
Gosib miring tentang Aubery mereda . Berganti berita heboh tentang klarifikasi Shendi. Judul berita antara lain,
Akhirnya Shendiaga Wiradana mengungkapkan jati dirinya.
Mereka yang dekat dengan Aubery Tsang ternyata adalah orang yang sama.
Dan Shendiaga Wiradana mengakui hubungannya dengan Aubery Tsang.
Kayaknya, wartawan tidak sabar untuk menayangkan berita besar. Ada yang live saat itu juga, ada yang menayangkan berulang ulang . Tanpa menunda besok , mereka seolah berlomba menaikkan jumlah viewer.
Banyak yang tidak menyangka seorang dermawan dan kaya raya ternyata kesehariannya sangat sederhana. Di tayangan itu Shendi hanya memakai pakaian kasual. Jauh dari bayangan mereka selama ini. Hingga julukan baru muncul untuk Shendi. Gembel bermahkota.
Wajah gantengnya pun tak luput dari sorotan. Semangat perjuangannya mendapatkan cinta Aubery menjadi topik menarik . Shendi mendadak menduduki urutan pertama tipe suami impian menurut survei. Dan masuk kriteria menantu paling diidamkan para orang tua.
Kaya, muda , ganteng , sederhana , gak sombong , baik hati , setia lagi ( hanya ada di dunia novel ). Sayang dia sudah menjatuhkan pilihannya pada Aubery Tsang. Sepertinya hari ini masyarakat dibuat jatuh cinta sekaligus patah hati.
Sudah terungkap siapa Shendiaga yang sebenarnya. Darimana sumber kekayaannya berasal. Siapa yang menyangka bahwa Blue Angel lah yang menguak siapa sejatinya 'tuan'nya. Para pakar perhiasan tak ketinggalan membahas cincin yang di pakai Shendi dan Aubery.
Itu cincin Blue Angel yang legendaris.
17 tahun silam. Sebuah pameran perhiasan yang diadakan di Inggris. WD Jewellry salah satu perusahaan yang mewakili negara dengan menyumbangkan 5 perhiasan untuk di pamerkan . Salah satunya adalah Blue Angel. Seorang Pangeran dari negeri X sangat tertarik dengan cincin couple ini. Pangeran itu berniat menghadiahkannya untuk istrinya. Ia menawar Blue Angel dengan harga yang sangat fantastis. Sayangnya WD tidak berniat menjual Blue Angel. Pada waktu itu beritanya sampai menggemparkan seluruh negeri.
Setelah 17 tahun tak ada kabar. Cincin itu tiba tiba kembali muncul di acara klarifikasi Shendiaga. Jadi dapat disimpulkan bahwa Shendiaga Wiradana adalah pemilik perusahaan perhiasan ternama di negeri ini. WD jewellry. Sekaligus pemilik toko kelontong M&M yang cabangnya mulai menggurita .
***
Di apartemen Jimin dan Romy.
"Wahh... bos sangat keren!!"
Jimin bertepuk tangan melihat tayangan klarifikasi Shendi di tv. Tak menyangka Shendi bisa menguasai diri dengan sangat sempurna berbicara didepan wartawan. Jimin mengira Shendi akan demam panggung. Ternyata tidak , bosnya memang sulit ditebak.
"Apa yang membuatmu senang??" Romy yang baru tiba. Wajahnya terlihat letih. Ia tidak habis pikir kenapa tiba tiba banyak laporan hampir dari semua toko cabang. Tiba tiba jumlah konsumen melonjak pesat. Seperti magnet mereka menyerbu M&M. Karyawan di toko sampai kewalahan.
"Kamu tidak lihat berita hari ini??" Jimin heran. Romy bisa ketinggalan berita heboh kayak gini .
"Aku sibuk Jim !! Hari ini banyak keluhan dari toko cabang. Kita mendadak kekurangan karyawan. Kamu enak berangkat kerja dan pulang sesuka hatimu." Romy ikut nimbrung melihat berita yang lagi di tonton Jimin.
"Jangan iri , kita punya bagian masing masing... " Jimin sambil menikmati es krimnya. Romy merebut es krim itu tapi Jimin tidak keberatan. Mereka sudah terbiasa berbagi.
