
Flashback on
"Memesan bunga mawar banyak banget untuk apa?" tanya Sigi.
"Kalau kamu ingin tau. Kamu boleh ikut denganku ke kediaman keluarga Tsang." jawab Samy santai sambil mengaduk kopi pesanannya.
Setelah menemani Samy ke toko bunga. Samy mengajak Sigi ke cafe yang tidak jauh dari toko bunga.
"Nona sangat menyukai bunga mawar putih..."
"Selain nonamu. Apa lagi yang membuatmu tertarik??" Sigi jengkel dari tadi yang disinggung Samy hanya Aubery. Bikin tambah panas kuping.
"Kalau gitu apa yang membuatmu tertarik selain Shendiaga??" Samy tahu kalung dengan liontin huruf SS itu singkatan dari nama Sigi dan Shendi.
Sigi membuang muka." Aku sudah melepaskannya."
"Perasaan yang tumbuh dimulai saat masih anak anak. Apa bisa melepaskan begitu saja?"
"Lalu aku harus bagaimana??" Sigi putus asa. Shendi sudah menentukan pilihannya. Ia tak ingin menjadi benalu dikehidupan Shendi.
Namun tiba tiba Sigi merasa curiga.
"Tapi tunggu , mengapa kamu tahu masalahku dengan Shendi ?"
Sigi menggebrak meja. "Nonamu itu punya mulut besar juga ya?"
"Ck ck ck... " Samy meraih liontin yang menggantung di leher Sigi.
"Aku memperhatikanmu berdiri di depan toko itu. Lama sekali , sampai kamu memutuskan masuk ke toko . Jadi benar liontin ini memiliki arti yang mendalam."
Sigi mundur bersandar hingga liontin itu terlepas dari genggaman Samy. Samy tertawa melihat mimik wajah Sigi yang malu karena ketahuan.
" SS , Sigi dan Samy ... . Boleh juga kayaknya..." Samy pura pura bodoh.
Flasback off
Sigi tersenyum mengingat kejadian tadi siang. Samy itu. Pria dewasa yang sikapnya kadang kadang imut kekanakan.
Apaan seenaknya mengganti singkatan ...
Sigi dan Samy...
Kenapa aku harus memikirkan ucapannya. Dia om om yang usianya jauh diatasmu Sig...
Sigi menggeleng kuat.
Tapi dia lumayan macho...
***
Pernikahan diadakan seminggu kemudian. Pagi pergi ke Kantor Urusan Agama. Siang acara pernikahan tradisional Hongkong yang diadakan di rumah besar dengan hanya dihadiri keluarga besar saja. Dan malam harinya pesta makan malam.
Karena Shendi hanya mempunyai satu wali yaitu Arif. Jadi acara pernikahan diringkas menjadi satu dirumah besar. Mempelai wanita diantar ke rumah mempelai pria di tiadakan.
Dengan menggunakan pakaian tradisional pernikahan khas Hongkong. Disaksikan seluruh keluarga dan kerabat , Shendi dan Aubery menuang teh pertama untuk Anthony.
"Papa , yam pui jha ( minum teh )."Aubery menyodorkan secangkir teh. Senyum termanisnya juga ia persembahkan untuk orang yang paling berjasa membesarkannya.
Anthony menerima cangkir itu dengan senyum bahagia. "Kwai...(patuh)." jawabnya kemudian meneguk teh itu.
Kini giliran Shendi yang gantian menyerahkan secangkir teh kepada mertuanya.
"Pa, minum teh."
Anthony mengangguk lalu menerima cangkir itu dan langsung meneguknya. Dikeluarkannya dua angpao berwarna merah lalu diserahkan kepada Shendi dan Aubery.
Pesan Anthony kepada menantunya.
"Shen, aku mungkin seorang papa yang pengecut . Membesarkan Aubery hanya lewat tangan tangan pelayan pelayanku. Aku lebih sering menyaksikan dia tumbuh dewasa hanya lewat layar komputerku."
__ADS_1
"Tapi aku sangat mencintainya. Dia hartaku yang paling berharga . Sekarang aku pasrahkan dia padamu, jaga dia , sayangi dia." mendadak mata Anthony berkaca kaca. Lalu ia kembali melanjutkan.
"Jika suatu saat kamu sudah tidak mencintainya lagi , jangan beritahu dia... , tapi katakan padaku , aku akan menjemput dan membawanya pergi."
Kalimat terakhir Anthony yang membuat seluruh keluarga terharu. Seburuk apapun seorang Ayah.Setiap orangtua pasti menginginkan agar anaknya selalu bahagia. Tak terkecuali Anthony.
"Pa . Aku akan menjaga dan melindungi putrimu walau bagaimanapun keadaannya. Aku tidak akan berhenti mencintainya. Sampai kapanpun..."
Shendi yakin pasti bisa memegang janjinya. Tak ada alasan untuk berhenti mencintai Aubery yang mulai tadi pagi sudah sah menjadi istrinya.
