
Sementara itu di luar Dungeon.
"Apakah Argus akan baik-baik saja..?? " Tanya Olivia.
"Tenang saja, ia adalah orang terkuat yang pernah aku lihat.. Dan ia bahkan bisa mengalahkan Raja Naga merah sebelumnya dengan mudah, sedangkan untuk Dungeon ini. Aku rasa ini adalah hal yang sangat mudah untuknya.. " Ucap Sebastian.
"Kau bisa melihat serangan Argus sebelumnya, bukan kah itu terlihat sangat... "
Sebelum Sebastian menyelesaikan kata-katanya, Tiba-tiba ledakan besar terdengar dan banyak tombak api keluar dari tanah di belakang kastil istana dan langsung meleset ke arah langit.
"Ada apa...??!! " Teriak Sebastian.
"Itu.. Itu adalah sebuah serangan yang muncul dari dalam tanah secara tiba-tiba..
Dan melelehkan tanah di sekitar sana.." Ucap salah satu prajurit yang melaporkan masalah itu.
"Kami tak tau darimana asalnya.. "
"Dari tanah..??" Lalu Sebastian melihat ke arah tempat serangan itu datang.
"Lupakan.. Semuanya menghindari area itu dan menjauh.. kemungkinan itu adalah serangan dari Argus di dalam Dungeon, jadi jangan biarkan ada siapapun yang mendekati area itu. "
"Baik, aku mengerti.. " Ucap prajurit itu. Lalu ia berlari dan membubarkan orang serta para prajurit di sekitar area tempat serangan itu berasal.
Lalu Sebastian melihat ke arah langit yang sekarang cerah akibat serangan Argus.
"Sepertinya memang keputusan yang tepat membiarkan Argus pergi sendiri.. " Gumam Sebastian.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di dalam Dungeon.
Argus saat ini belum menghancurkan Core Dungeon itu, dan masih menunggu para semut menghabiskan makanan mereka..
Karena jika argus langsung menghancurkan Dungeon itu, maka ia dan para semut akan di transfer secara langsung ke luar Dungeon.
Dan para semut akan terekspos secara langsung oleh banyak orang. Argus tak menginginkan hal ini, walaupun satu atau dua semut ditentukan itu tak masalah.
Namun jika orang-orang tau jumlah mereka yang sesungguhnya, itu akan membuat masalah untuk argus.
Setelah menunggu beberapa saat, mereka akhirnya selesai memakan seluruh mayat Naga vampir itu. Dan argus melihat ada beberapa perubahan lainnya pada salah satu semut miliknya itu.
Argus menyuruh semut itu mendekat dan melihat bahwa semut itu telah berevolusi lagi. Ia saat ini memiliki sayap mirip sayap Naga di punggungnya, serta perubahan paling mencolok adalah ia mulai terlihat lebih Humanoid saat ini.
Dimana bagian ekor/perutnya di belakang saat ini menghilang. Itu mirip manusia kecil dengan sayap Naga dan kepala semut tentunya.
Dan dari nama yang ia lihat dengan mata wawasan, Argus mengetahui bahwa namanya adalah.
Nama : Semut Naga Vampir (undead Vampir)
Skill :
- Taring Naga Vampir
(Memberikan gigitan sekuat Naga, mampu merobek semua hal)
- life Drain
(Mampu menghisap kekuatan hidup mangsanya dengan mengigit mereka tanpa di sadari mangsanya dan mengubahnya menjadi Vampir atau Zombie yang akan setia kepada masternya..)
- kulit Naga.
(Memberikan kemampuan tubuh sekeras tubuh naga)
- transformasi
(Memberikan kemampuan untuk berubah menjadi Asap)
"Apakah ia menyerap semua kemampuan Naga Vampir itu..? " Gumam argus
"Life Drain ini...?? Tapi.. Untuk apa kekuatan mengubah vampir ini..?? Aku tak ingin mengubah siapapun menjadi Vampir.."
"Lupakan.. Mungkin suatu saat akan berguna untuk ku..
Dan sekarang.. " Argus kemudian melihat tumpukan Harta di sana yang belum meleleh dan lelehan emas yang ia sebabkan sebelumnya.
"Apakah aku perlu membawanya..??"
__ADS_1
"Ya mungkin ini bisa di gunakan untuk membangun ulang rumah warga yang rusak, dan memberikan sedikit kompensasi untuk para petualang terutama yang meninggal.. " Ucap Argus
Kemudian ia memasukkan semua harta di sana dan lelehan emas yang sudah mulai mengeras itu.
Tak lupa Argus juga menyimpan semua Core monster yang telah di kalahkan oleh para semut miliknya.
"Lalu untuk sekarang.. Dungeon Breaker.. ! ! " Ucap Argus.
Saat mengatakan itu. Seluruh Dungeon seperti sebuah kaca pecah dan mulai hancur..