"Jadi ini ... kenapa toko cabang mendadak diserbu konsumen. Mas Shen memang pembawa keberuntungan... " Romy memelototi berita di layar tv. Setelah itu bangkit memilih mengeceknya lewat komputer. Senyumnya muncul ketika melihat berita yang berseliweran di media sosial. Tidak ada yang paling heboh selain berita klarifikasi Shendi.
"Apa yang kamu lakukan??" Jimin penasaran Romy yang langsung sibuk di depan komputer. Dia bahkan belum mandi.
"Mengaktifkan lagi akun media sosial mas Shen." jawabnya sambil terus fokus pada layar komputer.
"Kita tidak perlu lagi mengunci informasi. Biarlah masyarakat mencari tahu lewat akun resminya . Tugas baru kita adalah jangan sampai orang lain memanfaatkan popularitasnya. Awasi akun lain yang mengatas namakan Shendiaga Wiradana." jawabnya masih terus menata akun baru yang dibuatnya. Jimin mengangguk paham.
"Bagaimana kalau kita gunakan foto ini sebagai foto profil?" Romy memperlihatkan foto Shendi yang diambil setahun yang lalu waktu acara wisuda TK Yashinta dan Ramanda .
__ADS_1
Jimin menggeleng.
"Itu terlalu formal , bukan stylenya mas Shen. posenya juga terlihat kaku!!"
"Kalau gitu ini saja..." Romy mengklik OK.
"Setuju !!" Jimin.
Sementara ditengah perjalanan. Akhirnya Shendi bisa melacak keberadaan Aubery . Yang disana baru saja mengaktifkan ponselnya.
"Kota D? hotel de Coral ?" sambil menyetir Shendi memperjelas indera penglihatannya mengamati sebuah lokasi peta di layar ponselnya. Ia lalu ingat pesan singkat Samy. Hari ini Aubery akan pergi ke kota D.
Shendi memastikan dengan menghubungi Samy.
"Benar, hari ini nona berencana pergi ke kota D. Menghadiri ulang tahun Fiona sahabatnya. Kalau tidak salah Fiona sudah menyewa beberapa kamar di hotel." terang Samy di seberang.
"Hahh... bikin kaget saja." Shendi bernafas lega. Ia sempat berpikir Aubery akan diculik Riki atau orang suruhannya. Ternyata bukan. Ya udahlah kalau sahabatnya yang menculik. Shendi putar balik tidak jadi ke kota D.
***
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU..." para tamu menutup lagu internasional itu dengan tepuk tangan lebih kencang. "Tiup lilinnya... tiup lilinnya..."
Meskipun suasana dibuat temaram. Pesta tetap berlangsung meriah. Ditempat itu disediakan kolam renang yang menghadap ke laut. Ada lantai untuk berdansa. Dan disediakan makanan dan minuman berbagai macam. Teman Fiona yang berjumlah hampir 20 orang bebas menikmati fasilitas yang disiapkan..
"Happy birthday Fi," Aubery memberi ucapan selamat.
"Maaf hadiahnya tertinggal di Samy. Tapi aku janji akan menggantinya besok."
"Ga papa Be, makasih ya ... kamu gak marah kan karena kami sudah menculikmu dari sisi pangeran." jawab Fiona setengah menggoda.
"Pangerannya pasti sedang bingung sekarang." Elaine menyambung diikuti tawa renyahnya. Tadi siang karena Aubery tidak kunjung datang. Mereka berniat naik ke atas menjemput Aubery. Tapi mereka malah menemukan tontonan yang menarik. Shendiaga dan Aubery menunjukkan cincin pertunangan didepan wartawan. Mereka kemudian membuntuti Aubery sampai di lantai 5.
"Uhuhu..." Aubery pura pura menangis. "Kalian tidak seharusnya menggangguku . Pangeran bisa datang menangkap kalian para hantu kesepian." candanya dengan menunjuk ke arah Fiona dan Elaine.
"Apalah daya kita yang masih jomblo..." Elaine dengan pandangan menerawang. Satria datang bergabung. Setelah mengucapkan selamat pada Fiona. Dia mencari tempat duduk di sebelah Aubery.
