Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Lost Control #1


__ADS_3

21:15


The Win , kota A.


Seseorang pelan membuka room nomer 1203 lantai 3. Bertepatan Elaine yang sedang menyanyikan sebuah lagu , suaranya langsung memekakkan telinga.


"Hai Be... , akhirnya kamu datang" seru Elaine begitu tahu seseorang yang masuk ternyata adalah Aubery. Sesaat pandangannya aneh tertuju pada Aubery.


"Wah lihat , apa dia masih nona besar kita??"


Aubery menjauhkan mic dari mulut Elaine. Dasar temannya satu ini memang punya mulut ember.


"Kamu ingin semua mendengarkan suaramu??"


Aubery lalu mulai mengedarkan pandangannya. Melihat siapa saja yang datang malam ini.


"Lara tidak bisa datang karena sibuk bersiap pindahan lagi" Elaine memberi tahu Aubery. Karena sepertinya Aubery bertanya lewat tatapan kenapa tidak menemukan sosok Lara. Aubery hanya ber O.


Senyum Aubery muncul ketika melihat Satria sedang tersenyum kearahnya, dan berdiri dari duduknya . Ada Riki juga yang duduk santai sambil menikmati camilan yang di pesan Viona.


Elaine kembali berdecak tak percaya menatap Aubery. Aubery yang dia kenal selalu menjaga penampilannya. Bahkan tidur pun kalau perlu Aubery akan memakai gaun dan sepatu hak tinggi. Tapi apa yang ada didepannya sekarang.


Hampir Elaine tidak mengenali Aubery. Sahabatnya ini tidak jauh beda dengan ABG atau mahasiswi diluar sana. Kaos plus celana super pendek berbahan jeans . Penampilannya semakin kasual ditambah sepatu kets dan topi. Gaya yang sama seperti di foto yang tersebar saat di food street .


Ternyata benar, Aubery benar benar berubah setelah kembali dari pengembaraannya. Aubery berubah menjadi rakyat jelata.


Aubery berlalu dari tatapan Elaine yang masih menelanjanginya. Menghampiri Satria yang siap menyambutnya dengan pelukan hangat.


"Satria, miss you... " Aubery pun melepas rindunya pada Satria. Satria sudah seperti kakak laki laki baginya. Satria sangat baik dan perhatian.


"Miss you too , Be... aku sangat senang kamu baik baik saja. Kamu tahu, ketika aku mendengar kabar kecelakaanmu. Aku baru saja sampai di Amerika. Ingin saat itu juga aku kembali naik pesawat dan pulang ke tanah air untuk mencarimu" Satria melepas pelukannya dan memegang erat pundak Aubery.


Elaine ikut nimbrung berusaha ikut dalam obrolan mereka. Ia ingin tahu apa yang sudah dilalui Aubery selama mengembara. Dan tentang gosip gosip yang masih ramai sampai sekarang.


"Kamu pasti sudah melewati hari hari yang berat diluar sana..." Satria tampak menyesal karena tidak ada disamping Aubery waktu itu. Aubery gadis yang kuat dan tegar. Tapi dia tetaplah wanita yang butuh dilindungi.


"Tidak apa apa, semua sudah berlalu. Aku berhasil melewatinya. Dan aku mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Aku tidak pernah menyesal pernah hilang ingatan" Aubery menjawab dengan sangat yakin.


"Trus gimana semua gosip itu Be? Apa benar Shendi itu Shendiaga Wiradana?" tanya Elaine penasaran sambil bersandar di pundak Satria. Aubery hanya tersenyum menoleh ke arah Elaine.


"Kalian akan tahu sendiri nanti."


Satria terdiam. Benarkah apa kata Viona bahwa Aubery sudah berubah. Dan gosip yang dia dengar akhir akhir ini. Aubery semakin dekat dengan seseorang yang membawanya lari. Seperti apa orang yang bernama Shendi.


"Aku sangat penasaran dengan Eksekutif muda itu. Dia sangat tertutup. Bagaimana sekarang tiba tiba Shendiaga dikaitkan denganmu?" Viona tak habis pikir.


Satria menatap lekat Aubery, ia takut jika itu semua benar. Ia akan kehilangan Aubery yang manja. Kepada siapa lagi ia akan mencurahkan perhatiannya


"Sudah sudah, kita disini kan untuk merayakan Satria kembali dan Au sembuh dari amnesia. Kenapa harus di isi dengan suasana haru kek gini...". Riki yang dari tadi hanya diam , tiba tiba menengahi. Ia menaruh es batu ke tiap gelas yang sudah terisi dengan minuman. Lalu membagikan pada semua.