Core Dungeon itu pun juga ikut hancur bersamaan dengan hancurnya Dungeon itu, Namun Argus masih tak menyadari bahwa semua mana di dalam Core itu kembali ditransfer langsung ke Argus.
Ada beberapa perubahan pada status Argus namun ia belum menyadarinya, Argus kemudian secara otomatis di transfer ke luar Dungeon dan muncul di depan pintu masuk Dungeon itu sebelumnya.
Sementara itu pintu Dungeon mulai retak dan menghilang dari sana, dan satu-satunya bukti keberadaan Dungeon itu adalah lubang besar yang masih merah menyala karena meleleh oleh serangan Argus sebelumnya.
"Apakah sudah selesai..?? " Tanya Sebastian.
"Ya semua sudah selesai...
Mari kita kembali, ada hal lain yang ingin aku bicarakan kepada Raja dan Ratu juga.. " Ucap Argus.
"Baiklah mari kembali.. " Ucap Sebastian.
Dan dalam perjalanan mereka, Argus tiba-tiba ingat Lisa, Hawa dan Roland tak ada di sekitar sana.
"Benar, dimana Hawa dan yang lainnya..?? " Tanya Argus.
"Sebelumnya Hawa berkata ingin manisan, awalnya Lisa melarangnya.. Namun Roland kaka bodoh itu langsung bersemangat dan menggendong Hawa pergi mencari manisan.." Ucap Olivia.
"jadi Lisa pun akhirnya mengikuti mereka bersama Alfred.. "
"Haihh lupakan.. Aku akan mencari cara membuat pasta gigi nanti untuk Hawa agar giginya tak rusak.. " Ucap Argus.
"Pasta gigi..?? Apa itu..?? " Tanya Olivia
"Itu semacam obat untuk di oleskan ke gigi agar bisa menjaga kebersihan dan kekuatan gigi agar tidak rusak, terutama jika memakan sesuatu yang manis-manis.. " Ucap Argus
"Kau benar-benar memiliki pengetahuan yang sangat luas rupanya.. " Ucap Sebastian.
"Selama ini jika seseorang sakit gigi, mereka hanya akan pergi ke apoteker atau penyihir untuk disembuhkan.. " Ucap Olivia.
"Walaupun sakitnya sembuh, tapi tidak dengan giginya... "
"Walaupun seperti yang kamu katakan, ini tetap saja sebuah penemuan baru di bidang kesehatan dan alcemist. "Ucap Sebastian.
Lalu mereka pun akhirnya sampai di ruang pertemuan. Dan kemudian.
" Oliv, kau panggil Ayah dan ibumu.. Juga bila sempat, minta seorang prajurit untuk mencari Roland dan yang lainnya..
Katakan jika Roland tak mau kembali secepatnya, aku akan menghukumnya nanti.. "
"Baik paman.. " Ucap Olivia
"Mari masuk.. Kita tunggu di dalam.. " Ucap Sebastian.
Kemudian Argus dan Sebastian masuk ke ruangan itu dan menunggu Raja dan Ratu datang.
"Jadi apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan..? Apakah ada masalah di dalam sana..?? " Tanya Sebastian.
"Tidak, tak ada masalah apapun. Aku hanya ingin membicarakan tentang isi Dungeon itu saja.. " Ucap Argus.
"Emm aku mengerti, lebih baik kau katakan nanti saja saat mereka datang.. Jadi kau tak perlu mengulanginya lagi nanti.. " Ucap Sebastian.
"Terimakasih.. " Ucap Argus
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Tak lama kemudian.
Raja dan Ratu datang ke ruangan itu bersama Olivia.
Alasan mengapa Sebastian tak membawa Argus ke Raja secara langsung tetapi malah membiarkan Raja dan Ratu menemui Argus adalah karena kekuatan Argus saat ini yang sangat besar.
Jadi Sebastian menganggap status sosial sama sekali tak ada gunanya jika di depan Argus. Dan sopan santun serta etika bertemu bangsawan tak berguna saat ini.
Dan kedudukan Argus sendiri di mata Sebastian, Raja dan Ratu saat ini sudah di atas mereka sendiri.
__ADS_1
Jadi bukan hal yang berlebihan untuk Raja dan Ratu yang datang menemui Argus, bukan sebaliknya..
"Sepertinya kau sudah selesai menanganinya.. Jadi, apakah ada sesuatu yang penting yang ingin kau sampaikan..?? " Tanya Raja Rodrike.
"Ya, ini mengenai apa yang ada di dalam Dungeon.. " Lalu Argus berbalik dan mengeluarkan semua emas yang ia dapatkan dari Dungeon dan Core monster Dungeon itu.
Tumpukan emas itu memenuhi seluruh ruangan di belakang tempat duduk mereka. Ruangan yang sangat luas itu benar-benar penuh dengan perhiasan emas dan permata, bahkan sampai menutupi pintu masuknya..
"Ini..?? Apakah ini dari dalam Dungeon..?? " Tanya Raja Rodrike.
