
"Ini tidak mungkin...! Bukankah ini jenis Laba-laba Gretara . !! " Ucap Lisa
"Laba-laba Gretara..? Apakah kita salah tempat..? Tapi perkiraan lokasi ada di sekitar sini sepertinya.. " Ucap Argus.
Argus kemudian menggunakan Mata wawasan untuk melihat Monster itu, dan memang seperti yang Lisa kira.
Itu bernama Laba-laba Gretara.
"Jika dari informasi, memang tak salah di sini.
Namun sepertinya kesalahan ada pada penilaian target.. " Ucap Lisa.
"Oh mungkin memang sepertinya itu.. " Ucap Argus.
"Dari mana kamu bisa membedakan Laba-laba Alfa dan Gretara..? "
"Walaupun serupa, namun hal yang paling mencolok adalah ukurannya.. " Kata Lisa
"Biasanya jika itu Laba-laba Alfa, ukurannya tidak akan melebihi 5 meter. Sedangkan ini sudah mencapai ±10 meter.. "
"Bagaimana jika itu hanya varian lain saja bukan Gretara..? " Tanya Argus yang cukup penasaran cara membedakan Monster tanpa menggunakan Analisis atau Mata wawasan.
"Ya memang ada kemungkinan seperti itu, namun Master bisa melihat di bagian punggung Laba-laba itu terlihat hampir menyerupai Tengkorak.
Dan ini adalah ciri paling ikonik yang di miliknya. " Ucap Lisa.
"Untuk Laba-laba Alfa, mereka takan memiliki hal seperti ini, dan punggung mereka cenderung akan memiliki duri-duri yang menonjol di sana.
Dan lagi jumlah Laba-laba kecil yang kita temui juga menyumbangkan alasan lain.."
"Emm. Aku mengerti sekarang..
Sepertinya aku masih perlu membaca banyak buku pengetahuan tentang Monster lain kali.. " Ucap Argus.
"Apakah kita akan kembali selagi Monster ini belum menyadari kita Master..? " Tanya Lisa.
"Tidak perlu, aku masih bisa mengurusnya.
Hanya saja aku memerlukan cara paling efektif agar tidak membahayakan kita.. " Ucap Argus.
"Karena saat ini kita ada di dalam Gua, aku tak ingin ikut terkubur jika terjadi kesalahan.. "
Argus mulai memikirkan sebuah cara agar bisa mengalahkan Laba-laba Gretara itu tanpe menimbulkan masalah..
"Oh benar, dasar bodoh.. " Ucap Argus sambil menepuk jidatnya.
"Ada apa Master..? " Tanya Lisa
"Dari tadi aku fokus untuk memikirkan cara membunuh Laba-laba Gretara ini tanpa meruntuhkan Gua ini, tapi aku lupa kalo aku bisa saja memindahkan Laba-laba ini keluar.. "
"Jadi aku tak perlu menghawatirkan Gua ini lagi bukan jika Laba-laba ini ada di luar.
Dan aku juga bisa menyerang dengan berbagai cara tanpa khawatir lagi.. " Kata Argus
"Mari kita keluar dulu.. Gate..! " Argus membuat Gerbang mengarahkan mereka ke depan mulut Gua.
Argus tak lupa meninggal satu semut Bayangan miliknya agar mempermudah Argus saat ingin memindahkan Laba-laba Gretara itu.
"Kau tunggu di sini, aku akan menuju tempat yang luas agar tak perlu khawatir merusak apapun nantinya.. " Ucap Argus
Lisa bingung dengan tempat yang akan di tuju Argus, bagaimana pun dengan ukuran Laba-laba sebesar itu pasti akan menimbulkan masalah di manapun mereka berada.
Kemudian Lisa melihat Argus mulai melayang dan terbang semakin tinggi ke langit, ini membuat Lisa terkejut dan tak bisa berkata-kata.
Sebenarnya saat ini Argus sedang memakai salah satu sihir ciptaannya.
Saat argus mempelajari Rune mantra sihir, Argus juga membuat sihir lain berbekal skill pengendali gravitasi dari sang Naga sebelumnya.
Argus membuat sihir terbang yang memanfaatkan tolakan gravitasi yang memungkinkan Argus melayang ke langit.
Dan sebenarnya Argus juga membuat sihir lain berupa sihir berjalan di udara.
