
y"Aku akan mengatakannya.. Aku akan menjawab semua pertanyaan Anda.. " Ucap ABK di depan Argus segera. Bahkan sebelum Bagas selesai mengucapkan pertanyaan miliknya..
"Oh.. Itu bagus..
Itu akan menyelesaikan banyak waktu ku.. "Ucap Bagas.
" Kalau begitu katakan semuanya.. "
"Ya.. Ya.. Kami memiliki tempat persembunyian di sebuah pulau kecil yang jarah di lalui orang-orang.. " Ucap ABK itu.
"Di sana kami menyimpan barang rampasan yang belum kami jual dan uang serta yang lainnya.. "
"Sedangkan untuk perampok lainnya kami tau masih ada namun kami tak mengetahui di mana mereka.. " Ucap ABK itu.
"Karena mereka adalah kelompok bajak laut lain, bukan bagian yang sama dengan kami..
Kelompok kami hanya kami semua yang ada di atas kapal ini tak ada yang lain.. "
"Apakah itu benar..?? " Tanya Argus.
"Itu benar.. Saya mengatakan yang sebenarnya, tolong jangan bunuh kami.. " Ucap ABK itu.
"Lalu pertanyaan lainnya..
Apakah kalian yang sebelumnya merampok kapal lain beberapa waktu lalu yang masih memiliki koneksi dengan Marquez tidak maksudnya Viscount itu..?? " Tanya Argus.
"Itu benar.. Jika yang Anda maksud adalah kapal dengan tanda kerajaan namun di naikin oleh orang lain, maka ya.. Itu kami yang melakukannya.. " Ucap ABK itu.
"Itu bagus.. Sepertinya aku tak perlu mencari lagi kalau begitu.. "Gumam Argus.
Lalu Argus berjalan ke arah mayat Kapten kapal itu dan menggunakan kemampuannya untuk melihat ingatan sangat kapten.
Dan Argus mengkonfirmasi bahwa apa yang di katakan ABK tersebut memang benar tanpa adanya kebohongan. Karena itu dia memutuskan menangkap mereka tanpa membunuh mereka semua..
Karena Argus sudah memiliki lokasi penyimpanan mereka dari ingatan Kapten, jadi ia tak perlu lagi meminta mereka menunjukannya..
"Hai..!! Roland..!! Kemari sebentar..!! " Teriak Argus.
"Ada apa..?? " Tanya Roland saat ia sampai di kapal itu.
"Aku akan membawa mereka ke pelabuhan dan menyerahkan mereka untuk di tangkap..
Namun sepertinya hal seperti ini jauh lebih cocok untuk mu.. " Ucap Argus.
"Apa kau ingin aku membawa mereka ke pelabuhan sendirian..?? " Tanya Roland.
"Tidak.. Maksudnya aku ingin kamu yang melaporkan hal ini, karena aku pikir mereka akan lebih mudah bekerjasama jika Pangeran yang melakukan hal ini.. Kau paham maksudnya bukan.. " Ucap Argus.
"Tidak.. Aku masih belum mendapatkan ikan besar.. Jadi kau saja yang melakukannya.. " Ucap Roland.
"Oh..? Kau tak mau..?? Aku berniat membantu agar kau mendapatkan kredit penangkapan perampok ini tadinya.. Jadi selain menyelesaikan masalah di kota Mania kau juga akan mendapatkan pujian karena para bajak laut ini.. " Ucap Argus.
"Namun jika kau tak mau apa boleh buat.. Walaupun aku tak membutuhkan apapun lagi, mendapatkan sedikit tambahan lainnya mungkin baik-baik saja.. "
"Ehh..?? Siapa bilang aku tak mau..??!! " Ucap Roland langsung berubah pikiran.
"Ini adalah tugas seorang pangeran, mana mungkin aku mengabaikannya.. "
Argus hanya tersenyum melihat perubahan Roland. Argus berfikir sepertinya ia benar-benar menyukai seorang wanita dan membutuhkan banyak pujian untuk itu.
Argus bertanya-tanya wanita mana yang membuat Roland jatuh cinta.. Setelah itu Argus mulai membuat gerbang yang sangat besar di sana kemudian kapal melewati gerbang itu dan muncul di pelabuhan..
Munculnya gerbang serta kapal mengejutkan semua orang di sana, beberapa prajurit langsung bersiaga..
Melihat itu Argus hanya mengulurkan tangannya sebagai tanda mempersilahkan Roland untuk maju dan menyelesaikan semuanya..
Roland yang melihat itu pun paham, ia langsung berjalan ke depan dan memberitahu apa yang terjadi.. Kemudian Roland meminta para prajurit untuk menurunkan semua bajak laut itu dan memenjarakannya..
