Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Mendadak jadi CS


__ADS_3

" Cleaning service??" Anthony mengulang ucapan Shendi , ia masih tak percaya.


Shendi mengangguk dengan mantap. Iya sudah memikirkan cara itu. Untuk dekat dengan Aubery. Ia tidak perlu jabatan tinggi.


"Cukup menjadi cleaning service. Saya bisa lebih dekat dengannya. Membersihkan ruangannya. Dan menyiapkan sarapan seperti yang Aubery lakukan selama dirumah saya. Saya akan mengembalikan momen selama 14 hari untuk mendapatkan cintanya kembali."


"Aubery menyiapkan sarapan??" Antony kembali tak percaya. Ia tertawa membayangkan seorang putri raja memasak di dapur.


"Kau yakin ??"


" Tentu paman, saya yakin Aubery akan segera mengingat semuanya kembali. Walaupun niat saya awalnya tidak tulus. Tapi semua proses itu saya jalani dengan ketulusan."


"Tidak tidak , bukan itu maksudku."


Anthony berfikir sesuatu. Ia tahu Shendi tulus kepada putrinya. Kalau tidak mana mungkin Shendi menyelamatkan nyawa Aubery dengan membahayakan nyawanya sendiri.


"Kau yakin ingin menjadi Cleaning service??" Anthony mengulang pertanyaannya.


"Yakin Paman!"


Anthony manggut manggut. Setelah itu mengambil nafas panjang. Lalu pelan melepaskan.


"Baiklah , akan aku suruh orang atur semuanya untukmu. Tapi ... , Jika kamu gagal . Apa yang akan kamu lakukan??"


Shendi diam sesaat.


"Saya akan pergi sesuai janji saya pada Aubery. Bahkan jika tanpa sengaja bertemu . Saya akan mencari jalan lain. Jangan sampai dia melihat wajah saya."


"Hmmm... " Anthony kembali manggut manggut.


"Sepakat !!" Anthony mengulurkan tangannya. Shendi membalas uluran tangan Anthony. Mereka bersalaman seperti rekan bisnis yang sudah mencapai kesepakatan dalam kerjasama.


Setelah menemukan kata sepakat. Mereka terlihat lebih akrap mengobrol. Bahkan sesekali tawa renyah menghiasi kebersamaan 2 orang beda generasi itu . Shendi tak menyangka Anthony orangnya cukup terbuka. Jauh dari dugaan awal, orang sekaya Anthony pastilah sama seperti Aubery. Angkuh dan dingin.


"Eh... Nak, bisa kamu ceritakan pengalamanmu selama tinggal serumah dengan anakku?? , kamu atau Au yang lebih berinisiatif??"


"... ??"


Flashback off


Ada 9 orang cleaning service yang bertugas di sif pagi . Termasuk Shendi. Sedangkan sif siang hanya 8 orang. Karena Shendi emang cleaning service dadakan.


Shendi mendapat bagian tugas sif pagi . Jam 7 sampai jam 12 siang sesuai jadwal. Tugas Shendi sudah diatur dari atas. Atas perintah Anthony.


Shendi menengok jam di tangannya . Jam 7:45. Sebentar lagi para pegawai akan tiba di kantor. Ia sudah selesai membersihkan beberapa ruangan staf ditambah ruangan Aubery dan menaruh satu set sarapan pagi di meja kerja Aubery.


Dan sekarang giliran membersihkan bagian luar ruangan. Seperti koridor , ruang santai , dan aula .


"Hai Gery selamat pagi ... " Sapa beberapa staf perempuan yang baru tiba. Mereka yang terlebih dulu menyapa membuat Shendi merasa tidak enak.


Bukan karena dia seorang cleaning service. Tapi... , mereka menyapa setengah kecentilan.


"Selamat pagi mbak Ver, selamat pagi mbak Vir... " Shendi membalas salam mereka dengan senyum kecil.


"Iihhhh... imut banget ... " Ver mengepalkan kedua tangan dibawah dagunya. Andai mereka tahu, dalam benak Shendi seperti ada air dingin mengguyur kepalanya.


Memang apa yang kulakukan ??😓


"Nah ... , sarapan untukmu " Vir menyerahkan paper bag kecil kepada Shendi. Shendi sungkan menerima paper bag itu. Namun Vir memaksa menaruh di tangan Shendi.


