
"Selamat siang " suara diseberang sana membalas sapaan Samy.
"Bisakah anda datang dirumah kayu yang terletak dipuncak bukit Y kota B. Anda akan bertemu seorang gadis bernama Tiara , Saya dapat memastikan bahwa gadis itu adalah Aubery Tsang"
Samy terkejut mendengar suara itu. Wartawan tidak mungkin menyuruh datang , namun sebaliknya . Antara percaya dan tidak percaya. Apakah dia salah dengar.
"Dengan siapa ini !" Suara Samy berubah kaku .
" Hanya ada satu rumah dipuncak bukit itu . Silahkan anda datang , Tiara menunggu anda "
"Tiara ?" Samy belum mengerti maksud si penelepon.
"Sampai ketemu"
Tak berapa lama sambungan diputus dari sana. Samy belum habis rasa terkejutnya. Sipenelepon berbicara sangat singkat dan mencurigakan.
"halo ! halo ! "
Tak ada jawaban. Ia menepuk nepuk hpnya , namun tetap tak ada jawaban.
"bukit Y ... , bukit Y ... , bukit Y ... "
Samy kebingungan sendiri. Ia mondar mandir sambil terus merapal bukit Y.
"aku harus kesana"
Tanpa berlama lama ,Samy segera menuju kota B. Ia harus membuktikan ucapan sipenelpon. Apapun hasilnya.
Penelepon itu sangat misterius. Ia tidak menjawab pertanyaan Samy yang hanya beberapa . Langsung kepada intinya.
Silahkan anda datang ...
Sampai ketemu ...
Sepanjang perjalanan Samy terus memikirkan ucapan sipenelpon. Bahasanya seolah olah mengundang ketempatnya dan akan bertemu nanti disana.
"seorang gadis bernama Tiara , Saya dapat memastikan bahwa gadis itu adalah Aubery Tsang" Samy mengulang perkataan sipenelpon ,
"apa maksudnya ?? " Samy mengusap kumis tipisnya dengan jari telunjuknya.
Hampir dua jam perjalanan tanpa henti . Samy sudah tiba disebuah desa. Ia menghentikan mobilnya dan memperhatikan sekitar. Daerah pinggir kota B memang terdiri dari perbukitan. Dan bukit SS berada paling pojok barat berbatasan dengan kota lainnya. Lalu yang mana bukit Y.
Samy bertanya kepada seorang warga yang kebetulan lewat.
" Bukit Y berada paling ujung timur jalan ini. jika anda melihat gapura berbentuk pelangi diatasnya , masuklah, anda sudah masuk daerah bukit Y "
Samy manggut manggut. "ternyata memang ada bukit bernama Y "
" Y dari kata Yelow. jika anda berada dipuncak, maka anda akan melihat hamparan pohon akasia dengan bunganya yang berwarna kuning" Warga itu menjelaskan.
"Nama yang aneh , kenapa harus bernama bukit Y , kenapa tidak bukit Yellow atau bukit Akasia . Lalu bukit SS apakah singkatan dari Sun Shine ? " Gumam Samy lirih.
100 untuk Samy !! _Author.
"apa ada rumah dipuncak bukit Y?" Tanya Samy lagi.
Warga itu mencoba mengingat ingat .
"Sebagian lahan dibukit itu termasuk hutan akasia adalah milik nenek bernama Surya. kalau tidak salah dia tinggal di puncak bukit itu. Tapi sepertinya dia sudah meninggal empat tahun lalu"
Warga itu mengamati Samy yang berpakaian formal. Dan menoleh ke mobil mercedes warna hitam yang berada didekat Samy. Pandangan yang kontras dengan daerah pedesaan .
"sepeetinya anda datang dari kota , siapa yang anda cari dibukit Y ? , Tidak ada 15 kepala keluarga yang tinggal disana "
"ada kerabat jauh yang baru pindah kesana" jawab Samy singkat. Warga itu mangangguk lalu pamit melanjutkan langkahnya setelah Samy mengucapkan terima kasih.
