
"Sial!!" Shendi mengumpat. Hpnya mati kehabisan baterai. Fathan yang mengetahui Shendi masih memakai hp Nokia N70 jadi ikutan geram.
"Hp kamu tuh waktunya ganti. Makanya gampang lowbat !!" Dirogohnya hp androidnya yang ada disaku celana.
"Hubungi pake hpku !!" ucapnya sambil celingukan mengintip ke dalam ruangan.
"Permisi, apa yang kalian lakukan disini??" datang seorang pelayan menghampiri. Dibelakang sana seseorang yang tadi berpapasan dengan Shendi. Tersenyum dengan congkaknya.
"Maaf, ini bukan tempat untuk bermain. Silahkan keluar dari sini..."
"Bermain??ha ha ha !!" Fathan tertawa.
"Kami ada undangan kesini. Tolong tunjukkan dimana ruangan anak walikota berada. Kami adalah tamunya"
"Maaf tapi dilarang membocorkan tamu yang datang kesini."
"Tunggu ya saya telfon orangnya kalau tidak percaya " Fathan segera melakukan panggilan dengan hpnya. Namun seorang gadis tinggi semampai menghampiri mereka yang berdiri di koridor.
"Halo , maaf dia adalah tamu kami"
Shendi menatap gadis yang terlihat sangat modis ini. Mengingat ingat siapakah gadis ini.
"Riki menyuruhku menjemput kalian. Lama tak jumpa" gadis itu mengulurkan tangan. Pandangan matanya saat menatap Shendi sulit untuk dijelaskan. Entahlah...
"Halo , aku Fathan masih ingat aku kan!" Fathan menyerobot menyalami gadis itu lalu menyenggol Shendi.
Tangan gadis itu menutup mulutnya ketika tertawa. "Tentu saja ingat. Fathan yang paling rese sekelas." Fathan hanya terkekeh.
"Lalu si ... siapa kamu??" Fathan balik bertanya. Shendi tak percaya sikap SKSD Fathan barusan. Ternyata malah tidak ingat siapa yang disalaminya.
"Kamu , juga tidak ingat aku ??" tanya gadis itu kepada Shendi. Senyumnya hilang ketika mata mereka bertemu. Shendi merasa tidak enak karena dia benar benar lupa teman temannya. Terutama cewek.
"Alun ya ? ahh ... Bianca" Shendi ragu ragu.
"Sepertinya salah , Leandra ya!!" telunjuk Shendi menunjuk gadis itu.
Gadis itu mulai sebal. Bagaimana mungkin Shendi bisa mudah melupakannya. Waktu itu julukan sebagai gadis populer luntur ketika Shendi menolaknya mentah mentah. Dan sekarang malah cowok sialan ini melupakannya. Bahkan menyebut nama gadis gadis yang waktu itu juga ngebet naksir Shendi.
"Cukup Ger !!"
Gadis itu menatap marah lalu berbalik meninggalkan Shendi dan Fathan. Ah, cewek memang sensitif. Shendi hanya menggeleng lalu mengikuti dari belakang.
Ketika pintu terbuka. Fathan dan Shendi berdiri kaku menatap isi ruangan itu. Ruangan yang luas dan super mewah. Meja bundar dengan sepuluh kursi kurang lebih. Namun bukan itu yang membuat Shendi dan Fathan terpaku. Tapi mereka yang duduk disana.
8 kursi sudah terisi. Menyisakan 2 kursi untuknya dan Fathan. Dan siapa mereka yang sudah duduk disana.
Ini sih bukan reuni... Mereka semua gengnya Riki.
Riki mempersilahkan duduk . Dan memperkenalkan kembali teman temannya. Sukurlah, Shendi sudah lupa lupa ingat. Ketika mereka masih jadi anak ingusan. Dan kini dandanan mereka semua bak eksekutif muda. Berjas dan berdasi. Dua gadis yang salah satunya menyambut tadi. Walaupun modis. Tapi Shendi malah merasa dandanan mereka seperti simpanan.
ups , ga boleh su,udzon.
"Ok, karena semua udah kumpul. waktunya aku bagi oleh oleh dari Belanda." Ucap si A sambil mengeluarkan 9 kotak persegi panjang. Lalu membagi satu satu.
"Ini anggur bagus di sana. Kalau disini sih harganya sudah 5 jutaan. Ucap A percaya diri.
"Ger, Pajang diruang tamu ya. Aku yakin kamu sayang untuk meminumnya" Si A terkekeh diikuti tawa yang lainnya. Shendi hanya membalasnya dengan senyuman.
