
Beberapa saat sebelumnya bertempat Di sebuah ruangan mewah. Terdapat Tiga orang yang sedang berkumpul dan berbincang, dua orang diantaranya duduk sedangkan satunya lagi berdiri di belakang salah satu orang itu.
Dua orang itu masing-masing memakai pakaian mewah, terutama yang berbadan tambun. sementara satunya sepertinya seorang pelayanan. Dua orang itu memiliki badan yang tambun(gemuk) bahkan salah satunya berbadan sangat besar bulat seperti babi gemuk.
"Jadi apakah rencananya sudah siap Keil..? " Tanya orang yang duduk di sana yang paling gemuk
"Sudah tuan, saya telah ngirim orang yang tuan Viscount sediakan sesuai dengan perintah anda..
Dan setelah ini aku juga akan ikut untuk mengawasi mereka..." Ucap sang pelayanan Kecil.
"Tuan Marques tak perlu khawatir, aku telah mempersiapkan pasukan terkuat yang bisa aku ambil dari tangan Count. Jadi ini pasti akan berjalan lancar, orang itu hanya beruntung saja mendapatkan barang itu.. " Ucap orang lainnya.
Ternyata orang yang duduk di depannya yang mirip Babi gemuk itu ternyata Marques kota Isak. Itu juga orang yang sebelumnya di bicarakan oleh William, sebagai orang di pusat yang menunda waktu penyelidikan.
"Hemm.. Jika itu pasukan Count sendiri, maka aku akan percaya. Jika rencana kita berhasil, aku akan membagi dua hasilnya dengan mu.. " Ucap sang Marques Isak.
"Terimakasih tuan Marques, anda tak perlu khawatir. Pasukan kali ini adalah pasukan yang sudah mencapai Level lebih dari 40.
jadi mereka pasti bisa menanganinya.. " Ucap Burno.
"Dan untuk masalah Count, aku telah menjanjikan sebagian imbalan dari hasil kita. Dan juga tunjangan pasukan yang ia inginkan akan aku janjikan lebih mudah.. "
"Karena kau adalah pemegang keuangan, aku yakin Count pun pasti takan berani menolaknya..
Hahhaha... " Ucap Marques Isak.
"Tentu saja, jika dia berani menolak. Aku akan mengancamnya dengan menyetop dana peralatan para kesatria.. " Ucap sang Viscount Burno.
Setelah itu sang pelayan Keil menuangkan Anggur ke gelas Marques dan kemudian gelas orang satunya.
"Silahkan Tuan Burno.. " Ucap Keil
"Mari bersulang untuk kemenangan kita.. " Ucap sang Marques.
"Untuk kemenangan kita.. " Sambut sang Viscount Burno.
.
. ------------------------
.
Sementara itu Argus dan rombongan Saat ini masih dalam perjalanan, Argus merasakan ada yang mengikuti mereka. Alasannya adalah ia merasakan orang-orang yang tetap membuntuti mereka mulai dari saat mereka meninggalkan Kota Isak.
Argus sempat memerintahkan Alfred memperlambat laju keretanya. Namun orang yang mengejar juga sepertinya melambat, dan saat di percepat mereka juga mempercepat. Ini membuktikan bahwa orang-orang itu memang membuntuti Argus dan lainnya.
Argus mulai berfikir mungkin mereka adalah bandit yang menunggu Argus dan rombongan pergi cukup jauh dari kota dan kemudian menghadang mereka di sana..
Ini adalah kemungkinan paling logis yang bisa Argus pikirkan. Kemudian Argus meminta Alfred mempercepat perjalanan mereka. Sementara itu Argus membuka celah ruang yang mengarah ke dalam Dimension Home miliknya dan menyuruh Lisa dan hawa masuk.
Dan saat kereta Argus sudah mencapai jarak yang lumayan jauh dari Kota, orang-orang yang membuntuti pun mempercepat dan mulai mengejar Argus dengan terang-terangan.
Argus menyuruh Alfred memperlambat laju keretanya dan membiarkan orang-orang itu menyalip mereka. Argus ingin melihat apa yang akan di lakukan para bandit itu, pasalnya ini pertama kalinya Argus melihat para bandit.
"Kalian hentikan kudanya..!! " Teriak salah satu orang.
Lalu orang-orang itu mulai memblokir laju jalan kereta Argus dan memaksa Argus berhenti. Argus memperhatikan orang-orang itu, selain pakaian hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Jumlah Mereka sendiri ada sekitar 30 orang yang masing-masing membawa peralatan tempur hampir lengkap. Ada pedang, tombak, panah dan sepertinya ada penyihir juga.
"Keluarkan semua barang-barang kalian. Cepat..!! " Ucap salah satu dari mereka..
Setelah Argus keluar dari kereta itu, Argus tetap diam dan ia sedikit penasaran saat ini. Pasalnya bukan gaya atau cara bicara para bandit ini, atau level mereka. Melainkan nama yang Argus lihat dari mata wawasannya.
Dari sana Argus jelas melihat bahwa semua bandit di sini ternyata adalah kesatria di belakang nama mereka...