Namun untuk lebih cepat mencapai ketinggian yang Argus ingin kan, Argus memakai sihir terbang miliknya.
Setelah mencapai ketinggian yang serasa cocok Argus berhenti.
Kemudian Argus mengeluarkan beberapa persiapan lagi.
Setelah selesai, Argus mulai membuat Rune sihir Gerbang skala besar di depannya.
Dan kemudian di tempat lainnya, yaitu di dalam Gua. Tepat di bawah Laba-laba Gretara.
Dan saat Laba-laba Gretara itu terjatuh ke dalam Gerbang di bawahnya, di tempat Argus pun mulai terlihat Laba-laba itu muncul pada saat yang sama..
"Jika di sini maka akan mudah mengurusmu bukan..
Kau takan bisa berpijak lagi.. " Ucap Argus sembari mulai menyiapkan Sihir miliknya berupa Tombak Api dalam jumlah banyak...
Namun saat Laba-laba Gretara itu muncul ia langsung bergerak di udara dan mencoba lari..
"Sial aku melupakan skill itu.. " Ucap Argus sembari mulai mengejar dan menghujani Laba-laba itu dengan Tombak api.
Saat Argus mengecek Laba-laba Gretara itu sebelumnya di dalam gua bersama Lisa, Argus melihat beberapa skill yang di miliknya juga.
Nama : Laba-laba Iblis Gretara. (Ratu Laba-laba)
Skill :
- ketahanan serangan fisik.
- tebasan Angin
- nafas Air.
- Air beracun
- tombak tanah
- pergerakan udara.
- jaring Sutra.
__ADS_1
- taring racun
Itu adalah apa yang argus lihat sebelumnya, karena itulah ia tak memilih bertarung di dalam Gua sebelumnya.
Laba-laba itu memiliki skill terlalu banyak untuk jenis Monster.
Karena itu juga Argus yang melihat ia tak memiliki resistensi sihir Api memutuskan untuk menggunakan serangan Api.
Namun Argus juga melupakan skill pergerakan udara yang membuat Laba-laba itu menghindari serangan Argus.
Sebenarnya bisa saja Argus menggunakan sihir skala besar untuk langsung membunuh Laba-laba itu, namun Pihak Guild mengatakan untuk mengusahakan agar tidak terlalu merusak bagian tubuh Laba-laba Alfa saat melakukan penaklukan.
.
.
. --------------
.
.
Beberapa waktu sebelumnya saat Argus mengambil Quest penaklukan di guild.
.
.
"Quest macam apa yang akan Master ambil kali Ini..? " Tanya Lisa sambil melihat papan Quest berada
"Mari kita Ambil Quest penaklukan, karena aku ingin mencoba beberapa hal yang tak bisa aku lakukan di penginapan.. " Kata Argus
"Mari kita ambil dua ini, dan juga aku ingat setiap petualang Rank C ke atas bisa mengambil Quest satu tingkat lebih tinggi dari Rank miliknya..
Jadi mari Ambil yang satu ini juga.. " Ucap Argus sambil mengambil dua Quest Rank B dan satu Rank A.
"Penaklukan Beruang pembunuh, Kadal basilik dan Laba-laba Alfa..? " Ucap Lisa saat melihat pilihan Argus.
Kemudian Argus dan Lisa berjalan menuju meja resepsionis.
"Aku ingin mengambil Quest ini.. " Ucap Argus sambil menyerahkan Tiga Quest itu.
"Biar kulihat, misi Penaklukan Beruang pembunuh Rank B, penaklukan Kadal basilik Rank B dan penaklukan Laba-laba Alfa Rank A.
Apa kamu yakin akan mengambil Tiga Quest ini..? " Tanya Resepsionis yang bernama Ema itu.
Argus sudah pernah bertemu Ema sebelumnya beberapa kali saat menanyakan beberapa hal.
"Ya aku yakin. Apakah ada masalah..? " Tanya Argus
"Tidak ada. Namun baik penaklukan Beruang pembunuh, atau Kadal basilik adalah Quest Rank B atas yang hampir mencapai Rank A.
Beruang pembunuh adalah Monster Rank B, namun selain kekuatannya. Ia kerap muncul di jalur penghubung menuju desa penghasil biji-bijian.
Jadi Ranknya sendiri hampir di naikan ke Rank A. " Ucap Ema.
