Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Surprise Camer


__ADS_3

Jeep putih memasuki gerbang rumah besar yang terbuka . Beberapa mobil tampak terparkir di halaman. Shendi merasa heran , Aubery apalagi. Kenapa rumahnya tampak ramai. Seingatnya ia tidak mengadakan pesta apapun.


"Sayang apa papamu pulang ?" Shendi tidak lepas menatap ke dalam rumah yang tampak terang. Aubery menggeleng tak tahu.


Shendi turun dan membukakan pintu untuk Aubery. Mereka berjalan bergandengan tangan menuju teras , melewati mobil mobil yang terparkir berjajar.


"Ini bukannya mobil paman Arif? ini mobil Jimin dan mobil Romy." Shendi semakin penasaran.


"Ada apa ini..."


"Itu mobil Elaine !" Aubery menunjuk mobil sedan berwarna merah cerah . Matanya membulat sempurna ketika menyadari juga ada mobil Viona dan Shela sekretarisnya. Ada lagi mobil lain yang ia tahu siapa pemiliknya .


" Apa mereka sedang membuat kejutan untuk kita ?!"


Tak ingin penasaran berlama lama. Aubery menarik Shendi segera masuk ke dalam rumah. Kedua insan itu nampak terkejut karena rumah sudah di dekorasi indah layaknya sebuah acara pernikahan.


Aubery dan Shendi terpukau melihat setiap sudut rumah yang dipenuhi bunga mawar putih favoritnya. Tangga yang menghubungkan lantai satu dua dan tiga pun juga terlihat dihiasi bunga dan lampu.


Semakin masuk ke dalam. Mereka semakin keheranan . Sebuah kue tart raksasa menghiasi ruang tengah. Dengan sepasang boneka yang mirip sosok Aubery dan Shendi.


"Apa ini... " Aubery terus bertanya tanya. Melepas tangannya dari genggaman Shendi.


Aubery sebagai tuan rumah saja bingung . Apalagi Shendi.


Suara tawa dan orang mengobrol terdengar dari lantai atas , ruang baca dan ruang makan.


Aubery dapat menangkap suara beberapa orang mengobrol di ruang makan menggunakan bahasa asing. Dan itu salah satunya adalah suara Popo , Ibu dari mamanya. Aubery segera berlari ke ruang makan untuk memastikan.


Shendi berpikir keras. Kenapa Arif , Romy dan Jimin juga ada disini.


" Yas ! Raman ! jangan lari lari !! Nanti terpeleset gimana !" suara teriakan yang amat dikenali Shendi.


Itu suara Raja... !!!


Adik adiknya dan Raja juga disini . Apa Lingga juga ada disini ? Apa yang terjadi sebenarnya. Shendi semakin heran, segera dicarinya sumber suara.


Disamping ruang tengah , ada sebuah pintu lebar yang menghubungkan ruangan luas itu dengan taman yang dilengkapi kolam renang . Terlihat dua bocah kembar berlarian dengan pakaian renang. Bermain dengan pistol air dan bola pelampung.


Tampak Raja sedang bermain dengan adik kembarnya . Sedangkan Lingga , Romy dan Jimin asik mengobrol di sudut taman tanpa menyadari kehadirannya.


Shendi mendekati adik adiknya. "Dua setan kecil !! ngapain kalian disini ?!"


"Mas Shendi !!" Yas dan Ramanda menoleh dan serentak memanggil kakak laki lakinya. Seperti biasa mereka berlomba siapa yang paling cepat memeluk Shendi.


"Mas Shendi... aku mau keponakan perempuan , jangan laki laki nanti seperti Ramanda. Lambat !" ucap Yas setelah berhasil lebih dulu meloncat dalam gendongan Shendi.


"Jangan mas, susah ntar kalau perempuan tapi gak seperti perempuan. Aku mau keponakan laki laki... " Ramanda memeluk kaki Shendi. Yas balas dengan menjulurkan lidah.


"Kalian ini ngomong apa sih?? Dua malam mas gak pulang kalian tidak menelfon. Ditelfon juga tidak diangkat. Udah gak sayang mas Shendi ya? malah sekarang ngomong aneh aneh gini??" Shendi masih dengan herannya.


"Sayang kok. Tapi kakak ipar udah mengabari kami. Kami tahu mas baik baik saja itu udah cukup buat kita tenang." jawab Yas.

__ADS_1


"Mas, kamu harus menjelaskan semua ini padaku. kenapa identitas kamu tiba tiba berubah. Kamu siapa sebenarnya??" Raja nampak grogi berhadapan dengan Shendi. Bocah itu tak menyangka Shendi ternyata mempunyai status sosial yang sangat tinggi. Bukan sekedar pemilik peternakan kecil.


"Maaf Ja, aku hanya ingin kamu mengenalku apa adanya. Itu lebih membuat hubungan kita akrap. Maafin mas ya?" Raja menunduk.


"Aku ingin kamu tetap bersikap seperti biasa. Kamu tetap adikku." ucapan Shendi kali ini membuat Raja ingin menangis. Tapi diurungkannya karena malu sama Yas dan Ramanda.


"Mas, boleh juga kamu... bikin heboh satu negara dengan berita klarifikasimu." Lingga menghampiri. Jimin dan Romy berjalan dibelakangnya.


"Si Jimin jadi takut gak punya kerjaan nih..." Romy lalu melirik ke arah Jimin.


"Nggak lah, kamu pikir siapa yang menghandle akun buatanmu itu. Siapa yang akhirnya kalang kabut membalas pertanyaan netizen ?!" Jimin sewot.


