
H -6
Shendi menyesal , gara gara tidak bisa mengendalikan cemburu , akhirnya malah mabuk dan tidak ingat ngapain aja semalam.
Ini pertama kali Shendi minum sebanyak itu. Biasanya jika suhu udara di bukit Y turun. Shendi akan minum paling satu gelas wine untuk menghangatkan tubuh. Tapi semalam , gila banget dia bahkan minum langsung dari botolnya. Shendi mengusap tengkuknya risau.
"Jadi semalam tidak terjadi apa apa ?" ia memastikan sekali lagi.
Aubery mengangguk . Awalnya Aubery berniat tidak memberi tahu tentang kejadian semalam. Membiarkan untuk beberapa hari Shendi dengan pemikirannya , asik juga kayaknya . Tapi melihat Shendi terus muram dari mulai keluar kamar mandi sampai dia sudah selesai dengan ritualnya. Memelintir rambut biar ada yang berdiri berdiri . Aubery sudah tidak tega.
Setelah diberi tahu bukannya senang , muka Shendi malah tambah muram . Trus maunya gimana. Aubery menghela nafas pendek sambil mengambil spaghetti dengan garpu ditangannya .
Semalam memang tidak terjadi apa apa. Aubery memanggil petugas hotel untuk mengganti sprei dan meminta tolong mengambil baju Shendi di mobil. Dengan memberi uang tips yang lumayan.
"Tapi sayang kamu kok tega banget menyuruh mereka ganti bajuku?!" Shendi dengan kecewanya. Terbayang tubuhnya tanpa daya di bolak balik oleh petugas hotel. Dan mereka melihat semuanya. Shendi reflek menyilangkan tangan disekitar dada.
Tisu remasan melayang mendarat ke muka Shendi. "Lalu apa yang kamu harapkan ??" pipi Aubery merona.
" Ga senang aja, masa menyerahkan suaminya buat dipegang pegang orang..." gumam Shendi lirih yang dibalas tatapan melotot Aubery.
Kenapa aku malah sedih semalam tidak terjadi apa apa.
"Shen, apa kamu sudah gila... !!" _Shendi menampar dirinya sendiri.
"Maksudmu apaaa...??" tanya nona besar sambil menjewer telinga Shendi. Shendi meringis kesakitan. Aubery hanya tidak ingin bercerita. Gak mungkin membiarkan Shendi dipegang pegang petugas hotel. Sekalipun itu petugas laki laki .
Aubery terpaksa menggunting pakaian dan sengaja ia sisakan sepotong boxer menutup jimat berharga milik Shendi. Gugup gadis itu menyuapkan spaghetti ke mulutnya. Mengingat godaan terberat tadi malam saat harus mengelap tubuh Shendi yang kotor.
Melihat saus carbonara di sudut bibir Aubery membuat otak mesum Shendi bekerja. Ia lalu bangkit dan pindah di samping Aubery .
"Kamu mau apa?" Aubery yang baru menyuapi mulutnya saat Shendi pindah tempat duduk. Alhasil sehelai spaghetti menggantung belum sempat masuk ke mulutnya. Shendi mendekat ke wajah Aubery.
"Makan loh... Aku juga lapar..." lalu mengecup bibir Aubery tanpa permisi. Tanpa peduli sama spaghetti dengan saus carbonara.
"Kamu lapar kenapa menciumku...?" menatap Shendi heran sambil menghisap spaghetti masuk ke mulutnya . Lalu dengan lidahnya membersihkan saus di sudut bibirnya. Membuat Shendi gemas ingin mengecup bibir itu sekali lagi .
"Aku sudah memesan banyak sekali makanan. Nih ! aaa..." Aubery lalu menyuapkan tempura udang ke mulut Shendi.
Shendi menggeleng. "Dua hari kamu mendiamkanku. Aku sangat bingung. Dan kemarin , tenagaku habis gara gara cemburu."
" Pikiranku lelah , hatiku juga lelah. Jangan bertengkar lagi. Jangan diamkan aku lagi..." menatap dalam dalam wajah Aubery.
"Bisa tidak...?" pelan diraihnya tangan Aubery. Dan meletakkan dagunya di telapak tangan itu. Tak menyangka Shendi juga bisa bersikap manja.
Aubery mengusap dagu belah itu . Ucapan Shendi kali ini seolah memberi tahu bahwa ia sangat rapuh.
Pelan Aubery merangkul pundak Shendi dan mengangguk setuju.
