Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Ketahuan #1 ( Real Tuan Muda )


__ADS_3

"Ingatannya sudah kembali . Ingatan Tiara sudah pulih total ." ia begitu antusias.


"Tapi ... . Masihkah dia mencintaiku ...?" namun Shendi kembali ragu ragu.


Shendi membuka tas genggamnya dan mengambil hp androidnya. Ia ingin menghubungi Samy dengan hp itu. Berharap Samy mau mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal.


Tersambung dan Samy langsung mengangkatnya. Kurang ajar nggak sih, kemarin ditelfon berpuluh puluh kali tidak diangkat. Shendi dongkol dibuatnya.


"Halo..." sapa Samy.


"Kalau pakai nomor ini apa baru kamu bersedia mengangkat telfonku!!"


"Mas, anda..." suara Samy terdengar sedikit terkejut.


"Katakan, kapan nona besarmu pulang dan mengembalikan adik adikku... ??" tanya Shendi agak menekan.


"Siang tadi kami sudah pulang ke kota A. Nona baru saja pergi ke sebuah acara di Hotel X ballroom utama. Dan anak anak sekarang bersama saya"


Shendi terhenyak mendengar penjelasan Samy. Mereka sudah pulang tapi tidak memberi tahunya.


"Kenapa kalian tidak mengabari aku kalau sudah pulang!!?"


"Maaf mas, nona menguasai hp saya tiga hari ini. Nona yang melarang saya mengangkat telfon dari anda . Maaf... " Samy terdengar menyesal.


"Tiara harus menjelaskan ini. Ingatannya sudah pulih total kan?" Shendi tidak sabar. Dialihkannya panggilan ke mode video. Tak berapa lama Samy menerima pengalihan. Maka tampaklah wajah Samy di layar hp.


"Sepertinya, mas Shendi harus memastikannya sendiri" Samy dengan mimik wajah menyesal. Shendi mengeluh.


"Dimana anak anak nakal itu?"


Samy memutar badan lalu tampaklah sikembar yang asik membuka oleh oleh dibelakang Samy. Shendi bernafas lega ,adik adiknya tampak baik baik saja.


"Hei... setan kecil!! bersenang senang disana sampai lupa masih punya mas disini!!"


"Uhh, mas Shendi !!" Ramanda melambai ke kamera dengan wajah ceria. Yash kemudian mengikuti sambil memperlihatkan sesuatu.


" Mas, lihat apa yang kakak ipar beli untukmu !! kakak ipar tahu betul ukuran celana dalammu !!"


Shendi merah padam setelah tahu apa itu ditangan Yash.


"Kakak ipar sangat pintar memilih. Ini lebih bagus daripada punya mas dirumah" Yash dengan polosnya membentangkan hadiah pilihan Aubery. Boxer dengan motif kartun Spongebob dan Doraemon. Samy menahan tawa.


"Hizz... dasar setan kecil, tunggu sampai mas memberi hukuman pada kalian!!" Shendi sangat malu apalagi ekspresi Samy yang menahan tawa. Bahkan Samy yang pelit senyum pun menertawainya. Apa isi kepala Aubery sampai terpikirkan membeli hadiah seperti itu.


"Kalian lebih baik siap siap menerima hukuman dan tunggu mas menjemput kalian!!"


"Kenapa mas Shendi marah ... , ini juga ada motif macan."


"Haenggg... !" seolah olah Ramanda mau mencabik Shendi dengan giginya. Yas tertawa terbahak bahak. Dan Samy tidak bisa menahan tawanya lagi. Lalu tampaklah deretan gigi putihnya.


Samy menertawaiku ... 😠


Shendi buru buru menutup panggilan.


"Hizz sialan... !" Adik adik tercintanya ternyata sangat tidak berperasaan. Dirinya kebingungan dan kesepian 3 hari ini. Tapi lihat keadaan mereka tadi. Mereka bersenang senang diatas penderitaannya.


"Tunggu aku benar benar menghukum kalian setelah menyelesaikan urusanku dengan Tiara !"


Shendi meluapkan kekesalannya. Ia lalu bergegas keluar dari ruangannya. Arif yang kebetulan sedang mengobrol dengan Keith di koridor merasa heran melihat Shendi keluar dan berjalan terburu buru.


"Anda mau kemana mas??"


"Hotel X, Tiara sudah pulang tapi tidak mengabariku. Dan sekarang dengan tenang malah pergi ke acara. Aku butuh penjelasannya !" nafas Shendi memburu.