"Apa yang kalian lakukan disini?" Shendi tak menghiraukan ocehan mereka. Ia lebih penasaran tentang kenapa mereka semua ada disini.


"Tentu saja menghadiri acara pertunangan anda !! apa lagi ?" jawab Lingga , Romy dan Jimin serentak.


"Hah?!" Shendi kaget.


***


Diruang makan itu. Beberapa wanita sedang mengobrol sambil menata berbagai macam kue ke piring piring kristal.


Aubery seolah masih tak percaya. Kenapa mereka semua ada disini. Aubery biasanya yang mengunjungi mereka jika berada di Hongkong. Dan ini adalah pertama kali mereka berkunjung ke rumah besar.


"Popo ( Ibu dari mama )!!"


"E ma ( budhe) !!"


Seru Aubery yang membuat tiga wanita tadi menoleh kearah Aubery.


"Pipi (Baby ) !! ohoho... Popo sangat merindukanmu..." Wanita yang paling tua menghampiri Aubery. Tentunya menggunakan bahasa cantonis. Ya, mereka adalah keluarga besar dari Hongkong.


"Ohh... Kasihan sekali bayiku , pasti trauma mengalami kecelakaan sampai membuatmu amnesia?" Popo memeluk dan mengusap rambut Aubery. Tak dapat dia sembunyikan kebahagiaannya bisa bertemu lagi dengan cucu perempuan kesayangan.


"Aku baik Popo , Aku tidak mengalami trauma yang berat. Karena selama aku amnesia, seseorang menjaga dan merawatku dengan sangat baik." Aubery menggenggam tangan Poponya.


"Ish... ish... ish... , lihat wajah bayiku yang merona ketika menyebut seseorang." mata Popo berkaca kaca. E ma dan A yi ikut terharu.


"Ini gara gara papamu. Kenapa kukuh memindahkanmu sendirian kesini. Padahal di Hongkong kami bisa menjagamu... " E ma geregetan.


"Sudahlah Mah , kak. Yang penting Au baik baik saja . Selalu ada hikmah di setiap musibah. Sekarang Au menemukan seseorang yang bisa membuatnya tersenyum." A yi menenangkan . Wanita yang berusia kurang lebih 43 tahun itu ikut memeluk Aubery.


"Benar benar , sudah jangan diingat lagi ya. Popo ingin sekali bertemu dengan seseorang yang mampu membuatmu tersenyum . Dia... ada disini kan ??"


Aubery mengangguk malu. "Iya , dia ada di depan. "


"Ah, kalau gitu kita ke depan. Popo sudah tak sabar."


"Tunggu , apa Papa juga ikut pulang?" tanya Aubery.


"Tentu saja Baby. Ketika berita klarifikasi itu. Papamu langsung heboh menyuruh kami semua bersiap siap untuk terbang kesini. Ah... aku harus membatalkan liburanku ke Mesir demi kamu." jawab E ma gemas mencubit kedua pipi Aubery.

__ADS_1


"Semua ?"


"Iya semua , Piu ko dan Piu ce ( keponakan laki laki dan perempuan ) juga datang."


Aubery terharu. Ini sungguh kejutan dari Papanya dengan membawa semua keluarga besar di Hongkong untuk mengunjunginya.


***


E ma menuntun Popo pelan berjalan menuju ruang depan. Sebelum Popo mengetuk ruang baca dimana menantunya sedang berbincang dengan seorang tamu dan Aubery di dalam.


"Anthony !! keluarlah !! ayo sambut calon menantu kita !!" menggedor pintu ruang baca.


Terdengar Anthony menyahut dari dalam.


"Iya Ma, aku akan segera keluar.!!"


"Jadi Papa membuat acara pertunangan ini tanpa bertanya pada kami terlebih dulu ?" tanya Aubery. Anthony mengangguk.


"Iya sayang, bukankah Shendi sudah mengumumkan pada dunia. Papa hanya meresmikan saja."


"Bagaimana jika Shendi menolak Pa ," Aubery pesimis.


"Tidak mungkin , Paman yakin dengan keseriusan Shendi. Seumur hidup paman belum pernah melihat Shendi berani mengambil keputusan untuk mendekati gadis." ucap Arif yang juga ada di ruang baca itu.


"Percayalah... kamulah yang pertama. Shendi tidak pernah bermain main dengan anak gadis orang." Arif meyakinkan.


"Aku kawatir dia tidak yakin karena ini terlalu mendadak Pa, paman...."


"Sayang , Shendi yang ragu. Atau kamu yang ragu ??" Anthony mendekat.


"Nak, sebaiknya kita temui Shendi sekarang. Kita buktikan bersama sama. Apakah dia bersedia dengan pertunangan ini , atau tidak."


.


.


.


.


.Bersambung😘


.


.


Sebenarnya saat episode Clarification dimana Shendi mengakui hubungannya dengan Aubery. Bisa dikatakan sebagai final episode. Karena Shendi sudah berani membuka jati dirinya dan mendapatkan cinta Aubery kembali.


Penulis coba melebarkan cerita sedikit . Dimana akhirnya Aubery menjadi Istri beneran Shendi . bukan lagi bohongan. Dan bagaimana nasib Riki yang belum jelas. Yang sebenarnya Riki punya andil besar dalam pertemuan Shendi dan Aubery.


Jika masih ada konflik yang belum diselesaikan . Mohon bantu otor koreksi ya. Author sekalian revisi. jadi episode selanjutnya agak acak2an.

__ADS_1


Terima kasih banyak. sampai jumpa next episode 😍😍


__ADS_2