
Bagaimana jika seseorang yang sangat kamu percayai ternyata membohongimu ? _Shendi.
Karena kebohongan pasti akan menyakiti seseorang . Mempermainkan manusia seperti bermain catur adalah munafik..
Tapi jika berbohong demi kebaikan.
Itu baru berharga._Aubery.
***
.
.
.
.
Sore yang cerah dibukit Y. Tidak biasanya , sore ini Shendi sudah mandi . Padahal biasanya jam sembilan atau sepuluh malam baru pegang handuk . Dan sekarang masih jam Lima.
Ada angin apa ...
Tiara menaruh tumpukan baju yang baru selesai dilipat kedalam lemari. Ia memperhatikan suaminya yang sedang didepan cermin. Melintir lintir rambutnya dengan pomade dibuat biar ada yang berdiri berdiri .
Laki laki kalau dandan begitu ya. Menghabiskan puluhan menit hanya untuk menata rambut. Entah apa maksud Shendi , rambutnya selalu dibuat seperti itu.
Iseng Tiara bertanya. " Sayang , diapain rambutnya ? dipelintir gitu ? kenapa tidak disisir rapi saja kebelakang "
Shendi tetap fokus pada rambutnya tanpa menoleh kearah Tiara. " Aku bukan pekerja kantoran. lagipula bukan style aku kalau rambut disisir kebelakang"
Tiara ber O. Oh iya, ini bukan kebiasaan Shendi mandi disore hari. Tiara mulai pasang wajah curiga. Shendi sudah wangi dengan aroma sabun mandi.
"sebentar " mengamati Shendi dari atas sampai bawah . Tidak senang.
"trus kamu mau kemana udah tampan jam segini "
"Tidak kemana mana" Jawab Shendi singkat.
"bohong! bukan mau berkumpul dengan teman temanmu dan pulang malam lagi kan ?"
Shendi menyudahi menata rambutnya. Dilihatnya wajah cemberut Tiara pada pantulan cermin. Wajah ini mungkin Shendi tidak akan melihatnya lagi. Wajah cantik yang menemaninya selama dua minggu ini.
Shendi berbalik sengaja berjalan memutari Tiara lalu naik keatas ranjang. Membaringkan tubuhnya tanpa menghiraukan Tiara. Sedangkan Tiara ,pandangannya terus mengikuti kemana Shendi bergerak.
"tidak kemana mana, apa tidak boleh berdandan sebelum tidur?" Tersenyum menyebalkan .
"ahhhh.... nyamannya ... " Shendi merentangkan tangannya.
Shendi menepuk bantal disampingnya . menyuruh Tiara agar ikut naik ke ranjang. Tiara terpaku. Ragu ragu melangkah mendekati kasur. Ini masih sore , anak anak bermain diteras depan. Dia mau apa ??
Tiara menyilangkan tangannya didada. Terakhir ketika dirinya berada dikasur itu bersama Shendi. Suaminya ini seperti orang kerasukan. Masih jelas terasa bagaimana bibirnya terasa tebal karena liarnya Shendi mencumbuinya. Jika sekarang terulang lagi. Dan tiba tiba anak anak memergoki.
aahhh.... tidak !!
lebih baik tidak mendekat.
Shendi tertawa melihat ekspresi Tiara.
"Tidak ada yang mau memakanmu " Shendi membetulkan bantal dan merubah posisi tidurnya, kini duduk bersandar pada bantal. Tiara tersipu .
"emmh" Shendi melirik kesamping, memberi kode agar Tiara duduk disampingnya. Tiara menurut . Ia naik keranjang dan duduk disamping Shendi.
Shendi meraih tangan Tiara dan menatap mata bening itu lekat lekat.
Maaf Tiara, aku sudah menghubungi asistenmu.
Ini bukan tempatmu. kembalilah ditempat seharusnya kamu berada.
maaf...
Tiara menunggu Shendi mengatakan sesuatu. Namun kenapa Shendi hanya diam menatap matanya.
"apa kau ingin mengatakan sesuatu ?? "
Shendi tergagap.
"Ahh ... iya , Benarkah aku tampan ?? " Tanya Shendi.
Tiara mengangguk pelan sambil memperhatikan mimik muka Shendi . Ia masih belum paham dengan maksud pertanyaan itu.