"Dan untuk kadal basilik sendiri terkenal dengan kecepatan reaksinya terhadap musuh.
jadi ini juga cukup sulit untuk petualang Rank B. "
"Ke dua Quest ini di sarankan untuk di lakukan oleh Party bukan perorangan. Karena bahayanya sendiri sudah merupakan Ancaman untuk petualang Rank A.
Jadi kami menyarankan untuk membentuk Party saat mengambil Quest ini.. "
"Oh apakah begitu..? Tapi tak masalah, aku akan mengambil keduanya.. " Kata Argus
"Bagaimana dengan yang satu ini..? "
"Untuk Laba-laba Alfa sendiri hampir sama, selain memiliki kemampuan yang cukup menyusahkan.
Terutama ia memiliki resistensi serangan fisik tingkat tinggi...
Selain itu, Ia juga memiliki banyak Laba-laba kecil yang mengikutinya. "
"Jadi bahkan untuk petualang Rank A sekalipun ini merupakan Quest yang cukup sulit.
Biasanya hal ini akan di tangani secara kelompok oleh beberapa party petualang Rank A. Jadi apa kamu tetap ingin mengambil Quest ini..? " Tanya Ema.
"Aku akan tetap mengambil ketiganya.. " Ucap Argus
"Baiklah kalo itu pilihan anda. Tolong pinjamkan kartu Guild milik anda. " Ucap Ema.
Setelah mengkonfirmasi Quest itu, ema menyerahkan kertas Quest dan penjelasan di bawahnya.
Serta kartu Guild milik Argus.
"Oh benar, jika kalian ingin menaklukkan Laba-laba Alfa. Tolong usahakan untuk menjaga materialnya tetap utuh sebisa mungkin.
Terutama mata, taring kaki dan kulit atasnya. Soalnya kebanyakan party yang mengambil Quest selalu saja merusak bagian-bagian penting.
Jadi Guild benar-benar kekurangan Material Monster saat ini.. " Ucap Ema.
"Baiklah akan aku usahakan.. " Kata Argus.
.
.
. ------------------
.
.
Kembali ke masa saat ini.
.
.
Setelah menghindari serangan Argus, Laba-laba Gretara itu mulai menyerang balik dengan berbagai serangan.
__ADS_1
Mulai dari serangan Jaring Laba-laba yang langsung Argus bakar dengan sihir Api miliknya.
Laba-laba Gretara juga menggunakan sihir lainnya, seperti sihir Air dan angin.
Karena Argus harus menghindari menyerang bagian penting, Argus memutuskan menggunakan Katana miliknya.
Karena jika menggunakan sihir, Argus mungkin takan me jaga Laba-laba Gretara itu utuh setelah ini.
Argus kembali menggunakan elemen cahaya untuk membentuk Pedang laser di tangan Kanan dan menggunakan berbagai serangan sihir api di tangan kirinya, dengan ini Argus menjadi lebih mudah melawan Laba-laba Gretara itu.
"Mari akhiri sekarang..
Tornado Api..!! " Ucap Argus membentuk Serangan kombinasi Api dan angin dan memunculkan sebuah tornado Api menyerang Laba-laba Gretara itu di tengahnya.
Lalu Argus mulai melompati dan memotong antara kepala dan badannya menggunakan Katana Cahaya miliknya semudah memotong tahu.
Setelah itu Argus menyimpannya langsung ke dalam inventori miliknya karena jika tidak maka Laba-laba itu akan jatuh dari ketinggian saat ini.
Kemudian Argus kembli ke tempat Lisa dan kemudian mereka beristirahat di dalam Gua itu. Argus membuat lubang
Argus mengeluarkan dua Wyvren yang sebelumnya ingin Argus jual.
Namun mengingat Argus telah kehabisan Daging Naga, Argus membatalkan niatnya dan akhirnya memutuskan untuk memakannya saja.
Argus memberikan satu ekor untuk makanan para semut dan memanggang satunya lagi secara utuh tanpa membongkar nya.
Argus juga memberikan beberapa bumbu dasar untuk daging itu, walaupun bisa memanggangnya dengan banyak bumbu yang Argus tau.
Namun argus sendiri lebih suka memakan makanan yang lebih alami atau hanya menggunakan beberapa bumbu dasar saja saat memanggang daging.
