Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Cemburu #2


__ADS_3

Shendi setengah berlari kembali menuju mobilnya. Membuka pintu lalu duduk di kemudi. Melirik wajah Tiara yang cemberut kesal.


Ngambek nih ! Shendi.


Pelan Shendi menutup pintu mobil. Hendak menyalakan mesin namun Tiara masih belum memakai seat belt . Wajah itu semakin terlihat jutek saja.


Apa salahku coba , Mbak Sari yang kecentilan aku yang disalahkan.


Shendi mendekatkan dirinya pada Tiara bermaksud membantu memakaikan sabuk pengaman. Namun reaksi Tiara justru diluar dugaan.


M**au apa kau..!? Tiara dengan tatapan galak.


Menampik tangan Shendi yang meraih seat belt. Lalu mendorong Shendi dengan kasar hingga tubuh itu mundur ke belakang. Tiara menatapnya dengan sorot mata tajam. Shendi terkejut namun hanya diam tak mengerti dengan reaksi Tiara yang menurutnya berlebihan.


Belum hilang rasa terkejutnya, Tiara kembali menarik Shendi mendekat dengan cara mencengkeram kerah bajunya.


Cup!


Tiara menangkap bibir Shendi dengan bibir mungilnya. Ciuman secara tiba tiba kembali terjadi disiang hari ini. Shendi hanya mematung menatap mata indah Tiara yang terpejam, berjarak hanya beberapa sentimeter. Debaran jantungnya mulai tak menentu. Bibir mereka erat menyatu.


Satu detik,


Tujuh detik berlalu,


Sepuluh detik berlalu.


Batas waktu menahan nafas. Tiara mendorong kembali tubuh Shendi kebelakang dengan kasar. Shendi diam.


Ini gadis kesambet apa yak...


Tiara kembali duduk manis ditempatnya. Memandang sekilas wajah Shendi yang penuh tanda tanya.


"Itu namanya sterilisasi. beraninya cium gadis lain didepanku" gumam Tiara lirih hampir tak terdengar. Salah tingkah.


Jadi... ,


*Astagaaa... ,


Gadis ini benar benar* ...


Shendi tak habis pikir ternyata sikap Tiara yang cemberut dan main tarik dorong tarik ternyata hanya cemburu padanya. Dan salah sangka, dikira tadi dirinya telah mencium mbak Sari.


Shendi benar benar gemas dengan sikap Tiara yang membuat ia tak peduli lagi dengan apapun. Siapa Tiara siapa dirinya. Kini ganti Shendi menarik Tiara mendekat kepadanya. Tangannya meraih kepala Tiara. menyusup diantara Rambut bagian belakang kepala . Gantian menangkap bibir Tiara dengan bibirnya. menekan bibir Tiara dengan gemas, seakan hendak ******* habis bibir mungil itu.


"Emmmmp... , emmmp !!"


Tiara sampai kewalahan , Shendi terus menekan dan ******* habis bibirnya sampai kepalanya terpojok diantara celah kursi. Meraih apapun yang bisa digapai. Namun Shendi tiada ampun , mencegah tangan Tiara mendapat sesuatu untuk berpegangan.


Dikejauhan Sari melihat pemandangan itu. Kecewa luar biasa dia rasakan. Shendi adalah Laki laki pujaannya. Ia sudah lama menyukai Shendi dan menunjukkan dengan terang terangan. Namun sikap Shendi selalu acuh bahkan terkesan menolak.


Sari masuk kembali ke tokonya . Tidak ingin lagi melihat mobil yang sedang bergoyang.


_________________________________________


10:05


Gerbang depan kampus Sejahtera di kota B. Dua insan berdiri menatap megahnya gapura pintu masuk. Diatas terpampang almamater kampus dengan huruf besar.


Shendi tak menyangka bahwa tempat yang ingin dikunjungi Tiara adalah tempat untuk para mahasiswa menuntut ilmu.


Shendi memang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia hanya menyelesaikan pendidikannya sampai SMA. Andai saja kecelakaan itu tidak merenggut kedua orang tuanya. Mungkin sekarang dia sudah Sarjana. Tenang bekerja di kantor tanpa harus kucing kucingan kayak sekarang.


Namun sayang , kurang beberapa bulan sebelum ia tamat SMA. Kecelakaan itu terjadi.


Kemudian sebuah fakta yang membuat Shendi merasa terpukul . Bahwa orang tuanya meninggal karena dirinya.


Andai dia tidak menekuni hobinya. Andai dia mendengarkan kata kata mereka.


Ahhh... andai saja.