Samy melanjutkan perjalanannya mengikuti petunjuk dari warga tadi. Menaiki bukit dengan sedikit kesusahan karena Samy membawa mobil sedan . Mungkin mobil sejenis Jeep yang bisa mengatasi medan seperti ini. Ia tak menyangka bahwa jalanan bukit Y masih berbatu. Berbeda dengan bukit SS yang sudah beraspal.
Samy tak pantang menyerah. Banyak sekali pertanyaan dikepala Samy . Kejutan apa diatas puncak sana. Apakah ia akan benar benar menemukan nona.
__ADS_1
Hampir satu jam, Samy baru tiba diujung jalan setapak. Peluh menetes dari pelipisnya walaupaun mobil itu ber AC. Samy bukan seorang pembalap yang mahir membawa mobil ke puncak. Terlebih dengan mobil Sedan.
Semakin mendekati puncak semakin banyak ditemui pohon akasia dikiri kanan jalan yang hanya selebar 8 meter. Dari jauh terlihat sebuah bangunan yang dari luar terlihat seperti terbuat dari kayu .
"benarkah ini yang dimaksud rumah kayu dipuncak bukit Y ? "
***
Sebelum kembali ke bukit Y lagi . Sebentar di desa Z yuk . Masih ingat sama kepala desa mesum kita. Kalau lupa boleh buka kembali episode 4.
Ada yang dendamnya lupa belum terbalas.
Kalau otaknya mesum, kita Kasih nama Parno aja ya. hihi..😋
.
.
.
.
.
"Ayo katakan !! apa yang kamu lakukan celingak celinguk di desaku !!. mau nyolong ayam ?? atau mau nyolong jemuran ??"
Seseorang yang ketakutan karena diintimidasi oleh kepala desa dan beberapa perangkat desa lainnya.
"Pak , sudah saya bilang. Saya gak mau nyuri ayam. Saya cuma mencari anak boss saya yang hilang" Kata orang itu sambil bergetar ketakutan.
"lah memangnya Desaku ini markas sindikat penculik anak anak !!" Sengit Parno berkata kepada orang asing itu.
"ini foto anak boss saya pak kepala desa yang terhormat , dia sudah menghilang dua minggu lebih" Dikeluarkannya selembar foto ltu lalu diserahkan kepada Parno.
Parno menerima foto itu dengan kasar . Mengamati sejenak .
"seperti pernah lihat"
"Gadis amnesia itu !! "
Parno mendelik menatap foto yang diberikan orang itu.
"Dua minggu yang lalu dia udah dibawa pulang suaminya. kamu cari dirumah suaminya sana ?" Perangkat desa disebelah Parno membenarkan.
"Nona belum menikah mana mungkin memiliki suami !! " orang itu terkejut . Parno dan para bawahannya saling tatap.
" Gawat ... !! " orang itu pura pura panik.
"dibawa kemana kira kira nona saya , kenapa anda membiarkan nona dibawa orang tak dikenal !"
Parno mulai bingung. Apa yang terjadi. Kenapa sekarang dia yang disalahkan.
"Gadis ini hilang ingatan , dan seorang pemuda tiba tiba datang mengaku suaminya dan membawa pulang ke... ke ..." Parno lupa lokasi rumah yang disebutkan si pemuda waktu itu.
"bukit Y pak " Bawahannya mengingatkan.
" Ah... iya bukit Y !! Aku tak menahan nonamu , karena pemuda itu memiliki bukti kuat" Parno membela diri.
" Ini anak boss saya pak. Dia belum menikah dan sudah hilang dua minggu lebih. Orang yang membawa pulang itu bisa dipastikan adalah orang yang mengaku ngaku. yang ingin mengambil keuntungan dengan nona saya " Orang itu sedikit bersemangat karena dia bisa mengorek informasi dari kepala desa ini .
