
Shendi seperti mati gaya ketika berhadapan dengan Anthony. Sikapnya yang biasanya santai mendadak seperti mati kutu.
Ingin lari sejauh mungkin dari ruangan itu. Tapi, sepatu pun Shendi tidak ada. Haruskah lari hanya dengan sandal teplek dari rumah sakit.
Sial banget sih ! 😭
Dan Anthony justru yang terlihat jauh lebih santai. Berdiri dengan tetap menyembunyikan tangannya di saku celana.
Mengamati pemuda yang tengah duduk bersandar dengan wajah salah tingkahnya. Anthony tahu Shendi sedang kawatir dirinya akan menghukum atau meminta ganti rugi apapun itu. Karena telah mengerjai putri semata wayangnya.
Namun tidak demikian. Sejak tahu bahwa selama ini putrinya tidak bahagia karena segala aturannya. Membatasi pergaulannya , bahkan teman pun Anthony sering komplain.
Jangan sembarang berteman dengan A , dia punya kebiasaan yang buruk. Jangan berteman dengan B , orang tuanya seorang korupsi.
Dan segala macam aturan jangan ini dan jangan itu. Secara tidak langsung dirinyalah yang telah membuat Aubery menjadi gadis bertemperamen buruk. Angkuh, sombong dan selalu merasa benar.
Seringnya Aubery menyendiri dan menenangkan diri didanau SS membuktikan , dirinya tertekan dan tidak bahagia. Bahkan apa yang sudah dimiliki Aubery dan warisan yang kelak Aubery terima. Tak dapat membuat gadis itu tersenyum.
Putrinya telah banyak membuat orang tersinggung. Dan tak sedikit yang menaruh dendam . Termasuk pemuda dihadapannya.
Dan seseorang yang memotong selang rem mobil putrinya. Seseorang yang masih dalam tanda tanya. Karena orang dalam rekaman dashcam mobil itu juga masih berstatus buron. Dan Anthony yakin dia hanyalah orang bayaran.
Anthony harus bersyukur karena Shendi telah membawa Aubery ke rumahnya. Menampungnya. Walau menurut laporan , Shendi memperlakukan putrinya setengah pembantu. Tapi justru itu yang telah membuat Aubery yang seorang penderita kungjie Peng berubah.
Aubery baik baik saja dan dia terlihat lebih gemuk dan senyum bahagia yang sangat langka . Bukankah itu yang paling membahagiakan bagi dirinya. Bahkan ketika melihat foto Aubery yang dikirimkan oleh Samy. segera ia melaksanakan nazarnya. Kini maskapai penerbangan itu telah sah menjadi milik Tsang Group.
"Ehem ... " Shendi berusaha mencairkan suasana. Sampai kapan dirinya harus ditatap seperti ini.
Ok Shendi jadilah dirimu sendiri dan Hadapi segala sesuatu dengan rileks. Apapun yang akan kamu terima adalah balasan dari kejahilanmu.
"Paman , saya minta maaf atas semua yang telah saya lakukan terhadap putri Anda. Saya siap menerima hukuman. Bahkan dipenjara pun saya bersedia" Shendi mulai membuka percakapan.
Anthony terkekeh mendengar ucapan Shendi. "kenapa , apa kamu menyerah kepada Au?"
"Jadi keberanianmu cuma sampai disini , Kamu takut jika kemungkinan Aubery akan membencimu setelah ingatannya kembali?, jadi kamu memilih menyerah sekarang..." Anthony memainkan vas bunga yang ada di meja.
" Kamu tidak seperti yang aku dengar dari mulut Samy!" pungkas Anthony.
Shendi terdiam , mencoba mencerna ucapan Anthony. Memang apa yang sudah Samy katakan pada Anthony tentangnya. Sesungguhnya Shendi sendiri belum menyadari bagaimana perasaan yang sebenarnya terhadap Tiara. Perasaan bersalah yang lebih mendominasi relung hatinya.
Benarkah apa kata Tiara , bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada gadis sombong itu.
Cinta ??
apakah itu cinta??
Haha, mustahil ...
Shendi tertawa singkat.
"Jangan cepat memutuskan sesuatu yang mungkin akan kamu sesali dikemudian hari" Anthony menatap Shendi tajam.
"Aku tidak akan memaafkanmu jika ... , Aubery membencimu setelah ingatannya kembali"
"Bersiaplah hal terburuk akan kamu terima saat itu juga" ancam Anthony.
Apa maksud Anthony. Mungkinkah tuan besar ini hanya mengulur hukuman untuk dirinya. Tidak mungkin setelah ingatan Aubery kembali. Gadis itu tidak membencinya.
__ADS_1
Tiara kembali menjadi Aubery, nona besar yang sombong dan angkuh, itu pasti.
***
.
.
.
.
.
tok! tok!
Pintu diketuk. Samy masuk sambil mendorong empat orang penjaga yang ditugaskan menjaga Aubery.
Shendi heran kenapa wajah empat penjaga itu babak belur. Terlebih Anthony.
"Apa apaan ini Sam!!" menatap tajam pada Samy. "kenapa kamu menghajar mereka!!"
"Mereka tidak becus bekerja Tuan , menjaga Nona saja tidak mampu. Jadi saya memberi pelajaran kepada mereka" sesaat menatap keempat penjaga.
"Apa yang terjadi!!" seru Anthony bahkan terdengar sampai diluar ruangan.
"Nona menghilang lagi ..."
