Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Permen dan Mie Samyang


__ADS_3

" Selain mempublikasikan hubungan kita. Aku akan menuruti semua kemauanmu . Tapi dengan satu syarat... " Shendi menghentikan sesaat ucapannya.


Memakaikan topi hitam miliknya pada Aubery. Kemudian mengarahkan kaca spion yang menempel di plafon mobil jeepnya menghadap Aubery.


"Panggil mereka yang sudah kamu pecat untuk kembali bekerja ... ,"


Aubery cemberut menatap wajahnya pada pantulan dikaca spion. Shendi bersikeras untuk membuatnya memaafkan Vir dan Dina. Dua gadis itu yang paling getol mendekati Shendi. Bahkan sebelum ingatannya pulih total. Rasanya pengen banget menjambak rambut mereka saat mencoba mendekati Shendi.


Sekarang Shendi mengajaknya tawar menawar. Lihat apa yang bisa kamu lakukan untuk menghiburku.


"Hanya memanggil mereka kembali kan ?? Itu tidak masalah. Tapi apa kamu yakin mau menuruti semua kemauanku..." Aubery menatap kedua mata Shendi bergantian. Mata yang mulai menyipit karena memikirkan sesuatu .


"Asal jangan menyuruhku memakai pakaian wanita"


"Deal!!" Aubery mengulurkan tangan dan Shendi menyambutnya ragu ragu. Jujur, ada perasaan menyesal sudah memberi tawaran ini. Melihat reaksi Aubery, perasaan Shendi tidak enak.


Shendi menghubungi nomer Samy menggunakan hp Aubery. Tak berapa lama panggilan tersambung. Shendi segera menyerahkan hp itu kembali pada Aubery.


"Sam..., batalkan pemecatan Vir dan Dina. Pindahkan mereka ke bagian penjualan!!"


"Apaan..." protes Shendi tanpa suara, ia kaget dengan ucapan Aubery. Maksudnya tidak seperti itu. Memanggil mereka untuk kembali menempati posisi semula.


Dari posisi tinggi tiba tiba dihempaskan ke posisi paling bawah dibagian penjualan. Itu tak ada bedanya dengan pemecatan.


Shendi protes namun Aubery mengabaikan bahasa isyarat Shendi . Akhirnya Shendi hanya bisa menghentikan dengan menutup bibir Aubery agar kekasihnya tidak bisa melanjutkan perintah yang konyol.


Cup!!


Aubery terkejut dengan kejutan Shendi. Shendi tiba tiba bangkit dari duduknya dan membungkam mulut Aubery selama 5 detik. Dengan bibir , tentunya.


"Apa nona serius ?" tanya Samy.


"Non, anda masih disana?? ulang Samy karena Aubery tidak juga melanjutkan ucapannya. Shendi bahkan mendengar suara Samy memanggil Aubery beberapa kali. Pelan ia melepas. Aubery mengambil nafas.


"Pindahkan mereka ditok... emm ... !!" Shendi kembali mengunci bibir Aubery sebelum gadis itu menyelesaikan perintah. 5 detik kembali terlewati.


"Toko cab... " senyum tersungging disudut bibir Aubery ketika Shendi kembali mengunci bibirnya untuk kesekian kali. Puas mengerjai kekasihnya. Akhirnya Aubery mendapatkan ciuman.


Sementara diseberang sana. Samy mulai jengkel karena Aubery tidak memberi perintah secara jelas. Ia sedang sibuk mengurusi pabrik konfeksi dan Aubery menghubunginya hanya untuk mendengarkan nona menikmati permennya.


"Non, anda baik baik saja??" Samy mulai curiga dengan suara yang sampai ditelinganya. Tak ada jawaban. Jangan jangan nona mudanya keselek permen nih.


"Pelan pelan non ...! Habiskan dulu permennya , setelah itu baru hubungi saya lagi ... "


"Emh... !" jawab Aubery. Samy setengah menggerutu lalu menutup panggilan.


Aubery melepaskan hpnya begitu saja hingga hp itu jatuh dikolong mobil , ia lalu melingkarkan tangannya dipundak Shendi. Berlahan Aubery memiringkan kepala, memejamkan mata dan mulai mengimbangi gerakan bibir Shendi.


Ciuman yang awalnya hanya untuk menutup mulut , kini berubah menjadi ciuman yang panas. Sayangnya kita memiliki tokoh utama yang lemah iman. Ia akan hilang kendali jika berhadapan dengan seorang Aubery.