" Baiklah... ." lalu memeluk tubuh pria yang sangat di cintainya itu.
Shendi memejamkan mata merasakan pelukan Aubery yang begitu hangat. Tercium wangi shampoo dari rambut Aubery yang sehalus sutra , shampoo hotel itu kenapa wanginya mendadak jadi spesial.
Seperti orang Kehausan . Shendi tak berhenti menghirup wangi rambut Aubery. Entah mulai kapan kini bibirnya yang bekerja. Shendi menyusuri bawah telinga dan leher Aubery. Hingga gadis itu merinding dibuatnya. Ia mundur menatap wajah Shendi. Apa yang di inginkan Shendi ditengah makan siang ini.
"Aku sangat merindukanmu , aku ingin hidangan pembuka , boleh tidak??" bisiknya kali ini pamit terlebih dulu , mengusap bibir Aubery dengan ibu jarinya. Entah mulai kapan Shendi menjadi ketagihan dengan bibir itu.
Aubery tersenyum simpul setelah paham apa maksud tatapan Shendi. Ia lalu maju lagi menyatukan bibirnya ke bibir Shendi.
Baiklah , setelah tahu alasan kenapa tiba tiba kamu bersikap posesif , lebih tepatnya kekanakan...
Ternyata kamu hanya mengungkapkan rasa cemburumu.
__ADS_1
Lalu kenapa aku harus ragu ?
Cinta itu tanpa syarat.
kita hanya perlu saling mencintai.
Shendi gemas membalas ciuman Aubery. Ia tak akan melewatkan kesempatan untuk meneguk manisnya bibir Aubery sampai puas.
Walau pada akhirnya ciuman itu akan berujung dengan rasa nyeri di salah satu bagian tubuhnya. Ya , rasa yang sudah akrap tiap berdekatan dengan Aubery.
Shendi mengakhiri ciuman itu dengan mengulum senyum sambil menatap mata sayu milik Aubery.
"I love you... "
***
Sejak kemarin, Riki terus melaju mobilnya tanpa tujuan. Ia tidak ingin pulang ke rumah. Mendadak ia sangat ketakutan saat ayahnya mendampratnya di telfon.
"Dasar anak kurang ajar !! Cepat kamu pulang sekarang kalau tidak kamu akan menyesal telah dilahirkan di dunia ini !!"
Setelah mendambratnya, ayahnya meminta maaf kepada seseorang yang sepertinya berada di dekat ayahnya.
"Maaf pak polisi , putra saya akan segera tiba. Mohon untuk sabar." Suara ayahnya terdengar sopan.
Polisi . Polisi kenapa berada di rumahnya. Apakah mereka akan menangkapnya. Hampir saja Riki pulang sesuai perintah ayahnya. Namun sebuah tayangan di televisi sebuah toko elekronik. Membuat Riki mengurungkan langkahnya.
Diremasnya keras kemudinya. Lalu ditinjunya hingga tangannya pun terasa sakit. Tak habis pikir mantan staf itu menghianatinya .
Vir membuat pernyataan secara terbuka. Ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Aubery dan Shendiaga telah mencoreng nama baik mereka. Vir juga mengungkapkan siapa yang telah memprofokasinya.
"Karena saya di iming imingi sebuah jabatan . Hingga saya gelap mata , tanpa berpikir jauh saya menyetujui menjadi partner kerjanya. Tidak disangka setelah saya memfitnah mantan bos saya. Putra walikota justru menghilang. Jangankan sebuah jabatan , dia malah memblokir nomor saya ." tutur Vir di konferensi pers itu.
"Saya benar benar menyesal. Kepada Aubery dan Shendiaga , maaf... " Vir menunduk di hadapan media.
Beberapa barang termasuk komputer di kamar Riki di sita . Rekening Riki di sejumlah Bank juga tidak luput dari pemeriksaan. Hingga semua transaksi selama ini terdeteksi secara gamblang.
Riki menjadi buron . Kasus kematian Oscar Sebastian diduga berkaitan dengannya. Karena di temukan ada dua transaksi bernilai ratusan juta ke rekening atas nama Oscar Sebastian.
"Hidupku kacau gara gara kamu Gery. Jika kamu tidak muncul tiba tiba di kehidupan Aubery. Semua tidak akan seperti ini." Riki begitu stress.
Rekeningnya di bekukan mulai hari ini. Uang yang dimiliki tinggal yang ada di dompet saja. Lalu bagaimana nasibnya. Kemana ia akan lari lagi. Mobil juga butuh bensin.