Anthony dan Shendi terkejut. Baru satu jam yang lalu Aubery keluar kamar. Shendi tidak menghawatirkan karena ada empat penjaganya diluar.
"Ditemukan baju perawat di atap gedung rumah sakit dan botol minum yang sudah dicampur obat bius"
" Cari mereka disetiap sudut rumah sakit ini. jangan lewatkan bahkan lubang tikus sekalipun!!" Anthony sangat murka. Keempat penjaga langsung melaksanakan perintah tanpa mengulur waktu lagi.
Anthony bergegas keluar menemui dua asistennya memberi perintah. Bagaimana bisa kecolongan. Aubery baru saja ditemukan. Dan dirinya saja belum sempat memeluk putrinya.
"Semuanya tidak berguna!!" gerutu Anthony.
Shendi mencoba bangkit dari ranjang. Ketika Samy menghampirinya dengan pandangan penuh kemarahan.
"Kenapa anda melakukan ini pada nona. Tidak cukupkah hukuman yang anda berikan Tuan Muda Wiradana ??. Anda sudah membuat Nona jatuh cinta pada anda namun sekarang anda malah mencampakkan nona"
Samy menerima laporan dari salah satu penjaga Aubery . Bahwa Aubery pergi ke atap rumah sakit untuk menumpahkan kekesalan disana. Namun tiba tiba seseorang memukul kepala penjaganya dari belakang hingga pingsan.
Mulut Shendi terbungkam ketika Samy menyebutnya dengan sebutan Tuan Muda Wiradana. Sejak kapan Samy tahu jati dirinya. Apakah Anthony juga sudah tahu?
"Entah rumor apa yang sudah anda dengar diluar sana. Tapi saya beri tahu. Sekalipun nona belum pernah berpacaran . Apalagi memiliki banyak kekasih diluar sana"
"Jika sesuatu terjadi pada nona. Saya yakin diseluruh sisa hidup anda akan penuh dengan penyesalan. Bahkan lebih menderita dari pada mati" Ucapnya dengan pandangan masih penuh amarah.
Samy meninggalkan ruangan. Tinggal Shendi yang terduduk kembali setelah mendengar ucapan Samy baru saja.
Satu jam yang lalu setelah dirinya menolak Tiara. gadis itu pergi dengan emosi. Kata katanya yang menyamakan Tiara dengan kambing, pasti yang membuat gadis itu marah.
"Ahhh... sialan ... !" Shendi bergumam lirih menyesali sikapnya tadi.
Hampir satu jam sejak kepergian Samy. Shendi belum mendapat kabar apapun.
__ADS_1
Aku tidak boleh tinggal diam...
"Apa ada orang diluar ?!" teriak Shendi sambil meraih jaketnya. Seseorang masuk setelah mendengar teriakan Shendi.
"Berikan sepatumu!!" ucap Shendi. Penjaga itu malah bengong tidak tahu dengan maksud Shendi.
"Cepatlah... " Shendi tidak sabar. Sambil mengenakan jaketnya setengah meringis menahan nyeri bekas operasinya.
"Tapi anda mau kemana mas. diluar ada wartawan . dan anda masih sakit!" penjaga itu kawatir setelah menyadari Shendi yang bersiap siap akan pergi. Dengan baju setelan khas rumah sakit. dibalut jaket levis. Dan sepatu kets hasil merampas miliknya.
"Carikan aku masker mulut" Shendi tidak mempedulikan ucapan penjaganya. Sambil merapikan rambutnya. "Sudah tidak perlu, aku cari sendiri. kamu cukup mengalihkan perhatian wartawan" ralatnya.
"Anda nekat ingin mencari Aubery?? anda masih sakit mas. Pak Arif pasti akan memecat saya jika tahu anda keluar kamar" penjaga itu setengah panik.
"Kalau kamu dipecat, kamu cari aku!!"
"Sudah sana cepat alihkan perhatian mereka!!" Shendi tidak sabar. Penjaga itu berjalan ragu menuju pintu .
"Aku keluar lima menit lagi, bereskan mereka" Shendi menambahkan.
***
Shendi meminta masker kepada suster dengan alasan dirinya tidak suka bau obat. Setelah itu ia mencari ke setiap sudut rumah sakit sambil menahan nyeri bekas operasi. Bahkan gudang sampai kamar mayat pun tidak ketinggalan Shendi periksa. Tapi sedikitpun tidak ada jejak Tiara .
Tidak bisa kalau terus begini. hampir satu jam memutari rumah sakit ini.
Shendi beristirahat sambil mengatur nafasnya.
Semua fokus mencari di area rumah sakit. aku harus keluar mencarinya...
Shendi bergegas menuju keluar gedung rumah sakit. Ia tak peduli meskipun hanya memakai setelan biru berlogo Mother and Child Hospital. Toh tertutup jaket jeansnya.
Benar kata penjaganya. Beberapa awak media tampak siap siaga dengan kamera dipintu masuk rumah sakit. Untung mereka tidak ada yang mengenalinya ditambah dirinya mengenakan masker.
Shendi menyusuri sepanjang jalan disekitar rumah sakit. berharap menemukan petunjuk walau sedikit saja.
.
.
.
.
.
.Bersambung 📣📣
.
.
.kungjie peng:/ penyakit tuan putri.
Ditunggu lanjutannya besok lusa ya🤗🤗
Terima kasih🙏
__ADS_1
Dan sayang semuanya😘😘❤️❤️