Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
103


__ADS_3

Setelah meninggalkan mobil di sana, Argus, Lisa dan Olivia kemudian kembali ke Baisi.


"Lisa, Oliv.. Sekarang kalian ada di lv berapa..?? " Tanya Argus tiba-tiba.


"Aku..?? Aku sekarang sudah 81 Master.. " Ucap Lisa


"Kalau aku masih lv 43.." Ucap Olivia.


"81 dan 43..?? " Gumam Argus. Sambil memikirkan sesuatu.


"Baiklah.. Mari kita Leveling untuk kalian berdua mulai sekarang.. " Ucap Argus.


"Mulai sekarang aku hanya akan melemahkan atau menahan Monster, sementara kalian akan membunuh mereka agar mendapatkan Exp.. "


"Tapi.. Aku tak memiliki skill serangan.. " Ucap Olivia.


Kali ini Argus baru ingat, dia belum pernah melihat status Olivia sampai sekarang.. Jadi ia tak tau bahwa Olivia tak memiliki kemampuan untuk menyerang.


Jadi Argus memutuskan untuk melihat Status Olivia dengan mata wawasan miliknya.


Nama : Olivia de Illia


Umur : 16 Ras : terran


Job : Priest. Level : 43/100


Mp : 5.100/5.100 (max 10.000)


Hp : 2.900/2.900 (max 10.000)


Agi : 200 (max 1.000)


Str : 250 (max 1.000)


Vit : 500 (max 1.000)


Int : 90 (max 100)


Skill bawaan:


-Hati Cahaya. ( memberikan kemampuan untuk bangkit kembali dari kematian satu kali ) πŸ”’(terkunci hanya bisa di gunakan setelah pengguna meninggal)


- Anak Cahaya ( memberikan kekebalan terhadap semua serangan Cahaya) πŸ”’(terkunci hanya bisa di gunakan setelah mencapai lv tertentu)


Skill:


-Penyembuhan area luas.( Mantra penyembuhan Elemen Cahaya. Setelah di gunakan dapat memunculkan efek keterampilan untuk memulihkan HP orang lainnya di sekitarnya)


-Self Cure (Mantra penyembuhan elemen cahaya. Saat digunakan, hp Anda akan pulih kembali)


- Doa kesembuhan ( Mantra penyembuhan Cahaya. dapat menyembuhkan orang-orang yang hanya anda pilih dalam jumlah berapa pun selama mereka berada dalam jangkauan penglihatan pemilik skill)


-Pembersihan ( Mantra element cahaya Pendukung. Saat digunakan, dapat menyembuhkan orang lain atau diri sendiri dari efek negatif apapun)


-Mendorong ( Mantra pendukung element cahaya. Saat di gunakan dapat menaikan statistik orang lain selama waktu tertentu tergantung lv pemain yang menggunakannya)


- Pendorong Angin (Mantra element Angin. Dapat di gunakan untuk membantu orang lain dalam mempercepat pergerakan mereka)


- Dinding Angin. ( Mantra element Angin. Dapat digunakan untuk membuat Dinding angin guna melindungi sesuatu dari serangan musuh)


- Light of Justice/ Cahaya Keadilan πŸ”’


( Mantra serangan Elemen Cahaya. Saat digunakan, akan menyerang musuh dengan menggunakan kekuatan cahaya yang jatuh dari langit. Begitu terkena, ledakan akan menyebabkan kerusakan pada musuh tergantung lv pengguna) πŸ”’(terkunci sampai mencapai level yang di butuhkan, persyaratan Lv 50)


Element : Cahaya dan Angin.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Ya ternyata semua kemampuan Olivia memang kemampuan dukungan bukan serangan. Namun ia memiliki kemampuan serangan yang sepertinya masih belum aktif sampai sekarang..

__ADS_1


Persyaratan untuk skill itu adalah Lv 50. Jadi Argus mulai memikirkan cara lain agar bisa membuat Olivia menaikan levelnya sendiri.


Namun saat melihat kemampuan bawaan, Argus sedikit terkejut. Reinkarnasi dan kekebalan terhadap element cahaya..??


Bisa di bilang ini pertama kalinya Argus melihat hal seperti itu, namun keduanya bukan skill aktif melainkan pasif. Tapi tetap saja itu skill bawaan yang bagus.


Terutama karena Olivia lebih condong ke arah pendukung dari pada penyerang, jadi ke-dua skill itu cocok untuknya..


"Oh benar.. Kau bisa menggunakan ini.. " Ucap Argus sambil memberikan pistol jenis Raging Bull 454 .


Itu adalah pistol satunya lagi yang dulu Argus Buat untuk Lisa. Saat ini Lisa memiliki satu, dan satunya masih di simpan oleh Argus.


