Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Tak Terpisahkan #2


__ADS_3

Dengan terpaksa Shendi beranjak dari sisi Aubery , tangannya menggapai dan langkahnya tertatih menuruti perintah Samy.


"Bebe... ." Seakan tak rela berpisah dengan kekasihnya. Shendi bener bener sudah kerasukan drama king.


"Sudah kembali ke kamarmu sana... hush hush..."


balas Aubery dengan mengibaskan tangan.


"Non, beristirahatlah saya akan menjemput anda besok pagi." ucap Samy sambil terus mendorong Shendi.


Aubery mengangguk. "Sampai jumpa."


Ketika Samy dan Shendi menghilang di balik pintu. Aubery bisa bernafas lega. Sikap posesif Shendi yang mendadak muncul membuatnya kerepotan . Meskipun tidak akut tapi membuat Aubery harus memberikan perhatian ekstra. Dengan pelukan dan ungkapan cinta yang sederhana. Agar Shendi tahu , dirinya juga berkomitmen tentang hubungan ini.


Diambilnya ponselnya yang sepertinya sudah lama dia abaikan. Mengecek pesan laporan dari Shela sekretarisnya. Namun baru sepuluh menit pintu kamarnya kembali di buka seseorang.


Kepala Shendi muncul dibalik daun pintu . Memanggilnya lirih . "Bebe... !"


Sontak Aubery menoleh.


"Eh , kenapa kamu kembali ?!"


"Karena sudah merindukanmu... " Shendi lupa kakinya sedang luka , langsung saja menyeruak masuk menghampiri Aubery. Menyerbu bibir gadis itu dengan kecupan.


Kumat deh manjanya...


"Kamu memang rubah licik yang perlu dijinakkan." protes Aubery disela sela menerima serangan Shendi. Belum ada sepuluh menit berpisah sudah bilang rindu. Lebai banget.


"Babi jelek , anak anjing ,rubah licik... kamu mau sebut semua penghuni kebun binatang untuk menyumpahiku??" Shendi naik keatas ranjang. Aubery merasa kesesakan.


"Apa kamu mau bermalam disini?" Aubery agak gak rela.


"Ehm... kamu harus memberiku ganti rugi. Mengataiku seperti itu bisa membuatku kepikiran. Kalau kebanyakan pikiran lama lama bisa mempengaruhi kesehatan spikisku. Terus kalau aku nanti gila gimana?"


"Ch... " Aubery gak yakin efeknya akan sampai kesitu. Itu cuma akal akalan Shendi . Mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Ranjang ini sudah sempit . Kembalilah ke kamarmu!"


" Enggak tuh ??! Kamu aja yang gendut..." Shendi tanpa rasa bersalah dan tak tahu malu terus mendusel Aubery yang kesempitan. ditariknya selimut hingga menutupi seluruh tubuh mereka.


"Kamu yang gendut !! Shendiaga awas lukamu !! Aw... !! tanganku... Ummph...!" pekik Aubery tertahan. Sepertinya sesuatu membungkam mulutnya. Suara suara ganjil terdengar dari dalam selimut.


" Tolong tangan dikondisikan Shendiaga !! aacchh... Pin Dhai lah kamu udah mulai berani kayaknya !!"pekikan pekikan Aubery karena kejahilan Shendi.


"Aturan baru . Ngomong istilah asing hukumannya harus bersedia di cium..."


"Jisin !"


***


Samy yang tadi sengaja bersembunyi di balik dinding , keluar begitu Shendi menutup pintu kamar Aubery. Senyumnya sinis sambil menggeleng pelan.


"Dasar ..." umpatnya lirih. Benar seperti dugaannya. Shendi pasti akan kembali ke kamar nonanya.


Samy pun bergegas meninggalkan tempat itu. Menghubungi Anthony yang dua jam lalu sudah tiba di rumah besar. Ya , Anthony membuat kejutan untuk putrinya. Pulang tanpa memberi kabar terlebih dulu.


"Tuan , maaf tidak bisa menyambut kedatangan anda . Sore tadi saya harus buru buru ke kota D."


Samy begitu terhubung dengan Anthony.


"Tak apa Sam. Kamu tak perlu menyambutku , bagaimana keadaan mereka ??"


"Mereka baik baik saja. Hanya luka lecet di kaki dan tangan. Tidak ada yang serius tuan." lapor Samy.


"Hhhh... syukurlah. Lalu sekarang kamu dimana?" tanya Anthony.

__ADS_1


"Saya baru memastikan agar Shendi beristirahat di kamarnya sendiri. Tapi ternyata , Shendi menunggu saya terlena , diam diam menyelinap kembali ke kamar nona . Heh... Kayaknya , mereka benar benar tidak bisa berpisah walau sebentar saja..."


Terdengar tawa Anthony di seberang sana. "Aihh... masa muda yang penuh gairah." ucap Anthony setelah tawanya mereda.


"Kalau gitu kembalilah ke kota A. Bantu mereka mempersiapkan segala sesuatunya." perintah Anthony.


"Baik Tuan"


***


.


.


.


.


H -5


06:30 Shendi membuka mata pelan .Sinar matahari pagi dari celah korden dan suara kicauan burung dari luar jendela membangunkannya. Rumah sakit itu terletak dipinggir kota. Lingkungannya asri dan sangat nyaman.


Menoleh ke arah Aubery yang masih terlelap. Rupanya semalam Shendi beneran bermalam di kamar Aubery. Berdesakan di ranjang rumah sakit yang sempit itu.


Shendi lalu bertumpu pada lengannya menghadap Aubery. Suara berdecit ranjang yang seolah komplain karena terlalu berat beban yang harus ditanggung . Senyum muncul saat Shendi mengagumi wajah putih dan mulus disampingnya.