"AAAACH..!!! Riki teriak putus asa.
Mobilnya melaju kencang menuju kota D. Ia ingin sejenak melepaskan ketegangan di daerah pantai. Sambil menyusun rencana berikutnya.
Akhirnya Riki menghentikan mobilnya di sebuah jalan setapak. Jalan yang memisahkan deretan hotel dengan bibir pantai. Kawasan itu memang sepi . Hanya pengunjung hotel dan warga yang menikmati sunset yang berwarna oranye.
Didepan sana. Mata sipitnya menangkap sepasang kekasih yang sedang bermesraan. Sang gadis tampak bahagia di punggung si pria. Ya, gadis itu sedang digendong kekasihnya.
Mata Riki terus memperhatikan. Ada rasa iri melihat kemesraan pasangan kekasih itu . Tapi tunggu , kenapa sepertinya mereka tidak asing. Riki menajamkan penglihatannya.
Sepasang kekasih itu keluar dari arah hotel dan menyeberang jalan hendak menuju pantai yang lenggang. Senyum licik Riki muncul ketika yakin siapa mereka.
" Pucuk di cinta ulam pun tiba. Mereka bersenang senang menginap di hotel . Sedangkan aku harus sembunyi dari dunia." Tawa bahagia mereka terlihat di mata Riki seperti sedang menertawakannya.
Emosinya memuncak. Pikirannya sudah gelap. Jika nanti harus dipenjara sekalian saja membunuh mereka.
Dinyalakannya lagi mesin mobilnya. Dan segera menancap gas. Mobilnya melaju melesat ke arah dua sejoli yang hampir sampai di seberang. Ditambahnya kecepatan mobilnya.
Suara deru mobilnya menyadarkan mereka. Riki melihat mereka sempat menoleh ke arahnya. Tapi ia tidak peduli dan terus melaju mobilnya ke arah mereka yang terpaku karena panik.
__ADS_1
***
.
.
.
15 menit yang lalu...
Shendi dan Aubery meninggalkan kamar hotel sekitar pukul 4 sore. Mereka berjalan dengan berangkulan kadang bergandengan tangan. Seperti anak muda yang baru jadian. Malu malu tapi mau. Senyum menghiasi bibir keduanya.
"Mumpung kita di kota D. Bagaimana kalau kita mampir di toko cabang A.T yang disini, sudah lama aku tidak mengunjungi." Aubery sambil mendekap lengan Shendi.
"Mengunjungi toko secara mendadak. Kamu ingin pegawaimu kalang kabut !" Jawab Shendi.
"Kalang kabut kenapa??" Aubery tidak mengerti.
"Sayang, pikirkan kenyamanan mereka juga. Bos mereka tiba tiba datang tanpa agenda. Setidaknya beri tahu sehari sebelumnya. Biar mereka menyiapkan diri." Shendi memberi saran.
Lagaknya. Padahal Shendi beberapa kali datang ke kantor WD juga mendadak. Wajah wajah mereka yang panik saat melihat kedatangannya. Apalagi pas pertama memimpin rapat sejak menjadi CE. Shendi tertawa sendiri. Membuat Aubery curiga.
Shendi sadar Aubery menatapnya curiga. "Kita ke pantai aja gimana, sambil menunggu matahari terbenam." Aubery mikir mikir.
"Lagian, Kerja terus capek kan?? rajin banget cari duit buat siapa non... ?"Shendi menggoda.
Akhirnya Aubery menyetujuinya. Mumpung lagi berdua aja . Shendi tersenyum senang lalu merangkul pundak Aubery.
"Awh... " Aubery merintih memegangi pundaknya yang pegal.
"Kenapa pundaknya sayang??" Shendi memeriksanya. Namun Aubery menepisnya.
"Masih bertanya??"
"Ga sadar punya badan tinggi, berat lagi..." Aubery tersungut. Shendi ga paham , pundak Aubery pegal apa ini berhubungan dengannya?
Shendi mendahului Aubery dan jongkok di depan gadis itu. Menyiapkan punggungnya . Entah berhubungan dengannya atau tidak. Yang jelas punggung ini hanya untuk Aubery.
Aubery terpaku. "Yang pegel pundak bukan kaki!!"
"Kalau gak cepet naik... mau aku gendong dari depan??"
***
.
.
.
.
.Bersambung🌬️
.
.
🙏Trims yang masih setia di sini.
🙏Trims udah vote , Like , komentar , favorite
__ADS_1
Jadi tambah semangat .
😘I love you😍