Parno sedikit terkejut mendengar ucapan orang itu. " Tapi dia memberikan bukti bahwa dia adalah suaminya"
Bukti ? Bukti seperti apa, menurut instruksi dari atas. Aubery usianya masih 22 tahun dan belum menikah. Kenapa ada seseorang yang mengaku sebagai suaminya dan membawa pergi.
"Bapak yakin gadis itu sama dengan yang difoto ?? "
"yakin !! " Jawab Parno dan bawahannya bersamaan .
"Bukti apa yang diberikan hingga Bapak percaya dengan pemuda itu !"
__ADS_1
" Pemuda itu membuktikan ada tato AT di dada kiri gadis ini " Jawab Parno yakin.
Orang itu mengeluarkan hp dan membuka informasi tentang Aubery. Lalu diserahkan hpnya kepada parno.
"apa ini" Tanya Parno sambil menerima hp.
"nona kami bernama Aubery anak Anthony Tsang , banyak orang yang mengenalinya. Bukti apa yang diberikan orang itu sehingga berhasil membawa nona kami kabur? "
Parno dan bawahannya berebutan melihat hp orang itu. Foto Aubery lengkap dengan keterangan beberapa paragraf . Membaca detail semua informasi tentang Aubery.
"ini ! " salah satu dari mereka menunjuk layar hp.
" Dia bukannya bernama Tiara , Dan kalau gak salah orang mengaku suaminya bernama Aga"
" Ah, iya iya" salah satu menyahut.
" pemuda itu memberi bukti tentang inisial tato di dada gadis ini. yang artinya Aga dan Tiara"
Orang itu tertawa dengan penjelasan siperangkat desa
" Bapak , AT itu singkatan dari nama Aubery Tsang. bukan Aga dan Tiara !"
Parno tampak mulai termakan omongan . wajahnya terlihat masam karena merasa dibodohi oleh seorang pemuda bernama Aga.
"Pak, sepertinya kita sudah dibodohi ... " Ucap salah satu bawahannya pelan didekat telinga Parno.
Orang itu tersenyum dalam hati melihat perubahan wajah para perangkat desa.
" Bapak bapak tahu siapa Anthony Tsang, dia itu konglomerat kaya raya. jika ada yang memberi informasi kepadanya pasti akan mendapat imbalan yang banyak"
"coba buka internet dan cek siapa itu Anthony Tsang !" perintah Parno kepada bawahannya. Dan segera dilaksanakan tanpa menunggu lama.
Tangan Parno mengepal ketika membaca lengkap informasi di internet. Matanya memicing dan giginya gemeratak menahan amarah menyadari dirinya sudah dibodohi mentah mentah.
"Beraninya bocah kemarin sore membohongiku !" Parno sudah emosi. nafasnya mulai memburu.
"Pak , sekarang tolong lepaskan saya. saya bukan maling ayam atau maling jemuran. Saya mau segera lapor ke Anthony Tsang bahwa putrinya berada di ... , di ... "
" bukit Y " sambung Parno dengan nada kesal.
"tepatnya pak ?"
Waktu itu Parno lupa menanyakan dimana tepatnya rumah pemuda itu berada. Parno dan bawahannya hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu.
Bukit Y saja sudah cukup. Yang penting sekarang lepas dulu dari mereka dan segera memberi informasi kepada boss.
"Sekarang saya boleh pergi pak ?? "
Tanya orang itu ragu ragu.
"emm" Jawab Parno sambil menoleh kesamping. " Cepat pergi. Dan sampaikan kepada Anthony bahwa kepala desa Z yang memberimu informasi "
"Siap ! "
Orang itu segera pergi dari hadapan kepala desa. Ia menelfon atasannya begitu keluar dari kantor desa.
"boss, aku tahu dimana Aubery berada ... " Lapor orang itu kepada atasannya.
.
.
.
.
.Bersambung😉
🤗 Like bila suka cerita ini
__ADS_1
🤗Terima kasih dah membaca sampai episode ini🙏
🤗Sayang kalian semua ❤️❤️🎉