Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Mengembalikan 14 hari


__ADS_3

"Aku mau menangkap penyusup , penyusup yang menyusup ke kantorku." jawab Aubery santai menuju rak tempat menaruh koleksi tasnya.


Gadis make up itu mengernyit.


"Penyusup??" gumamnya.


Senyum licik muncul disudut bibir tipis nona besar.


Berani sekali menaruh sampah dimeja kerjaku. Orang rendahan bahkan baru beberapa hari kerja berani mencari mati.


Hari ini aku akan menangkap basah siapa saja kamu. Lalu menendangmu keluar dari kantorku...


Aubery menggigit bibirnya. Sesaat wajahnya berubah geram menahan amarah . Hari ini sengaja menyingkat waktu , bangun lebih pagi dan memilih sendiri gaunnya. Dan menata sendiri rambutnya.


Demi menangkap cleaning servis kurang kerjaan. Apa dia pikir dirinya akan memakan sarapan dari tangan seorang cleaning servis.


"Cih..." keluar dari bibir tipisnya.


Dilihatnya jam Rolex ditangan kirinya. Lalu buru buru menimbang . Mana tas yang cocok dengan pakaiannya. Gucci atau Chanel.


"Chanel sepertinya lebih cocok dengan gaun Nona!" Gadis itu memberi saran. "Tapi ... "


Aubery kembali menatap gadis itu dari kaca. Lalu berbalik menghadap kearah gadis make upnya. Menunggu gadis itu melanjutkan kalimatnya.


"Sepertinya itu tas favorit nona. Meskipun cocok namun anda terlalu sering memakainya . Bahkan saya hafal anda pernah memakainya dimana!!" pungkasnya dengan serius.


Lalu gadis itu menghitung tas koleksi Aubery yang jumlahnya ternyata mencapai puluhan. Dan semua dari brand ternama .


"Kamu cukup berani ya, siapa namamu??"


"Aura non... "


Aubery mengangguk sambil menatap Aura lekat. Gadis ini direkomendasikan langsung oleh Samy. Dia terlihat berbeda dengan tukang make up yang sebelumnya. Dihari pertama bekerja dia memang terlihat tegang. Namun dia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik dan penuh semangat .


Dia juga berani beberapa kali memberi saran ketika acara memilih baju dan aksesoris. Sepertinya gadis ini cukup paham style nya.


"Apa kamu salah satu fansku??"


Aura langsung mengangguk mantap.


" Iya non , saya sangat mengagumi anda. Saya bahkan membuat situs pribadi tentang anda."


Aubery terpana. Ia teringat tentang sebuah situs yang rutin mengulas apapun tentangnya. Kalau tidak salah...


"Auloveyou 4ever ??"


"Benar!" Aura berbinar ketika Aubery mengeja nama situs buatannya. Jadi benar apa yang diucapkan Samy. Aubery selalu mengikuti berita yang beredar di luar. Termasuk dari situs buatannya.


Menarik...


"Kita akan mengobrol nanti. karena aku harus buru buru menangkap penyusup." Aubery tetap memilih membawa tas Chanel kesayangannya. Jangan buang waktu lagi.


"Baik non. Hati hati dijalan!" Aura mengantar Aubery sampai didepan pintu utama bersama beberapa pelayan. Aura menghela nafas panjang ketika mobil itu mulai melewati gerbang .


Tidak menyangka ia akan sedekat ini dengan Aubery. Bahkan merias wajahnya setiap hari. Seperti rumor yang beredar , Aubery memang angkuh. Tapi Aura tahu , sebenarnya Aubery berhati lembut.


Setelah dua hari heboh berita tentang Aubery ditemukan. Samy menghubunginya dan membuat janji bertemu untuk meminta maaf karena tempo hari tidak mempercayainya bahkan mengejek tentang jurusannya.


"Asisten Samy. Saya jurusan tata rias dan make up. Bukan jurusan teater seperti yang anda bilang" ucap Aura kala itu .


Dari pertemuan itu. Samy juga ingin menepati janjinya mempertemukan dirinya dengan Aubery secara langsung.


Bahkan Aura tidak menyangka Samy langsung menawarinya pekerjaan paruh waktu dengan menjadi juru make up untuk Aubery. Idolanya.


Sebuah kebetulan. Samy kebingungan mencari tukang make up untuk Aubery. Dan Aura menguasai bidang ini. Walaupun Aura masih dalam tahap belajar. Tidak salah mencoba. Dan akhirnya , Aura berhasil memuaskan Aubery dengan riasannya. Tanpa kesulitan yang berarti.


***


.


.


.

__ADS_1


.


"Kenapa kamu selalu terburu buru !! , aku berbaik hati menyapamu duluan. Tapi sepertinya kamu selalu menghindar." sergah Riki ketika Shendi bergegas masuk ke mall.