__ADS_1


Tiara memandang takjub. Rasanya seperti baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat seperti ini . Banyak mahasiswa lalu lalang dengan segala problemnya.Bersenda gurau dengan teman temannya.


Tiara semakin menarik Shendi masuk ke dalam halaman kampus. Lalu melewati ruangan ruangan dimana para mahasiswa sedang serius dengan mata kuliahnya. Tiara cukup lama memperhatikan kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung.


Walaupun Shendi belum pernah kuliah. Tapi setidaknya pemandangan ini biasa saja. seperti sekolah pada umumnya , cuma siswanya bebas berpakaian asalkan sopan. Namun Tiara, bahkan Shendi sampai terheran heran.


Tiara berkali kali berdecak kagum melihat tiap sudut pemandangan kampus. Ber 'hai' ria dengan mahasiswa atau mahasiswi yang tidak dikenalnya.


Untung mereka tidak curiga pada Shendi dan Tiara. Karena mereka masih terlihat seumuran. Mungkin disangkanya mereka berdua juga belajar kampus ini.


"Sudah melihatnya, ayo." Shendi menarik tangan Tiara. menggenggam erat jemari Tiara menjauh dari pintu aula. Tiara kecewa berat, ia masih ingin berlama lama , bahkan ia ingin ikut duduk bersama mahasiswa didalam sana. Ia merajuk , memohon kepada suaminya.


"Tidak boleh!" jawab Shendi halus namun tegas.


Tiara terus merajuk sepanjang kaki Shendi melangkah. membuat Shendi tidak sabar.


"Kamu ini , boleh hilang ingatan tapi bisa tidak jangan terlalu kampungan. Pemandangan seperti itu apa menariknya, apa kamu tidak pernah sekolah."


Tiara cemberut. Diam.


Eh , gak mungkin kan?...


nona besar sepertimu pasti kuliahnya di Oxford atau Harvard atau Tsinghua atau dimanalah pokoknya Universitas terbaik dunia.


"Haahh... , ok... , ok... , sepuluh menit ya?" Shendi tidak tega. Biarlah untuk menyenangkan Tiara. Toh Tiara tidak minta ke Dufan atau Disneyland.


Tanpa sadar sejak memasuki halaman kampus banyak mata memandang kearah mereka. Bukan karena curiga mereka bukan mahasiswa dikampus ini. melainkan karena mereka begitu serasi. Cowoknya tinggi dengan kulit sawo matang. wajahnya terlihat manis dan lumayan sedap dipandang.


Tangan sicowok tak lepas menggenggam jemari sicewek , kadang kadang tangannya merangkul sicewek yang tingginya rata rata cewek Asia, wajah campuran Chinese Tiara juga cukup menyita perhatian.


Shendi dan Tiara terlihat mesra dimata orang yang memandang. Walaupun mereka sangat natural dan tidak peduli sekitar. Namun tetap bikin para jomblo gigit jari. Bahkan pasangan yang berpapasan sampai menoleh karena kalah mesra.


Sesekali Tiara sadar jika ada mahasiswi memperhatikan suaminya. Ia dengan cepat menghalangi pandangan itu.


Dia milikku !


Tiara yang polos.


Jam sudah menunjuk angka dua belas . Hampir dua jam mereka didalam kampus.


"Sayang, kita kesana" Tiara menunjuk ke lapangan basket. Dimana beberapa mahasiswa sedang bermain.


"Kamu kesana dulu ya, aku beli minuman."


Tiara mengangguk. Ia tersenyum melepas kepergian Shendi lalu berjalan menuju lapangan. Mencari tempat duduk yang kosong. Banyak mahasiswi yang juga menonton. Bersorak memberi semangat jagoannya. Tiara pun ikutan memberi semangat dan bersorak.


Shendi kembali membawa dua kaleng coca cola ditangannya. Tiba tiba mendengar perbincangan beberapa mahasiswa sedang membicarakan seseorang.


Shendi menghentikan langkah lalu mencuri dengar.


"Anak jurusan mana sih, kayaknya baru lihat,"


mahasiswa A.


"Mana" mahasiswa B.


"Itu yang wajahnya chinese. mirip mirip Aubery," mahasiswa A.


"Oohh.. itu, cantik banget apalagi pas ketawa."


mahasiswa C.


"Ia manis banget,!" mahasiswa B.


Shendi mengikuti arah pandangan mereka. yang ternyata tertuju kepada Tiara. Tiara memang terlihat berbeda. Kulitnya bersih putih dengan wajah campuran chinese. Rambutnya coklat bergelombang sebahu. Shendi memperhatikan sekitar. Ia baru sadar banyak mata cowok memperhatikan Tiara yang tertawa gembira. Bahkan tidak sedikit mata cewek yang memandang dengan sinis.


