
Antrian panjang didepan ruang CEO gedung WD. 32 orang sedang menunggu kedatangan Chief Executive WD jewellry. Sudah jam 1 lebih kenapa CE tidak kunjung tiba. Mereka gelisah. Jangan jangan di tipu nih janjinya dapat bonus satu bulan gaji. Karena CE belum juga datang sampai sekarang.
Tak berapa lama Lift terbuka. Shendi keluar dengan wajah letihnya. Bayangkan, mencari 1000 kancing yang menyebar disetiap sudut ruang. Bahkan dirinya sampai menungging mengambil yang dibawah rak. Merangkak dibawah kolong kolong meja. Dan terjepit diantara lemari.
Untunglah Shendi berhasil mengumpulkan 999 kancing. Kok kurang satu?
Memang kurang satu. Shendi menyerah karena dimana pun tidak berhasil menemukan kancing itu. Aubery ngotot memaksanya tetap mencari kancing itu. Tapi Shendi punya janji yang harus ditepati.
"Ahh ini dia!!"
Lalu Shendi mengambil sesuatu dilantai. Wajah aubery menegang. Tidak mungkin kan ? sedang satu kancing ada didalam sakunya.
Shendi bangun sambil menyerahkan dua jarinya membentuk simbol Saranghe.
"Aku sudah menuruti keinginanmu. Tapi maaf Tiara , aku harus pergi karena aku punya janji." Shendi tersenyum memandang wajah Aubery kemudian beranjak pergi .
Aubery diam mematung mendapat serangan love dari Shendi. Dirinya seperti terhipnotis dan baru sadar setelah Shendi menghilang di balik pintu ruang desain.
Keith dan Arif merasa lega karena Shendi telah tiba. Melihat Shendi ngeloyor begitu saja melewati antrian. Mereka yang tidak mengenal siapa Shendi langsung komplain karena menganggap Shendi menyerobot antrian. Terutama mereka yang dari M&M.
"Hei, kamu tidak melihat kami sedang mengantri ??" tegur mereka dengan tatapan marah pada Shendi yang masih memakai seragam biru.Shendi menghentikan langkahnya.
"Cepat kembali ke belakang antrian!!" mereka saling menyahut. Shendi malah celingukan. Siapa yang sedang mereka marahi. Digaruknya rambut yang terasa gatal. Maklum habis jadi bulan bulanan Aubery di ruang desain.
"LANCANG !!"
Suara Bahri mengagetkan semua yang berada disitu. Termasuk Shendi , dia sampai melonjak.
" Cepat minta maaf kepada CE !!" Bahri kembali menghardik.
Mereka tidak mengerti dan saling memandang. Bukankah pemuda ini yang tadi menyambutnya ketika tiba di lantai 42. Bukannya dia adalah cleaning service dari gedung itu? Lihat seragamnya!
" Masih tidak mau minta maaf??" Bahri mengulangi. Dan mereka masih saja bengong.
"Sudah sudah ... !!, kenapa suaramu lebih keras daripada suaraku??" Shendi geram karena Bahri sangat berisik. Tangannya hampir saja mengenai kepala botak milik Bahri. Arif yang berada didepan pintu hanya geleng kepala melihat drama siang ini.
"Maaf CE, saya akan mendisiplinkan mereka . Hehe..."
"Hizz... " Shendi kehilangan kata kata. Dasar Bahri tukang menjilat. Ia berlalu menuju ruangannya. Nyengir begitu saja melihat tatapan Arif yang seperti ingin mencincangnya.
Sambil menarik nafas panjang, Arif mengikuti Shendi dari belakang.
"Kita mulai sekarang... " Ucap Shendi. Diambilnya buku cek dari tas genggamnya. Lalu siap dengan pulpen untuk menulis jumlah angka dan menyematkan tanda tangannya.
Keith mengangguk sopan. Ia membuka daftar nama nama cleaning service yang tadi pagi datang ke Megabox . Dan daftar yang dia dapatkan dari kantor M&M.
"Siapa namamu?" tanya Keith pada antrian nomer satu.
"Sardi pak, Sardimin !"
Keith memeriksa di daftar itu dan nama Sardi memang ada disana. Shendi mengangguk lalu menulis nama Sardimin diatas buku cek, jumlah gaji tiap bulan Sardimin, dan yang paling penting adalah membubuhkan tanda tangannya.
"Terima kasih CE, anda seperti malaikat."
Sardi berkaca kaca saat menerima selembar cek dari Shendi. Tidak percaya dapat bonus satu bulan gaji hanya dengan bekerja tambahan selama 25 menit. Rumor beberapa tahun ini memang benar. Dan ia mengalaminya hari ini. CE mereka suka berbagi kepada sesama yang kurang mampu.
