Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Mama Muda


__ADS_3

14:00


Bel berbunyi , murid murid Sekolah Dasar tempat sikembar bersekolah berhamburan keluar menuju orang tua masing masing yang sudah datang menjemput. Begitu juga sikembar.


Mereka berdua begitu manis dan terlihat akur. Yas menggandeng tangan Raman setengah menarik agar berjalan lebih cepat.


Sesampainya di gerbang halaman sekolah. mereka hanya menemukan simanis, lalu dimana Shendi. Mereka berdua celingukan.


Yas memanggil bang Sobari yang mangkal diseberang jalan.


"bang, tahu dimana Mas Shendi tidak??" tanya Yas setelah Bang Sobari mendekat.


Lalu tiba tiba seorang gadis mendekati mereka. berpenampilan sangat mencurigakan. Memakai hoodie berwarna hitam, memakai celana pendek tertutup hoodie yang kebesaran. bertopi dan berkacamata. orang orang memandang aneh kearah gadis itu. Dandanan seperti itu memang tidak lazim dilingkungan pedesaan.


Tapi gadis itu terlihat santai dengan tatapan orang. seolah dia sudah terbiasa dengan situasi macam ini.


"masak gak mengenali ibu sendiri". Sapa gadis itu.


Yas dan Ramanda terlebih lagi bang Sobari melongo.


Sobari terpesona dengan Tiara, gadis misterius yang kemarin Shendi ceritakan akan datang menjemput sikembar.


Beberapa menit yang lalu ia menerima telfon dari Shendi untuk mengawasi Tiara dan anak anak. Mereka akan pergi jalan jalan.


Yas dan Ramanda menatap Tiara dari atas sampai bawah.


"Ibu, kamu terlihat aneh..."Yas.


"menurutku sangat keren, ibu seperti yang di tv "


Raman menimpali ucapan Yas.


Tiara melepas kaca matanya. lalu membungkuk pada mereka." menurut ibu juga aneh, tapi ayah kalian memaksa , katanya tidak ingin kulit ibu rusak kena panas matahari.." Ucap Tiara dengan gaya muka serius.


"ayah memang seperti itu.dia tidak pernah lupa pakai hand body , Kadang kadang dia memang mirip perempuan" Ucap Yas dengan gaya seperti biasanya sok sudah dewasa. Bang Sobari tersenyum mendengar omongan Yas.


"kamu yang tidak mirip perempuan". Raman kembali menimpali.


Tiara tertawa geli setiap melihat mereka bertengkar kecil. Yashinta yang sifatnya dewasa dan kritis berbeda dengan Ramanda walaupun laki laki tapi justru cengeng, mudah tersentuh dan mudah menangis.


"sudah sudah, kalian temani ibu belanja mau tidak??"


"ibu apa kau punya uang untuk belanja??" tanya Yas.


"emmmmm" bibir Tiara manyun. Tangannya meraba saku celana. kemudian menarik kartu kredit yang tersimpan disana . "tadaaaaaaa!!!"


Sikembar terpana kemudian saling menatap. ketika melihat apa yang ditangan Tiara.


ada yang tidak beres.._Yas.


Ramanda mengangguk.


Kita telfon Mas dulu , gimana.??_Yas lagi.


Ramanda mengangguk.


hp mana?? Yas menadahkan tangan.

__ADS_1


kali ini Ramanda menggeleng.


Tiara memperhatikan mereka dengan seksama. Membungkuk mencoba memahami bahasa mata dua anak kembar ini.


apa karena mereka kembar , jadi mereka saling bisa membaca pikiran .


"weeii..., Kalian tidak sedang merencanakan sesuatu dibelakang ibu kan?" Tanya Tiara curiga. Sikembar hanya ber hihi karena ketahuan sedang telepati.


"ibu boleh aku menelfon ayah, ada sesuatu yang ingin kutanyakan" Ramanda.


Tiara meraba kantong hoodie yang dia pakai. lalu saku celananya.


" gak ada hp."


"pake punya abang neng" Sobari menawarkan. Ia bahkan sudah menyiapkan nomer Shendi. Ramanda berterima kasih lalu menunggu panggilan itu tersambung.


"Halo ayah, apa kau memberikan kartu kredit pada ibu??" Diam sesaat.


" apa kami boleh mandi bola??"Diam lagi.


"apa kami boleh membeli mainan??"


"Baiklah" mengangguk mengerti.


"baik, akan kuingat".


Ramanda menyerahkan kembali hp itu pada Sobari. " Ayah ingin bicara."


Sobari menerima hp itu lalu terlihat manggut manggut mendengarkan Shendi dengan seksama.


Jaman sekarang tidak mungkin tidak punya hp kan, satu orang satu hp sudah wajar. Tapi keluarga kecil kita cuma ada satu. dan itu tipe jadul banget...


Hehe... Tak masalah nanti kita beli.


Tiara tersenyum licik sambil melihat kartu yang ada ditangannya.


"Apa yang ibu pikirkan, kenapa senyum jahat gitu??". Yas kini yang curiga. Tiara berdehem satu kali , lalu membungkuk kembali.


"Kalian ya berpikir jahat, kalian pasti berfikir ibu mencuri kan?, iya kan.!!" pura pura sedih.


"Tidak ibu, kita hanya mau tanya boleh tidak kita mandi bola" . jawab Ramanda.