Fiona menyikut Elaine. Raut wajah Satria tampak mendung. Tentu saja karena Aubery sudah milik orang lain. Mereka tahu Satria juga mempunyai perasaan pada Aubery.
"Hai Be..." sapa Satria. Aubery membalas dengan senyum akrap seperti biasa.
"Kalian tidak mengundang Riki kan??" Aubery was was.
"Nggak Be, kita udah tahu kelakuan Riki tempo hari. Maafkan kami ya... kita gak nyangka Riki akan senekat itu." Fiona menyesal meninggalkan Aubery pada Riki yang jelas jelas selalu ingin mendapatkan Aubery dengan berbagai cara.
"Kamu nih gara gara mabuk kaya orang gila!!" Fiona memukul pundak Elaine. Yang dipukul hanya tertawa garing. Satria hanya terdiam. Ini salahnya tidak bisa mengontrol minumnya. Seharusnya dia menjaga Aubery. baru minum segelas dirinya sudah tidak ingat apa apa. Atau jangan jangan Riki juga membuatnya tidak sadar. Kekuatan minumnya tidak sepayah itu.
__ADS_1
"Ya sudah lupakan, sekarang ini hari bahagiamu jangan mengingat kejadian menyakitkan itu." Satria meraih gelas yang berisi Bir. Lalu mengangkat ke tengah meja menunggu lainnya mengikuti. Aubery lebih memilih gelas yang berisi Gin. Yaitu jenis minuman beralkohol hasil distilasi seperti vodka yang diberi rasa . Ia sedikit tenang mengkonsumsi minuman itu, Riki tidak ada di pesta.
Empat gelas bertemu. Mereka meneguk minuman masing masing. Tawa canda kembali menghiasi kebersamaan mereka. Aubery pun tampak menikmati suasana malam ini seolah ia lupa kejadian tempo hari. Saat dirinya hilang kendali.
Aubery menuang Gin ke tiga kalinya. Ketika seseorang merebut gelas itu saat Aubery akan meneguknya. Aubery , Fiona , Elaine dan Satria mendongak siapakah yang lancang merebut gelas Aubery.
Pria itu meneguk sampai tandas, lalu meletakkan gelas itu diatas meja dan mengisinya lagi. Kemudian mengangkatnya didepan Fiona.
"Maaf lancang nona, sebenarnya kamu juga boleh mengundangku. Aku akan sangat senang datang ke pestamu." menyodorkan gelasnya pada tuan rumah.
"Selamat ulang tahun..."ucapnya kemudian.
Aubery kaget. Dia disini...
Elaine dan Fiona tak kalah kaget. Dia benar benar datang...
Satria menghela nafas panjang lalu meneguk minumannya sendiri.
Melihat semuanya bengong. Orang itu tertawa kecil. Lalu meneguknya tanpa menunggu sambutan mereka. Ia kemudian duduk disebelah Aubery. Jadilah gadis itu diapit dua cogan.
Aubery gelisah dengan kedatangan Shendi yang tiba tiba. Apalagi sikapnya yang arogan merebut gelas Ginnya. Shendi menoleh ke arah Aubery.
"Sayang , kamu lupa pesanku??"suaranya lembut tapi menekan.
"Jangan minum banyak banyak. Apa kamu sudah lupa apa yang kamu lakukan padaku gara gara kamu ga bisa mengontrol minummu??" tatapan Shendi sarkas.
Mendengar itu wajah Aubery memerah.
Fiona dan Elaine menutup mulut mereka masing masing. Penasaran mereka ngapain aja malam itu. Aubery yang dalam pengaruh obat perangsang. Satria meremas gelasnya keras keras.
.
.
.
.Bersambung๐น๐ธ๐บ๐ป๐ฅ๐ฅ๐ท
.
.
โฅ๏ธMas ganteng diatas mewakili visual Shendi menurut pribadi author. Udah melekat dari awal episode. Artis dari negeri tirai bambu China ini emang tinggi banget. Kalian bebas dengan imajinasi masing masing.๐ค๐ค
๐ Maaf telat update lagi ga enak body. Terima kasih masih setia disini.
๐ sampai jumpa di episode berikutnya.
๐ Sayang semuanya.
__ADS_1