"Jangan menolak rejeki " sambung Vir dengan mengedipkan mata. Seakan terkena tusukan belati menembus matanya . Shendi reflek mengerjap .


OMG...

__ADS_1


Mereka berdua bergegas meninggalkan Shendi menuju meja masing masing. Shendi menaruh pemberian Vir ke bagian belakang kereta dorongnya. Tak berselang lama satu lagi seorang gadis yang baru datang menghampiri Shendi.


"Selamat pagi Gery..."


"Selamat pagi mbak Din... " balas Shendi dengan senyum mautnya.


Dina tersenyum malu mendekat ke wajah Shendi. Lalu membisikkan sesuatu.


"Nanti aku traktir makan siang ya?? , aku tunggu dibawah. "


Belum sempat Shendi menjawab. Dina sudah berlalu sambil melambaikan tangan. Dua hari ini Shendi langsung bisa akrab dengan para staf A.T yang rata rata adalah wanita. Mereka baik dan ramah. Apalagi Shendi punya postur tinggi bak super model China. Yang wajahnya lumayan buat diajak ke kondangan.


Menatap cleaning service baru itu bisa buat obat lelah. Juga bisa buat bahan obrolan sesama pegawai ketika istirahat. Pokoknya , kantor A.T jadi lebih hidup dengan kehadiran cleaning service baru dengan nama dada 'Gery'.


Semua tempat duduk para staf sudah penuh. Termasuk ruangan khusus mereka yang mempunyai jabatan penting. Hanya sisa ruangan Aubery. Kata salah satu pegawai. Bos A.T biasanya tiba sekitar pukul 9 jika tidak ada jadwal diluar.


Benar saja. Tepat pukul 09:10 menit. Aubery keluar dari lift. Ia datang sendirian beberapa hari ini tanpa Samy. Dengan Langkah pasti ia langsung menuju kantornya. Sapaan para stafnya hanya di balas Aubery dengan senyum tipis.


Coba lihat , dia benar benar seperti seorang Ratu.


Ratu hatiku ...


Pandangan Shendi tajam memperhatikan Aubery dari jauh. Sampai gadis itu belok ke koridor lain.


Bisik bisik pun dimulai antar pegawai. Bos mereka yang dulu tidak pernah merespon salam mereka. Setelah kembali, kini lebih melunak. Setidaknya Aubery membalas walau senyum kecil.


Shendi ingin kembali melanjutkan menyelesaikan tugasnya.Ketika salah satu rekan kerjanya menghampiri.


"Mas, istirahat dulu. Baru pelan pelan bersihin bagian luar. Yang penting ruang ruang kantor sudah bersih." ucap rekannya. Shendi mengangguk. Mereka telah bekerja keras dari jam 7, biasanya istirahat sebentar untuk sarapan atau bikin kopi. Merekapun istirahat sesaat diruang istirahat.


Perut Shendi seperti diaduk. Lihat ! , ada berapa paper bag menumpuk dibelakang kereta dorongnya.


"Staf A.T baik semua ya??"gumam Shendi lirih.


"Apa Ger??" tanya rekan CS lainnya.


"Tapi ini kan buatmu Ger"


"Gapapa, aku udah sarapan dirumah tadi" Kemudian Shendi menyalakan hpnya , ia sengaja mematikannya tadi ketika memulai pekerjaannya.


Baru beberapa saat menyala , hpnya langsung berbunyi. Nada khas hp Nokia terdengar. Rekannya menatap heran kearah Shendi. Emang masih ada yang pake hp jadul tipe itu...


Shendi cuek mengangkat panggilan dari Arif didepan rekan rekannya.


"Halo paman..."


"Bisakah anda datang kekantor sekarang?. Ada hal penting yang perlu saya bicarakan " tanya Arif.


"Sekarang??"


"Iya sekarang !"


"Tapi saya masih sibuk sekarang Paman,"


"Saya akan benar benar marah jika anda tidak patuh dengan saya hari ini . Saya tahu mas Shendi ada di kota A!" Arif setengah emosi.


"Paman, bukankah minggu lalu aku sudah pamit sama paman." nyali Shendi menciut , ia menduga marahnya Arif karena dia menjadi cleaning service ditempat Aubery. Dirinya memang sudah pamit. Hanya saja Shendi hanya pamit ingin memperjuangkan cintanya. Tapi tidak pamit menjadi cleaning service.