#Note. Sesuatu yang Thor kelupaan jadi Mulai sekarang akan Ada tambah pekerjaan di profil orang-orang yang Argus lihat.
Lalu argus melihat salah satu orang di sana maju dan sepertinya membisikkan sesuatu ke orang yang memimpin itu. Setelah itu orang itu kembali ke barisan paling belakang.
"Kenapa kalian Diam..!! Cepet keluarkan uang dan barang kalian atau akan kami bunuh..!! " Ucap orang itu.
"Berhentilah berpura-pura menjadi bandit.. Aku tau kalian adalah para kesatria dari kota Isak.
__ADS_1
Jadi ada perlu apa sebenarnya kalian..? Dan siapa yang menyuruh kalian menghadang kami.. " Ucap Argus
"Kesatria..? Apa yang kamu bicarakan.. " Ucap orang itu mencoba menyangkal hal itu.
"Lupakan karena kalian tak ingin mengatakannya, Alfred. Urus mereka semua.. " Ucap Argus.
Ia tak terlalu suka sesuatu yang ribet dan menyusahkan. Jadi Argus langsung menyuruh Alfred menangani semuanya.
"Siap laksanakan Master.. " Ucap Alfred, lalu ia mengeluarkan pedang panjang dari penyimpanan miliknya. Itu adalah pedang kesatria yang Argus buat untuk Alfred.
Bagaimana pun juga Alfred memiliki kemampuan bertarung jarak dekat yang kuat terutama pedang, jadi Argus membuatkan satu pedang untuk Alfred.
Namun sebelum Alfred maju tiba-tiba Argus kembali memikirkan sesuatu.
"Tunggu...! " Ucap Argus buru-buru.
"Sisahkan satu orang hidup-hidup, dan biarkan semua kuda hidup juga. Aku mungkin membutuhkan kuda mereka, terutama kuda tinggi itu.. "
Kata Argus sambil menunjuk ke arah satu kuda yang lebih tinggi dan lebih besar, itu adalah kuda yang sama dengan kuda Monster Astrapi yang Argus beli sebelumnya.
Selain Harganya mahal, Argus juga berencana mengubah gaya Gerbong miliknya menjadi tipe yang bisa di tarik dua ekor kuda.
Jadi Argus membutuhkan kuda lainnya saat ini untuk menemani Monster kuda Astrapi miliknya.
"Di mengerti master..! " Ucap Alfred dengan suara mekaniknya.
Argus kemudian menggunakan sihir tanah untuk membuat sebuah tempat duduk sederhana untuknya. Kemudian ia duduk di sana tanpa ada niatan untuk membantu menangani mereka semua.
Argus juga membuat sebuah meja kecil di depannya lalu ia mengeluarkan sedikit logam dan kemudian mulai membuat sesuatu dengan membentuk logam itu menjadi bagian-bagian kecil yang aneh.
Melihat hanya golem yang maju dan Argus tak berniat bertarung. Dan lagi sepertinya Argus malah sibuk membuat sesuatu Membuat orang yang paling depan merasa marah..
"Hancurkan barang sialan itu dan bunuh semuanya..!! " Teriak orang itu.
Lalu yang lainnya mulai mencoba menyerang juga, Alfred langsung mempercepat langkahnya. Setiap tebasan pedang yang Alfred buat akan ada satu kepala jatuh.
Kemampuan berpedang Alfred adalah copy dari kemampuan Golem kesatria adamantium yang pernah Argus lawan sebelumnya. Jadi menghadapi lawan level kurang dari 40 tak membuat Alfred kesulitan sama sekali.
Tak butuh waktu lama untuk membunuh setengah dari para kesatria yang menghadang Argus..
"Alfred, jangan biarkan satupun kabur..!! " Ucap Argus
Alfred hanya mengangguk dan sosoknya tiba-tiba menghilang dan muncul lagi di samping orang yang sebelumnya mencoba kabur itu. Lalu laju orang itu melambat sampai tiba-tiba kepala orang itu langsung terjatuh ke tanah.
Itu ternyata adalah orang yang sebelumnya membisikkan sesuatu ke pemimpin prajurit yang menyamar ini.
Setelah beberapa saat kemudian pertarungan kembali berlangsung, karena kalian ini tersisa 3 orang kesatria yang semuanya memegang pedang.
Alfred melawan ketiganya sekaligus pertarungan itu cukup sengit.
Terutama untuk orang yang sebelumnya menunggang kuda monster Astrapi.
Ia memiliki kemampuan berpedang yang cukup kuat. Dan seperti ia merupakan pemimpin dari pasukan kesatria itu.
"Akhirnya selesai.. " Ucap Argus tiba-tiba. Dan kemudian ia melihat pertarungan Alfred masih berlangsung.
Lalu Argus kembali melihat ke arah tangannya yang saat ini memegang sesuatu, itu berbentuk bulat dengan angka di dalamnya dan sebuah jarum yang berputar.
Ya apa yang Argus buat adalah sebuah jam tangan, namun itu masih belum memiliki sabuk atau tali pengikat.
