan, mereka masih bisa hidup kembali dengan memasuki Skeleton lainnya di sekeliling phylactery berada.
Dracolich sendiri adalah naga yang secara sukarela mengikat jiwanya ke sebuah phylactery dan membebaskan dirinya dari kematian.
Ini termasuk dalam kategori Sebuah jenis lich , roh makhluk itu bisa memiliki tubuh reptil yang mati, biasanya bentuk aslinya, dan mempertahankan semua kekuatan dan kemampuan dari tubuh sebelumnya.
Itu berarti seekor dracolich memiliki supernatural fear aura, mantra, dan senjata nafas yang dimilikinya dalam hidup, ditambah kekuatan mengerikan dari undead.
Jadi DracoLich walaupun mirip dengan Skeleton Dragon, ia bukan jenis Undead Skeleton melainkan jenis Lich..
Namun apa yang membuat Argus tertarik bukanlah DracoLich itu, melainkan phylactery itu sendiri.
Argus penasaran dengan cara pembuatan phylactery itu, bagaimana ia bisa menjadi wadah dari jiwa calon Lich.
Argus memperhatikan bahwa dalam phylactery itu ternyata adalah ada banyak mantra yang di ukir di dalamnya.
Salah satunya adalah mantra untuk mengikat jiwa yang di ukir di dalam phylactery itu. Ini sedikit mirip dengan Rune sihir penciptaan kehidupan yang Argus miliki.
Namun perbedaannya juga jelas, Argus bisa memilih memasukan jiwa orang lain ke dalam suatu benda atau wadah atau bahkan menciptakan kehidupan baru namun dengan ketentuan jiwa itu akan seperti layaknya bayi.
Seperti kelinci yang Argus buat sebelumnya, ia membuat jiwa baru karena itu kelinci itu tak terlalu pandai namun masih memiliki insting.
Sedangkan mantra atau Rune pengikat Jiwa hanya bisa memasukkan jiwa sangat pembuatnya sendiri.
Walaupun Argus tak pernah bermaksud atau berkeinginan untuk menjadi seperti Lich, tapi ia tetap tertarik dengan metode perubahannya.
Ia terus mempelajari phylactery itu dan mencari cara agar bisa melacaknya jika benda itu di sembunyikan.
Jadi jika Argus menjumpai Lich di luar Dungeon, ia bisa dengan mudah memberitahu kelemahan Lich pada rekannya.
Karena untuk Argus sendiri ia bisa menyegel jiwa Lich, jadi tak perlu khawatir membiarkan kabur dan bangkit kembali.
.
.
__ADS_1
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di depan Dungeon Undead. (Nama yang di berikan Raja untuk Dungeon yang menyebabkan ia terkena racun dan membuat Roland hampir mati sebelumnya)
Di panggil Dungeon Undead karena isi dari Dungeon itu memang keseluruhannya adalah Undead. Jadi tak salah menyebutnya seperti itu.
Para penjaga saat ini mulai waspada karena semakin banyak Undead dari mulai Skeleton biasa sampai Death knight bermunculan dan mulai keluar dari Dungeon.
Banyak Korban yang berjatuhan saat mereka harus melawan Death knight. Karena itu termasuk dalam kategori Rank B monster.
Saat ini di atas menara tembok yang mengitari Dungeon.
"Pasang surut Undead terus terjadi Akhir-akhir ini, apakah masih belum ada cara untuk menyegel Dungeon ini..? " Ucap Sebastian di depan Dungeon.
"Belum.. Raja mengatakan bahwa penyegelan memerlukan banyak persiapan dan banyak Mage Cahaya untuk melakukannya.. " Ucap Roland.
"Haihh.. Oh benar, Bagaimana kondisimu..? Apakah benar-benar sudah baik-baik saja..? " Tanya Sebastian.
"Hahhaha.. Tenang saja pak tua..
Aku sudah baik-baik saja.. Aku sudah siap menghajar semua monster sialan itu.. " Ucap Roland.
"Kau ini.. Kau seharusnya bisa menahan diri untuk maju sendirian, ingat.. Kau saat ini adalah pangeran, penerus raja selanjutnya.. " Ucap Sebastian.
"Apa yang terakhir kali terjadi kepadamu benar-benar membuat ku dan Rodrike pusing.
Jadi kali ini kau harus berusaha menahan diri dan cobalah menjadi komandan dan memberikan perintah saja.. "
"Memberi perintah bukan gayaku .. Aku tak suka berteriak di belakang.. Otot-otot ku bisa kram jika aku tak bisa menghajar mereka sendiri.. " Ucap Roland.
"Aku semakin khawatir jika kamu yang memegang Tahta selanjutnya.. " Ucap Sebastian sambil menutupi mukanya.
Tiba-tiba saat Sebastian masih mengobrol ada bunyi lonceng tanda bahaya..
"Pasang Monster datang.. Pasang monster datang..!! " Teriakan prajurit bisa di dengar dari sana.
"Roland.. Kau tak ku perbolehkan pergi ke garis depan.. Mulai sekarang kau harus tinggal di belakang dan lihat bagaimana cara memberi perintah.. " Ucap Sebastian kepada Roland.
"Persiapkan semua senjata, tutup gerbang..!! Semuanya masuk dalam formasi..!! "
Lalu para prajurit mulai bersiap begitu mendengar teriakan Sebastian.