"Aku pegang janjimu... Jika kamu membiarkannya menangis. Maka lihat apa yang bisa aku lakukan padamu." Anthony mengeluarkan kalung emas yang cukup besar sebagai hadiah pernikahan. Dan langsung memakaikan kepada mempelai wanita.
Kemudian kedua mempelai bergantian memberi secangkir teh kepada Popo, E ma , dan keluarga lainnya. Masing masing sama seperti yang dilakukan Anthony. Memberi angpao berwarna merah. Hadiah perhiasan dan langsung memakaikan. Dan sedikit memberi pesan untuk kedua mempelai.
Jadilah Aubery seperti toko emas berjalan. Leher , tangan dan jarinya penuh perhiasan yang besar besar. Seperti itulah kurang lebih pernikahan tradisional Hongkong.
Kini giliran dari pihak laki laki. Dan Arif yang pertama sebagai wali Shendi. Sambil memakaikan gelang ditangan Aubery. Arif berpesan pada Aubery.
"Jika dia masih bandel dan bertingkah seperti anak kecil. Pukul saja !!"
"Nasehat apa itu?" Lirih Shendi berucap.
"Kamu boleh memukulnya .Tapi dia... ?"menunjuk muka Shendi.
"Tidak boleh memukulmu seberapa pelan pukulan itu. Jika dia berani memukulmu bilang padaku. Mengerti ??"
Aubery mengangguk sambil tertawa renyah ."Mengerti paman..."
Foto hanya pemanis.
____________________________
***
00:40
Setelah pesta makan malam. Para pria minum arak bersama sambil mengobrol kesana kemari. Anthony , Arif sudah tidak sadar. Jimin apalagi. Bocah itu sudah tertidur di sofa setelah minum gelas ke dua. Hanya Samy yang baik baik saja, karena tidak minum setetespun.
"Sam, sebentar lagi... Temani aku minum." Shendi menolak Samy yang berusaha memapahnya. Suaranya ngelantur seperti tidak ada tenaga.
"Ini malam pertama anda. Kenapa belum belum sudah loyo begini." Samy menggeleng sambil memaksa Shendi berdiri.
"Arak bagus jangan disia siakan... minum satu gelas lagi... "
"Sudah mas... besok pagi anda harus berangkat ke pelabuhan. Kalau minum terus anda akan memiliki pengalaman malam pertama yang buruk... " menepis tangan Shendi yang ingin meraih gelasnya lagi.
"Pelabuhan??"
"Iya, tuan menyiapkan bulan madu untuk anda dikapal pesiar. Makannya anda harus kembali kekamar. Dan bersiap siap besok pagi jam 7 harus sampai ke pelabuhan." Samy keteteran memapah Shendi yang jalannya sudah seperti zombie.
"Repot banget sih, bulan madu dikamar juga bisa..." celoteh Shendi.
Aubery yang tertidur di ranjangnya , dikagetkan dengan pintu kamarnya yang digedor dari luar. Dilihatnya sudah pukul 1 dini hari. Setelah membuka pintu. Ternyata Samy sedang memapah Shendi yang sudah mabuk parah .
"Nona, urus dia!" ucap Samy sambil menyerahkan tubuh Shendi yang hampir tumbang.
"Kenapa sampai seperti ini , apa yang terjadi dibawah.?" susah payah menahan tubuh Shendi yang berat.
"Semua sudah tak sadar. Tuan besar juga." Samy mengatur nafas. "Aku serahkan dia pada anda. Saya mengurus yang lainnya."
"Baiklah..." Aubery mengiyakan. Samy lantas kembali keluar. Acara pernikahan sederhana, tapi tetap saja merepotkan. Ia masih harus pergi ke pelabuhan menyiapkan sesuatu.
Begitu pintu tertutup. Shendi menoleh kearah pintu . Lalu kembali menatap wajah cantik istrinya. Dengan senyum liciknya langsung menghujani Aubery dengan ciuman. Aubery sempat terkejut mendapat serangan tiba tiba. Tapi dia langsung mengimbanginya.
"Kamu bukannya sudah mabuk??" ucap Aubery disela sela Shendi yang terus menciumi bibirnya.
"Gak mungkin yank, aku melewatkan malam pertama dengan mabuk tanpa ingat apa apa. Aku sudah mencampur air dalam teko milikku." Shendi dengan serampangan mulai melepas kancing kemejanya satu persatu. Maka terlihatlah dada bersih yang mulai tampak kotak kotak.
__ADS_1
"Kamu tidak sedang datang bulan kan?" bisik Shendi sesaat sambil menatap Aubery . Tatapan matanya yang dipenuhi dengan hasrat yang sudah tak terbendung. Aubery menggeleng.
"Lalu tunggu apa lagi?" mengangkat tubuh Aubery dalam gendongannya. Aubery melingkarkan kakinya erat melilit pinggang Shendi. Membalas setiap pagutan Shendi yang bertubi tubi.
Langkah kakinya menuju ranjang king size dimana dulu ia pernah bergulat dengan gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya. Yah, walaupun dulu hanya setengah jalan. Tapi tidak untuk malam ini.
