
"Emh !" Aubery mengangguk.
"Itu akibat mereka mengusik yang sudah menjadi milikku!!"
"Tiara, kenapa kamu kecanduan memecat pegawaimu. Mereka tidak tahu apa apa lalu tiba tiba kamu pecat. Kamu tidak pernah tahu bagaimana susahnya mencari pekerjaan sekarang?" Shendi menahan Aubery yang terus berusaha menciumnya. Setelah memecat Vir tadi pagi. Aubery kembali memecat Dina karena kesalahan yang hanya sepele.
Dari awal Aubery tiba dikantor sampai hampir menjelang siang. Aubery tidak berhenti sampai di Dina. Dia terus menindas yang lainnya , Terutama mereka yang akrap dengan Shendi. Kesalahan sedikit Aubery bisa menyelesaikan mereka dengan satu jari.
"Aku memecat mereka yang genit padamu saja" Aubery membela diri.
Shendi tertawa singkat menghadapi Aubery yang kekanakan. Harus ya , memecat Vir dan Dina, staf terbaik A.T karena rasa cemburu Aubery.
"Tiara, mereka hanya baik kepadaku. Bahkan Ayu sudah memiliki pacar yang setiap hari mengiriminya bunga. Bisakah kamu jangan kejam terhadap mereka yang sudah membantumu berjuang?"
Suara kasak kusuk karena mereka berdua berusaha jangan sampai ada yang mendengar . Akhirnya Aubery cemberut.
Kejam? aku kejam ? Aku hanya tidak tahan melihat mereka selalu menempel pada kekasihku.
"Kamu akan memanggil Vir dan Dina kembali kan?" Tanya Shendi , namun segera dijawab Aubery dengan menggeleng mantab.
"Sekeras apapun berusaha , mereka tidak akan berhasil. Sudah tidak ada tempat lagi di hatiku , karena mata dan hatiku ini dipenuhi kamu,?" Shendi setengah menggombal kembali meyakinkan Aubery. Dan lagi lagi gadis itu menggeleng.
Shendi mendengus karena kehabisan cara. Tinggal satu cara semoga ini bisa membantu mereka yang tidak bersalah. Bertumpu pada lengan kanannya, Shendi mulai melancarkan aksinya. Mendekatkan wajahnya pada Aubery lalu mulai membisikkan sesuatu.
"Kalau gitu besok aku tidak datang kekantor mu lagi. Bisa bisa gantian aku yang mati cemburu karena lama lama di kantormu ini tinggal staf laki laki saja" Shendi mulai memiringkan wajahnya. Tatapannya tertuju pada bibir merah delima milik Aubery.
"Kalau gitu akan kuperlihatkan ke mereka bahwa kamu adalah milikku!" ucap Aubery lirih. Kembali siap menerima ciuman hangat dari kekasihnya. Jarak bibir mereka semakin dekat. Lalu...
Brak!!
Tiba tiba Amin membuka pintu dengan terburu buru. Ia bermaksud pergi ke tangga darurat untuk merokok. Namun sebuah pemandangan yang membuat lututnya lemas. Rekan Cleaning servicenya sedang berduaan dengan bos A.T. Dan mereka hampir berciuman.
Shendi yang juga kaget langsung mendorong tubuh Aubery ke dinding. Shendi mundur dua langkah. Seketika suasana menjadi canggung. Amin mencari pegangan lalu merangkak menuruni tangga.
"Halo bu, siap !! cabe sekilo , jengkol sekilo, apa lagi ??" Amin pura pura sedang menelfon.
Namun Amin berbalik menaiki tangga dan pura pura tidak melihat. Tidak mungkin Amin turun ke lantai 41. Itu kantor milik orang lain.
Gantian Shendi yang cemberut menahan kesal melihat Aubery justru tampak tenang tenang saja. Shendi kesal karena dia kepergok Amin. Juga kesal karena Aubery yang terus menggodanya. Imannya terlalu lemah jika berhadapan dengan mutiara hatinya ini.
"Kita masih belum selesai, apa kamu mau kencan berempat ?? sambil membicarakan masalah kita" Shendi datar menatap Aubery.
"Boleh..." jawab Aubery kembali merangkul Shendi.
"Tapi sekarang berikan aku sebuah ciuman"
Gleg!
Sesaat Shendi menatap bibir tipis Aubery yang menggemaskan.
"Tunggu aku setelah gosok gigi... " Shendi melepas tangan Aubery yang melingkar dilehernya. Membuka pintu lalu pergi entah kemana.
