Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
51


__ADS_3

Setelah membayar biayanya, Argus juga bertanya soal pakan yang biasanya di berikan kepada kuda Monster Astrapi ini.


Ternyata kuda ini bisa di berikan pakan rumput atau juga daging Monster lainnya. Karena kuda Astrapi ini juga tipe Monster, jadi ia tidak pilih-pilih makanan. Ini juga yang membuatnya sangat di sukai.


Dalam bahasa Yunani αστραπή /astrapí sendiri berarti Petir, ini benar-benar menggambarkan kuda ini. Kecepatan kuda ini sendiri di samakan dengan kecepatan petir. karena selain cepat, ia memiliki tanda petir di tubuhnya.


Argus membawa kuda ini kembali ke dalam hutan bukan ke penginapan, sebenarnya ada fasilitas untuk menyimpan tunggangan pelanggan hotel. Namun Argus memiliki suatu eksperimen lainnya.


Argus menunggangi Kuda itu tidak melewati sihir gerbang, melainkan menunggangi secara biasa melewati gerbang kota dan menuju Hutan. Selain ingin membiasakan diri dengan menunggang kuda, Argus juga ingin melihat seperti apa kekuatan dan kecepatan kuda ini.


Sesampainya di hutan, Argus mengeluarkan Gerbong yang sudah ia buat dan mengikatnya ke kuda ini. Lantas mencobanya berkeliling.


Hasilnya kuda ini memang cukup kuat dan cepat, ia bisa berlari cepat dengan membawa gerbong itu dan terlihat ia tidak kelelahan. Argus cukup puas dengan performa kuda ini.


Setelah turun, Argus kemudian memulai eksperimennya. Pertama Argus mengaktifkan lagi Job Overlord miliknya.


Dalam deskripsi Dimension Overlord miliknya, sebenarnya Argus membuat lingkungan sekitarnya menjadi dimensi mutlak miliknya. Dimana semua serangan takan mempan dan semua hal bisa ia atur dalam dimensi itu.


Namun apa yang Argus ingin coba bukan hal ini, melainkan hal lainnya. Yakni Argus berniat membuat sihir Dimension Home. Penyimpanan yang mampu menyimpan makhluk hidup di dalamnya.


Argus mulai menggabungkan kemampuan dari Elemen ruang dengan Dimension Overlord miliknya.. Dan tak butuh waktu lama bagi Argus untuk menyelesaikan Rune miliknya.


Setelah di rasa cukup, Argus kemudian mulai membuka Dimension Home.. Itu pertama kali muncul mirip dengan Portal Gerbang miliknya, Argus kemudian memasukinya dan melihat bahwa ia memang bisa bertahan di sini. Selain itu udaranya juga lumayan bagus walaupun di dalamnya hanya ada ruang kosong saja saat ini.


Di dalam Dimension Home miliknya ini haya berupa sebuah ruang berbentuk Kubus saja, dengan diameter sekitar seratus meter.


Kemudian Argus mulai membuat beberapa pengaturan lainnya, pertama Argus memperluas Lingkungan di sini menjadi beberapa Kilometer..


Lalu ia mulai memanfaatkan apa yang ia dapatkan dari reruntuhan itu. Argus mulai menerapkan sihir suhu ruangan dan membuat suhu di sana menjadi sama seperti suhu normal di luar ruangan.


Setelah semuanya selesai dan merasakan suhu sudah cocok. Argus kemudian menggunakan sihir elemen, dari tanah untuk mengatur tanah sesuai dengan pemikirannya, kemudian Air untuk membentuk Air terjun dan sebagainya.


Argus kemudian menggunakan Elemen baru yang ia dapatkan bersamaan dengan Job Overlord miliknya, Elemen Alam.


Lalu Argus menciptakan Rune baru lagi kali ini, itu membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari biasanya saat ia membuat Rune.


Elemen Alam sedikit lebih rumit dari dugaan Argus, bahkan lebih rumit dari elemen Ruang. Setelah selesai, Argus menghela nafasnya.


"Akhirnya selesai juga.. Mari kita mulai..