Pemandangan itu menjadi tontonan warga di sana, mereka sangat berterimakasih kepada Roland karena berhasil menangkap para bajak laut itu.
Setelah itu ia kembali ke Argus.
"Sudah beres.. Mari kembali, aku masih penasaran sebelum aku mendapatkan ikan besar.. " Ucap Roland.
__ADS_1
"Apa kau tak perlu menjelaskan lebih lanjut masalah ini..?? " Tanya Argus.
"Hai saudara ku.. Apa kau lupa siapa aku..?? Aku seorang pangeran, jadi aku tak perlu melakukan itu. " Ucap Roland dengan bangga..
"Ok.. Ok. Pangeran..
Mari lanjutkan dan lihat siapa yang mendapatkan ikan besar nantinya.. " Ucap Argus.
"Tentu saja.. " Ucap Roland.
"Kau bisa berguru kepada ku nanti jika aku mendapatkan ikan besar.. "
Lalu mereka kembali ke kapal mereka dan terkejut dengan pemandangan di sana. Pasalnya Hawa ternyata mendapatkan ikan yang sangat besar, ukurannya sendiri hampir mencapai setengah kapal..
Itu seukuran ikan paus, dan terlihat jika ikan itu mati dengan bantuan Sebastian di sana yang menjaga Hawa.
"Ayah..!! Ayah..!! Lihat Hawa menangkap ikan besar..! " Teriak Hawa.
"Sial.. Apakah itu ikan yang ditangkap dengan Pancing oleh anak kecil..?? " Ucap Roland.
"Aku tarik kembali kata-kataku sebelumnya, sepertinya kali ini aku akan berguru ke Hawa.. "
Argus hanya tersenyum melihat itu. Lalu ia berjalan ke arah Hawa.
"Baiklah.. Sepertinya kali ini Hawa yang memenangkan pertandingan kali ini.. " Ucap Argus sambil mengusap kepala kecil Hawa..
"Makan ikan..!! Kita akan makan ikan..!! " Teriak Hawa kegirangan.
"Akan aku simpan dulu ikan ini dan kita akan memakannya nanti.. " Ucap Argus.
Lalu ia menyimpan ikan itu, setelah itu mereka melanjutkan memancing ikan di sana sampai sore hari.
Setelah itu mereka kembali ke daratan, Argus pergi mengecek kapal yang sedang di perbaiki itu. Di sana Argus melihat masih ada beberapa bagian yang masih belum selesai..
Jadi ia terpaksa menunggu beberapa hari lagi sebelum bisa melanjutkan perjalanan mereka..
Setelah itu Argus dan yang lainnya kembali ke penginapan, di sana Argus meminta Koki untuk membuat hidangan Ikan dari ikan yang mereka tangkap.
Salah satunya hidangan ikan sashimi yang membuat mereka terkejut.
Pasalnya di sini mereka memakan ikan mentah yang belum di oleh sama sekali, namun stelah mencobanya mereka pun akhirnya menyukai hidangan itu.
Malam itu mereka semua beserta orang-orang di penginapan berpesta makan ikan sampai kenyang.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Pada hari selanjutnya Argus dan yang lainnya kembali menyewa kapal, kali ini Wilona tak ikut serta.
Dan baru kali ini Argus sadar jika ternyata selama di kapal sebelumnya ia diam itu karena mabok laut..
Jadi Argus tak memaksanya kali ini untuk ikut, karena tujuan kali ini adalah untuk melihat tempat persembunyian bajak laut.
Selain penasaran dengan tempat itu dan apa saja yang mereka sembunyikan, Argus juga penasaran karena lokasinya sebenarnya ada di jalur menuju ke Pulau Naga.
Jadi ia memutuskan untuk mengecek daerah sekitar sana, karena jika terdapat banyak bajak laut maka pulau milik Argus bisa-bisa tidak aman untuk yang lainnya..
Perjalanan di laut membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk sampai di lokasi itu, itu memang sangat sulit dan hampir berada di luar jangkauan pelacak sinyal di sana.
Dari sana Argus tau jika lokasi pulau naga berada di luar jangkauan sinyal, dan jika ia ingin menggunakan sinyal artinya ia harus membuat sendiri.
"Mari kita menjelajah. " Ucap Argus.
Setelah itu mereka mengelilingi pulau itu, tak butuh waktu lama untuk mengitarinya. Hanya butuh setengah jam jalan kaki saja sudah cukup.
Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau, di sana terlihat masih banyak binatang kecil berkeliaran dan pepohonan juga masih rindang..
Lalu Argus membawa mereka memasuki Gua yang terdapat di balik pohon besar, itu cukup tersembunyi jika tak teliti mungkin takan menemukan gua itu.