"Au tidak minum, kasih dia jus saja..." Satria menepis halus ketika Riki menyerahkan gelas pada Aubery.


"Hanya satu gelas. ga papa, untuk merayakan kebersamaan kita" Aubery menerima gelas dari tangan Riki.


Malam sudah semakin larut. Mereka berlima menghabiskan malam dengan obrolan ringan. Sambil sesekali di isi dengan menyanyi karaoke dan bermain tebak tebakan seperti biasa saat sedang berkumpul. Aroma minuman beralkohol mulai memenuhi ruangan.


Jam dua belas kurang sepuluh menit. Satria sudah tertidur lelap disofa seperti terhipnotis. Aubery dan Elaine yang paling heboh . Suara pas-pasan mereka dan lirik lagu yang asal membuat Viona dan Riki harus menutupi telinga mereka. Entah mulai kapan Aubery mulai lupa dengan pesan pesan Shendi.


"Rik , kalau gitu aku serahkan Aubery padamu ya!!" seru Viona setelah Elaine semakin tak terkontrol. Memapah tubuh berat Elaine yang setengah sadar.

__ADS_1


"Aku sudah menyuruh sopir Satria untuk menjemput kemari" sambung Viona sambil menunjuk Satria dengan dagunya.


"Ok siap.., tenang aja!" jawab Riki singkat.


Setelah Viona dan Elaine keluar room. Aubery tiba tiba bangkit dan mengangkat gelasnya.


"Jangan pergi dulu, ayo menyanyi lagi...!!"


Riki tertawa melihat tingkah Aubery yang sudah hilang kendali karena pengaruh alkohol. Riki tahu, Aubery dan Satria bukan orang yang jago minum . Lihat mereka ini, baru beberapa gelas saja Satria sudah KO, tidur terlelap seperti seekor kucing. Dan Aubery terlihat lebih strong . Menyanyi dan menari tanpa lelah , seperti hidup ini tak ada beban.


Riki lalu membuka dompetnya dan mengambil sesuatu yang sudah dia siapkan. Satu butir obat yang terbungkus kantong plastik kecil. Dengan tenang memasukkan butir obat itu ke gelas Aubery.


"Habiskan gelasmu Be, Baru menyanyi lagi" Riki meraih gelasnya dan menyatukannya dengan gelas Aubery.


Setelah mendengar bunyi Ting , Aubery segera meneguknya tanpa rasa curiga sedikitpun. Setelah habis tak bersisa ,Aubery menaruh gelas kosong di atas meja. Riki membiarkan saja ketika Aubery maju membawakan dance terbaiknya. Dan menyanyikan sebuah lagu , walaupun suara gadis itu sudah tak sesuai nada.


Selesai satu lagu. Aubery merasa mulai kepanasan. Iapun mengibaskan tangannya beberapa kali untuk menciptakan angin. Melihat itu Riki tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Membawa Aubery pergi.


Riki menghubungi seseorang lewat voice message.


"Bersiap sekarang...!" ucapnya singkat setengah memerintah.


setelah itu Riki bangkit dan memapah Aubery keluar room.


"Aku antar kamu pulang . Gak usah menghubungi Samy."


"Hemph... " Aubery sangat yakin dan percaya diri masih bisa berdiri dengan tegap. Tak perlu dipapah seperti orang mabuk. Iapun menepis tangan Riki yang mencoba memapahnya. Riki yang melihat Aubery yang tak mampu berdiri tegak . Tersenyum puas bahwa rencana hari ini pasti akan berhasil. Saat tubuh Aubery condong hampir terjatuh. Riki segera menangkapnya.


"JANGAN SENTUH... !!! tidak ada yang boleh menyentuhku, kecuali ngo loukung... "


Aubery mundur beberapa langkah, telunjuknya mengarah tepat di hidung Riki. Sorot mata Aubery semakin liar.


"Ngo loukung?" Riki bertanya pada dirinya sendiri.


"Iya sayang , fecucu kan disini... " Riki menyusul Aubery, ia terus berusaha agar secepatnya membawa Aubery pergi dari sana. Efek obat yang dia masukkan dalam gelas Aubery pasti akan segera bereaksi. Riki terus memaksa memapah Aubery.


