Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Aku Ingat Siapa Kamu!


__ADS_3

" Siapa kamu !!, beraninya kamu mengataiku amnesia !!" Aubery melotot kearah Shendi. Nafasnya mulai tak teratur menahan emosi.


Tiba tiba Aubery mengingat sesuatu. Matanya kembali membulat.


"Kamu?!" serunya.


"Aku ingat siapa kamu!! , kamu laki laki brengsek di perempatan lampu merah tempo hari" telunjuk Aubery menuding ke wajah Shendi.


Aubery benar benar tidak percaya. Pria ini kembali berada dihadapannya. Kala itu dirinya terluka gara gara dia. bahkan masih menyumpahinya .


"Untuk apa kamu kesini?? , balas dendam ?? , minta ganti rugi ??"


Shendi terdiam. Kata kata kasar Aubery bukan hal baru bagi Shendi. Dadanya terasa sakit bukan karena kata kata kasar Aubery. Namun , gadis yang entah sejak kapan mengisi hatinya. Sudah menghilang dan melupakannya.


Anthony yang dari tadi hanya menyimak. Kini mencoba menenangkan putrinya.


"Sayang tenanglah ... "


"Papa, usir dia dari kamar ini. Aku tidak mau melihatnya!!" Aubery membuang muka.


Shendi mundur beberapa langkah. Dirinya cukup tahu diri . Siapa dirinya bagi Aubery sekarang. Gembel , rongsokan tak berguna.


" Terima kasih atas hadiahnya nona, semoga anda lekas sembuh ... " ucapnya pelan.


Shendi melangkah keluar diikuti Arif dan Anthony. Aubery tampak tak bisa menaham emosi. Dadanya tiba tiba terasa sakit. Dilemparkan bantalnya kearah pintu kamar itu.


Aubery memejamkan mata sambil menunduk. Melihat sesuatu terjadi pada nona mudanya. Samy kawatir, lalu mendekat merangkul Aubery.


" Nona, mana yang sakit . Saya panggilkan dokter!"


"Hanya dadaku tiba tiba terasa sakit" Aubery meremas dadanya.


Mendengar jawaban Aubery. Segera Samy melepas rangkulannya. Lalu tersenyum sinis kepada nonanya.


Mulut bicara tidak, Tapi tubuh mana bisa berbohong.


Sementara diluar ruangan.


"Tunggu!!"


Shendi dan Arif menghentikan langkah. Lalu menoleh kepada Anthony. Laki laki berwibawa itu berjalan menghampiri.


Anthony menangkap wajah sedih Shendi. Hasil dari analisis Anthony setelah melihat Shendi beberapa hari ini. Pemuda ini sebenarnya cukup baik. Dilihat dari karakternya , Shendi memiliki sifat penyayang dan ngemong. Jika dilihat dari style dan gaya bicaranya. Tidak suka dikekang dan menyukai kebebasan dan kesederhanaan.


Meskipun kadang terlihat menjengkelkan. Tapi Shendi tetap mempunyai sopan santun. Shendi seperti mempunyai daya tarik tersendiri. Entahlah , yang jelas Anthony menyukai pemuda yang berdiri dihadapannya ini.


Ancamannya kemarin tidak sungguh sungguh. Ia hanya sedang menjaga image karena Shendi sudah mengerjai putrinya.


Anthony menyerahkan satu lembar kartu nama kepada Shendi.


"Aku memberimu kesempatan satu kali lagi ."


Shendi dan Arif saling pandang . Lalu kembali menatap Anthony yang tersenyum tipis.


" Jika kamu benar benar mencintai Au... , hubungi nomerku dan beritahu aku , apa siasatmu untuk menaklukkan Au kembali."


"Namun jika kamu hanya main main, aku harap hentikan sampai disini . Pergilah dan jangan muncul dihadapan Au lagi." pungkasnya.


Shendi menerima kartu nama itu. Lalu membungkuk tanpa mengucap satu katapun.


Arif mengajak Shendi kembali ke kamarnya. Tinggal Anthony sendiri berdiri di tengah koridor rumah sakit. Menatap kepergian Shendi dan Arif.


"Aku tunggu rencana gilamu " gumam Anthony lirih dengan senyum mengembang. Hal apa lagi yang akan dilakukan pemuda ini pada putrinya. Anthony tahu, Shendi tidak akan menyerah dengan Aubery yang kini kembali membencinya . Apalagi kali ini ditambah dukunganny.


Menculiknya ? atau ...