" Maaf, tapi ruang tamuku terlalu sempit untuk menyimpan anggur mahal. Jadi ... " Shendi membuka botol anggur itu. Lalu menuang ke tiap gelas sampai botol itu kosong.
"Aku tidak bawa apa apa , jadi aku bersulang untuk reuni ini. Untuk semuanya" Seru Shendi diakhir kalimat sambil mengangkat gelasnya.
Mereka ragu ragu mengangkat gelas mereka.
cheers... !
Suara gelas bertemu. Lalu mereka meneguk gelas mereka masing masing.
Si B bangit dari duduknya.
__ADS_1
"Perkenalkan, aku Bima direktur utama dealer mobil BMW. Kalau mau cari BMW langsung cari aku aja . Diskon 15%" lalu membagi kartu nama ke tiap kursi. Si B berhenti ketika dikursi Fathan yang berdekatan dengan Shendi.
"Kalian mungkin gak ya beli BMW?? kalau nggak. Sayang kartu namaku " ucap B menyepelekan. Fathan geram dengan ucapan si B. Shendi menenangkan Fathan yang ingin membalas.
Mereka semua tertawa. Kecuali gadis yang tadi menyambut di koridor.
" Kalian apa apaan sih ??"
"Tenang Mel , buat becanda aja. Gak serius kok !" Riki menengahi.
Mel?? Mela kah ?
Shendi ingat sebuah kejadian. Ketika Riki tengah bersitegang dengan seorang gadis. Dan berakhir ketika gadis itu malah menghampirinya.
Aku Mela !! , lebih memilihmu menjadi pacarku daripada dengan Riki.
Gadis itu mendekat hendak menciumnya. Namun Shendi buru buru mendorong gadis itu. Gila ya, kenal aja enggak tiba tiba datang mau jadi pacar dan menciumnya.
"Yaudah deh , yang mau bagi bagi kado entar aja sekarang kita nikmati hidangannya dulu!!" Riki memutar meja.
"Ini adalah tiram king coffin bay. Harganya 100 dollar Amerika Serikat atau Rp 1,5 juta-an per potong. Dengan harga segitu, membuat kalian merasa menjadi seorang sultan." Fathan berdecak kagum.
"Ger ??! bisa kamu ajari teman teman cara menyantapnya ??" Riki menatap Shendi.
Shendi sudah mual ingin muntah. Tiram jenis ini secara tradisional disajikan mentah dengan irisan lemon. Seberapa mahal sebuah hidangan , tetap saja Shendi tidak suka sesuatu yang mentah.
"Jangan paksa Gery, mungkin memang ini pertama kali melihat hidangan ini." si C menimpali. Lalu memimpin teman temanya memulai menyantap hidangan. Membayangkan makluk itu melewati tenggorokan. Benar benar membuat Shendi ingin muntah. Dan Fathan penasaran bagaimana rasa tiram seharga USD 100 .
Lebih baik memejamkan mata gak lihat...
"Ok, hidangan selanjutnya ,hidangan yang tampaknya sederhana, tapi tau nggak porsi sedang ini harganya 2 juta , menu istimewa ini berisi campuran enam telur, daging lobster, dan 10 ons kaviar Sevruga, menu ini dinamai The Zillion Dollar Lobster Frittata". Semua tersenyum sinis menatap Shendi dan Fathan. Pasti ini baru pertama kali dengar menu menu kaya gini.
Begitu rendah mereka menatap Fathan dan Shendi. Fathan penasaran gimana rasanya makanan seharga 2 juta. Sadarlah kamu sedang ditertawakan kawan.
"Next... " Riki terus mrmperkenalkan semua hidangan diatas meja. Rata rata harganya diatas satu juta. Bagaimana bisa mereka sangat antusias. Sedangkan dirinya mendengarnya saja pusing. Kepiting Australia , Tuna sirip biru.
Sampailah hidangan penutup. Riki memperkenalkan nama hidangan itu.
Shendi tertawa dalam hati.
Harus ya menyebut nominal sesuatu yang akan dimakan. Bikin seret ...
Apa dia tidak faham ungkapan orang China.
Makan , jangan bilang harga
"Wow!" Fathan tidak henti hentinya berdecak kagum. Harga pie yang hanya sebesar tempat sambal itu cukup untuk belanja emaknya satu minggu.
"Ger , sepertinya hanya kamu yang tidak terlalu berselera dengan hidangan malam ini??" tanya si D.
"Kamu, tidak perlu khawatir membayar tagihannya kok"
" Jangan pedulikan aku, lidahku terlanjur terbiasa dengan masakan jawa" jawab Shendi santai. Mereka melanjutkan mengobrol tentang kehidupan mereka masing masing. Tentang kesuksesan mereka, pencapaian mereka, dan jabatan mereka.