Malam ini tidak ada acara berendam dan menyelam dalam bath-up. Yang ada hanyalah luapan cinta menggelora yang sudah menumpuk berlapis lapis.
Shendi menghempaskan tubuh Aubery diatas kasur yang lembut. Dan langsung menindih tubuh istrinya yang masih memakai gaun pengantin oriental . menyerangnya dengan ciuman ciuman panas.
"Sayang , sebentar lagi kamu akan tahu apa maksud dari kualitas terjaga."
"Kamu sangat licik...."
Tak peduli bagaimana Aubery menilainya. Yang jelas dia sangat mencintai gadisnya.
Kembali dikecupnya bibir istrinya dengan lembut. Berlahan semakin panas. Tangannya mulai menyusup dibalik gaun pernikahan . Mengusap lembut kulit halus yang masih tersembunyi.
Ciumannya turun ke leher. Bersamaan tangannya menyentuh sesuatu yang lembut dan kenyal. Shendi mencoba meremasnya hingga tubuh Aubery menggeliat. Sensasi nikmat yang baru pertama mereka rasakan.
Desahan dan rintihan Aubery membuat Shendi semakin penasaran. Dilepasnya satu persatu kancing gaun Aubery yang ribet dan banyak itu. Sempat mengumpat merasa dikerjai oleh desainer gaun ini. Shendi udah gak sabar melihat dan melahap sesuatu yang lembut dan kenyal itu.
Hampir satu jam mereka melakukan pemanasan. Tubuh mereka juga sudah sama sama polos. Beberapa tanpa merah tampak di bagian tubuh mulus Aubery.
Shendi sudah siap dari tadi dan dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Pelan kakinya membelah kedua paha Aubery yang tertutup rapat. Mencium lembut bibir Aubery yang sudah mulai kebas. Menatap mata sendu istrinya yang sepertinya juga sudah tidak tahan.
Mata sendu itu berubah memelas ketika ujung miliknya menyentuh ujung pangkal pahanya. Menekan mencari pintu goa yang masih perawan.
Aubery sudah merintih kesakitan padahal baru ujungnya yang berusaha menembus selaput itu. Diremasnya kuat kuat punggung Shendi. Tanpa dia sadari remasannya sudah berubah menjadi cakaran seiring semakin dalam Shendi menekan.
"Tahan yank..." bisik Shendi saat melihat bulir air mata jatuh dari ujung mata istrinya. Dapat dibayangkan sakitnya ketika miliknya yang sizenya lumayan menembus goa sempit yang belum pernah terjamah.
Dapat Shendi rasakan susahnya menembus lorong goa itu.Dengan susah payah akhirnya masuk juga miliknya secara keseluruhan. Sesaat Shendi menikmati sensasi luar biasa . Kembali diciuminya bibir Aubery dengan lembut.
Ditariknya berlahan dan kembali mendorong lebih kuat. Hingga Aubery terkejut dan nafasnya tersengal. Shendi mencoba menggapai puncak kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Gerakannya semakin kuat dan tak terkendali. Hingga tanpa dia sadari , tubuh yang berada dibawahnya sudah bergetar sambil mencengkeram punggungnya dengan ujung jari.
"Maaf sayang..." sejenak Shendi memelankan gerakannya . Merasa iba pada Aubery yang merintih menghadapi nafsunya yang seperti hewan buas. Memangsa tubuh mulus itu tanpa ampun.
Shendi mencoba lebih lembut. Mengendalikan dirinya agar Aubery tidak terlalu kesakitan . Tapi itu hanya sesaat. Aubery kembali merintih , beberapa kali bahkan terdengar pekikan tertahan dari bibir mungilnya. Seiring gerakannya yang membrutal.
Penyatuan dua insan itu masih terus berlanjut. Rintihan dan pekikan Aubery berubah menjadi desahan. Karena Shendi sudah bisa mengontrol gerakannya. Mereka berdua sudah bisa saling menikmati apa yang orang bilang itu 'surga dunia'.
Mereka harus menyelesaikan perjalanan ini untuk sampai ke puncak bersama sama . Dan ternyata itu tak cukup sekali. Rasa haus seolah belum terpuaskan. Mereka kembali menelusuri rasa yang baru mereka temukan sepanjang menjalani kehidupan ini. Yang ternyata benar benar sangat memabukkan.
Karena mereka tau, ini bukan hanya hasrat semata. Tapi rasa yang diam diam sudah terpendam sekian lama.
***
"Halo... !" suara malas Shendi.
Siapa yang tidak punya perasaan menelfon di pagi buta seperti ini...
Ini masih jam 5 kurang. Wajar Shendi malas mengangkat. Matanya baru terpejam sekitar satu jam setelah kelelahan bercinta dengan istrinya selama hampir 3 jam.
.
.
.
.
.Bersambungππππ
.
.
Terima kasih atas dukungan kalian semua, sampai jumpa di next episode.
__ADS_1
πππππππππππππ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπ€οΈπππππππππππ