"Anda kesini sekarang atau saya yang pulang. Lebih baik saya tidur dirumah daripada mengurusi perusahaan yang pemiliknya saja main main terus!"ancam Arif.


Shendi menelan ludah yang terasa sulit. Arif kali ini beneran marahnya. Gawat kalau Arif ngambek dan dia sendirian harus mengurus perusahaan. Shendi belum siap. Ilmunya masih cetek untuk mengendalikan perusahaan seorang diri.


"Baik baik... tunggu kalau gitu. Saya ijin dulu."

__ADS_1


Arif menutup panggilan terlebih dulu tanpa memberi jawaban.


***


Shendi langsung menuju lantai 3 kantor WD. Dimana kantor Arif dan kantornya berada. Pegawainya yang sempat berpapasan menyapa dengan keheranan melihat CE WD jewellry memakai seragam biru cleaning service dari perusahaan lain.


Arif tidak berada dikantornya. Kata sekretarisnya , Arif sedang ke bagian produksi di lantai 2 . Akhirnya Shendi menyusul ke bagian produksi.


Dengan verifikasi mata. Shendi dapat dengan mudah masuk ke dalam ruangan itu. Selanjutnya ia melewati alat sensor . Ruangan itu memang harus dijaga ketat. Karena didalamnya terdapat bahan mentah untuk membuat segala macam perhiasan.


Untuk keluar pun demikian. Satu satu para pegawai dibagian produksi harus melewati alat canggih. Untuk mencegah perbuatan yang tidak terpuji.


Para pegawainya sedang serius menciptakan segala macam perhiasan. Bahkan mereka tidak mengetahui kehadiran Shendi.


Arif berada disudut sana, sedang memeriksa sampel kalung model terbaru yang baru selesai dibuat. Shendi menghampirinya. Dengan serius Shendi ikutan memperhatikan sampel kalung itu.


"Wahhh... ck ck ck ... benar benar luar biasa. Detailnya sangat menarik. Sentuhan batu merah delima ditengah tengah itu tepat sekali. Mencerminkan keberanian siapa saja yang memakainya. Aku acungi jempol 4 untuk Desainer kita!!"


Arif mengacuhkan komentarnya Shendi. Pelan pelan ia menaruh kembali kehadapan pegawainya.


"Detailnya perlu ditambah. Pengait rahasianya kurang halus. Ini masih terlihat sangat jelas. Dan coba ganti batu merah delima dengan batu rubi yang dari Aceh."


Pegawai itu mengangguk. Arif berjalan melewati Shendi. Melanjutkan memeriksa meja sebelah.


Shendi tertegun, apakah dia sedang dicuekin. Shendi memutar bola matanya. Lebih gampang merayu gadis daripada merayu Arif. Orang yang sudah dianggap seperti ayahnya sendiri. Yang memberinya banyak ilmu tentang bisnis. Yang mengajarkan bagaimana mengartikan pesan yang tersimpan dari sebuah karya seperti perhiasan.


Shendi segera mengikuti Arif.


"Wow , cincin mutiara Lombok yang sangat unik. Pecinta produk dalam negeri tidak boleh sampai melewatkan koleksi kali ini . Dan aku yakin akan kehabisan stok sebelum cincin ini diluncurkan. " Shendi sok memprediksi.


Lagi lagi Arif terlihat tidak puas. Ia mengembalikan cincin itu ke meja.


"Mutiaranya terlalu besar. Kalau terlalu besar terlihat norak dan akan mudah menyangkut gaun si pemakainya. Konsumen kita rata rata adalah menengah keatas . Selera mereka simpel tidak terlalu mencolok tapi berkelas. Ganti dengan yang lebih kecil."


Shendi terdiam. Ucapan Arif benar benar mengunci mulutnya.


Sengaja kan? ?


jelas jelas itu sudah bagus, malah disuruh ganti lagi.


Dia sengaja memprofokator aku dengan pegawaiku...


huh!!


Shendi nyengir kuda. Tapi apes Kebetulan Arif menoleh padanya.


.


.


.


.


.Bersambung😘


.


.


.


.

__ADS_1


🙏Thanks For Like.🙏


❤️ I Love You❤️


__ADS_2