"Oh ya Fathan sekarang adalah penyiar radio yang cukup terkenal dikota A. Bagaimana denganmu Ger ??" si E penasaran. Semua yang ada disitu terdiam menunggu jawaban Shendi.
"Aku... " Shendi berfikir.
"Ah, kalau malu gak perlu mengatakannya Ger, kita mengerti kok.." Riki menyelah.
"Kalau kamu udah gak kerja di lantai 42 itu. Datang padaku ya. Aku bisa merekomendasikan kamu di kantor walikota"
Sebagian dari mereka tertawa sinis. Shendi tahu dari sikap mereka. Pasti sudah tahu profesinya dari mulut Riki. Dan Fathan menatap penasaran sahabat lamanya ini. 7 tahun berlalu tidak mendengar kabar apapun tentang Gerald atau Gery. Udah seperti apa dan jadi apa.
"Haha... " Shendi tertawa singkat. Sengaja kan membuka kedoknya sebagai cleaning service didepan Mela dan teman temannya. Shendi lalu bersandar di kursi dan menopang kaki kirinya pada kaki kanan.
Jadi inilah pertunjukan yang disiapkan Riki. Shendi melipat tangannya didepan. Ia sangat terharu . Riki membuat jamuan makan senilai puluhan juta rupiah hanya untuk mempermalukan dirinya dihadapan Mela dan teman temannya.
Seorang pelayan mengetuk pintu sebelum masuk room.
__ADS_1
"Maaf ,apakah pemilik Jeep Wrangler warna putih ada disini ??"
"Itu , bukannya punya Gery ?" gumam Riki lirih.
"Oh!!" Shendi berdiri .
" Apa yang terjadi ??"
"Ada tamu yang mencari anda" pelayan itu mempersilahkan dua orang tamu masuk ke room. Shendi menelan ludah setelah mengenali siapa mereka.
Riki dan lainnya penasaran apa yang terjadi. Dua orang berpakaian formal yang datang mencari Gery si cleaning service.
"Maaf mas, kami tidak bisa menghubungi anda. Jadi terpaksa mencari anda kesini. Ada hal penting yang telah terjadi... " Salah satu mendekat membisikkan sesuatu ke telinga Shendi.
Anda ??
Riki dan lainnya saling pandang . Panggilan itu , sepertinya mereka sangat menghormati Shendi.
"Tunggu sebentar ya, aku keluar sebentar ... "
Shendi keluar room diikuti dua tamunya. Namun, setelah beberapa lama Shendi tak kunjung kembali. Mereka yang tersisa bertanya tanya kemana perginya.
"Kurasa ,Gery ketakutan kalau benar benar harus patungan bayar tagihan jamuan ini" ucap Riki diikuti tawa yang lain.
"Bisa bisa tabungan selama satu tahun hilang tak bersisa."
"Baiklah kita lihat habis berapa. Ingat ya sesuai perjanjian . Kita patungan kecuali Fathan dan gadis gadis !!" Riki mengerling kearah Fathan , Mela dan satu lagi teman perempuannya.
Fathan baru sadar bahwa acara hari ini cuma siasat untuk mempermalukan Shendi.
Cih, rendahan sekali mereka. Yang ternyata hasil patungan. _Fathan.
"Ch... " Mela dan Fathan sangat muak dengan sikap Riki dan lainnya. Riki kemudian memanggil pelayan untuk meminta tagihan.
" Untuk ballroom kelas bisnis 3 juta dan untuk semua hidangan yang telah dipesan 36 juta . jadi total semua 39 juta" pelayan menjelaskan.
"Wahhh... " Mereka melempar kain penutup dada ke meja setelah mendengar total tagihan. 39 dibagi 6 . Bagaimana hidangan yang rasanya kemana mana bisa mencapai 6,5 juta. Mereka gemas menatap Riki.
"Hei kita sudah sepakat!!" Riki angkat tangan.
"Tapi kami gak menyangka makanan yang kamu pesan harganya sungguh sungguh segitu. Itu seharga angsuran mobilku" si F protes. Dan yang lainnya ikut protes. Suara ribut dari mereka karena keberatan.
Pelayan itu kebingungan. Apa yang mereka ributkan.
"Maaf permisi ... , tapi semua sudah lunas"
?????????
.
.
.
.
.Bersambung💰
.
.
🙏Trims yang masih setia di sini.
🙏Trims udah ninggalin **Like.
❤️Jadi tambah semangat ❤️
😘**jangan kasih kendor. Semangatttttt
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️