Dan mereka mulai melihat ke arah pintu Dungeon dengan gugup, mereka menantikan monster apa yang akan keluar kali ini.
Saat itu semuanya hening, tak ada suara apapun bisa di dengar. Semuanya fokus memperhatikan pintu Dungeon.
Dan tiba-tiba..
"Rerooooaaaarrrrr.....!!!
Teriakan Naga terdengar dengan di ikuti munculnya sosok Naga yang hanya terdiri dari tulang, itu adalah Skeleton Dragon. Musuh terberat dari para mage.
Lalu di belakangnya ada Zombi Cerberus dan banyak Zombi serigala. Dan yang terkahir keluar adalah Zombie Dragon.
"Roland.. Aku akan memberimu perintah sekarang, aku ingin kau pergi secepatnya menemui Raja dan mengatakan bahwa kali ini aku memerlukan lebih banyak prajurit dan petualang untuk menangani masalah ini. " Ucap Sebastian.
"Jika sudah, kau pergi cari Argus dan minta ia membantu.. Aku rasa saat ini Argus adalah satu-satunya yang bisa menyelamatkan kerjaan ini.. "
"Tidak pak tua, biarkan aku yang menahan di sini.. " Ucap Roland.
"Apa kau tak mendengar ku..!! Ini perintah..!!
Pergi lakukan tugasmu, dan pastikan Olivia baik-baik saja.. " Teriak Sebastian.
"Cepat pergi..!! "
Roland diam sesaat sambil mengencangkan cengkraman nya.
"Kau harus selamat orang tua.. Aku masih belum menunjukkan calon istriku padamu.. " Ucap Roland sambil berbalik pergi.
"Aku akan menunggu hal itu.. " Gumam Sebastian sambil tersenyum.
Lalu ia melihat ke arah para Undead lagi.
__ADS_1
"Semua prajurit Mage, Fokus menyerang Zombi dan warior serang Undead skeleton..!! " Ucap Sebastian.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Setelah itu Roland berlari ke dalam istana dan melaporkan kondisi saat ini di depan Dungeon kepada Raja, dan mengatakan pesan dari Sebastian sebelumnya.
"Apakah semuanya semkin gawat..? Kalo begitu cepat buat persiapan evakuasi daerah terdekat dengan Dungeon..!! Perintahkan prajurit dan petualang untuk segera bersiap wajib militer..! " Ucap Raja Rodrike ke bawahannya di ruang istana.
"Dan kau Roland.. Cari dan pastikan Olivia aman dan setelah itu cari tau di mana Argus, minta ia segera data ke sini.. "
"Aku mengerti, Ayah juga mengatakan hal yang sama sebelumnya. " Ucap Roland.
"Bagus kalo begitu cepat pergi sekarang.. " Ucap Raja Rodrike.
"Baik.. " Jawab Roland.
Kemudian ia keluar dari istana dan langsung mengendarai kuda untuk mencari Argus dan Olivia.
Pasalnya saat Argus datang dan pergi dari perpustakaan, akan selalu ada yang melaporkannya. Jadi mereka tau bahwa saat ini Argus tak ada di istana lagi.
Roland mengendarai kudanya memasuki Zona Hijau. Ia langsung menuju rumah sewaan Argus. Dan sesampainya di sana ia langsung masuk ke dalam halaman.
"Argus..!! Oliv..!!! Haii apakah ada orang..!! " Teriak Roland.
"Apakah mereka belum kembali..? "
Lalu Roland berniat mencari mereka keluar, namun saat ia hendak pergi. Olivia, Lisa dan Hawa juga kebetulan kembali.
"Kakak..! Apakah ada masalah..? " Tanya Olivia yang melihat Roland sangat buru-buru.
"Syukurlah aku menemukan kalian.. "Ucap Roland
" Saat ini pasang monster dari Dungeon sedang terjadi, dan monster itu sangat berbahaya..
Jadi aku datang untuk memastikan kondisi mu.. "
"Dan juga aku datang mencari Argus..
Benar, dimana dia..? " Tanya Roland
"Ia belum kembali, kami belum bertemu dengannya.. " Ucap Olivia.
"Apakah kau tau dimana Argus..? " Tanya Roland ke lisa.
"Apakah master tak ada di perpustakaan..? " Tanya Lisa.
"Tidak, ia sudah keluar dari sana cukup lama. " Ucap Roland
"Jika tak ada di perpustakaan, maka kemungkinan ia saat ini ada di hutan.. " Ucap Lisa.
"Hutan..? " 2X Ucap Roland dan Olivia bersamaan.
"Apa yang ia lakukan di hutan..? " Tanya Roland
"Entah lah.. Biasanya master suka pergi ke hutan sendirian, ia biasanya hanya sekedar mencari daging atau bereksperimen di sana.. " Ucap Lisa.
"Hutan mana ia pergi..? Tapi sepertinya tak ada yang melaporkan kepergian Argus dari kota.. " Kata Roland.
"Master memiliki sihir gerbang, jadi ia bisa pergi kemanapun ia mau. Dan jika tujuannya, itu tergantung eksperimen apa yang master lakukan. " Ucap Lisa.
"Jika hal sederhana, itu mungkin hanya di hutan sekeliling saja. Dan jika itu berbahaya, master biasanya lebih memilih di Hutan Orasis. "
"Hutan Orasis..??!! " Teriak Roland.
.
.
. Bersambung.
__ADS_1