Shendi merasa kesal . Dibukanya dengan kasar kaleng Coca colanya. Lalu meminumnya. Setelah habis dia menghampiri Tiara yang masih tertawa senang.


"Apa yang kamu tertawakan !?" tanya Shendi ketus. Tiara berhenti bertepuk tangan, memandang kepada Shendi yang tiba tiba bersikap aneh.

__ADS_1


"Apa tertawaku mengganggumu??" Tiara balik bertanya.


"Sangat menggangguku !" jawab Shendi masih dengan nada ketus.


Melempar satu kaleng coca cola. Tiara menangkap. Shendi melepaskan kemeja kotak kotaknya dan melemparkan lagi kepada Tiara ,menyisakan kaos putih menutupi badan.


Tiara menangkap kemeja Shendi , masih belum mengerti apa mau Shendi. Shendi memberi kode , dua jari mengarah ke Tiara lalu memutar ke dirinya sendiri.


Lihatlah kesini... !


Shendi menghampiri para mahasiswa yang sedang bermain basket. Menawarkan diri untuk bergabung bermain bersama mereka. Mereka tidak keberatan dan wellcome dengan bergabungnya Shendi. Toh mereka hanya bermain saja tidak sungguh sungguh bertanding.


Tidak terasa sudah hampir satu jam Shendi ikut bermain basket . Berkali kali ia berhasil memasukkan bola ke keranjang. Tepuk tangan riuh menggema dilapangan. Para mahasiswi terpesona dengan Shendi. Banyak yang penasaran siapa cowok ini, kenapa tidak pernah melihat sebelumnya.


Sudah cukup Shendi membuat Tiara melihat kearahnya dan tertawa hanya kepadanya. Walaupun tanpa Shendi sadari hampir seluruh penonton dilapangan juga ikut terpesona.


Shendi menyudahi permainannya. Memberi salam perpisahan ala anak muda kepada rekan bermainnya. Lalu berjalan keluar garis.


Tiara berlari menuju ketengah lapangan menyambut Shendi . Kemudian tanpa aba aba meloncat kegendongan Shendi. Untung Shendi sigap seperti sudah hafal dengan kebiasaan Tiara.


"Pelan pelan Sayang" Shendi kawatir Tiara jatuh.


"Sayang kamu keren banget".


Tiara histeris sambil menyatukan dahinya dengan dahi Shendi , kebiasaannya. Tangan melingkar dileher , sedangkan kakinya melingkar erat di pinggang Shendi.


Suara gemuruh penonton kembali menggema diseluruh lapangan basket itu. Sorak dari mereka yang baper dengan pemandangan mesra antara dua insan itu. Sebagian ber huuu berasal dari mahasiswi mahasiswi yang merasa iri.


Tiara tersipu, begitu pula Shendi . Ia segera menurunkan Tiara lalu menggandeng tangannya. Membawanya pergi keluar dari area kampus.


Tanpa mereka sadari. Disalah satu sudut lapangan. Seorang gadis memperhatikan mereka berdua. Terutama kepada Tiara.


Suara bisik bisik teman temannya bahwa gadis itu mirip Aubery Tsang. Pewaris tunggal Tsang Group Corporation. Pemilik sekaligus Desainer muda merk ternama A.T yang bahkan merk itu sudah merambah sampai keluar negeri.


Mungkin teman temannya hanya tahu Aubery secara garis besarnya saja. Tapi dia sebagai penggemar berat bisa mengenali idolanya. Dengan make up atau tanpa make up.


Diperiksanya galery hpnya mencari foto foto yang dikirim seseorang kepadanya. Keseharian Aubery ketika dirumah , ketika berolah raga , ketika tanpa make up.


Sontak ia berdiri, berjalan cepat menuju pintu keluar. Ia tak mempedulikan panggilan teman temannya. Setengah gugup ia mencari cari sebuah nomer. Setelah beberapa saat akhirnya ketemu. Ditekan nomer itu, beberapa saat menunggu.


"Halooo... , Asisten Samy!!"


.


.


.


.


.


.


.Bersambung😍


.


.


.


.


👍Thanks udah setia sampai di episode ini


.👍 jangan lupa tinggalkan like.


.👍kalau ada yang punya saran boleh komen dibawah . buat Aubery dan Shendi kedepannya.? barangkali kita sehati☺️☺️

__ADS_1


👍Biar tambah semangat nulisnya gaesss🙏🙏😍😍😍


__ADS_2