Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Kembali ke Episode 2


__ADS_3

"Dor!!"


Oscar reflek memejamkan matanya. Dalam hati Oscar mengumpat ketika tahu Riki hanya menggertak . Disusul tawa Riki yang terbahak bahak,emosinya tersulut .


"Kamu takut mati bro, tapi kamu tak takut busuk dipenjara!!" Riki kembali tertawa keras. Telinga Oscar semakin panas.


Dengan sigap Oscar merebut pistol dari tangan Riki. Namun Riki segera menyadari siasat busuk Oscar. Hingga tarik menarik pun terjadi. Beberapa saat mereka saling mempertahankan pistol itu. Berguling dilantai berdebu gedung kosong itu.


Akhirnya suara letusan tembakan terdengar. Kedua mata mereka nanar saling menatap tajam .


Aku ? atau kamu yang kena...


Riki meraba perutnya. Memastikan apakah dirinya baik baik saja. Selanjutnya dia kembali tertawa. Namun bukan lagi tawa seperti beberapa waktu lalu.


Ada ketakutan diwajahnya. Ketika pemuda tampan didepannya jatuh terduduk dengan memegangi perutnya. Darah membasahi kaos putihnya.


Oh tidak. Pistol itu hanya berisi satu peluru. Kebetulan atau hari ini memang apesnya dia. Riki tidak benar benar berniat membunuh Oscar. Bagaimanapun dia harus menjaga nama baik Ayahnya sebagai Walikota kota A.


Pistol itu dia ambil diam diam dari brankas Ayahnya. Setelah Oscar menelponnya mengajaknya bertemu. Ini hanya untuk berjaga jaga jika bede*ah Oscar mengancam dan memerasnya lagi.


Namun siapa sangka Oscar akan merebut senjatanya. Dan kini ,pistol itu benar benar memuntahkan pelurunya dan mengenai perut Oscar.


***


Berkali kali Aubery menginjak rem namun tidak ada respon. Mobil terus melaju di jalanan yang mulai temaram. Aubery hanya bisa menyetir namun tidak bisa mengerem. Ada apa dengan mobil ini. Bukankah tadi baik baik saja.


Aubery semakin panik. Di sisi kanan pohon pohon yang terlihat menyeramkan. Dan disebelah kiri adalah jurang gelap yang sangat dalam.


Oh Tuhan, inikah akhir dari hidupku.


"Samy... , Samy kao ngo a ... !! " Aubery gugup memanggil nama asisten pribadinya.


Tangannya meraba dalam tas mungilnya mencari keberadaan hpnya. Sambil menyetir dan tetap berusaha mencoba rem kepar*t itu. Tapi tetap saja usahanya sia sia. Yang entah mengapa ia belum juga menemukan benda mungil itu.


Kemudian. Entah datang darimana tiba tiba melintas didepannya ba*i atau kera. Membuatnya terkejut dan reflek membanting setir ke sembarang arah. Dan ternyata arah yang dia pilih adalah arah menuju jurang. Mobilnya seakan terbang lalu mendarat di semak semak.


Namun tidak berhenti sampai disitu. Mobil terus meluncur kebawah menabrak pepohonan. Tubuhnya berkali kali menghantam sisi bagian dalam mobil. Aubery tak berani membuka matanya.


Papa, aku mencintaimu...


Samy, aku mencintaimu...


"..."


Tidak! ,dirinya tidak boleh mati begitu saja. Mobil itu masih terus menabrak semua yang menghalangi. Aubery meraba seatbelt dan melepasnya. Lalu segera ia membuka pintu mobil dan meloncat keluar.


Selain kenekatan, Aubery tidak peduli walaupun jika nanti dirinya cacat . Yang penting ia masih hidup untuk orang orang yang dicintai dan mencintainya. Papa , Samy .


Aubery berhasil melompat , dan berguling guling di area dengan kemiringan 45° dan akhirnya berhenti setelah tangannya dapat meraih sesuatu.

__ADS_1


Aubery mendengar suara mobilnya menerjang apa saja dibawah sana. Sangat menyeramkan.


Setelah beberapa menit suara itu terus menjauh. Dan berakhir dengan suara berdebum cukup keras. Matanya terpejam membayangkan jika dirinya tetap berapa didalam mobil nahas itu.


Aubery mencoba bangkit dengan berpegangan dengan apapun yang ada didekatnya. Lalu melangkahkan kakinya merambat diantara semak semak dan rumput liar. Tak peduli berapa lama Aubery sudah berjalan seperti itu. Ia ingin segera menemukan jalan keluar dari hutan . Walaupun keadaannya gelap gulita.


Pikirannya kemana mana, bingung, putus asa. Kenapa belum juga menemukan jalan yang mudah untuk dilalui. Padahal sudah lama sekali dirinya berjalan. Atau dirinya hanya berputar putar . Hingga membuatnya tidak fokus.


Kakinya terpeleset, Aubery terkejut dan segera meraih apapun untuk pegangan. Akhirnya ia mendapatkan sesuatu yang sepertinya akar pohon untuk berpegangan.


Bibirnya terus menyebut nama Tuhan. Papa dan Samy bergantian. Aubery adalah satu satunya yang Anthony miliki . Meskipun selama ini dirinya sering bersikap kasar pada papanya, namun Aubery mencintainya. Dirinya masih belum membuatnya bangga .