"Tentu saja kamu tampan , sangat tampan hingga aku gak rela kalau orang melihatmu. Mereka akan terpikat jika kamu wangi seperti ini "
__ADS_1
Shendi menahan tawanya. Nona besar apa sudah tergila gila padaku juga. Ini hanya wangi sabun mandi bukan parfum berkelas yang bisa memikat orang.
Shendi menadahkan tangannya didepan Tiara.
"?"
"hp"
Tiara mendekap sakunya. "Kamu tidak meminta balik kan ??"
" tidak akan "
Ragu Tiara menyerahkan hp itu pada Shendi. Setelah menerima hp itu, Shendi membuka camera hp. "Ayo kita berfoto !"
Apalagi ini, Shendi jarang mau diajak berfoto. Semua foto digalery semua hasil jepretan tanpa Shendi tahu. Ketika Shendi berolah raga. Ketika makan , ketika dikandang.
" senyum dong ... "
Akhirnya Tiara mengikuti saja mau Shendi. berpose love , pose unyu kedua tangan di dagu, pose mulut bebek dan pose pose gokil lainnya.
Sungguh bukan kebiasaan Shendi. Smartphone miliknya jarang keluar dari loker dan Hp N70 yang selalu dia bawa . Kedua hp itu hanya berisi foto foto hasil jepretan iseng Yas dan Ramanda.
***
.
.
.
Samy keluar dari mobil. Mengamati pemandangan sekitar. Rumah kayu itu terlihat sangat nyaman dengan halaman rumput yang luas. Beberapa tanaman menghiasi bagian depan rumah.
Pandangannya beralih ke samping halaman. Memperhatikan sebuah bangunan yang sangat lebar. Dua kali terdengar suara mengembik dari dalam sana. Sepertinya pemilik rumah memiliki usaha ternak kambing.
Mobil pick up berkarat terparkir disamping teras. Sangat kontras dengan Rumah kayu yang klasik namun tetap terlihat mewah.
Hanya ada satu rumah dipuncak bukit ini. Dan disekelilingnya pohon pohon akasia yang sedang berbunga. Sangat indah dengan warnanya yang kuning.
Tiba tiba dua anak berlarian keluar dari dalam rumah. Mereka asik bermain kejar kejaran tanpa menyadari kehadiran Samy.
Samy menghampiri kedua bocah itu. Setelah memperhatikan beberapa saat. Samy baru sadar bahwa anak itu memiliki wajah sangat mirip.
Yas dan Ramanda kaget ketika tiba tiba ada tamu dihadapan mereka. Rumah mereka memang jarang ada tamu. Paling paling Sobari, Raja , dan petani bawang yang membeli pupuk kandang.
"Maaf, kaget ya ... " Samy melihat ekspresi sikembar.
"apa ada yang bernama Tiara tinggal disini ?? "
Tanpa pikir panjang. Ramanda segera menjawab pertanyaan tamunya dengan mata berbinar.
" dia ibu kami "
Yas melotot menatap Raman.
itu nama yang diberikan mas Shendi. kenapa kamu tidak merasa curiga jika orang lain tahu nama Tiara...
Setengah berjongkok Samy menyentuh pundak Ramanda.
" bolehkah paman bertemu dengan ibumu".
"Paman , ada perlu apa dengan ibu kami " Yas menepis tangan Samy dari pundak Raman. Lalu menarik saudaranya mendekat.
Samy menetap mereka bergantian. Dua bocah sangat imut dan mnggemaskan. Samy langsung bisa menebak karakter dua bocah ini.
"adik yang cantik. seseorang mengundang paman datang kemari . jadi tolong ijinkan paman bertemu ibu kalian "
"Siapa seseorang " Yas curiga.
"Mas yang undang paman ini datang "
Shendi sudah berdiri bersandar dipintu. Tangannya dilipat didepan sambil memandang kearah kedua adik kembarnya. lalu beralih ke tamu nya .
Pandangan Samy dan Shendi bertemu. Perasaan Samy bergejolak ketika pemuda jangkung itu berjalan kearahnya. Tingginya lebih tinggi darinya ,mungkin 180 cm. Terlihat rapi dan bersih walau hanya memakai kaos oblong dan celana jeans longgar. Kesan pertama Samy. Dibalik kesederhanaan pemuda ini. Ia memiliki kharisma tersendiri .
