
"Kamu tega?!"
Aubery menghentikan langkahnya. Matanya mulai berkaca kaca. Shendi menyiksanya dengan tidak memberi maaf untuknya. Bagaimana nasibnya nanti . Pasti tidak ada yang mau lagi dengannya. Walaupun tubuh hanya dilihat , tetap sudah ternoda.
Maksa sih sebenarnya , nona ga mau kehilangan mas Shendi.
"Memang kamu siapa ... Kamu hanya nona besar yang sulit diatur. Aku sudah lelah menghadapimu... Lebih baik aku fokus dengan gadis yang penurut dan mau mendengarkan kata kataku."
Shendi meraih tangan seorang gadis manis yang tiba tiba saja muncul disampingnya. Memeluknya erat dan memandang gadis itu penuh mesra.
"Sayangku... Sigi ."
"Shendi..." Sigi balas memeluk Shendi mesra. Udah kaya lagu di film India.
Aubery ingin teriak sekencang kencangnya saat Shendi mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Sigi. Namun sayang suaranya hanya sampai di tenggorokan saja.
DIA MILIKKU !!! DIA SUAMIKU !!!
"BAIKLAH ... !! Kamu sudah tidak peduli denganku kan?? kalau gitu aku akan loncat kebawah sana biar hilang ingatan lagi dan melupakan kamu lagi!!"
Shendi akhirnya menoleh menatap Aubery dengan tatapan dingin dan berkata,
"Lakukan apa yang kamu suka..."
"Jangan mengejarku , kalau aku sudah melupakanmu. Jangan menyesal... " Aubery terisak. Shendi sudah tak mencintainya lagi.
Shendi tersenyum seperti biasanya. Menyebalkan tapi juga menggemaskan. Aubery menoleh ke jurang yang sangat dalam dan gelap. Ia memejamkan mata dan mulai melangkah kesana. Sebelum terjun bebas , ia berbalik menatap Shendi yang melambai padanya.
Hatinya terasa sakit menyaksikan Shendi berpelukan dengan cewek lain. Aubery patah hati lalu mundur hingga kakinya menyentuh bibir jurang. Kemudian...
"AACCHH...!!!"
Aubery terhempas ke bawah ranjang. Bersamaan ia tersadar dari mimpinya. Nafasnya tersengal dan matanya basah. Mimpi yang seperti nyata dan sangat menakutkan.
Hatinya benar benar sakit walaupun hanya mimpi. Dan itu masih terasa walaupun sudah bangun . Ternyata ucapan Raja mampu mempengaruhi kualitas tidurnya.
"Bocah itu...!" Aubery geram meremas kain seprei.
Flashback on
"Siapa tadi yang bicara?"
Setelah panggilan terputus. Tinggal Aubery dengan rasa penasarannya . Mengingat ingat kembali ucapan Raja saat dirinya masih amnesia.
Mas Shendi belum pernah punya pacar. Jangankan pacar , dekat dengan wanita saja tidak pernah.
Tanya sendiri sama mas Shen, bagaimana dia sampai mempunyai istri seperti kakak ipar.
Setelah *menikah ?, m**as Shen itu terlalu sibuk mengurus keluarga dan peternakan . Dia tidak sempat untuk melirik cewek lain*...
Lalu siapa tadi yang mengangkat hpnya Shendi. Mereka terdengar akrab ditelinga. Pikiran Aubery kacau kemana mana. Mungkinkah Shendi menolaknya karena gadis tadi?
Siapa...
"Raja ... !! aku harus bertanya Raja !!" Aubery langsung mencari nama Raja di daftar kontak. Ia ingat pernah menyimpan nomor Raja saat hpnya sudah di seting Shendi.
Sementara . Dipuncak bukit Y, Raja yang kalah main. Merasa lega karena sebuah telfon masuk ke hpnya. Kebetulan sekali bisa buat alasan kabur. Namun saat melihat siapa yang mencarinya. Raut wajahnya berubah.
Kakak ipar ??
Hampir sebulan semenjak penyerangan di bukit Y. Raja sudah tidak bertemu lagi dengan Tiara. Yang ternyata adalah Aubery Tsang anak milyader. Tiba tiba menghubunginya. Pasti ada sesuatu. Ditatapnya satu persatu wajah Shendi, Sigi dan Lingga. Lalu beringsut mencari tempat yang aman.
Shendi menatap curiga. Anak itu jarang dapat telfon. Apa lagi malam malam begini. Pakai menjauh lagi. Sepertinya Shendi harus ekstra menjaga pergaulan Raja .
Raja menuju teras depan lalu mengangkat panggilan.
__ADS_1
"Ja, siapa gadis yang bersama mas Shendimu sekarang??" Aubery langsung ke inti. Raja menatap layar hpnya. Aubery tetaplah Tiara , bicara seenaknya dan semaunya.
"Kenapa diam? kalian sedang BBQ kan??" kembali Raja menatap hpnya. Bagaimana Aubery bisa tahu.
"Ba... bagaimana kakak ipar tahu??" gugup.
"Ah maaf. Aku bingung harus panggil apa."
"Panggil aku seperti biasanya... "jawab Aubery flat.
Raja melongo. Ternyata Aubery tidak keberatan dengan panggilan itu.
"Sudahlah jangan melongo. Sekarang katakan padaku. Siapa gadis disamping mas Shendimu??"
Apa kakak ipar punya kekuatan tembus pandang. Bahkan ia tahu aku sedang melongo.
dan dia tahu ada Sigi disini...
"Kakak ipar bagaimana kamu tahu ?!"
"Jadi benar ya... " nada Aubery terdengar kecewa.