Orang yang tidak pernah jatuh cinta memang naif...


"Topiku... emm " tanpa memberi kesempatan bernafas, Aubery membetulkan letak topi yang dikacaukan oleh Shendi. Tapi itu percuma karena Shendi pasti akan mengacaukan lagi.


Aroma cinta berkembang memenuhi Jeep warna putih itu. Meresap ke dalam pori pori dua insan yang sedang kasmaran.


***


.


.


.

__ADS_1


Setelah mengganti seragam biru dengan kaos putih yang ditaruh Lingga di bagasi belakang. Ditambah jaket Coat tipis warna hijau armi. Shendi lalu menuju pintu sebelah kiri mobil untuk membukakan pintu untuk Aubery.


"Terima kasih..." Aubery selesai membetulkan rambut dan topi hitamnya. Lalu menyambut Shendi yang siap menggendongnya turun dari Jeep.


Lihatlah ... , wajah dua insan ini berseri seri karena hati sedang diselimuti kebahagiaan. Aubery melingkarkan tangannya di bahu Shendi. Aroma Shendi yang disukainya seolah sudah menjadi bagian penyempurna dalam hidupnya.


"Kamu mau aku gendong sampai didepan gerbang sekolah ??" Shendi menyadarkan Aubery yang larut dalam khayalannya sendiri. Gadis itu salah tingkah lalu buru buru turun.


Shendi tersenyum geli melihat tingkah Aubery. Entah apa yang sedang dihayalkan gadis ini. Mereka berdua bergandengan tangan menuju gerbang sekolah sikembar.


Sudah lewat jam pulang sekolah. Tinggal beberapa wali murid yang menunggu anaknya yang bermain dihalaman sekolah. Melihat Shendi dan Aubery mendekat dengan saling bertatapan mesra , mereka saling bersikutan.


"Uahh... mereka sangat serasi... " bisik salah satu yang sampai ditelinga Shendi dan Aubery. Shendi makin mempererat genggaman tangannya.


Shendi celingukan mencari dua sosok adiknya. Dan ternyata mereka sedang duduk di bangku taman sambil menghabiskan Snack yang disiapkan pelayan Aubery.


"Yas !! Raman !!" teriak Shendi sambil melambaikan tangan.


Sikembar berbinar menoleh ke arah suara yang memanggil mereka. Seperti biasa mereka akan balapan siapa yang terlebih dulu berhasil memeluk kakak laki lakinya. Mereka segera berkemas dan berlari ke arah Shendi.


Shendi menyambut Yas yang datang lebih awal. Mengangkat adik perempuannya lalu berputar beberapa kali. Kemudian giliran Ramanda , juga mengangkat tubuh kecil itu seperti sebuah barang. Shendi meluapkan kerinduannya kepada dua adiknya. Sejak orang tuanya meninggal , Shendi belum pernah berpisah dengan adik adiknya selama ini.


Aubery menyeka keringat yang membasahi anak rambut Yas , lalu mengacak rambut gadis itu dengan kasih sayang.


"Lihat keringatmu, pasti habis main lari larian kan?"


"Emh!! kami bermain sambil menunggu kalian datang!!" ucap Yas dengan nada senang. Ia senang karena dua orang yang disayanginya menjemput bersama sama.


Shendi menurunkan Ramanda. Lalu mengatur nafasnya yang terengah setelah.


"Apa kalian tambah gendut?? sekarang berat sekali... !"


"Tiara, kau memanjakan mereka dengan makanan yang lezat lezat kan??" sambungnya sambil menoleh ke arah Aubery.


"Uuhh?ngomong ngomong kenapa bibir kalian menebal !!" dengan polos Yas menunjuk muka Shendi dan Aubery.


Shendi menggigit bibirnya sendiri. Diliriknya Aubery yang sepertinya juga salah tingkah.


"Sayang, kami habis mencoba menu itu... "


"Ram? menu apa yang kalian bicarakan?" tanya Shendi penasaran.


"Mie Samyang!! di restoran Korea waktu itu kakak memesan semua makanan yang ada di daftar menu. Kecuali satu. Mie Samyang!!"