Mempermainkan bulu mata lentik yang tertolong maskara dengan ujung jarinya. Hidung mungil lancip menjulang . Dan bibir merah delima yang tidak pernah bisa memuaskan dahaganya.


"Tuhan menciptakanmu tidak sempurna, cacat permanen dan tak terhindarkan. Dan kamu sangat cantik... " bisiknya.


Kamu yang memiliki wajah yang meskipun jarang tersenyum tapi tetap saja terlihat cantik ...


Senyum Shendi berubah mengejek. Wajah yang sedang dikaguminya pelan pelan tersenyum lalu segera menenggelamkan wajah malunya pada dada bidang Shendi. Sepertinya Aubery mendengar bisikan Shendi barusan.


"Jangan lihat wajahku. Aku jelek kalau bangun tidur... "suara Aubery gak jelas.


"Siapa yang tertarik lihat wajahmu yang cubby itu." lain di mulut lain di hati. Shendi berusaha mencari celah untuk dapat menggapai bibir Aubery. Namun Shendi harus meringis karena hanya cubitan yang didapatnya. Aubery tak terima dibilang cubby.


"Iya iya... maaf!" Shendi minta ampun. Aubery akhirnya melepaskan cubitannya.


"Padahal kamu kalau bangun tidur malah kelihatan imut. Gemesin..." ucap Shendi meringis sambil mengusap bekas cubitan. Kasihan melihat Shendi kesakitan , Aubery luluh juga. Dikecupnya kilat pipi Shendi.


"Terima kasih ... " ucap Aubery. Seolah mendapat lampu hijau kembali Shendi mendekat ke bibir Aubery. Namun rupanya gadis itu justru menghalangi bibirnya dengan lima jarinya.


"Tidak mau , aku belum gosok gigi... " menggeleng cepat. Aubery berusaha merubah posisi menjadi duduk. Shendi mengikuti , dipegangnya dua lengan Aubery dengan lembut . Menatap wajah polos tanpa make up itu.


"Sayang , kamu tahu nggak. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa berciuman di pagi hari akan meningkatkan chemistry kita makin meningkat. Kelak jika menikah aku ingin kita saling meluangkan waktu untuk bercinta di pagi hari. Selain menyehatkan juga membuat mood kita bagus sepanjang hari..." Shendi menjelaskan.


"Jadi sekarang tak ada alasan untuk menghindar. Entah itu rambut acak acakan atau belum gosok gigi." imbuhnya.


Aubery mendengarkan dengan seksama . Mencoba memahami maksud Shendi.


Kelak jika kita menikah...


Kalimat itu yang terulang di telinganya. Hingga ia membiarkan Shendi merengkuhnya kembali.


Melihat Aubery pasrah Shendi mulai mengecup , menyesapi bibir yang menurutnya terasa manis dan membuatnya selalu terlena.


Shendi mengubah posisi kepala sedikit miring dan mulai membuka bibirnya. Hingga ia dengan mudah dapat menyapu seluruh bibir kekasihnya.


Kedua insan itu saling memejamkan mata. Menikmati sensasi ciuman pagi hari yang masih full semangat.


***


.

__ADS_1


.


.


.


11:00


Setelah dari ruang administrasi untuk menyelesaikan biaya rumah Sakit. Shendi menghampiri Aubery yang menunggu di kursi tunggu.


Gadis itu berusaha menghubungi Samy . Tapi entah mengapa ponsel Samy selalu dalam mode sibuk terus. Padahal udah janji mau jemput hari ini.


"Masih belum diangkat ?" Shendi duduk di sebelah Aubery.


"Belum... ga biasanya Samy mengacuhkan panggilanku." Aubery mulai tak sabar. Ia terus mencoba menghubungi nomor Samy.


"Samy!!" Aubery setengah berteriak ketika akhirnya Samy mengangkat panggilannya. Mengagetkan mereka yang juga berada di ruang tunggu. Sadar sudah mengganggu kenyamanan. Shendi membungkuk meminta maaf atas nama Aubery.


"Kamu dimana. ini kami sudah selesai bayar administrasi. Tapi kamu belum tiba juga!" suara Aubery berubah lirih namun tetap menekan. Jengkel panggilannya dari tadi dicueki.


"Maaf non. Tadi ada masalah di pabrik. Saya baru selesai mengatasinya. Saya akan menjemput anda sekarang." jawab Samy.


"Baru akan?? Sekarang kamu dimana??"


"Tentu saja masih di pabrik non."


Aubery mendengus kesal. Itu artinya Aubery harus menunggu 2 jam lagi. Apa Samy ingin mempermainkannya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi sehingga aku bisa menunggu di kamar. Sekarang aku udah check out Sam!!"


Shendi merebut ponsel Aubery. Tidak ingin melihat wajah marah Aubery berlama lama.


"Aku akan antar Aubery pulang. Kamu gak perlu kemari."


Mengembalikan ponsel pada pemiliknya. "Sudah sayang jangan marah marah... Aku antar kamu pulang." ucapnya sambil menggandeng tangan Aubery.


Shendi yang selalu gegabah. Ia tidak pernah berpikir dua kali jika mengambil tindakan. Ia tidak sadar jika sebuah jebakan menantinya di rumah besar.


to be continue...


.


.


.


.


Bersambung🍁


.


.


Pin Dhai :/ upnormal.


Jisin :/ gila.


( umpatan yang umum di ucapkan orang orang Hongkong... jangan ditiru😉)


🍂 Terima kasih masih setia menunggu kelanjutannya. Maaf telat update lagi kurang semangat karena vote menurun juga karena pergantian musim. Geraahhhh 😰😰


🌸 Terima kasih juga untuk Vote , Like , hadiah , komentar dan favorite.


🌻I Love you 🌻

__ADS_1


__ADS_2