
Berkali kali mereka terkena jurus Aubery. Beberapa diantara mereka meringis kesakitan sambil memegang bagian tubuh yang terkena tendangan.
"Nona, tak kusangka Anda boleh juga. Tapi anda harus lenyap dari dunia ini!!" salah satu mendekat dengan mengeluarkan sebilah belati.
"Non hati hati!!" Samy terpekik melihat kilatan tajamnya belati itu. Aubery mundur satu langkah mengambil kuda kuda. Tatapannya awas melihat sekeliling. Saat seperti ini tidak boleh lengah sedikitpun.
Samy bersandar pada punggung Aubery , menjadi mata kedua . Dia bersedia mempertaruhkan apapun demi nonanya.
Mereka menyeringai menatap Aubery dan Samy. Setelah Aubery mati. Maka selesai sudah tugas mereka. Namun siapa sangka malah tambah satu orang disamping gadis ini.
Dan dia sama hebatnya.
Mustahil lima kalah lawan dua. Beberapa dari mereka mencari apa saja untuk senjata. Entah itu sebatang kayu , bahkan sapu yang biasa dipakai Raja.
Aubery juga tak mau kehilangan kesempatan. Ketika salah satu lengah , segera menyerang dengan mengayunkan kakinya tepat mengenai tangan yang menggenggam belati. Alhasil musuh terkejut sambil mengumpat. Belati itu terlempar beberapa meter dari si empunya. jatuh diantara daun daun akasia kering .
"Nona, kalau begini terus terusan kita bisa kalah" Samy pesimis. Ia kelelahan setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah. Sekarang malah dipaksa unjuk kebolehan. Samy menyesal , sudah lama tidak mengasah kemampuan bela dirinya.
"Sekarang pikirkan cara untuk bertahan . Jangan pikir yang aneh aneh!" ucap Aubery kesal.
Siapa yang menyuruh orang orang ini. Kenapa ingin agar dirinya lenyap dari dunia ini. Siapa lagi orang selain Shendi yang dia singgung.
"Shendiaga, cepat pulang!" Aubery menangis dalam hati. Meskipun Aubery tidak memperlihatkan ketakutannya. Namun dia sudah lelah dan sudah dalam keadaan terjepit.
Mereka berlima mengepung Aubery dan Samy. Masing masing membawa senjata dadakan ditangan. Samy erat memegang cangkul ditangannya, dan Aubery hanya tangan kosong.
***
"Haacchiiuw...!!!" Shendi mengusap hidungnya . Aneh kenapa tiba tiba hidungnya gatal. Ia melanjutkan fokus menyetir.
"Mas , kamu lihat ada jeeb disana tadi?" tanya Ramanda pada Shendi yang fokus menyetir. Tangannya menunjuk diantara pohon pohon akasia jauh dari jalan setapak menuju puncak bukit Y.
"Mungkin punya orang lagi berburu burung atau tupai," jawab Shendi tanpa menoleh ke Ramanda.
"Iyakah , jarang jarang ada orang mencari tupai sampai kemari" Ramanda kembali duduk ditempatnya.
Benar juga , bukit Y selama ini jarang ada yang mengunjungi.
Selain tempatnya paling pinggir hampir berbatasan dengan kota tetangga. Sebagian lahan bukit Y sudah milik pribadi perorangan, bukan milik pemerintah . Tidak boleh sembarangan memasuki daerah ini tanpa ijin pemilik.
Shendi segera mempercepat laju simanis. Perasaannya tidak enak.
Begitu sampai dihalaman rumah. Shendi segera memarkir simanis ditempat biasa. Mobil Mercedez juga masih terlihat disana.
"Mas!" Yashinta histeris sambil menunjuk dikejauhan. Shendi dan Ramanda mengikuti arah telunjuk Yashinta.
Di kejauhan terlihat Aubery dan Samy tengah duel dengan beberapa orang. Shendi segera berlari setelah menyuruh sikembar masuk kedalam rumah.
Entah mulai kapan pertempuran tak seimbang ini dimulai. Ia harus segera membantu Aubery dan Samy yang sudah nampak kelelahan.
"Hei!!" Seru Shendi mengagetkan mereka yang sedang bertempur.
__ADS_1
"Sial, datang lagi satu!"gerutu salah satu.
"Berarti kita harus gali lubang satu lagi!"
"Ha ha ha ha... !" tawa mereka membuat Shendi eneg.
"Sayang!" seru Aubery. Bahagia bercampur haru terpancar dimatanya.
Samy melotot tak percaya memandang Aubery. Disaat seperti ini masih sempat sempat panggil sayang. Lagipula siapa yang kau panggil sayang.
Dia yang sudah menjadikanmu pembantu malah kau panggil sayang. Kenapa sih nona , amnesia jadi bodoh kek gini.
"Kalian tamu gak ada sopan sopannya. Permisi dulu kek, kan aku bisa siapin suguhan buat nyambut kalian" Shendi berlagak serius.
Dia melepas Jaket dan sepatu Pumanya. Melempar dengan asal lalu mendekat kearah mereka.