"Ohh... haha !! mie itu memang untuk orang dewasa. Kalian anak anak belum boleh makan"


"Tapi kami mau mencobanya. penasaran bagaimana rasanya bibir menebal seperti kalian..." Ramanda merengek. Yas mengangguk membantu saudaranya meyakinkan.


"TIDAK BOLEH !!!" Shendi dan Aubery tanpa sengaja bersamaan. Sikembar pun harus kecewa.


"Sebagai gantinya. Gimana kalau kita pergi ke restoran jepang. Kita pesan semua yang didaftar menu??" Aubery mengalihkan perhatian anak anak. Akhirnya sikembar menyetujui.


" Aku ingin makan mie Samyang ... " ucap Shendi lirih.


***


.


.


.


.

__ADS_1


Setelah keluar dari restoran Jepang. Shendi melaju mobil Jeepnya ke arah taman kota , masih di kota B.


Mulai sore hari sampai jam 12 malam. Area taman kota akan dipenuhi pedagang kaki lima. Wahana permainan bongkar pasang seperti bianglala mini dan komidi putar.


Bau semerbak makanan kali lima menusuk hidung Aubery dan si kembar. Mereka bertiga heboh menuju stan kue putu, pisang molen , dan martabak. Shendi hanya bisa mengikuti mereka bertiga dari belakang. Ini adalah permintaan Aubery. Pergi ke pasar malam.


"Sayang , aaa... " Aubery tiba tiba sudah didepan Shendi , membuka mulut lebar memberi contoh. Ditangannya ada tahu yang yang sudah dicocol dengan bumbu petis. Malu dirasakan Shendi. Tidak sedikit orang orang melewati mereka dengan tatapan seperti menertawakan.


Aubery masih menunggu Shendi membuka mulut. Akhirnya mau tidak mau Shendi menerima suapan Aubery . Senyum gadis itu mengembang ketika mulut Shendi belepotan terkena bumbu petis. Kemudian dengan lembut menyeka mulut Shendi dengan tisu.


"Enak kan?" tanya Aubery polos.


Shendi hanya tersenyum sambil mengunyah tahu dalam mulutnya.


Tiara, tiara , apa ini pertama kalinya kamu makan jajanan seperti ini...


Setelah membayar dengan lembaran seratus ribuan. Mereka melanjutkan keliling taman kota sambil bergandengan tangan. Mengikuti sikembar yang ingin mencoba beberapa wahana permainan.


Beberapa pengunjung memperhatikan mereka.


"Lihat , mereka pasangan muda yang sangat serasi"


"Anak anak mereka sangat lucu dan menggemaskan"


"Sungguh keluarga yang harmonis... senang melihatnya."


Seorang gadis manja kepada kekasihnya.


"Sayang kapan kamu melamarku ??Aku ingin cepat punya anak disaat aku masih muda..."


Orang orang berpikir bahwa mereka adalah pasangan muda dengan dua anak. Sepanjang jalan, Shendi menggenggam erat tangan Aubery. Sikembar berlarian disekitar mereka berdua. Merengek kepada Shendi jika menemukan sesuatu yang menarik.


Hari sudah semakin sore Taman kota juga semakin ramai pengunjung. Ini pertama kali Aubery mengunjungi tempat wisata lokal gratis . Ternyata tidak kalah menyenangkan jika dibandingkan dengan Dufan , Disneyland atau Ocean Park yang ada di Hongkong.


Atau mungkin karena bersama orang orang yang disayang. Jadi terasa lebih menyenangkan? Meskipun tinggal di gubuk dan makan sepiring berdua tetaplah terasa nikmat.


Ditempat lain. Dengan tatapan membara, Riki melihat puluhan foto yang dikirimkan orang suruhannya lewat pesan whatsapp. Foto foto Gery bersama Aubery dan dua anak kecil di taman kota. Tertawa lepas menyadari selama ini Gery sudah membodohi semua.


Gery ternyata adalah Shendiaga Wiradana. Pengusaha muda misterius yang entah dari mana sumber kekayaannya. Menjamu makan malam bernilai puluhan juta. Dan donasi pertahunnya yang mencapai milyaran pada beberapa yayasan.


"Sudah cukup kalian menertawaiku."


.


.


.


.


.


.


.Bersambung🌚🌚🌚


.


.


🙏Terima kasih udah membaca karya ini..


👍Jangan lupa tinggalkan Like setelah buka setiap episode.

__ADS_1


💝Sayang semuanya😍😍😍😍


__ADS_2