Awalnya saat bertemu Hawa Argus berfikir ingin memberikan ini untuknya, namun setelah melihat Job Hawa.. Argus akhirnya berubah pikiran.


"Apa ini..?? " Tanya Olivia.


"Artefak sihir jenis senjata.. Bernama pistol jenis Raging Bull 454.." Ucap Argus.


"Untuk cara penggunaan kau bisa bertanya pada Lisa, dia memiliki satu yang mirip dengan itu.. "


"Jika nantinya kau tak terbiasa aku akan membutakan yang lainnya lagi yang cocok untukmu.. " Ucap Argus.


"Lisa.. Mulai sekarang kau bisa menggunakan Pistol milikmu.. Dan bantu Olivia terbiasa dengan itu, sementara itu Aku akan pergi untuk melihat kondisi di sekitar sini.. "


"Baik Master.. " Ucap Lisa.


Setelah itu Argus terbang keluar dari kota Baisi untuk melihat kondisi monster, setelah terbang cukup jauh Argus melihat para monster mulai berkumpul lagi dan bersiap untuk datang ke kota lagi.


Saat itu Argus baru ingat dia masih belum mengambil benda yang bisa memancing monster itu. Dan masih meninggalkan di kediaman mantan Marquez.


Lalu Argus mulai melanjutkan perjalanan lagi dan melihat setiap kondisi Dungeon yang saat ini pecah. Ia melihat surat yang sebelumnya lagi.


Di sana terdapat peta kecil yang memiliki btanda di atasnya. Setiap tanda menandakan lokasi Dungeon, dan ada tanda silang yang berarti adalah lokasi Dungeon yang diminta untuk di hancurkan.


Lalu Argus mengecek Dungeon itu satu persatu dari sebelas Dungeon tertutup dan sembilan Dungeon terbuka.


Dan diantara Sebelas Dungeon tertutup itu tujuh yang masih belum di taklukkan adalah target pemusnahan Argus. Untuk Dungeon tertutup atau rumah monster ada Empat Dungeon yang harus di hancurkan..


Artinya dari Dua puluh Dungeon, Sebelas Dungeon harus Argus hancurkan setelah ini. Argus memperhatikan setiap target Dungeon adalah Dungeon dengan Rank A, tak ada Rank S Dungeon di catatan itu.


Sesampainya di sana Argus mengambil Alat yang bisa memanggil monster mendekat itu dan membawanya pergi dari sana.


Saat Argus ke tempat Lisa dan Olivia, terlihat Olivia mulai terbiasa dengan Pistol itu.


"Oliv.Lisa.. "Ucap Argus memanggil keduanya.


" Master/Argus.."ucap Lisa dan Olivia bersamaan saat melihat Argus.


"Apakah anda sudah selesai melihat sekeliling..?? " Tanya Lisa.


"Ya.. Setelah ini aku akan pergi untuk menghancurkan beberapa Dungeon seperti permintaan,.. " Ucap Argus.


"Sementara itu kalian akan tetap di sini dan coba kalahkan sebanyak mungkin monster yang datang.. "


"Dengan senjata itu kalian pasti bisa menangani mereka nantinya.. "Ucap Argus.


" Atur saja secara maksimal dan juga Oliv, cobalah kau salurkan Mana milikmu ke dalam senjata itu saat menggunakannya.. "


"Aku akan mencobanya.. " Lalu Olivia mencoba menembak sekali lagi namun kali ini ia memasukkan mana element cahaya ke dalamnya.


Dan hasilnya ternyata mengejutkan Olivia dan Lisa.. Tembakan yang keluar seperti sebuah laser dan akan menciptakan ledakan saat mengenai target.


"Ini..?? Apakah aku juga bisa master..?? " Tanya Lisa.


"Kau bisa mencobanya, namun efeknya akan berbeda tergantung element yang kau gunakan.. " Ucap Argus.


Lalu Lisa juga mencoba menyalurkan mana miliknya dan hasilnya walaupun tak ada ledakan seperti Olivia, namun tembakan itu terlihat jauh lebih kuat.


"Tak perlu kecewa.. sejujurnya saat ini aku menduga Baik Skill bawaan atau Element milikmu yang terkunci itu, kemungkinan akan terbuka saat kau mencapai level 85.." Ucap Argus.


"Dan saat keduanya terbuka, aku akan mencarikan Skill yang cocok untuk mu.. "


"Benarkah..?? Terimakasih Master.. " Ucap Lisa sambil memeluk Argus dan mencium pipinya.

__ADS_1


Olivia yang melihat itu cukup terkejut dengan keberanian Lisa, ia hanya memerah dan tak berani menirunya. Walaupun ia juga ingin melakukan seperti Lisa, tapi ia masih malu saat ini.