Kita tunggu saja.


***


.


.


.

__ADS_1


.


Aubery bermaksud turun dari ranjang namun dicegah oleh Anthony.


"Sayang kamu belum pulih. Jangan terlalu banyak bergerak."


"Papa , dokter bilang semuanya normal. Terus kenapa aku harus berlama lama dirumah sakit. "


Aubery melepas infus ditangannya. Ia merasa sudah tak perlu itu. " Sam, siapkan bajuku!"


" Sayang jangan keras kepala. Tunggu sampai dokter memeriksamu sekali lagi . Ok!?" Anthony mencegah Aubery berbuat bodoh. Sembarangan melepas jarum infus.


Aubery putus asa. Ia sudah mati kebosanan berada dirumah sakit sehari saja. Ia tidak ingin tinggal lebih lama lagi. Tidak boleh nonton tv, main hp apalagi menyalakan komputer diruangannya.


Diliriknya Samy yang tertidur disofa. Ia ada ide.


"Papa, kalau begitu belikan bubur abalon yang lezat itu."


" Baiklah aku suruh Samy membelikan untukmu"


Aubery mencegah papanya yang hendak pergi membangunkan Samy.


"Pa, Samy kelelahan menjagaku semalaman. Biarkan dia istirahat."


" Aku ingin Papa yang membelikan dan biarkan asistenmu menjagaku di depan pintu. Jadi Papa tak perlu kawatir padaku." rengek Aubery.


"Baiklah... " Anthony bangkit dari duduknya. Walau sedikit curiga tiba tiba Aubery merengek meminta harus dirinya membeli bubur abalon. Tapi tak apalah. Ada dua Asistennya diluar. Ia tak perlu kawatir Aubery kemana mana.


Sepeninggal Anthony. Aubery pelan pelan turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Samy. Niat usilnya timbul karena kebosanan yang memuncak.


Senyumnya terukir tatkala memandang asistennya yang lelap tertidur dalam posisi duduk. Digenggamnya erat pena yang dia ambil dari saku di dada Samy. Lalu berlahan mulai menuangkan bakatnya pada wajah Samy. Melukis wajah itu dengan gambar gambar imajinasinya.


Aubery ingat hobi masa kecilnya dulu. Samy adalah sasaran keusilannya. Mendandani Samy seperti princess. kadang seperti bajak laut. Atau tato ular di tangan dan wajah Samy.


Aubery tertawa tanpa suara melihat hasil karyanya.


Samy, kamu sudah bekerja keras. Kelak kamu harus bahagia .


Pandangan Aubery jatuh pada hp yang ada disaku Samy. Ia penasaran dengan nada dering Samy yang tiba tiba berubah. Pelan ia ambil hp itu. Lalu mengendap berjalan menuju pinggir jendela kaca.


Kenapa casingnya berubah warna menjadi pink ...


Aubery membuka hp miliknya yang sepertinya sudah lama dia rindukan. Jujur Aubery penasaran berita tentangnya hari ini. Seheboh apa berita kecelakaannya. Matanya membulat lebar ketika melihat berita pertama. Lengkap dengan foto yang sepertinya adalah dirinya.


"WHAT!!" Aubery memekik tertahan. Kapan dirinya berfoto dengan dengan anak anak SMA itu. Bahkan senyum manisnya terukir difoto itu.


Aubery membuka berita lain . Ia kembali terkejut dengan foto yang dipasang dalam berita seminggu yang lalu. Aubery membaca berita itu satu demi satu.


"Aaach...!!!"


Aubery histeris mengagetkan Samy. Tibalah Aubery membaca berita kemarin dan pada hari ini.


Aubery syok Itu jelas berita berita tentang dirinya. Mulai dari awal hilang sampai aksi heroik seseorang bernama Shendi menggendongnya yang dalam keadaan pingsan.


Samy yang terjaga langsung menghampiri Aubery . Ia menghentikan langkahnya ketika melihat reaksi Aubery yang ternyata sedang membaca berita di hp.


Terlanjur Aubery melihat kenyataan yang sudah terjadi beberapa hari ini. Cepat atau lambat Aubery akan tahu. Tapi ini terlalu cepat. Dan ini akan menjadi pukulan terberat untuknya.


Samy mengutuk dirinya, kenapa tidak menyimpan hp itu baik baik. Agar Aubery tidak menemukan kenyataan secepat ini.


"Samy , jelaskan padaku !! " Aubery masih mengamati foto foto yang heboh pada hari ini dan kemarin.