"Tuhan tolong aku" tangannya sudah tak kuat menahan beban berat badannya. Kakinya mencari sesuatu untuk berpijak . Namun sepertinya hanya ruang kosong dan gelap di bawah sana.


Akankah dia bernasib sama dengan mobilnya. Kini tinggal enam jarinya yang masih bertahan di akar pohon. Dan sepertinya sebentar lagi sudah tak mampu menahan lebih lama lagi. Aubery memejamkan mata, berharap sebuah keajaiban datang padanya.


Dan akhirnya enam jari itu benar benar kehilangan tenaga. Tubuhnya terlepas dan meluncur kebawah sana.


"Samy!!"


Aubery tersadar dari mimpinya. Dia bangun dengan peluh membasahi kening. Ketakutan yang amat sangat terlihat diwajahnya. Samy yang kebetulan tengah berada disampingnya. Langsung memegang pundak Aubery.


"Nona tenanglah, aku disini" ucap Samy mencoba menenangkan nonanya. Aubery segera meraih tubuh Samy dan memeluknya erat.


"Sam, sangat gelap dibawah sana, hou keng a!" Aubery memejamkan mata ketika mengingat dirinya kemarin berada diambang kematian.


Untunglah sekarang dirinya baik baik saja. Samy sudah menemukannya.


Dibawah sana ??, bukankah Shendi menemukan nonanya dipinggir jalan raya. _Samy.


Samy heran. Namun disingkirkan rasa heran itu. Ia lebih bahagia karena nonanya telah siuman setelah 20 jam pingsan.


"Non,tidak apa apa luka anda sudah diperban tidak perlu dijahit . Nanti pelan pelan bekas lukanya akan menghilang ." ucap Samy sambil mengelap kening Aubery dengan tisu.


Aubery bernafas lega. Samy menambah satu bantal untuk Aubery. Agar nonanya sedikit bersandar.


"Oh ya Sam, bagaimana caramu menemukanku?" Tanya Aubery sambil memeriksa tubuhnya. Ia merasa aneh, jelas jelas kemarin dirinya beberapa kali tergores ranting pohon dan telapak tangannya terluka karena bertahan di akar pohon. Tapi tangannya baik baik saja. Dan tubuhnya hanya ada bekas bekas luka yang mulai memudar. Tidak mungkin kan lukanya sembuh dalam semalam??. Mungkinkah ini benar benar sebuah keajaiban.


"shendi yang menemukan anda Non, bukan saya."


Shendi ?


"Saya senang anda sudah sadar. Saya akan memanggil dokter." ucap Samy, Aubery mengangguk.


"Tunggu !! , berapa lama aku pingsan??" seru Aubery menghentikan langkah Samy.


Samy berbalik dan menatap nona mudanya, "20 jam Non."


Aubery menghela nafas panjang. Ternyata cukup lama dirinya pingsan. Memikirkan kejadian kemarin sungguh sangat mengerikan. Bagaimana nasib mobil kesayangannya. Tatapannya kosong kearah luar jendela.

__ADS_1


Melihat Aubery yang sepertinya tidak bertanya lagi. Samy kembali melanjutkan langkahnya. Mencari dokter untuk memeriksa


keadaan Aubery.


Beberapa saat kemudian Samy kembali bersama dokter. Dan kebetulan Anthony juga baru datang. Aubery berbinar melihat Anthony datang.


"Papa ! kenapa papa disini, bukankah kemarin bilang mau ke Jepang!" tangannya menggapai, ingin memegang tangan Anthony segera. Anthony tersenyum melihat sambutan putrinya. Ia mempercepat langkahnya dan langsung memeluk putrinya.


Entah perasaan yang bagaimana. Kemarin Aubery telah melalui situasi yang sangat buruk. Tiba tiba dirinya sangat merindukan papanya. Dan kini Papanya langsung pulang mungkin setelah mendengar kecelakaannya kemarin.


Hei, bukankah Au hilang ingatan? aku belum bertemu dengannya sejak dia ditemukan. tapi sekarang dia mengenaliku.


Pergi ke jepang adalah jadwal dua minggu lalu yang terpaksa aku batalkan.


mungkinkah ...


Anthony melepas pelukannya dan menatap wajah putrinya lekat lekat.


"Sayang , kau masih ingat Papa?" tanya Anthony. Samy dan dokter baru menyadari. Anthony memang belum bertemu Aubery sejak kemarin. Jika Aubery hilang ingatan. Seharusnya dia tidak mengenali papanya.


"Papa, bagaimana mungkin aku tidak ingat Papa. Apa papa sengaja membatalkan rencana setelah Samy memberimu kabar aku kecelakaan??" Ucap Aubery dengan sedikit ekspresi.


Anthony seakan tak percaya. Ia mengangguk asal. Bahagia bercampur haru menjadi satu. "Sayang, kamu baru sadar biar dokter memeriksa ."


Aubery kecewa. Ia masih merindukan papanya. Namun ia hanya bisa menurut. Anthony mundur dan memberi ruang pada dokter. Anthony dan Samy berdiri tegang menunggu dokter selesai memeriksa.


.


.


.


.


.


.Bersambung😱


.


.


.


Kao ngo:/Tolong aku


Hou keng:/ Sangat takut


👋Sampai jumpa.

__ADS_1


👍Jangan lupa Like like like like.


🙏Terima kasih dan sayang semuanya❤️❤️❤️❤️😘❤️❤️❤️❤️


__ADS_2