Argus kemudian mengeluarkan bahan karet dan mulai membuat jam tangan yang sempurna, itu bergaya sport..
Argus cukup puas dengan karya pertamanya itu, walaupun belum benar-benar sempurna karena Argus hanya membuat seperti jam tangan standar saja tanpa ada fungsi lainnya.
"Alfred, segera selesaikan semuanya.. Aku masih perlu mengkalibrasi jam tanganku.. Jadi percepat pertarungannya.. " Ucap Argus
"Baik master.. " Mata Alfred menyala merah sesaat. Kemudian gerakannya mulai menjadi lebih cepat
Dan kemudian Alfred mulai bisa menguasai ritme pertarungan itu.
Alfred mulai memojokkan ketiga orang itu. Pertarungan mulai berat sebelah walaupun Alfred sorang diri. Ya walaupun bukan benar-benar orang karena ia adalah Golem.
Melihat kualitas pertarungan mereka bertiga, Argus berfikir mungkin mereka adalah tiga terkuat diantara para kesatria itu.
__ADS_1
"Alfred mundur.. " Ucap Argus.
Alfred yang mendengar itu langsung meloncat mundur dan mendarat di samping Argus.
"Mengikat - Bind...!! "
Beberapa rantai mulai muncul dan mengikat ketiga orang itu. Rantai itu sama namun lebih kecil dari rantai yang mengikat Adamantoise.
"Baiklah.. Aku akan bertanya, kalian menjawab.. Ok..! " Ucap Argus
"Jangan harap.. Bunuh saja kami..!! " Ucap salah satu orang itu.
"Tenang saja, kalian semua pada akhirnya akan mati. Namun pertanyaan ku akan menentukan bagaimana kalian mati, itu saja.. " Ucap Argus
Kemudian Argus mengeluarkan dua ekor semut miliknya.
Lalu Argus menginstruksikan sesuatu kepada semut itu sebelum semut itu pergi dari sana.
Tak berselang lama, salah satu semut itu kembali dan sepertinya membawa banyak semut merah biasa lainnya. Argus mengangguk lalu meletakkan monster semut miliknya ke atas pundak Argus.
"Pertanyaan pertama..
Apa tujuan sebenarnya kalian ke sini..??" Ucap Argus
Namun Ketiganya tetap diam dan tak ada yang mau menjawab pertanyaan Argus sama sekali. Argus mengangguk ke arah semut miliknya.
Lalu tiba-tiba semut-semut kecil itu mulai memasuki pakaian ketiga orang itu. Lalu mereka mulai mengigit badan ketiganya, membuat ketiganya kesakitan di seluruh tubuhnya.
Ketiganya mulai berteriak kesakitan dan meminta ampun, namun Argus tak memperdulikan dan hanya melihat jam tangannya. Kemudian Argus memanggil Lisa dan Hawa keluar.
Dan meminta Lisa mengeluarkan kabin kecil lainnya, argus dan hawa kemudian mulai bermain bersama. Dan hanya Setelah tiga puluh menit pas, Argus menyuruh para semut itu berhenti.
Argus mengeluarkan sihir penyembuhan kepada mereka bertiga.
"Apakah kalian masih ingin bersikeras tetap diam..?? " Tanya Argus.
Namun sebelum mereka menjawab pertanyaan itu, Argus langsung berkata lagi sambil tersenyum.
"Seperti kalian masih tak mau menjawab dan ingin mencobanya lagi.. "
Lalu argus kembali menyuruh para semut untuk menggigit mereka lagi, Argus sama sekali tak memberikan kesempatan untuk mereka mengehla nafas sejenak.
Dan setelah setengah jam selanjutnya, Argus kembali menghentikan para semut dan kembali menyembuhkan mereka semua.
"Bagaimana apakah kalian ingin lanjut..? " Tanya Argus.
Kali ini salah satu dari mereka langsung menjawab Argus.
"Kami menjawab..!! Kami akan menjawab pertanyaan Anda.. Jadi tolong hentikan..! "
"Haa.. Haa.. Dasar bodoh jangan menjawab.. " Sebelum selesai berkata, orang itu tiba-tiba mulutnya tertutup rantai lainnya. Lalu banyak semut kembali mengigit seluruh tubuhnya.
"Tujuan kami adalah membunuh kalian semua.." Ucap salah satu-satunya.
"Benar, dan kami juga harus membuat seolah-olah semuanya karena serangan bandit.. " Ucap salah satu orang itu.
"Bagus.. Pertanyaan kedua..
Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini..??! " Tanya Argus
"Ini.. " Dua orang itu Ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan Argus.
Lalu semut Argus yang kedua kembali juga saat itu, dia membawa pasukan lainnya. Namun itu bukan semut, melainkan ulat gatal..
"Bagus, kau kembali tepat waktu.. " Ucap Argus kearah semut itu. Lalu meletakkannya di pundak satunya lagi.
"Dan kalian berdua sepertinya siap untuk permainan lainnya.. " Kata Argus sambil tersenyum kearah dua orang itu.
Kemudian Argus membuat rantai itu menutupi mulut kedua orang tadi.
.
.
__ADS_1
. Bersambung.