"Aku juga berterima kasih hari ini sudah menolongku... terima kasih pak." Shendi menyalami Sardi. Keith dan Arif mengangguk haru ketika Sardi gemetar menyambut salam Shendi.
"Next!!"Seru Keith. Orang dibelakang Sardi maju. Menyebutkan namanya. Lalu pergi dengan selembar cek . Begitu seterusnya.
__ADS_1
Sampailah pada antrian dari M&M. Mereka mendekat kearah meja dimana Shendi berada . Sebuah papan nama dengan nama SHENDIAGA WIRADANA Chief Executive . Nama yang juga cukup terkenal di M&M.
Mereka membungkuk dengan hormat sambil meminta maaf dihadapan Shendi .
Sungguh mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Shendiaga Wiradana . Kini mereka sadar siapa dihadapan mereka. CE WD jewellry Sekaligus pemegang saham terbesar di M&M. Menyamar menjadi orang biasa .
Selama ini mereka hanya mendengar namanya saja. 2 tahun lebih , para pegawai dan jajaran direksi M&M belum pernah ada yang bertemu dengannya.
Segala urusan dipercayakan kepada orang kepercayaan . Romy dan Jimin. Jadi mereka sudah terbiasa bahkan melupakan sosok misterius yang bernama Shendiaga.
Dua tahun lalu. Mereka hampir kehilangan pekerjaan. M&M mengalami krisis dan kekurangan modal. Semuanya semakin memburuk ketika para penanam saham menarik diri menyebabkan perusahaan semakin hari mengalami kesulitan. Hutang dimana mana. Gaji karyawan menunggak. Bahkan sulit mendapatkan pinjaman walaupun dengan bunga tinggi.
Ketika Sebastian meninggal karena gagal jantung. Dan putranya belum mampu untuk memperbaiki perusahaan yang berantakan.
Muncul seorang pahlawan dengan mengirimkan utusan menawarkan diri. Bersedia menanamkan modal pada M&M yang diambang kebangkrutan.
Dengar dengar, pengusaha muda misterius yang bernama Shendiaga Wiradana. Bersedia menggelontorkan dana yang tidak sedikit. 35% saham M&M dibelinya.Ia menjadi pemilik saham terbesar . Dan selama 2 tahun menjadi CEO bayangan, ia terus memperkuat diri. Hingga saat ini 55% saham adalah milik Shendiaga. 10% milik Arif. Memiliki separuh lebih saham Itu sama dengan M&M adalah milik Shendi.
"Hei apa yang kalian lakukan??" Shendi seketika berdiri dan menahan salah satu dari mereka. Dibanding mereka, Shendi merasa jauh lebih muda. Sepertinya tidak pantas mereka membungkuk padanya.
"Anda adalah penyelamat kami... tentu saja kami harus berterima kasih pada anda. Kalau tidak mungkin kami akan di PHK 2 tahun lalu. Dan pastinya kami sudah menjadi gelandangan karena sulitnya lapangan pekerjaan."
"Tolong jangan begini... Tanpa kalian M&M tidak bisa seperti sekarang. Kita telah bekerja keras bersama sama." Shendi menjadi sungkan. Dengan tatapan memohon pada Arif meminta bantuan . Shendi memang belum pintar berkata kata.
Bantu aku selesaikan ini...
Arif faham lalu menghampiri Shendi, berbasa basi dengan mereka yang datang dari M&M.
"Baiklah, untuk mempersingkat waktu bagaimana kalau kita segera lanjutkan. Mengingat CE kalian sangat sibuk." Arif membersihkan debu yang ada dipundak Shendi.
***
"Tiara mengerjaiku dengan memberi cuti semua cleaning servisnya. Ia ingin aku bekerja seorang diri. Lalu kantornya kacau karena aku pasti tidak bisa mengatasi. Dan kemudian semua menyalahkan aku." Shendi tenang menjelaskan. Kakinya dia taruh diatas meja. Bahkan ia bermain dengan pulpennya.
"Anda tahu jika mereka mengetahui ada 32 penyusup masuk ke kantor itu. Maka urusannya tidak saja menyangkut nasib WD jewellry. Tapi juga nasib 32 orang tadi" Arif menarik pulpen yang diselipkan Shendi diantara hidung dan mulutnya. Geram dengan tingkah Shendi yang menganggap sepele masalah ini.
Shendi bisa lolos dari masalah menyembunyikan Aubery karena dapat perlindungan dari Anthony. Ia beruntung kala itu. Tapi sekarang Arif tidak yakin.
