Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Strategi Baru


__ADS_3

Flashback on


Riki yang memang suka berkeliaran di Megabox mall. Hari itu ia melihat seseorang yang dia tahu adalah staf Aubery.


Vir, staf terbaik A.T yang sudah bekerja hampir 4 tahun. Keluar dari lift di lantai 10. Gadis itu terisak dengan membawa barang barangnya. Riki bisa menebak apa yang terjadi dengan Vir. Riki pun mendekatinya.


"Kamu stafnya Aubery kan??" sapa Riki. Vir bingung tiba tiba seorang cowok menghampiri dan mengetahui bahwa dia adalah staf A.T, lebih tepatnya mantan staf. Aubery sudah memecatnya 2 jam yang lalu.


"Oh , aku Riki. Teman Aubery." menjawab kebingungan Vir dan mengulurkan tangan. Vir kemudian mengerti . Tidak heran dia teman mantan bosnya. Cowok ini berpenampilan tak biasa. Vir lalu menyebutkan namanya tanpa membalas uluran tangan Riki. Lagi bawa barang bro , berat lagi.


"Kelihatannya kamu tidak baik baik saja. Sini aku bantu." Riki membantu Vir membawakan barang. Awalnya Vir menolak tapi riki memaksa. Jadi ya sudahlah...


"Sampai di halte depan saja..." ucap Vir akhirnya. Sampai dibawah gedung , Riki malah nyelonong ke arah parkiran. Menaruh barang barang Vir ke dalam mobilnya. Vir kaget dan berlari mengejar Riki. Ganteng ganteng kok mau melarikan barang orang.


"Dengan keadaan kamu kayak gini sangat bahaya naik kendaran umum." Riki membuka pintu mobilnya, mempersilahkan Vir masuk.


Ya udah kalau maksa, Vir tidak mau melewatkan keberuntungan ini. Akhirnya Vir bersedia diantar Riki kerumahnya. Diperjalanan Riki mencoba memancing Vir untuk bercerita apa yang sebenarnya sudah terjadi. Dengan meledak ledak Vir bercerita tentang kejadian 2 jam yang lalu. Saat mantan bosnya memecatnya tanpa alasan yang tepat.


"Ohh... cuma gitu aja sampai nangis kayak udah kehilangan tangan dan kaki. Tenang..., kamu cantik dan pintar gini pasti banyak yang bersedia merekrutmu." Riki mulai melancarkan aksinya.


"Kebetulan aku belum mendapat sekretaris yang cocok. Kalau kamu bersedia bekerja sama denganku. Kurasa aku bisa memberikan posisi ini untukmu."


Vir seolah tak percaya. Posisi sekretaris itu lebih baik daripada staf keuangan di kantor A.T. Tapi kira kira kerja sama apa yang ditawarkan Riki.


Riki kemudian mengutarakan rencananya. Membalas perlakuan Aubery dengan menyebar keburukannya. Hanya itu ?


Riki mengangguk , dengan sifat Shendi yang selalu menyembunyikan identitasnya. Dia hanya bisa diam menyaksikan kekasihnya hancur. Dan Aubery akan balik membenci Shendi.


Riki dan Vir akhirnya sepakat. Mereka bertukar nomor ponsel untuk membicarakan rencana selanjutnya.


Orang kalau sudah kepepet apapun pasti di terjang._Riki.


Daripada rumah ditarik karena gak bisa bayar angsuran._ Vir.


Flashback off


***


"Baiklah... baiklah ... !!" Shendi berusaha lembut agar Aubery tidak semakin ngambek. Kawatir , putus asa jadi satu. Aubery tidak mau mendengar penjelasannya. Dan gadis itu ngotot tidak mau diantar.


Karakter keras kepala yang melekat dalam diri Aubery. Mengharuskan Shendi untuk lebih baik mengalah.Aubery tipe yang sulit mengubah pendirian kecuali atas kemauannya sendiri.


"Tapi , bisakah kamu jangan terlalu ngebut?!" membelai rambut Aubery lalu mengusap pipi yang halus itu.


Entah apa yang ada didalam pikiranmu Tiara. Hingga tidak mau mendengarkan penjelasanku.

__ADS_1


"Emmh... jangan kawatir" Aubery hanya mengangguk kecil. Kemudian menutup mobil tanpa menghiraukan Shendi yang ingin mencium bibirnya. Sial , Shendi memejamkan mata merasa dicueki.


Senyum terpaksa melepas kepergian kekasihnya.


Mobil Aubery berjalan meninggalkan lapangan tembak. Tinggallah Shendi sendirian berdiri mengawasi mobil itu hilang dari pandangan. Ia lalu menghubungi Samy.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." ucap Shendi begitu tersambung dengan Samy.


"Ini mengenai Riki... "


Shendi masuk kedalam Jeep putihnya. Menceritakan dengan detail semua kebusukan Riki.Tanpa ada yang terlewatkan.


"Lalu darimana anda mendapatkan bukti bukti itu ?" tanya Samy heran. Hanya hacker handal yang mempunyai kemampuan meretas seperti ini. Benar juga, Shendi juga seorang tuan muda . Pasti dia adalah orang hebat yang mampu melindungi privasi Shendi dengan sangat sempurna. Sampai gosip heboh sekarang ini saja. Belum ada yang berhasil mendapatkan foto maupun info tentangnya. Satu satunya foto Shendi yang tersebar masih tetap foto di profil Faceb**k itu.