Shendi tertawa khas . Gaya santainya yang selalu bikin lawan bicaranya kadang salah sangka. Dikira Shendi sedang menyepelekan. Padahal sih iya ( lihat lawan bicaranya dulu ).


" Ayolah Rik , ini jam dimana aku


harus bekerja. Aku yakin kamu tidak sedang memperhitungkan kisah masa lalu !!. Jangan berfikir aku menghindar cuma gara gara gebetanmu dulu balik mengejarku. Lalu sekarang aku merasa bersalah padamu..."


"No no no... !" sambung Shendi dengan menggoyangkan telunjuk dimuka Riki menirukan gaya Yas.


"Aku tidak berbuat apa apa , jadi itu bukan salahku ."


Riki mulai tidak senang mendengar ucapan Shendi. Kisah masa lalu yang selalu membuatnya kehilangan harga diri sebagai cowok tertampan dan terkaya disekolah.


Gara gara Gery. Dirinya harus menahan malu karena ditolak gadis gadis disekolah. Yang lebih menyakitkan. Dengan terang terangan beberapa gadis bahkan jujur mengatakan lebih memilih Gery dari pada dirinya.


Masih ingat ucapan gadis populer disekolah menolaknya. Mela, gadis kalem pujaannya. Ia lebih memilih Gery daripada dirinya.


Kamu menyerah saja... Aku tidak pernah menyukaimu. Orang yang aku sukai adalah Gery kelas 3A.


Sombong banget kamu Ger ,


Kamu tidak pernah berubah ...


Penghinaan waktu itu akan aku lipat gandakan... , lihat saja.


"Ok ... ok !! aku gak akan ganggu waktu kerjamu. Tapi kamu tidak akan menolak undangan reuni kita kan?? " Riki mengeluarkan hp androidnya. " Berapa nomermu , ntar aku hubungi dimana tempat kita kumpul nanti."


"Sshhh...." Shendi berfikir.


Reuni , 7 tahun Shendi hampir kehilangan teman teman nongkrongnya. Hanya beberapa yang masih rutin saling tukar informasi.


Apa Riki sedang merencanakan sesuatu. Dulu maupun sekarang . Dirinya tidak terlalu akrab dengan Riki. Meskipun sering nongkrong bareng setelah pulang sekolah. Tapi lebih sering berselisih paham dan perang argumen.


"Hanya genk kita , gak banyak kok. Sekalian merayakan pertemuan kita setelah hampir 7 tahun."


"Berapa nomermu ... . Biar aku yang hubungi kamu setelah jam kerjaku selesai." ucapnya sambil siap mengetik angka.


Riki hampir tertawa melihat hp jadul milik Shendi. Tapi ditahannya demi agar Shendi tidak tersinggung dan tidak berubah pikiran.


" Ok, aku anggap kamu bersedia hadir , jadi aku tunggu telfonmu !!" ucap Riki setelah menyebut nomer hpnya.


Shendi kemudian berjalan memasuki mall. Diikuti pandangan penasaran Riki. Setelah kemarin sudah memastikan bahwa itu benar Gery. Riki mencari tahu dilantai berapa dia bekerja.


Namun hal yang ternyata membuat Riki tambah penasaran. Gery bekerja dilantai 42. Tepatnya Di kantor A.T. Dia dikirim langsung dari kantor pusat Tsang Group. Artinya dia bekerja dibawah perintah Anthony. Apa hubungan Gery dengan Anthony. Sejak kapan Anthony mengurus hal hal kecil seperti Cleaning service.


Setelah kelulusan SMA . Gery menghilang begitu saja. Acara perpisahan pun dia tidak menghadiri. Teman teman yang lain juga penasaran kemana perginya Gery si jangkung yang dari kelas 3A.


Ada yang mengatakan bahwa Gery langsung dikirim keluar negeri oleh keluarganya. Ada juga yang bilang pindah ke luar kota. Selama ini memang jarang yang tahu kehidupan pribadi Gery. Termasuk dirinya.


Beberapa ruangan sudah Shendi bersihkan. Kini giliran ruangan Aubery. Shendi meninggalkan kereta dorongnya didepan pintu. Lalu mulai mengeluarkan alat alat kebersihan.


Mulai dari memvacum cleaner lantai. Lalu mengelap seluruh permukaan perabot.


Selesai, Shendi mengambil satu paper bag yang dia gantung di belakang keretanya. Sebuah post -it tidak lupa Shendi tempelkan diluar bag.


Tersenyumlah , agar dunia tahu. Kamu memiliki senyum termanis.


Add oil ❤️


Shendi sempat mencium kertas post -it itu sebelum meletakkan di meja Aubery.