"Sayangku tidak akan melakukan itu... Paman tahu? Sepertinya Tiara mulai jatuh lagi dalam pesonaku."
" Kepercayaan diri anda terlalu besar !!" Arif siap dengan tinjunya.
"Haihh ... benar benar !!"
Keith tertawa melihat kebersamaan Shendi dan Arif. Kasih sayang keduanya seperti ayah dengan putranya . Ia tahu kemarahan Arif tidak pernah serius kepada Shendi. Apapun tingkah aneh Shendi, Arif selalu memaklumi walaupun setelah itu harus mengalami sakit kepala.
"Katakan Paman. Paman ingin mengelilingi dunia berapa kali. Aku akan membiayai semua." satu kedipan mata untuk Arif.
Akhirnya satu folder mendarat diubun ubun Shendi. "Apa anda sedang sombong dihadapan saya sekarang??!!" Arif geram.
***
.
.
.
.
__ADS_1
Hari ke 6 bayar hutang.
"Terima kasih Gery, kamu memang baiiikkk banget." ucap Ayu sambil menerima satu buket bunga dari Shendi. Shendi tersenyum lebar mendapat pujian dari Ayu. Gadis yang bertanggung jawab khusus di bagian pemasaran luar negeri itu , lalu menaruh buket bunga dalam vas yang sudah disiapkan.
"Ehem!"
Ayu dan Shendi menoleh ke arah suara. Ketika tahu siapa yang berdehem , Ayu langsung berdiri dan memberi salam. Shendi yang posisi awalnya membungkuk dimeja Ayu. Pelan berdiri lalu ikutan memberi salam.
" Selamat siang Nona , asisten Samy..."
"Selamat siang... " balas Samy ramah . Aubery diam tak menjawab sapaan Shendi. Ia menatap Shendi dan Ayu bergantian . Lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.
Shendi mengerucutkan mulutnya. Kenapa Tiara pagi pagi udah jutek . Berpikir kira kira ide apa yang ada di otak Aubery untuk mengerjainya hari ini. Menyuruhnya memanjat tower ? Memadamkan api di puncak Monas ? atau melawan naga raksasa ?
Shendi tertawa sendiri. Hingga tak menyadari Ayu memperhatikannya.
"Apa yang kamu pikirkan ??" tanya Ayu sambil menata bunganya.
"Menurutmu apa mood nona hari ini tidak bagus. Wajahnya galak sekali !" bisik Shendi lirih. Tatapan Aubery barusan seolah ingin mencabik cabiknya.
"Nona memang seperti itu dari dulu . Sebenarnya belakangan ini sudah lebih mendingan. Kamu tahu bagaimana dia dulu??, Kalau bukan gaji yang besar , aku tidak akan betah lama lama kerja disini." bisik Ayu tak kalah lirih.
"Chen da ma ?" tanya Shendi.
"Chen da ! Ayu terpana.
"Gery kenapa kamu bisa bahasa mandarin??" tanya Ayu penasaran.
" Aku baru mulai belajar. Mungkin bulan ini atau bulan depan aku harus berangkat ke Beijing untuk kuliah" Shendi dengan mimik wajah menyesal karena terlambat kuliah.
"Kalau gitu aku bisa ajari kamu percakapan dasar menggunakan bahasa mandarin. Kamu tahu ? aku menguasainya sejak lulus SMA. Makannya aku ditempatkan khusus pemasaran cabang China dan Hongkong."
"Wahh... ke yi ma? " Shendi antusias dengan tawaran Ayu.
"Tang ran ke yi lah... (tentu saja boleh). "
Mereka berdua mengobrol sambil cekikikan. Hingga tanpa sadar Samy sudah ada di sebelah Shendi. Ayu buru buru menyibukkan diri lagi dengan pekerjaannya.
"Nona membutuhkan bantuan anda mas, silahkan ke ruangannya... " ucap Samy ketika Shendi menyadari kehadirannya.
"Oh... " jawab Shendi singkat . Samy sedikit membungkuk setelah itu berlalu dari hadapan Shendi. Ayu melirik kearah Samy lalu kembali berbisik.
"Ger, kenapa Samy sopan sekali saat bicara denganmu ??"
"*Wo p**u ci tou* ...( aku gak tahu)." Shendi mengangkat dua bahunya lalu melenggang meninggalkan Ayu yang penasaran.
***
.
.
.
.
Bersambung 🕵️
🙏Terima kasih yang udah mampir dan ninggalin jejak like. Xie xie.😍
__ADS_1
❤️Wo Ai Ni❤️