Samy bingung harus memulai dari mana. Ini terlalu rumit untuk dijelaskan.


"Sam... " Aubery lirih mengulangi.


" Non. Anda mengalami kecelakaan di danau SS hampir tiga minggu yang lalu , bukan kemarin ... ."


Aubery menoleh kearah Samy. Seakan bertanya apakah ini leluconmu Sam??


"Anda hilang ingatan akibat kecelakaan itu non."


Hilang ingatan ...


Selama hampir tiga minggu...

__ADS_1


Dan aku lupa dimana aku berada dan ngapain aja selama tiga minggu itu ,


Aubery mundur beberapa langkah kemudian duduk lemas di pinggir ranjang. Samy memegangi Aubery agar tidak jatuh. Samy kawatir telah melakukan kesalahan. Mengatakan ini dan membuat Aubery syok , mungkinkah dirinya akan dipecat Tuan Besar.


"Dimana aku selama tiga minggu itu ?"


Samy kembali ragu ragu. Namun tatapan Aubery memaksanya untuk berterus terang.


" Anda tinggal di sebuah bukit yang sangat jauh dari kota B" Samy pelan menjelaskan.


Akhirnya dengan terpaksa. Samy menceritakan garis besar tentang semua yang terjadi.


"Anda ditemukan oleh warga desa Z lalu Shendi membawa anda tinggal dirumahnya bersama dua adiknya. Shendi baru menghubungi saya tiga hari yang lalu setelah dia mengetahui bahwa orang yang dia bawa pulang adalah Seorang Aubery Tsang."


"Laki laki brengsek itu menahanku dan tidak segera mengantarku pada kalian??"


"Non, tidak semua orang mengenal siapa anda. Termasuk Shendi dan warga desa Z" Samy mencoba membela Shendi.


Mata Aubery membulat seakan tak percaya. Berharap ini hanyalah sebuah mimpi. Diam diam ia mencubit tangannya. Namun terasa sakit.


"Saya tidak ingin mengatakan lebih jauh. Saya takut salah bicara. Nona sendiri yang mengalami. Lambat laun anda akan kembali mengingatnya ."


Tuhan...


Permainan hidup macam apa ini.


***


Anthony terkejut ketika masuk ke kamar putrinya. Bantal bantal tergeletak dilantai. Dan vas bunga dalam keadaan pecah berserakan kemana mana.


Dua asistennya tidak ada diluar. Samy dan Aubery juga tidak berada dikamar. Dimana mereka semua.


Anthony ingat sesuatu. Ia bergegas turun menggunakan lift ke lantai 17 menuju kamar dimana Shendi dirawat.


Benar saja. Dua asistennya menunggu diluar ruangan. Aubery dan Samy pasti ada didalam.


Plakk!!


Satu tamparan cukup keras mendarat dipipi Shendi. Aubery dengan sorot mata penuh kebencian memandang Shendi yang merasakan perih menjalar di pipinya.


" Apa kau sudah puas?? karena kamu tidak mendapatkan ucapan maaf dariku, lalu menjadikanku pembantu dirumahmu!!"


Shendi diam tak bergeming. Sedangkan Samy menahan Aubery untuk tidak berbuat kelewatan.


"Kau memanfaatkan amnesiaku!! memaksaku merawatmu !! adik adikmu!! rumahmu !!" Mata Aubery berkaca kaca.


Shendi mengepalkan tangannya. Sungguh ia tidak ingin mata indah itu basah oleh air mata. Bibirnya kelu walau untuk mengucap satu kata.


Tiara, maafkan aku...


"Shendiaga, aku membencimu... !!" ucap Aubery dengan tegas.


"Sangat membencimu !!" Aubery kembali menegaskan.


Samy tak tahu harus berbuat apa. Shendi hanya diam . Dan nonanya pergi meninggalkan ruangan dengan emosi sampai di ubun ubun.


Shendi menarik nafas panjang. Matanya terpejam mengingat kata kata terakhir yang terucap dari mulut Aubery.


.


.


.


.


.Bersambung😎


. nb: Jadi jess, tipe hp Aubery sebelum amnesia itu sama dengan yang dibelinya pakai kartu kredit Shendi. Bagi yang tidak ngeh saja yes!😘.


πŸ‘‹ Sampai jumpa...


πŸ‘ Like dooonk 😌


πŸ™ trims and lop yu😘😘❀️😘😘

__ADS_1


__ADS_2