"Baiklah.. Aku akan meninggalkan banyak semut untuk menjaga jika ada monster yang mendekati kalian.. "Ucap Argus.


" Dan aku juga akan meninggalkan kelelawar pengamat untuk memantau kondisi kalian.. "


Lalu Argus melepaskan beberapa kelelawar pengintai di beberapa tempat di sana.


"Emm.. " Angguk Lisa.


"Aku akan pergi sekarang. " Ucap Argus. Lalu ia membuat gerbang dan pergi dari sana.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Di tempat lain di dekat Dungeon.


Argus muncul tak jauh dari sana, ia melihat Dungeon yang menjadi target pertama adalah Dungeon dari Minotaur.


Dari pengamatan semut yang sudah masuk ke sana, Argus memperhatikan hampir semua Dungeon hanya seperti sebuah lorong panjang saja.


Bukan jenis labirin atau tingkatan lantai seperti yang argus buat sebelumnya. Hanya ada lorong panjang dan pintu menuju lantai selanjutnya, sedangkan Bos Dungeon akan ada di ujung lorong setiap lantai.


Total lantai sendiri ada dua puluh lantai di sana, dengan semua monster yang ada adalah jenis yang sama yaitu Minotaur. Dan ada dua Bos di lantai ke sepuluh dan dua puluh.


Yang membedakan tiap lantai hanya jumlah dari monster nya saja sedangkan level monster di sana sama saja.. Hanya Bos yang memiliki level jauh lebih tinggi dari monster penjaga lainnya.


"Mari mulai pembersihan Dungeon ini.. " Ucap Argus.


Kemudian Argus menggunakan Cakar Adamantium yang ia dapatkan dari elang grΓ­gora sebelumnya.


Setelah itu ia mulai meleset memasuki Dungeon itu, ia langsung menebas dan menusuk semua Minotaur yang ia temui.


Awalnya hanya ada beberapa, namun lama kelamaan mulai meningkat jumlah monster yang Argus temui.


Setelah beberapa saat Argus terus berlari, ia akhirnya menemukan sebuah pintu besar di depannya.


"Apakah aku sudah mencapai lantai Sepuluh tempat Bos pertama..?? " Gumam Argus. Tanpa Argus sadari karena ia terus meningkatkan kecepatan dan pembasmian para Minotaur itu, ia sekarang sudah mencapai lantai sepuluh tempat bos pertama berada.


"Lupakan.. Mari lihat perbedaan Minotaur di luar dan Minotaur Bos asli Dungeon.. " Ucap Argus kemudian ia mulai membuka pintu itu.


Dan di sana ia melihat sosok manusia kerbau tinggi dan besar sudah menantinya, tak seperti Minotaur lainnya yang nampaknya hanya memiliki senjata tanpa kemampuan sihir apapun.


Bos ini terlihat bagian bulu dan ekornya terbakar api, yang menandakan ia memiliki kemampuan api. Dan kampak milikinya juga terlihat merah menyala yang kemungkinan itu adalah Artefak juga.


"Element api.. Tak masalah mari selesaikan sesegera mungkin.. Aku ingin tau walaupun ia memiliki Element api, apakah ia tahan dengan suhu yang jauh lebih tinggi.. " Ucap Argus.


"Mari coba..


Lost Magic... Api Suci - Fire-Breath...!!! "


Lalu setelah itu Argus mulai menyemburkan api berwarna putih dari mulutnya yang langsung memanggang Minotaur itu.


Argus tidak menyerang terlalu lama, ia hanya sebentar menggunakan Nafas Api itu.. Namun terlihat baik Minotaur ataupun senjatanya saat ini tak tersisa sedikit pun.


Bahkan Coret monster Minotaur itu juga ikut lenyap bersamanya.. Bahkan pintu ke ruang selanjutnya saat ini juga sudah hancur karena serangan Argus barusan.


"Sepertinya tak ada bedanya baik ia memiliki element api atau tidak.. Tetap saja akan musnah semuanya.. " Ucap Argus


Setelah itu Argus kembali melanjutkan penaklukan Dungeon itu dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya, penambahan jumlah monster tak menjadi halangan untuk memperlambat Argus.


Ia tetap meleset seperti biasa, dan setiap monster hanya akan menyisakan Core setiap kali Argus melewatinya.


Setelah beberapa saat kemudian Argus kembali sampai di Ruangan Bos terakhir di lantai dua puluh.


"Jika seperti ini terus, aku mungkin bisa menyelesaikan tiga Dungeon sebelum waktunya makan siang.. "Ucap Argus


" Mari selesaikan sebanyak-banyaknya sebelum makan siang.. "


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2