Tiga dari Lima orang itu berbadan cukup besar. Melihat keadaan mereka berlima . Sepertinya skor Aubery dan Samy lebih tinggi. Shendi menahan tawa. Berarti tidak sulit baginya menyelesaikan mereka.
Lumayan lah untuk mengasah kembali jurus jurus Judo yang sudah lama tidak dia praktekkan.
Judo adalah seni bela diri yang dikembangkan dari Jujutsu. Merupakan seni bertahan dan menyerang yang berasal dari negeri sakura. Shendi sudah mulai mempelajari Judo sejak kelas satu SD ,dan meraih sabuk hitam dikelas lima. Dan mencapai tingkat paling tinggi ketika SMP kelas dua, setelah itu iya terus berlatih sambil mengajari juniornya.
Dengan bertelanjang kaki , Shendi mulai berjalan menyusuri tanah yang dia pijak untuk menjaga kestabilan. Memastikan langkahnya sama rata dengan pusat gravitasi . Agar tetap di posisi yang sama dan dapat bergerak lincah ke segala arah.
Aubery dan Samy kembali bersiap bertahan dan menyerang kapan saja.
Kini sudah ada Shendi. Aubery sedikit tenang. Berharap Shendi bisa diandalkan. Paling tidak bisa jurus jurus dasar menyerang.
"Sebenarnya ini gak ada urusan sama kamu, tapi kalau kamu memaksa mempersulit pekerjaan kami. Apa boleh buat, jangan salahkan kami" Ucap salah satu sambil menyeringai.
Shendi mengernyit.
Jadi mereka orang suruhan. Bisa jadi dibalik ini adalah orang yang sama yang sengaja memutus selang rem mobil Tiara .
Minimal satu harus dilumpuhkan, dan paksa untuk mengatakan ulah siapa dibalik ini. Shendi.
Chiiiyaatttt... !
Mereka berlima menyerang secara bersamaan. Duel sengit kembali terjadi. Masing masing bertahan dan saling menyerang.
Aubery dan Samy melawan tiga dari mereka. Memanfaatkan setiap kesempatan untuk melancarkan serangan.
Akhirnya Aubery berhasil membuat mereka terhuyung kebakang berkali kali. Dan ayunan cangkul Samy mengenai beberapa bagian tubuh musuh.
Shendi berhasil melumpuhkan dua diantara mereka. Tak sulit bagi Shendi untuk mereka yang sudah kelelahan. Dengan menggunakan teknik Ouchi gari. Shendi membanting lawannya yang datang menyerang.
Musuh mengerang kesakitan merasakan punggung mereka menghantam tanah. Sambil tak percaya bahwa pemuda ini bisa dengan gampang mengangkat dan membanting tubuhnya yang cukup besar.
"Sial" gerutu mereka.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian!" Aubery menekan muka musuh dengan kakinya sampai meringis kesakitan.
__ADS_1
"Jawab !" Aubery lebih menekan.
"Os ... Os ... !" terputus putus karena Aubery menekan pipinya semakin kuat.
Tanpa Shendi sadari. Musuh yang berhasil dia lumpuhkan. Tangannya menyentuh sesuatu benda diantara daun daun kering, yang diyakini adalah belati milik rekannya. Entah kebetulan atau dewa keberuntungan berpihak kepadanya. Aubery berada tak jauh dari dirinya. berdiri membelakangi sambil menindas rekannya.
Dengan penghitungan yang matang ia segera berlari kearah Aubery sambil memegang erat belati di tangannya.
Shendi terkejut. Diluar perkiraannya bahwa musuhnya akan bangkit dan menghunus belati kearah Aubery.
"Tiara!!" Shendi berlari panik kearah dimana Aubery berada. Namun sayang, terlambat untuk Shendi menghalau tusukan belati. Jarak hanya tinggal beberapa senti Ia segera menghalangi menggunakan tubuhnya. Hingga tusukan itu tak mengenai Aubery.
Aubery menoleh. Dimana Shendi memeluknya dari belakang dan musuh sedang memegang belati yang berdarah.
Samy pun terkejut melihat Shendi berdarah. Ia segera menyelesaikan menghajar salah satu diantara mereka.
"Shendi!"Aubery panik memeluk tubuh Shendi. Pria yang entah mulai kapan menguasai hati dan pikirannya. Punggung kirinya berdarah darah. Shendi masih tersadar.
Musuh ketakutan sendiri. Tenaga mereka pun juga sudah terkuras habis. Mereka tidak menyia nyiakan kesempatan untuk kabur dari tempat itu.
Sikembar yang dari tadi sembunyi di dekat kandang. Seakan tak percaya melihat kakak laki lakinya berdarah darah hingga seperti itu. Berlari menghampiri Aubery dan Shendi.
"Call ambulans!" Samy panik berlari menuju rumah mengambil hpnya.
"Stop Sam!"Seru Aubery.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung🤗
.
.
.
. Kalian suka olah raga apa?
kalau penulis sukanya olah raga jempol. 😎
__ADS_1