"Benar, Naga Vampir selalu mengumpulkan Emas dan perhiasan lainnya untuk mengubur diri mereka di dalamnya. Mereka menganggap emas ini sebagai peti untuk mereka yang sangat berharga.. "Ucap Argus
" Ya walaupun aku melelehkan banyak dari emas itu dan hanya bisa membawa pergi sebagian saja, tapi aku rasa ini cukup banyak. "
"Aku ingin menyerahkan semua emas dan perhiasan ini untuk bisa di gunakan sebagai pembayaran untuk pembangunan kembali rumah warga yang rusak.. "
"Serta sebagai kompensasi bagi para petualang dan prajurit yang sudah berjuang, Tertutama untuk mereka yang terluka dan kelurga prajurit dan petualang yang meninggal dunia.. "
"Apa kau yakin Argus..?? Ini adalah apa yang kau dapatkan sendiri dari Dungeon.. " Ucap Ratu Silvia.
"Aku yakin.. Aku tak membutuhkan emas ini.. " Ucap Argus.
"Baiklah, kami mengerti.. Sekali lagi terimakasih..
Bukan hanya kau menyelamatkan kerjaan ini, tapi kau bahkan tak meminta imbalan tetapi malah memberikan banyak sumbangan emas untuk kerajaan ini.. " Ucap Raja Rodrike.
"Jika saja aku bisa, aku sebenarnya ingin kau menjadi penerus Raja kerjaan ini.. "
"Tidak.. Tidak.. Lupakan pemikiran soal itu..
Aku benar-benar tak ingin duduk dan memikirkan hal-hal rumit terutama masalah bangsawan yang menyebalkan... " Ucap Argus.
"Jika aku jadi Raja, mungkin akan menjadi Raja yang mengerikan.. Karena aku pasti akan langsung membunuh semua yang menyebalkan di mataku.. " Gumam Argus.
"Ya aku paham..
Karena itu lah, aku dan istriku sudah memutuskan suatu hal lainnya.. " Ucap Raja Rodrike.
"Kami sudah memutuskan, entah Olivia lulus atau tidak dalam penilaian mu. Kami akan membiarkan Olivia mengikuti mu, entah sebagai Tunangan Mu atau sebagai budak mu.. "
Di sana Sebastian dan Olivia serta Argus sangat terkejut mendengar pernyataan Raja Rodrike.
"Saudara ku..!! Apa yang kau bicarakan..??!! Apakah kau tak memikirkan perasaan Olivia..??! " Tanya Sebastian.
"Kami memahami perasaannya.. Tapi ini adalah satu-satunya cara untuk berterimakasih kepada Argus.. " Ucap Raja Rodrike.
"Tapi.. Menjadikan Olivia budak, apakah kau bercanda..??!! " Tanya Sebastian.
"Tidak.. Bahkan jika saja saat ini Roland tidak memiliki kebiasaan seperti mu, dan mewariskan sifat Marta. Maka aku akan mengangkatnya langsung sebagai Raja dan aku akan turun tahta dan bersedia menjadi budak Argus sebagai rasa terimakasih karena telah berkali-kali menolong kerajaan ini..!! " Ucap Raja Rodrike.
"Itu.. " Sebastian tak bisa berkata-kata.
Karena memang ini sebagian masalah Roland adalah karenanya.
Pada awal kematian istrinya, ia terlalu terpukul dan membenamkan diri pada kemiliteran dan teknik pedang...
Karena ini juga Roland mulai mengikuti kebiasaannya. Dan jika bukan karena Raja dan Ratu mengadopsinya, maka mungkin Roland akan jauh lebih berotak otot daripada sekarang.
"Tapi... Daripada Olivia lebih baik aku saja.. " Ucap Sebastian.
"Apa kau bodoh..!! Kau itu sama tuanya denganku.. Dan aku yakin daripada laki-laki tua seperti kita, Argus akan lebih memilih wanita cantik seperti Olivia.. " Ucap Raja Rodrike.
"Saudara ipar... Tolong katakan sesuatu kepada Rodrike..! " Ucap Sebastian.
"Tidak.. Karena sebenarnya, sebelum ini akulah yang mengajukan diri sebagai kandidatnya.. Namun Rodrike mengatakan bahwa itu tak mungkin terjadi.. " Ucap Ratu Silvia.
"Karena jika aku yang mengajukan diri, maka Olivia takan menerimanya dan ia pasti yang akan mengajukan dirinya sendiri..
Dan lagi, kami juga memikirkan ini adalah kesempatan Olivia bisa keluar sesuai keinginannya.. "
"Itu.. Tapi.. " Kata Sebastian Terbatah-batah tak tau harus mengatakan apa.
"Paman.. Lupakan, aku tak masalah meski harus menjadi budak.. " Ucap Olivia.
"Tapi... " Ucap Sebastian.
"Maaf mengganggu kalian.. Tapi bukan kah keputusan hal ini ada pada ku..?? " Tanya Argus yang sedari tadi diam.
.
.
__ADS_1
. Bersambung