"Ok... , dengan penampilan seperti ini??" Arif menatap Shendi dari atas ke bawah. Shendi baru sadar penampilannya masih berantakan.


"Apa anda akan mempermalukan Aubery disana?"


"Aku mengerti... " Shendi terlalu bersemangat menemui Aubery sampai lupa dengan penampilannya . Ia lalu kembali ke ruangannya untuk ganti pakaian.

__ADS_1


"Pak, apa masih perlu saya pergi ke acara itu?" tanya Keith memastikan. Arif menghela nafas panjang.


"Gak perlu, kamu pulang dan istirahatlah... " ucap Arif dengan senyum penuh misteri.


"Yess!" Keith senang. Ini adalah akhir pekan, waktunya untuk bersenang senang. Awalnya Keith tidak bersemangat karena harus menggantikan CE menghadiri undangan. Tapi sekarang tidak perlu lagi.


***


.


.


.


"Hei ... siapa kamu!!"


Aubery kaget ketika seseorang menariknya. Seseorang itu terus menariknya melewati orang orang hingga sampailah ke sudut ruangan.


Suara bising orang mengobrol dan tepuk tangan. Ditambah MC memandu acara membuat suara Aubery tidak terdengar. Lampu yang hanya berpusat di panggung membuat Aubery tidak bisa melihat jelas wajah orang itu.


Orang itu menghempaskan tubuhnya ke pilar dan menekan pergelangannya. Aubery ingat siapa yang biasa kurang ajar seperti ini. Wajah seseorang itu mulai jelas. Aubery terbelalak tak percaya.


"Kamu ? kenapa disini ?" tanya Aubery gugup. Shendi menatapnya dengan sorot mata tajam. Hampir Aubery tidak mengenali. Shendi tampil tidak seperti biasanya , ia tampak serasi dengan setelan serba hitam. Terlihat sangat tampan , istimewa dan mempesona walaupun dibawah cahaya lampu yang redup.


"Jelaskan padaku, kamu sudah mengingatku dan kamu malah bermain main seperti ini. Apa ini menghiburmu Tiara?" Shendi mendekatkan tubuhnya pada tubuh Aubery.


"Shendiaga, apa kamu sudah gila?" Aubery melirik sekitar. Tidak ada yang menyadari situasinya. Orang orang tampak menikmati acara yang dipandu MC terkenal itu.


"Ya aku sudah gila !, kamu menyiksaku dengan membawa lari adik adikku tanpa memberi kabar . Dan sambutanmu di acara peluncuran produkmu itu. Dan iklan itu...


Kamu yang membuatku gila" Shendi semakin mendekat .


Suara tepuk tangan membahana saat artis BCL selesai membawakan lagu. MC kembali mengendalikan acara dengan banyolannya. Seolah tanpa mempedulikan sepasang muda mudi meluapkan emosi disudut ballroom, tempat diselenggarakannya acara.


Jujur Aubery tak sanggup menahan tekanan Shendi. Nafasnya tersengal karena gejolak di dadanya. Aroma Shendi yang amat disukainya memenuhi ruang kalbunya. Bahkan lebih mendominasi daripada parfum Burberry yang dipakainya. Aubery hampir terlena.


"Jangan GR, kamu berpikir terlalu dalam" kilah Aubery berusaha lepas dari tekanan Shendi.


"Itu hanya kebetulan melintas dipikiranku... " Aubery kehilangan konsentrasi hingga sulit mencari alasan lagi.


"Sudah cukup Tiara jangan mencari alasan lagi, aku sudah tidak bisa menahan lagi . Aku sangat merindukanmu... " Shendi menyatukan dahinya dengan dahi Aubery. Siang dan malam Shendi selalu disiksa rasa rindu pada Tiara kekasihnya. Seolah olah dimana mana ada Tiara. Pantas Shendi merasa tertekan.


"Sudah cukup kamu menyiksaku... jangan mencari alasan lagi..." mata Shendi terpejam.


Aubery tak menyangka Shendi seberani itu. Hidungnya mengendus sesuatu. Aroma kuat dari hembusan nafas Shendi.


Shendi habis minum wiski?? jadi ini yang memberi Shendi kekuatan?


Di acara itu memang disediakan berbagai macam hidangan. Banyak pelayan yang berkeliling membawa nampan berisi gelas gelas minuman. Dari jus buah sampai anggur merah.


"Shendiaga kamu dalam pengaruh alkohol" Aubery pura pura kecewa walaupun sebenarnya senang mendengar itu . Orang dalam pengaruh alkohol cenderung tidak sadar dengan apa yang diucapkan. Tapi kejujuran yang mutlak.