"Ha, bukankah setiap hari kamu gosok gigi ?!"
Aubery kecewa, ia tidak yakin Shendi akan kembali. Karena wajahnya terlihat sedang tidak senang.
Flashback On.
"Apa kamu sudah berangkat?" tanya Shendi diseberang . Aubery sedang melakukan panggilan telepon.
__ADS_1
"Emh, aku baru keluar dari kamar." jawab Aubery sambil menuruni tangga diikuti Aura dibelakangnya.
"Kenapa tidak segera balas pesan smsku? Aku sudah menunggu lama"
"Aku baru istirahat, kan baru sepuluh menit yang lalu aku membalas pesanmu" terdengar samar samar stafnya menyapa selamat pagi kepada Shendi dan Shendi juga membalas sapaan itu.
"Itu lama sekali. Pokoknya kalau aku sms cepat balas ya!!" seru Aubery.
"Sayang aku tidak mau ditegur HRD karena bekerja sambil sms-an."
"Aku akan langsung memecatnya!" jawab Aubery cepat.
"Tiara kamu tidak boleh memecat staf yang sudah melakukan tugas dengan benar." Shendi memberi saran agar Aubery lebih manusiawi.
"Baiklah, aku akan mendengarkan mu" Aubery tersenyum malu malu. Aura hanya terkikik melihat tingkah Aubery. Emang Shendi bisa melihat senyum itu kah?
"Apakah Samy mengantar anak anak ke sekolah?Apakah mereka menghabiskan sarapannya? Apa kamu menyetir sendiri?" tanya Shendi beruntun.
"Ya,"jawab Aubery singkat.
"Pagi Gery... " suara renyah seorang gadis yang sepertinya baru datang sampai ke telinga Aubery. Seketika senyumnya hilang.
"Pagi mbak Vir... " balas Shendi ramah. Aubery menatap layar hpnya tak percaya.
Vir?? staf bagian keuangan ?? Harus ramah begitukah??
"Ummmh manis sekali..." Vir terdengar seperti gemas melihat Shendi yang tersenyum ramah .
"Aku senang karena bos tidak lagi menghiraukanmu. Karena dia akan sibuk dengan kekasihnya. Dengan begitu aku bisa mengejarmu lagi." suara Vir yang langsung membuat darah Aubery naik ke ubun ubun.
"Ahaha, emang aku lari kemana mbak , sampai harus dikejar" Shendi merespon godaan Vir.
Hei Shendiaga Wiradana!! perlu menjawab gitu kah !!
"Nih buatmu , jangan lupa sarapan ya?" Vir sepertinya mengakhiri percakapan. Aubery menutup panggilan dengan muka ditekuk.
"Lihat apa yang bisa aku lakukan pada kalian para penggoda!!"
Diperjalanan Aubery terus berdecak tak percaya mereka masih berani genit menggoda Shendi. Sampai dikantor. Ia sempat melihat para stafnya buru buru kembali ke meja masing masing. Termasuk Dina yang sepertinya juga habis mengobrol dengan Shendi.
Aubery sengaja lewat dimeja Vir. Berhenti tepat didepan Vir dan menatapnya sarkas.
Lihat wajah topengnya ini, kamu lupa bagaimana raut wajahmu saat tadi menggoda milikku?
"Datang ke kantorku sekarang dan bawa laporan keuangan satu tahun terakhir" ucap Aubery. Vir tampak bengong dan bingung. Aubery melanjutkan langkahnya setelah Vir mengangguk.
Sempat mata Aubery menangkap beberapa paper bag yang menggantung di belakang kereta dorong Shendi. Sepertinya itu sarapan pemberian para stafnya . Ditepi laut itu, dirinya dan Shendi telah sepakat menyembunyikan hubungan mereka untuk sementara waktu. Begini akibatnya. Aubery hanya bisa melirik Shendi kesal.
Tunggu sampai tiba waktumu menerima hukuman dariku...
Hampir satu jam Vir diruang Aubery. Suara samar samar Aubery memarahi Vir sampai ditelinga staf lain. Mereka gelisah, hari ini Aubery lebih mirip Aubery yang sebelumnya. Menghadapi apapun dengan kemarahan.
Shendi pun tak luput dari sasaran kemarahan nona besar.
"Panggil Gery !!" perintahnya kepada asisten desainernya.
5 menit kemudian Shendi masuk bersama asisten desainer. Aubery menyerahkan satu baju sampel kepada Shendi yang masih membawa pel sodok.