"Kamu bukan babi gendutku!!" Kamu pasti seorang pembohong...!" Aubery terus meracau. Ia bersandar di dinding sebelah pintu room lain yang sepertinya kosong. Tidak terlihat lampu menyala di celah kaca itu.


Plak!


entah sadar entah tidak. Tiba tiba satu tamparan mendarat di pipi Riki. Aubery tertawa melihat mimik wajah Riki yang terkejut dan mulai emosi.


"Sudah kubilang, jangan sentuh..."


"Beraninya kamu menamparku!!" suara Riki hampir tak terdengar. Dalam keadaan tidak sadar pun gadis ini masih arogan. Riki mendorong tubuh lemah Aubery hingga bersandar pada dinding.


"Tapi aku suka sayang.... Aku suka melihat Gery menangis darah karena gadisnya ternoda."


"Aku tidak bisa memilikimu. Gery pun tidak boleh"


Aubery menatap Riki dengan kelopak mata yang semakin berat. Tiba tiba senyum muncul disudut bibir Aubery.


"Kamu siapa??" tanya Aubery setengah sadar.


"Aku kekasihmu" Riki mendekat ke tubuh Aubery ketika beberapa pengunjung melewati mereka. Lampu koridor yang redup membuat wajah mereka tidak terlalu jelas.


Riki berusaha mencium paksa Aubery. Ketika seseorang dari dalam room kosong , menariknya ke belakang dan membawanya masuk ke dalam. Riki terkejut , setan apa yang berani membawanya masuk ruangan gelap dengan paksa.


"Hei!!" Riki teriak. Tapi seseorang itu cepat membungkam mulutnya tanpa memberi kesempatan berteriak lagi.

__ADS_1


Pintu room gelap tertutup rapat. Suara pukulan menghantam tubuh dan barang perabot yang sepertinya terdorong kesana kemari. Diselingi suara Riki yang mengaduh kesakitan.


Aubery celingukan melihat sekitarnya. Kenapa tiba tiba dirinya sendirian di koridor itu.


"Yan leh...??"


Aubery berusaha menguasai dirinya. Namun sia sia, rasa gerah tidak mampu dia tahan lagi. Lima menit berlalu. Ketika Aubery hampir melepas kaosnya di koridor itu. Seseorang dari dalam room gelap keluar dan dengan cepat meraih tangannya. Menariknya dengan paksa, pergi dari tempat itu segera.


Seseorang itu terus menariknya tanpa mempedulikan keadaannya yang setengah sadar. Dan Aubery hanya bisa pasrah, berlari seperti tidak memijakkan kaki. Mengikuti orang itu membawanya pergi.


Riki keluar dari room gelap itu. Ia tampak tidak baik baik saja. Rambut dan bajunya berantakan . Beberapa lebam terlihat disebagian wajah dan tubuhnya. Pandangannya nanar mencari sosok yang menghajarnya didalam tadi. Sosok yang tak terlihat wajahnya karena ruangan yang sangat gelap.


Nafasnya memburu karena sepanjang koridor itu hening dan kosong. Hanya suara dari room room lain yang penghuninya masih asik menghabiskan malam yang panjang.


"SIAPA PENGECUT YANG BERANI MEMUKULKU..!!!" Riki teriak sekencang kencangnya.


🐞krik🐞krik🐞krik...


Ketika sampai di pintu keluar The Win. Aubery sudah tidak tahan. Ia melepas tangan seseorang yang mencengkeram pergelangan tangannya. Berusaha mengenali orang itu. Namun sayang pandangannya hanya samar tidak bisa fokus lagi.


"Kan sudah aku bilang!! jangan minum terlalu banyak!!" seseorang itu dengan nada kasar menahan emosi.


Aubery mengenali suara itu. Senyumnya pun mengembang. Lalu menjatuhkan tubuhnya kepada sosok samar itu.


"Loukung..."


***


.


.


.


.


ngo loukung:/ suamiku.


fei chu chu hai pin :/ babi gendut dimana?


yan leh ?:/ orangnya ?


.


.


.


.


.Bersambung🍷🍷🍾


.


.


🙏Mohon maaf, karena ada bagian cerita yang tidak pantas untuk ditiru. Semoga dapat dimaklumi.


🙏Terima kasih masih setia sampai di episode mendekati 100.

__ADS_1


👍 Jangan lupa tinggalkan Like tiap buka episode.


💝Sayang semuanya😍😍😍😘


__ADS_2