Setelah masuk ke dalam mereka menemukan Gua itu cukup luas dan di sana mereka menemukan banyak barang rampasan mereka. Ada juga koin emas dan silver cukup banyak di sana.
__ADS_1
Selain itu hanya ada beberapa senjata tak berguna untuk Argus, namun ada satu yang membuat Argus tertarik di sana.
Itu adalah alat pemancar dan penerima sinyal kapal. Melihat itu Argus sedikit bersemangat karena itu adalah sesuatu yang saat ini ia butuhkan.
"Aku akan menyimpan dua benda ini.. " Ucap Argus.
"Apa kau tak mau mengambil yang lainnya..?? Ya walaupun ini barang bajakan, namun tak ada pemiliknya sekarang.. " Ucap Roland.
"Jadi jika kau tak mau ini semua akan menjadi milik kerajaan... "
"Tak masalah.. Aku hanya membutuhkan dua benda ini saja, Untuk yang lainnya bisa kau ambil.. " Ucap Argus.
Sedangkan untuk Lisa dan Olivia mereka tak tertarik dengan semua itu, dan untuk Hawa ia tertarik dengan sebuah benda bulat di sana.
"Ada apa sayang..?? " Tanya Argus.
"Ayah.. Ada telur di sini.. " Ucap Hawa.
Argus juga melihat itu, telur itu cukup besar. Ukurannya sekitar setengah tinggi Hawa.
Argus yang penasaran melihat telur itu menggunakan Mata wawasan miliknya dan mengetahui jika itu telur monster spesies Hydra.
Melihat itu Argus penasaran darimana para bajak laut itu mendapatkan telur ini.
"Itu adalah telur Hydra.. Apa kau menginginkannya..?? " Tanya Argus.
"Hydra..?? Bukan kah itu berbahaya untuk Hawa..?? " Tanya Roland.
"Jika dewasa dan belum dijinakkan maka itu berbahaya, namun ini masih dalam bentuk terlur dan bahkan belum menetas.. " Ucap Argus.
"Jadi bahaya dari mana..?? "
"Kau benar juga. Tapi maksudnya apakah nanti tidak membahayakan Hawa jika menetas.. " Tanya Roland sekali lagi.
"Walaupun monster, jika dari bayi aku pikir baik-baik saja.. Lagi pula aku bisa membuat segel padanya nanti.. " Ucap Argus.
Setelah itu mereka mulai mencari-cari di tumpukan barang di sana dan melihat apakah ada yang membuat mereka tertarik.
Argus tak menemukan apapun lagi yang membuatnya tertarik di sana, jadi ia hanya duduk tak jauh sambil mengamati dua alat pemancar dan penerima sinyal itu.
Argus mulai mereplikasi setiap Rune di dalamnya. Ia mulai bereksperimen di sana dengan membuat versi lebih kecilnya sambil menunggu yang lainnya selesai memilah barang.
Pada akhirnya Olivia tertarik dengan tongkat sihir di sana dan ia mengambilnya, Untuk Lisa ia tertarik dengan gelang yang terlihat sederhana untuk Argus.
Dan saat Argus bertanya kenapa ia memilih gelang itu, Lisa menjawab jika gelang itu mirip dengan gelang yang pernah di miliki almarhum ibunya waktu ia masih hidup.
Lalu untuk Hawa ia tak tertarik dengan apapun lagi dan hanya bermain-main dengan telur itu saja. Ia membuat telur itu untuk mainan bersama kelinci miliknya.
Argus berfikir mungkin setelah ini telur itu takan bisa menetas lagi atau mungkin Hydra yang menetas akan mengalami kecacatan karena Hawa.
Tapi Argus tak menghentikan Hawa bermain dengan telur itu. Argus melihat Roland tertarik dengan sebuah cincin di sana dan ia terlihat tersenyum sendiri saat melihatnya..
Argus tau jika Roland pasti memilih cincin itu untuk kekasihnya. Argus tak mengganggu nya dan membiarkan Roland menyimpannya. Argus menemukan kotak untuk menyimpan cincin jadi ia memberikan kotak itu untuk Roland.
"Simpan cincin itu di sini.. Jika kau memegangnya terus aku pikir takan lama kau akan menghilangkannya.. " Ucap Argus.
"Mana ada..
Akhh sial.. Cincinnya jatuh.. " Ucap Roland, ia mulai mencari cincinnya itu.
"Akhirnya ketemu juga.. "
Setelah itu ia memasukkan cincin itu ke kotak yang diberikan Argus
"Sialan kau Argus.. Kata-kata mu seperti kutukan saja.. Kau harus lebih hati-hati jangan sampai mengatai ku dengan hal aneh, aku tak ingin mengalami hal aneh lainnya.. "
"Kau pikir aku apaan..? "
.
.
. Bersambung
__ADS_1