"Itu tidak penting. Yang penting sekarang pikirkan bagaimana caranya agar Riki membuka kedoknya sendiri. Dia pasti tidak akan berhenti sampai disini."jawab Shendi enteng.


"Oh iya , Nonamu baru saja meninggalkan lapangan tembak. Kalau sudah sampai, tolong hubungi aku segera." Shendi sambil menyalakan mesin mobil.


"Aku tahu, Satria baru saja menghubungiku. Dia begitu terpukul setelah aku memberi tahu tentang kejadian malam itu."


Shendi ganti memakai bluetooth earphone dan melanjutkan berbincang dengan Samy. Mobilnya mulai merambat meninggalkan lapangan tembak. Satria yang dari tadi memperhatikan Shendi dari jauh. Keluar dari balik pilar. Bermacam perasaan muncul secara bersamaan. Sedih , cemburu , lega , cemas.


"Haruskah aku berterima kasih padamu tuan muda Shendiaga Wiradana. Jika kamu tidak datang malam itu. Mungkin aku akan dihantui rasa menyesal di seluruh sisa hidupku..." gumam Satria lirih.


Shendi kembali ke puncak bukit Y. Setelah mandi dan mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Ia akan kembali disibukkan dengan pekerjaan kantor yang tadi diantar kurir langganan ditempat biasa.


Shendi belum bicara mengenai masalah ini dengan Aubery. Tapi Aubery sudah marah duluan. Shendi jadi tidak semangat kerja , ia pun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Sigi... !, kenapa aku melupakan Sigi..." Shendi langsung bangun dan mencari keberadaan Sigi. Dikamar atas tidak ada. Ruang depan dan belakang tidak ada. Shendi pun mencari ke halaman samping. Dimana hanya ada Lingga yang tengah memilih kambing yang siap untuk dijual besok.


"Sigi dimana Ling?" tanya Shendi. Lingga sesaat menoleh ke arah bosnya.


"Sudah pergi tadi pagi mas, katanya pak Arif sudah kembali dari kota L." Lingga menjawab di sela sela mengecek setiap inci badan kambing.


"Tapi wajahnya kelihatan murung gitu... " sambung Lingga. Shendi terdiam. Sigi pasti terluka dengan penolakannya. Shendi menarik nafas dalam...


Kita selalu bersama, bercanda tawa sejak masih kecil .


Haruskah kebersamaan ini terputus karena perasaanmu yang berubah menjadi suka.


Aku rasa dengan kita berteman selama ini lebih baik daripada mengedepankan perasaan yang lebih.


"Mas...!"


Panggilan Lingga membuyarkan lamunannya. Lingga menyerahkan selembar brosur kepada Shendi.

__ADS_1


"Kemarin aku mendapatkan ini waktu di pasar..." ucap Lingga. Shendi menerima brosur itu dan membacanya.Setelah beberapa menit Shendi tampak mengangguk paham.


"Bagus..."


"Jadi kita fokus menggemukkan saja mas. Kambing akan dijual per kilo , bukan per ekor. Mereka bisa menyediakan bibitnya sekaligus. Tiap 3 bulan sekali mereka akan datang membeli kambing kita. Sekaligus mengantar bibitnya."


"Wahh... Ling !!, kamu boleh juga , tak kusangka kamu bisa mengendalikan peternakanku. Malah bisa menemukan ide baru untuk mengembangkannya." Shendi menepuk pundak Lingga bangga.


"Mas Shendi yang seorang CEO saja bisa, kenapa aku tidak!!" ucap Lingga yakin.


"Mas mengajarkan aku untuk tidak gengsi dengan profesi apapun itu . Selama halal dan tidak merugikan orang."


Shendi berdecak merasa tersanjung. Mereka pun melanjutkan perbincangan mengenai strategi baru dalam mengembangkan peternakan.


"Kedepannya aku percayakan sepenuhnya atas bukit Y , anak anak ,rumah kayu, dan peternakan ." ucapan Shendi tiba tiba mengejutkan Lingga.


"Apa mas akan fokus di WD dan M&M?"


"Beberapa minggu lagi aku akan berangkat ke luar negeri untuk belajar. Mungkin setahun duakali bisa pulang ke tanah air."


"Mendadak sekali mas..." Lingga tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Enggak kok, aku sudah merencanakan sejak tahun kemarin." Shendi tertawa ketika menangkap ada kekhawatiran diraut wajah Lingga. "Jangan khawatir, aku akan tetap menghubungimu setiap hari. Aku kan harus memantau semuanya. WD, M&M dan bukit Y."


"Bang Sobari juga akan membantumu. Dan aku akan merekrut beberapa orang lagi. Karena Raja kayaknya juga akan sibuk belajar."


"Bukit Y adalah tujuan akhir dari perjalananku. Aku sudah jatuh cinta dengan tempat ini. Aku akan menghabiskan sisa umurku disini dengan istri dan anak anakku kelak." Shendi kemudian menggambarkan semua rencana indahnya tentang masa depan. Hidup bahagia bersama keluarga dibukit itu.


.


.


.


.


Bersambung🏡🏠🏚️


.


.


.


👋 Sampai jumpa next episode.

__ADS_1


🙏Terima kasih yang udah like, rate, komentar , favorite , hadiah dan vote. Sangat berarti untuk Author.


😘 Lope yu😘


__ADS_2