"Lepas semua manik manik ini... " perintahnya kemudian kepada Shendi.
__ADS_1
Shendi tak mengerti maksud Aubery. Kenapa diberi pekerjaan yang bukan tugasnya. Begitu juga asisten Aubery, ia yang nampak terkejut sekaligus bingung. Tinggal buat sampel baru, kenapa repot repot melepas manik manik yang jumlahnya ratusan.
"Non, ini tugas saya. Biar saya yang mengerjakan..."
Aubery menoleh kepada asistennya.
"Kamu juga dapat hukuman, siapa yang menyuruhmu memasang manik manik itu di dada !!" Asistennya menunduk. Ia melakukan kesalahan dengan tidak melihat gambar desain Aubery. Tanpa bertanya lebih detail ia membuat sampel sebuah gaun rancangan Aubery.
Aubery merebut pel sodok dari tangan Shendi lalu memberikan kepada asistennya.
"Gantikan tugas Gery. Pel bersih seluruh lantai ini...!"
Awalnya asistennya tampak tak terima dengan tugas barunya. Tapi kemudian ia bersyukur. Ini lebih baik daripada nasib Vir dan Dina. Ia menerima pel sodok itu lalu berjalan ragu keluar ruang desain.
Shendi mengamati gaun itu. Lalu menatap Aubery penuh tanda tanya. Ini bukan keahliannya. Bisa saja ia malah akan menghancurkan gaun itu.
Aubery mengambil gunting benang. Lalu memberi contoh pada Shendi bagaimana melepas manik itu satu satu. Shendi bengong. Manik manik itu jumlahnya ratusan. Butuh berapa lama untuk melepas semuanya. Jangan jangan ini ide Aubery untuk menjadikannya tahanan.
"Apa nona menjadikan aku tahanan lagi" bisiknya pelan. Tatapan mereka bertemu.
"Ini lebih baik daripada kamu berkeliaran kemana mana" Aubery membalas bisikan Shendi.
Masih ada beberapa orang diruang desain. Mereka sibuk dengan tugas masing masing. Shendi hanya bisa menuruti perintah Aubery. Duduk dipojok ruangan dengan memegang gaun dan gunting benang.
Pekerjaan ini sangat membosankan. Hingga Shendi terus menguap karena kantuk menyerang. Bahkan Suara Aubery yang terus menegur asistennya tak membuat rasa kantuk itu hilang.
***
"Ayolah Tiara, kita sudah sepakat untuk sementara ini kita sembunyikan dulu hubungan kita. Sampai tiba waktu yang tepat, bahkan kamu boleh mengumumkan pada dunia" Shendi hampir luluh dengan sikap Aubery yang mulai manja. Dirapikan poni Aubery lalu menyelipkan dibelakang telinga.
Aubery sudah berganti pakaian santai. Kaos oblong , celana pendek dan sepatu kets. Ia terlihat seperti gadis remaja lainnya yang sering terlihat di mall.
"Berpacaran denganku apa membuatmu malu? Sampai harus sembunyi sembunyi seperti ini?" Aubery bertanya lirih. Ia memainkan kukunya.
"Mana mungkin " Shendi mendekatkan wajahnya ke wajah Aubery mencegah gadis itu berpikir yang macam macam.
"Kamu yang paling cantik dan bersinar. Tentu aku sangat bangga memilikimu. Kamu tak perlu tahu sebesar apa cintaku, cukup rasakan saja..."
Mereka saling menatap satu sama lain.
.
.
.
.
.Bersambung⛹️🏋️🤸
.
.
🙏Terima kasih yang masih setia mengikuti kisah Aubery & Shendi.
🙂 Semoga kita selalu diberi kesehatan. Jangan lupa gunakan masker. Sering cuci tangan dan jaga jarak.
☺️Saran dari penulis. Setelah bepergian , usahakan jangan menyentuh apapun dulu. Cuci tangan habis itu langsung mandi keramas. Ganti dengan baju bersih. Setelah itu langsung cuci baju yang habis dipakai. Bawa hand sanitizer kemanapun. Gunakan sesering mungkin apalagi setelah menyentuh sesuatu berbahan logam atau besi. Karena virus bisa bertahan sampai 9 jam dibenda benda seperti pegangan pintu. Yang pastinya banyak dipegang orang.
__ADS_1
☺️Bukan sok pintar ya. Hanya saling mengingatkan. Yuk sama sama perang melawan virus.
🤗Sampai jumpa dan sayang semuannya😍😍