Sihir Alam- The Living forest..!!"


Setelah mengucapkan hal ini, tanah di bawah Argus mulai bergelombang dan kemudian berbagai tanaman mulai tumbuh dengan kecepatan yang bisa di lihat mata.


Dari pohon kecil sampai Pohon besar mulai tumbuh dengan sangat cepat. Rerumputan pun mulai tumbuh di sekitarnya membentuk padang rumput dan hutan kecil di sekelilingnya. Dengan Danau dan air terjun di tengah tempat ini, Argus cukup puas melihat ini.


Kemudian ia mengeluarkan Kabin miliknya dan meletakkan di samping danau.


Kemampuan Elemen Alam ini sendiri lebih ke arah menggerakkan tumbuhan, namun dengan kapasitas Mana yang sangat banyak. Argus mampu menciptakan Tumbuh dari mana miliknya.


Setelah di kira cukup, Argus kemudian keluar dari sana dan memasukkan kuda dan Gerbongnya ke dalam Dimension Home. Argus sengaja tidak membuat kandang untuk kuda itu dan berniat melepaskannya bebas berkeliaran di dalam.


Karena Argus sudah membuat segel budak pada kuda ini, Argus bisa merasakannya di manapun di dalam Dimension home dan kuda ini menjadi jinak kepada Argus dan mengenalinya sebagian tuannya.


Setelah itu karena hari sudah sore, Argus memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk istirahat.


Pada keesokan paginya, Argus membawa Lisa Hawa dan Alfred ke Guild petualang karena setelah ini Argus berniat untuk berangkat.


Argus sudah mengeluarkan dan menggunakan kreta kuda kali ini, dan membiarkan Alfred sebagai pengemudinya.


Sesampainya di Guild, Hanya Argus yang turun dan tak butuh waktu lama ia langsung di pandu menuju bagian luar kota.


Karena pihak Guild sudah menyiapkan tempat untuk meletakkan Tubuh dari Adamantoise itu.


Karena Argus sudah membawa kereta sendiri, maka Argus tidak naik kereta kuda milik Guild dan naik miliknya sendiri. Sedangkan di pihak Guild saat ini yang memandu adalah Williams dan Ema.

__ADS_1


Setelah sampai di luar kota, di sana sudah ada beberapa prajurit yang sudah mengamankan tempat sekitar. Area luas sudah di sediakan dengan menebang banyak pepohonan.


Sepertinya mereka melakukan pekerjaan lembur untuk masalah ini.


"Jadi apa aku harus mengeluarkannya di sini..? " Tanya Argus


"Benar, kamu bisa mengeluarkan Tubuhnya di sini.. Apakah luas ini cukup..? " Tanya Williams.


"Kurang lebih cukup.. " Kata Argus sambil memandang ke arah area yang sudah di siapkan.


"Lebih baik suruh semua orang untuk mundur untuk jaga-jaga demi keamanan.. "


Williams mengangguk dan kemudian ia memerintahkan semuanya untuk mundur.


Setelah melihat itu, Argus kemudian mulai membuka penyimpanan miliknya dan kemudian dengan bunyi "Bammm" Yang sangat keras di iringi dengan Gempa yang kuat.


Sesosok Monster yang lebih mirip gunung batu muncul di hadapan semua orang.


Monster yang sangat tinggi dan besar itu membuat semuanya terpana. Ini adalah Monster terbesar yang pernah mereka lihat.


Mereka semua memikirkan efek jika Monster seperti ini mengamuk dan membayangkan hal seperti itu membuat semua orang berkeringat dingin.


Orang yang awalnya meremehkan Argus dan berfikir menebang banyak pohon hanya untuk meletakkan Monster itu adalah hal yang tak berguna, namun sekarang melihat Monster yang bahkan melebihi gunung itu hadir di depan semua orang secara langsung.


Mereka benar-benar menarik kembali pikiran mereka, dan merasa bersyukur Bahwa ada Argus di sini yang mau menyelesaikan Monster ini.