"Dia adalah Sigi, teman kecil mas Shen yang tinggal di Sidney. Berkunjung ke bukit Y satu tahun sekali waktu hari raya. Tapi aku tidak tahu kenapa kali ini lebih awal dari biasanya. Merepotkan saja!" Raja gerundel. Sambil terus bercerita sesekali menoleh memastikan yang sedang main kartu tidak curiga.
Sebenarnya Sigi baik. Tapi Raja tidak terlalu menyukainya. Karena Sigi tidak mandiri dan terlalu bergantung pada Shendi. Dan jika kemari selalu membuatnya kerepotan dengan tingkah Sigi.
Tiara dan Sigi sebenarnya sebelas dua belas. Sama sama merepotkan dan selalu menindasnya , jika bertemu selalu mengajaknya bertengkar.
Tapi kalau Raja harus memilih...
Raja akan pilih ...
"Nah, aku sudah memberi tahu apa yang ingin kamu tahu. kakak ipar , kamu jangan besar kepala ya. Aku tidak sedang mendukungmu... !!" Raja buru buru menutup panggilan setelah terdengar Shendi memanggil dikejauhan.
Aubery menaruh hpnya lunglai.
Flasfback off
"Tidak ... ,aku tidak boleh diam saja. Dia milikku!!" Dilihatnya jarum jam menunjuk diangka 02:30 pagi.
Sudahlah... lagi pula mata ini tidak mau terpejam lagi.
Aubery bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.
***
.
.
.
Samy bangun tepat pukul 5. Setelah mandi dan memakai setelan jas kebanggaannya. Ia keluar dari kamarnya langsung menuju kamar nona dilantai 3. Samy ingin melihat kondisi Aubery. Apakah sudah lebih baik atau masih dengan rasa mindernya yang muncul tiba tiba.
Beberapa pelayan yang biasa melayani Aubery . Setengah berlari menyambut Samy. Mereka terlihat panik.
"Sam, nona tidak ada dikamarnya !!"
Samy mengernyit. "Memang nona mau kemana pagi pagi begini. Apa sudah memeriksa dapur dan pintu gerbang?"
Mengingat kebiasaan baru Aubery berkeliaran di dapur membuat camilan.
Para pelayan menggeleng.
"Cari di dapur , ruang fitnes , ruang piano atau dimanapun biasa nona menghabiskan waktu. Aku cek garasi."
__ADS_1
"Baik !"
Mereka berpencar mencari ke setiap ruangan. Rumah besar mendadak heboh dengan menghilangnya Aubery. Samy langsung menuju garasi memastikan mobil masih lengkap atau tidak. Dan ternyata mobil sport baru tidak ada ditempatnya.
Samy lemas , kemana nona pagi pagi begini. Kondisinya belum pulih. Dan dia belum tau gosip tentangnya tengah merebak dimasyarakat. Samy kawatir Aubery akan syok jika mengetahuinya.
Samy menuju gerbang depan. Beberapa wartawan tampak standby diluar pagar. Sungguh mereka sangat giat. Jam 5 sudah nongkrong depan rumah.
Samy menghampiri 3 satpam yang bertugas disana.
"Jam berapa nona keluar?"
"Jam 3" jawab salah satu.
"Kenapa tidak melapor padaku?" Samy tak percaya Aubery keluar jam segitu. Kemana tujuannya.
"Nona mengancam kami. Nona melarang kami melapor padamu." penjaga itu menyesal.
"Ahh... benar benar nona ini!" Samy putus asa. lalu berusaha menghubungi nomor Aubery.
***
Rumah kayu bukit Y.
Shendi terbangun dengan suara teriakan Lingga. Tidurnya yang lelap karena semalam habis begadang dengan Lingga dan Sigi. Dirinya masih menerima laporan dari Romy sampai pukul 2. Dan lagi , mimpi manis yang mendebarkan dan menggairahkan terpaksa harus terputus.
Siaaallllaan... !! πππ
Shendi terduduk seperti orang linglung. Mimpi yang sangat nyata. Dirinya sedang bercumbu dengan Aubery yang memakai gaun tidur sialan itu. Shendi mengeluh , gara gara ulah Sigi semalam jadi terbawa ke mimpi .
"AAAHH... GIMANA NIH !!, ANAK ANAK PASTI TERLAMBAT."
Kembali Lingga kalang kabut. Ia tidak ingin kehilangan pekerjaan gara gara bangun kesiangan. Shendi pun terpaksa keluar kamar. Pagi pagi ribut apaan sih. Dilihatnya jam dinding ternyata sudah pukul 06.15.
Mata Shendi melebar ternyata mereka bangun kesiangan. Sedangkan jam 06:30 anak anak harus sudah siap turun bukit. Lingga panik menaiki tangga menuju kamar Yas dan Ramanda. Tambah panik ketika yang dicarinya tidak ada.
"Anak anak tidak ada mas!!" seru Lingga dari atas.
Sigi ikutan keluar setelah mendengar ribut ribut. "Ribut apaan sih... ?"
"Hah... tidak ada ?, memangnya mereka kemana?" Shendi masih bingung. Tiba tiba tercium sesuatu dari ruang belakang. Shendi menajamkan indera penciumannya. Begitu pula Lingga dan Sigi.
Shendi bergegas membuka pintu yang menuju ruang belakang diikuti lingga dan Sigi. Setelah terbuka , mereka kaget berjamaah melihat sebuah pemandangan didepan mata.
"SELAMAT PAGI... "
.
.
.
.
.
.Bersambung π+π₯
.
.
π 2 episode aja yah. Maaf harus lanjut nahan ...
π Terima kasih untuk Like, rate, vote, favorite dan koment. Sangat berarti untuk Author.
__ADS_1
πSayang semuaπ