Shendi menyuruh adiknya agar masuk kedalam rumah. Yas dan Raman awalnya keberatan. akhirnya menuruti perintah Shendi.
" Ini antara orang dewasa, jika anak anak ikut campur. itu namanya tidak sopan " Shendi mengusap kepala kedua adiknya.
" Maaf , adik adik saya kurang sopan. kami jarang ada tamu jadi mereka... "
"Apa anda yang menghubungi saya tiga jam lalu ?" Tanya Samy langsung pada pokok permasalahan.
__ADS_1
Shendi mengulurkan tangannya
"Benar, perkenalkan saya Shendi "
Beberapa saat Samy terdiam sebelum akhirnya menyambut uluran tangan Shendi. "Saya Samy, Asisten Nona Aubery"
Shendi mengangguk. Dadanya bergetar mendengar nama Aubery disebut. Nama yang begitu cocok untuk gadis kaya dan berkelas. Rasanya ia tidak rela jika gadis yang bersamanya dua minggu ini bernama Aubery.
aku ingin memberi pelajaran pada gadis sombong. Tapi sepertinya aku sudah memaksa merubahnya menjadi gadis yang polos.
Sangat tidak cocok jika Tiara berubah menjadi Aubery.
"Katakan dimana Nona saya" Samy tidak sabar.
"Tolong anda persiapkan diri. Mungkin tidak sesuai dengan harapan anda setelah bertemu dengannya nanti "
Samy kembali bingung dengan kata kata Shendi. Saat pandangannya kedalam rumah, pada seorang gadis yang baru keluar dari ruang belakang hendak menaiki anak tangga. Tumpukan baju yang dibawanya menutupi wajah sang gadis.
Bergegas Samy memasuki rumah tanpa permisi menghampiri gadis itu. Shendi membiarkan tamunya menemui Aubery .
"Permisi"
Aubery menghentikan langkah lalu menoleh kearah sumber suara. Jantung Samy terasa mau copot ketika wajah gadis itu terlihat jelas didepan matanya.
"Nona Aubery !"
Pandangan Samy tak lepas menatap wajah Aubery. Seakan tak percaya bahwa di depanya benar benar Nona mudanya.
Aubery hanya menatap Samy dari tempatnya berdiri. Kenapa ada tamu datang dan memanggilnya Aubery. Ia ingat nama itu. Ketika di food street tempo hari , beberapa siswa SMA pernah mengira dia adalah Aubery dan mengajaknya foto bersama.
Lalu paman ini apakah berpikir dia adalah Aubery juga . Bukankah berlebihan sampai bela belain datang kesini.
" Maaf paman saya hanya mirip Aubery . tapi saya bukan Aubery " ucap Aubery sopan.
Samy terpana. Maaf , satu kata yang pantang terucap dan didengar oleh nona mudanya, dan apa tidak salah dengar. Dia memanggil Samy dengan sebutan Paman.
"Pep , paman ? "
Samy tak lepas menatap wajah nonannya tak percaya.
"Nona sejak kapan anda merubah namamu menjadi Tiara"
Aubery diam sesaat menatap Samy.
" Paman anda siapa, anda salah mengenali orang. Saya Tiara , bukan Aubery"
"Bagaimana saya salah mengenalimu nona. saya Samy asisten anda . Anda besar dipangkuan saya. 16 Tahun... 16 tahun saya mendampingi anda. "
"anda adalah Aubery ! Aubery Tsang !" Samy mulai menaikkan nada suaranya.
" kenapa nona tidak pulang. Apa yang anda lakukan disini ?? Dan apa apaan ini !! " Samy merebut tumpukan baju dari tangan Aubery. Dengan asal meletakkannya diatas sofa. Sesaat melihat penampilan Aubery dengan pakaian santai. Kaos longgar dan celana pendek.Rambut sebahunya dibiarkan tergerai. Sangat berbeda dengan keseharian Aubery Tsang yang selalu tampil elegan meskipun hanya didalam rumah.
"Ayo pulang dengan saya " Samy meraih tangan Aubery.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung 🤗
.
.
.
.
.☝️tahan dulu emosinya😉
👍like jika kalian suka cerita ini.
👍sayang kalian semua😍😍
__ADS_1