"Lagi pula aku tidak perlu alasan untuk membawa anak anak berlibur. Kamu sendiri yang mengatakan bahwa aku adalah ibu mereka. Jadi aku punya hak!!" tatapan Aubery menantang , membalas tatapan tajam Shendi.


Acara semakin meriah ketika MC mulai mengundang orang orang berpengaruh naik ke mimbar untuk menyerahkan cek simbolis. Shendi tidak tertarik itu. Matanya merah nanar terus menatap lekat wajah Tiara.


Senyum puas muncul disudut bibirnya.


Aubery gelisah . Perasaannya tidak enak.


"Jangan katakan aku sedang mabuk. Aku lebih sadar daripada kamu..." Mendekat seperti hendak memeluk Aubery.


"Aku anggap kamu sudah menerimaku, karena kamu setuju menjadi ibu mereka..." bisik Shendi lirih.


Shendi meraih tangan Aubery lalu mencium jemari yang salah satunya melingkar cincin Blue Angel pemberiannya. Aubery terjebak dengan ucapannya sendiri. Dan Shendi sudah melihat dia memakai cincin Blue Angel. Aubery sudah tidak bisa berasalan lagi.


Dengan memakai cincin itu berarti Aubery bersedia 'disegel'. Ia telah bersedia menjadi milik Shendi. Aubery pasrah ketika Shendi menunduk dan mencium bibirnya lembut.


Bersamaan dengan tepuk tangan meriah ketika salah satu artis mulai menyanyikan satu buah lagu. Aubery memejamkan matanya. Ia dapat merasakan cinta Shendi yang begitu besar juga rindu yang sangat berat. Aubery mulai tersentuh lalu membalas ciuman itu.

__ADS_1


Lagu Just the way you are by Bruno Mars mengalun merdu. Para undangan yang hadir bagai tersihir mematung mendengar lagu romantis itu. Dipojok ballroom dua insan itu kini saling melum*at , memagut bibir satu sama lain , meluapkan kerinduan yang terpendam hampir satu bulan.


***


"Berapa gelas wiski yang kamu minum ?" tanya Aubery yang masih dalam naungan Shendi. Pemuda itu masih belum melepaskannya. Sinar lampu pun tak mampu menyentuh wajah Aubery. Shendi tidak peduli dengan sekitarnya. Persetan dengan acara yang meriah itu.


"Hanya satu gelas... " jawab Shendi masih dengan tatapan yang sulit diartikan Aubery.


"Tolong berhentilah menatapku seperti itu." Aubery grogi. Shendi hanya membalas dengan senyum disudut bibirnya. Ahh , senyum itu lagi. Aubery menyembunyikan wajahnya di dada Shendi.


"Apakah sekarang kita sepasang kekasih??" Shendi bertanya. Aubery hanya diam tapi ia semakin menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Shendi.


Seseorang tiba tiba menghampiri dan mengganggu dua insan yang dimabuk asmara.


"Wahh, aku hampir tidak percaya ini benar benar kamu !!"


Shendi menoleh pada orang yang gak punya sopan santun mengganggunya berpacaran. Riki tersenyum sinis menatap dirinya yang terlihat berbeda dengan pakaian formal.


Kenapa harus kamu sih. Kamu seperti jaelangkung yang selalu datang tanpa aku undang.


Aubery pelan menoleh. Membuat Riki terperanjat setelah tahu siapa yang dari tadi dalam naungan Shendi.


Aubery ! gadis pujaan yang tidak pernah bisa dia dapatkan. Riki tak percaya, kenapa bisa Gery bersama Aubery.


Ah benar , Shendi bekerja sebagai cleaning service di kantor Aubery. Tapi haruskah Aubery membawa pasangan pendamping seorang cleaning service ke acara seperti ini. Aubery menolak cintanya yang seorang putra walikota. Tapi sekarang berada di pelukan cleaning servicenya .


"Bebe... ?!" Riki mengerjap memastikan bahwa dia benar benar Aubery.


.


.


.


.Bersambung🤸🏋️⛹️


.


.


Tuan Muda Wiradana



senyum khas Shendi yang bikin orang jengkel sekaligus gemes🤗


Auto scrennshot😍



Udah ganteng belum ??😍😍



Real Young Master #1



Real Young Master #2


.


.


.


🙏 Tak lelah penulis ucapkan Terima Kasih masih setia disini.


👍 Jangan lupa Likenya.

__ADS_1


💝Love you 😍😍😍


__ADS_2