Mereka berfikir bahwa, bahkan jika mereka memanggil banyak party petualang Rank S pun belum tentu bisa mengalahkan Monster sebesar ini.


Mereka tak menemukan tanda pertempuran di tubuh Monster ini, hanya terlihat seperti sebuah cekungan bekas rantai yang pernah mengikat Monster ini saja yang bisa terlihat jelas. Selebihnya selain bagian mata Monster itu yang terluka, mereka tak menemukan area lain yang terdapat tanda pertempuran.


Pertanyaan yang muncul di pikiran semuanya saat ini adalah, rantai apa dan sebesar apa yang di butuhkan untuk mengikat Monster sebesar ini..?


Dari laporan sebelumnya, orang yang melihat Monster ini mengatakan bahwa memang ada rantai yang sepertinya muncul dari udara dan tanah mengikat Monster ini. Jadi jelas bahwa ini adalah rantai Sihir.


Kemudian mereka mulai mengalihkan pemikiran mereka, dari jenis rantai ke jumlah mana untuk mengikat Monster ini.


Secara naluriah hampir semua orang di sana mulai melihat kearah Argus dan menganggap Argus bagai dewa di mata mereka.


Pasalnya mereka melihat Argus baik-baik saja setelah pertempuran itu, yang artinya Argus bahkan mungkin tak terlalu serius saat menghadapi Monster ini. Seberapa kuat Argus jika serius..?


Membayangkan lagi hal ini benar-benar membuat mereka berfikir bahwa Argus mungkin jauh lebih berbahaya dari Monster besar di depannya. Argus saat ini jauh lebih mirip Monster dalam bentuk manusia di depan mata mereka.


Dan tanpa sadar mereka mulai mundur selangkah dan sedikit menjauh dari Argus.


"Ini benar-benar di luar dugaan ku, ini jauh lebih besar dari yang kami tau.. " Ucap Williams memecahkan keheningan di sana.


"Jadi seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya, harga dan semua komisi milikmu akan bisa di Terima di Guild Kota Taito.. "


"Yah.. Tak masalah, tapi sebelum itu apakah tak masalah jika aku mengambil sedikit dari Bahan Monster ini..? Aku ingin menyimpan sedikit Adamantium untuk keperluan ku sendiri.. " Ucap Argus


"Tak masalah, toh ini adalah mayat milikmu.. " Ucap Williams


"Tapi saat ini kami masih menunggu para kurcaci untuk datang, mereka lebih ahli dalam menangani masalah logam seperti ini.. "


"Baiklah, masalah ini biar aku urus sendiri. Toh aku hanya perlu memotong sedikit bagian atas kura-kura ini saja bukan, kalo begitu.. " Argus kemudian mengeluarkan katana miliknya.


Mereka yang melihat pedang jenis itu sedikit penasaran, pedang itu panjang namun sangat ramping. Dan hanya memiliki satu mata pedang. Ini adalah pedang jenis baru di mata mereka.


Selain itu, pedang itu berwarna putih susu yang artinya itu terbuat dari tulang atau bahan Monster.


Setelah itu mereka mulai membuka mulut mereka lebar-lebar karena melihat Argus mulai melayang di depan mata mereka.


Argus terbang cukup tinggi ke atas Monster ini lalu saat Argus terbang tadi Katana yang awalnya berwarna putih itu sudah mulai di selimuti lapisan merah kehitaman.


Dan akhirnya warnanya berubah menjadi merah tua saat ini.. Argus merasakan ada kecenderungan mulai retak pada Katana miliknya semakin jelas saat ini...

__ADS_1


"Sepertinya ini akan menjadi batasan Katana ini..


Aku perlu membuat katana yang mengalami penempaan secepatnya.. " Gumam Argus sambil melihat katana miliknya yang saat ini sudah muncul retakan.


Kemudian Argus mulai mengambil posisi kuda-kuda di udara, dan meletakkan posisi pedangnya seolah-olah ada di dalam sarung pedang di samping Argus layaknya seorang Samurai yang bersiap menarik katana nya.