Tak butuh waktu lama untuk mematangkan daging Wyvren yang besar itu.
"Mari kita makan.. " Ucap Argus sembari memotong daging Wyvren dan mencobanya. Begitu pula dengan Lisa, ia mencoba daging Wyvren itu.
"Ini enak..! " Teriak Lisa.
"Emm.. Ini memang enak, teksturnya mirip daging Ayam menurutku. Berbeda dengan daging naga yang lebih mirip daging Sapi.. " Ucap Argus sambil terus memasukkan daging ke mulutnya..
Setelah beberapa waktu, Lisa akhirnya tak mampu melanjutkan lagi dan berhenti makan.
"Jika seperti ini terus aku mungkin akan segera menjadi gendut.. " Gumam Lisa sambil memegang perutnya yang kekenyangan.
Sementara itu Argus masih terus menakan Sisa daging Wyvren itu.
Dan tak butuh waktu lama untuk menghabiskan semuanya..
"Lain kali aku akan mencari Wyvren lagi jika ada kesempatan..
Ini lebih enak dari daging Naga.. " Ucap Argus
"Aku masih lapar.. " Gumam Argus.
Kemudian ia mengeluarkan mayat Laba-laba Gretara itu.
Dan kemudian ia membongkar nya, namun kali ini ia hanya memisahkan Dagingnya dan Matanya saja, sementara lainnya masih sama utuh seperti itu.
Ini mirip seperti mengambil bagian dalam Laba-laba dan mengisahkan cangkang luarnya saja.
Karena Argus ingat Guild sepertinya tak menginginkan daging dari Laba-laba Alfa sebelumnya jadi Argus berfikir Laba-laba Gretara ini juga sama.
Kemudian Argus kembali memanggang daging itu juga. Karena ukurannya yang sangat besar membuat Argus tak bisa memasaknya dengan cara lain.
Tak butuh waktu lama untuk mematangkan daging itu, karena Argus menggunakan bantuan para semut untuk menyalurkan sihir api.
Kadi daging besar itu bisa matang seutuhnya dengan cepat.
"Ini enak, agak sedikit pedas dagingnya ternyata.. " Gumam Argus sambil terus memakan daging itu.
"Master..!! Apakah master memakan daging Laba-laba iblis Gretara ini..? " Teriak Lisa.
"Ya.. Daging nya empuk walupun agak pedas.. Tapi ini enak.. " Ucap Argus sambil terus menerus makan.
"Apa kamu mau mencobanya juga..? Walauy aku berharap kamu tidak mau sih.."
"Tapi Bukankah Daging Laba-laba ini beracun Master..! " Ucap Lisa.
Setahu lisa hampir semua daging dari Monster Laba-laba beracun.
Bahkan untuk Laba-laba Alfa saja memiliki racun yang cukup kuat, orang normal takan mampu memakannya sedikitpun. Apalagi daging Laba-laba Gretara ini.
"Tak usah khawatir, aku memiliki ketahanan racun yang tinggi. Jadi aku bisa memakannya dengan tenang. .. " Ucap Argus
"Tapi justru mungkin karena racun itu daging ini jadi terasa enak karena ada sensasi sedikit pedas di dalamnya..
Aku penasaran bagaimana rasanya Racun itu..? Apakah akan terasa pedas..? "
"Tidak.. Master dilarang meminum atau memaka Racun..!! " Teriak Lisa.
"Ok ok ok.. Aku hanya penasaran saja..
Toh mana ada orang yang ingin minum racun.. " Kata Argus sambil terus menghabiskan daging beracun dari Laba-laba Iblis Gretara itu..
"Orang lain mungkin tak ada, tapi aku ragu master termasuk salah satu dari orang yang di maksud..
Sekarang saja master masih memakan daging beracun.. Master memang aneh.." Gumam Lisa.
"Apa kamu mengatakan sesuatu..? " Tanya Argus
"Ehh tidak.. Master salah dengar, ya master salah dengar.
Hehhee... " Ucap Lisa.
"Hemm.. Lupakan aku akan menghabiskan ini sendiri.. " Kata Argus.
{Ding. Skill menghasilkan benang sutra di pelajari. }
{Ding. Skill berjalan di dinding di pelajari. }
{Ding. Skill Tubuh racun di pelajari. }
. Bersambung
__ADS_1