"Singkirkan sampah itu dari mejaku !!" suara seorang gadis tiba tiba muncul dari pintu. Shendi terkejut namun berusaha lebih tenang. Ia tahu siapa yang berdiri dibelakangnya.


Aubery , Mutiara hatinya.


Berangkat sepagi ini bahkan karyawannya saja belum pada datang , pasti Aubery sengaja menangkap basah dirinya.


Setelah menguasai diri. Shendi berbalik menghadap Aubery. Tidak lupa ia menambahkan dengan senyum maut yang akan membuat Aubery ingat siapa dirinya.


Aubery sangat beruntung bisa tepat waktu memergoki cleaning service lancang itu. Namun , setelah berhasil memergoki. Aubery cukup syok setelah tahu siapa orangnya.

__ADS_1


"Kau ??" Aubery tak percaya. Orang yang kini berdiri didepannya. Gery yang ternyata adalah Shendi. Pria yang hidup dengannya selama 14 hari. Aubery kembali mengingat potongan peristiwa yang melintas saat menjemput sikembar di gerbang sekolah.


Walau hanya sepotong. Namun ingatan itu begitu jelas. Dirinya dan Shendi sedang menunggu sikembar diluar gerbang. Dengan mesra saling berangkulan. Menyambut sikembar dengan hangat seolah olah mereka benar benar keluarga kecil yang bahagia.


"Nona Aubery, selamat pagi !" Sapa Shendi.


Lutut Aubery seperti kehilangan tenaga. Ia segera berpegangan pada pintu. Melihat itu Shendi kawatir dengan keadaan Aubery.


"Tiara, kamu tidak apa apa??" , Karena khawatir tanpa sadar kembali menyebut nama Tiara lagi. kakinya hendak melangkah mendekat . Namun Aubery sudah memberi isyarat agar jangan mendekat.


"Apa yang kamu lakukan disini!!" tanya Aubery kemudian setelah mengatur nafas. Beberapa hari ini ia sudah menyerah dan memutuskan melupakan peristiwa 14 hari. Namun sekarang tiba tiba Shendi kembali muncul didepannya sebagai petugas kebersihan.


"Tentu saja bekerja nona , saya butuh uang untuk membayar angsuran mobil baru saya." Jawab Shendi santai. Kan Aubery mikirnya dia beli mobil kreditan.


"Bukankah waktu itu kamu berjanji untuk tidak muncul dihadapanku !!, lalu apa sekarang!!" Aubery mulai tidak mengontrol emosinya.


Shendi tersenyum kecil. Meletakkan bekal makan siang yang dia siapkan untuk Aubery.


"Tapi saya masih punya hutang sama Anda. Jadi sekarang saya sedang bayar hutang . Dan saya sudah berusaha tidak muncul dihadapan anda. Anda sendiri yang berusaha memergoki saya..." ucap Shendi.


"Hutang?" Aubery tidak mengerti. Shendi mengangguk dan berjalan menuju jendela kaca.


"Mengembalikan 14 hari anda selama tinggal di rumah saya. Mulai dari membuat sarapan untuk anda lalu membersihkan kantor ini sekaligus kamar kecilnya."


Shendi berbalik dan melihat wajah Aubery yang merah padam antara marah dan malu.


"Oh , satu lagi. Saya juga bisa kasih bonus beberapa hari jika Tiara mau!" Shendi mengakhiri kalimat dengan senyum andalannya. Nafas Aubery mulai memburu.


"Keluar!! keluar dari ruanganku dan kantorku... !" Aubery berteriak.


Shendi menghela nafas panjang. Lalu melangkah menuju pintu. Berhenti sejenak disisi kanan Aubery lalu mengamati wajah gadisnya dengan seksama.


"Tiara, apa yang kamu lakukan dengan wajahmu??"


"Apa!!" Aubery terkejut .Shendi sangat tidak sopan bertanya hal semacam itu.


"Ah, tidak apa apa!!" Shendi berlalu melewati Aubery. Sekilas Aubery menangkap senyum disudut bibir Shendi. Sangat menjengkelkan . Erat tangan Aubery mengepal.


Aubery berjalan cepat menghampiri mejanya. Meraih bekal sarapan yang baru saja diletakkan Shendi. Lalu melemparnya ke lantai tepat dibawah kaki Shendi.


"Bawa itu sekalian dan pergi dari sini!!" usirnya.


Shendi memungut sarapan yang ia buat dengan tulus itu.


"Tiara, aku tak akan menyerah. Akan ku tebus kesalahanku. Bahkan sampai kamu lelah mensia_siakan ketulusanku."


"PERGI !!" teriak Aubery lagi.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung😱


.


.


.


👍 Like brow Like jangan Lupa🤗


🙏Terima kasih/ matur thank you


❤️Lop yu❤️

__ADS_1


__ADS_2