"Apa bedanya Ayah dengan ibu, kami adalah orang tua kalian.... kalau ibu mengijinkan , Ayah kalian pasti juga mengijinkan?? ayoo... ibu temani kalian bermain." Ucap tiara sambil membuka pintu simanis untuk sikembar. Sikembar akhirnya menurut. Tiara tersenyum kecil ketika mereka kembali menjadi anak yang penurut.


Sikembar dan Tiara melambai kearah Sobari sebagai perpisahan.


***


Tiara menyetir Simanis meluncur ke pusat kota B.Mobil pick up yang buruk rupa dan berkarat itu kini terlihat cantik karena dikemudikan seorang gadis cantik.


Kota B tidak semegah dan seramai kota A. Kota B hanya kota kecil dimana hanya terdapat beberapa Plasa, tidak ada mall sebesar megabox .


Mereka memilih memasuki salah satu Plasa yang juga menyediakan beberapa wahana permainan. Yang ada toko toko dan supermarket. Sekalian nanti bisa belanja setelah puas bermain.


Tiara menemani sikembar bermain sepuasnya dikolam bola. menaiki bom bom car dan beberapa permainan yang digemari anak anak. Tiara dan sikembar bermain dengan sangat gembira. Gelak tawa menghiasi kebersamaan mereka . Tidak peduli komentar orang orang dan pandangan takjub beberapa orang melihat keharmonisan Mama muda dengan dua anak kembarnya.


Setelah puas bermain, Mereka kemudian belanja ditoko mainan . Yas membeli mainan anak anak perempuan dan boneka Monica seri terbatas yang diimpikannya. Dan Raman membeli mainan puzzel kesukaanya dan boneka Pikachu favoritnya .

__ADS_1


Tiara mengalami kesulitan Ketika membayar dikasir. Ia lupa menanyakan berapa password kartu kreditnya. Ramanda menarik Hoodie yang dikenakan Tiara, lalu membisikkan sesuatu.


"passwordnya 961313" Suara Ramanda pelan. Shendi memberi tahu password itu ketika Ramanda tadi menelfonya. Setelah selesai melakukan pembayaran. Mereka kembali melanjutkan acara belanjanya.


Tiara mengajak sikembar memasuki toko pakaian dalam wanita. Membeli beberapa set pakaian dalam. Mata Tiara tertuju pada patung manekin yang berdiri disudut toko. Bukan patungnya yang menarik perhatian Tiara. Tapi apa yang dikenakan patung itu.


"Cantik sekali." Tiara mengamati dengan seksama.


Yas menyadari Bahwa Tiara menyukai barang itu. Menarik nafas panjang lalu menghampiri karyawan yang berada didekatnya. Memberi kode pada karyawan itu untuk mendekat padanya.


"Ibuku mau itu, tolong tambahkan ke tagihan ya??" Bisik Yas pelan. Karyawan itu tersenyum lalu mengangguk mengerti.


Mereka kembali melanjutkan memasuki sebuah toko Handphone. Tiara ingin membeli sebuah Hp. Awalnya sikembar tidak setuju karena selama ini kakaknya tidak memberi ijin menggunakan Hp. Tiara memberi pengertian kepada sikembar betapa pentingnya sebuah Hp. Dengan adanya Hp akan memudahkan menghubungi satu sama lain. Akhirnya mereka setuju.


Seorang karyawan menyambut kedatangan mereka.


" Nona, Apa anda ingin mencoba game ini. Ini adalah game Virtual Reality , ketika anda memainkan game ini. anda akan masuk ke sebuah petualangan yang nyata, saya yakin adik adik anda juga menyukainya"Karyawan itu menjelaskan secara singkat.


"Maaf mbak, mereka anak saya bukan adik saya" ucap Tiara sambil merangkul mereka berdua. Sikembar kembali hanya ber hihi ketika karyawan menatap mereka. Kemudian meminta maaf kepada Tiara.


"Apa saya boleh mencoba??"


Karyawan itu mempersilahkan. Tiara memilih salah satu dari beberapa menu permainan. Yaitu sebuah permainan menebas balok balok dengan arah direksi yang beragam menggunakan saber.


"ini sangat bagus . dapat melatih gerak motorik sangat cocok untuk perkembangan otak anak" Karyawan kembali menjelaskan. "beberapa hari ini seorang pengusaha muda kembali memviralkan game ini".


Tiara mengerti yang dikatakan karyawan itu, lalu mengerling kepada sikembar


"Lihat penampilan ibu...!"


Tiara memulai permainan. Mengayunkan joystick dan mengikuti ritme lagu lagu EDM yang mengalun . Lambat laun gerakan Tiara mirip sebuah tarian. Tiara seperti sudah terbiasa dengan permainan itu, Semua balok ia tebas tak satupun ia lewatkan. Pengunjung toko lainnya sangat terpukau dengan penampilan Tiara. bahkan sebagian ada yang mengabadikan.


Tepuk tangan menggema ketika Tiara menyudahi permainan. Bahkan pandangan Sikembar tidak lepas menatap Tiara. Sikembar begitu takjub.


"ibu, Kenapa kamu sangat pintar main game ini, ajari kami , ajari kami" Rengek mereka kepada Tiara.


"Baiklah , kalau begitu kita beli satu !!"


Sikembar bersorak kegirangan lalu memeluk Tiara bahagia. Tiara juga merasa heran , kenapa dirinya begitu lancar dengan permainan anak anak itu.


.


.


.


.


.Bersambung😘


.


.


.sampai jumpa di episode berikutnya. 🙏


.sayang kalian semua😍

__ADS_1


__ADS_2