Dan pada saat itu orang-orang di bawah mulai merasakan tekanan tertentu. Itu bukan jenis tekanan seperti gravitasi atau berat, namun lebih ke tekanan kekuatan murni dari Mana.


Orang-orang saling memandang untuk mengetahui bahwa itu bukan hanya perasaan satu orang saja melainkan semua yang di sana juga merasakan hal tersebut.


Mereka bertanya-tanya apa yang akan di lakukan Argus sebenarnya..


Saat ini Argus sedang membayangkan dan memfokuskan mana pada pedangnya agar tidak menyebar dan membentuk bentuk yang sangat tipis. Karena Argus berniat memotong cangkang itu tanpa menghancurkannya..


"Full Attack.. " Ucap Argus pelan. Lalu Argus membuat gerakan mencabut pedang dan menebas dengan kecepatan yang sangat cepat.


Saat itu tak ada hal yang terjadi, sampai katana Argus warnanya mulai kembali seperti semula. Lalu tiba-tiba...


"Booommm... !!!!" Suara ledakan sonic yang sangat keras terjadi.


Orang-orang di bawah sudah menutupi telinga mereka karena suara itu. Sementara itu pucuk gunung atau pucuk dari cangkang kura-kura itu mulai terlihat sebuah garis yang memanjang memotongnya.


Di belakangnya, beberapa gunung tak beruntung saat ini sudah memiliki garis di atasannya dan mulai miring. Beberapa saat kemudian puncak gunung-gunung itu mulai jatuh dan memperlihatkan potongan yang sangat rapih di atasnya.


Awan di langit pun saat ini sudah terbelah dua secara Horizontal, ini menggambarkan bahwa kekuatan potong yang Argus tunjukkan bahkan bisa memotong awan di langit.


Argus mendekati puncak kura-kura itu dan kemudian bagian atasnya langsung menghilang ia simpan di dalam penyimpanan miliknya.


"Lihat.. Itu monster terbesar yang pernah aku lihat.. Ayo mendekat..!! "


"Hati-hati.. Apakah monster itu masih hidup..? "


"Sepertinya sudah mati, lihat saja dia sudah tak bergerak lagi.. "


"Wow.. Ini sangat besar..!! "


"Bagaimana monster sebesar ini bisa muncul di sini..?!! "


"Bukan itu yang penting,tetapi Siapa yang bisa mengalahkan monster sebesar ini..! Aku yakin itu pasti petualang Rank Ss atau orang yang mungkin sudah mencapai level seratus.."


Setelah itu Argus mulai turun, kembali ke Ema dan Williams. Dan melihat ke arah kota saat ini sudah semakin banyak yang berdatangan ingin melihat Monster serta melihat apa yang menyebabkan ledakan sonic sebelumya.


"Sepertinya urusanku sudah selesai, jadi aku akan berangkat sekarang. . " Ucap Argus


Williams juga memperhatikan bahwa saat ini sudah semakin banyak orang yang datang ingin melihat binatang ini. Williams paham bahwa Argus sepertinya tak ingin menjadi pusat perhatian mereka juga, jadi ia ingin buru-buru pergi.


"Baiklah, aku paham.. Semoga perjalanan mu di lancarkan.. " Ucap Williams.


"Dan sampai jumpa lagi lain waktu.. "


"Ok terimakasih, sampai jumpa.. " Ucap Argus.


Kemudian ia mulai menaiki keretanya dan masuk ke dalam bersama dengan lisa dan Hawa yang tak ikut turun sebelumnya.


"Mari kita berangkat Alfred.. "


"Baik Master.. "ucap Alfred


lalu mereka mulai pergi melewati jalan yang biasa di lalui orang lain untuk sampai di perbatasan.


kali ini Argus tak berniat melewati jalur hutan dan hanya menggunakan jalur normal. karena alasan inilah ia membuat kereta kuda ini. Argus ingin melalui jalan yang biasa di gunakan orang lainnya.


selain itu karena kepergiannya juga di lihat oleh banyak orang, jadi tak mungkin Argus mengambil rute jalan hutan belantara seperti biasanya.


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2